
Pertarungan antara Arashi melawan iblis yang mendapatkan kekuatan dari melahap iblis lain sedang berlangsung.
"Aku adalah 'sang raja iblis pelahap' yang telah memakan 10.000 iblis dan mendapatkan semua kemampuan mereka jadi sekeras apapun usahamu tetap saja tak akan mampu mengalahkanku..."
Arashi menjadi geram, "Jangan sombong!! Kita lihat saja aku akan mengalahkanmu, sialan!!!" Iapun berlari ke arah lawannya secepat mungkin.
Meski memiliki 10.000 kemampuan tapi Rafathar sama sekali tak meremehkan lawannya, iapun tetap waspada.
Arashi mengepalkan tangan yang terfokus balutan kegelapan, "HIIAA...!!" Iapun memukul sekaligus melemparkan semua energi yang terkumpul.
"Aku bisa menyerapnya..." pikir Rafathar yang menahan dengan telapak tangan kanannya, "Jbbllast...!!!" Dengan sekali pukulan itu lengan 'sang raja iblis pelahap' hancur lebur sampai bagian bahu.
"...!!" Hal itupun membuat para raja iblis yang lainnya terkejut dan dari singgasana tertinggi 'si akhir' tersenyum menyeringai, "Khehehehe... bocah ini boleh juga!! Aku mulai tertarik dan menyukainya..."
Dipertarungan setelah tangan kanannya hancur, 'sang raja iblis pelahap' langsung saja melompat ke belakang, "Aku tak mengerti? Bagaimana mungkin aku tak dapat menyerap serangannya itu?" Pikirnya dan iapun dengan sekejap saja memulihkan lengannya yang hancur dengan kemampuan regenerasi.
__ADS_1
"Khehehe..." Arashi tersenyum lebar, "Aku mengerti sedikit tentang kelemahanmu..." ucapnya dengan berlari ke arah lawan.
Sekali lagi ia mengepalkan tangan yang terfokus energi kegelapan, memukul dan melemparkan energi itu sekaligus.
"Zink!!" Rafathar tak mau ambil resiko ia menghilang dengan kemampuan teleport sebelum terkena serangan dari Arashi.
"Cih, dia menghindar..." pikir Arashi yang kesal dan ia langsung mempertajamkan instingnya.
"Zink!!" Secara mendadak Rafathar muncul dihadapan Arashi yang letaknya cukup jauh, "Sekarang aku tau alasan mengapa aku tak dapat melahap pukulan berbalutkan kegelapan milikmu itu..."
"Ya, jawabannya simpel!! Aku tak dapat melahap kemampuan berelemen kegelapan karena elemen kegelapan itu sendiri bersifat menyerap..."
"Jangan meremehkanku, bocah!! Aku telah hidup begitu lama dan pengalamanku bertarung sangatlah banyak jadi bocah ingusan sepertimu jangan pernah bermimpi mengalahkanku..."
Arashi menyeringai lalu melapisi kedua tangannya dengan kegelapan, "Aku semakin tertantang..." ucapnya dengan mengepalkan kedua tangan.
__ADS_1
"Menarik sekali!!!" Rafathar mengarahkan ujung jari tangan kanan ke depan lalu menembakan laser, "Sllash!!!"
Arashi menepis tembakan laser itu dengan menggunakan pukulan dan iapun berlari ke arah lawan, "HIIAA...!!" ia melompat lalu memukul dengan melemparkan energi yang terkumpul sekaligus.
Rafathar mengarahkan telapak tangan kanannya ke depan, "Aku tak akan terkena teknik yang sama untuk kedua kalinya..." secara mendadak lengan 'sang raja iblis pelahap' itu berubah menjadi menghitam.
"Jbbllast...!!!" Pukulan Arashi yang sekuat tenaga dan telah dilengkapi tekniknya itu dapat ditahan dengan mudah, "Apa!! Bagaimana mungkin?"
Arashi terkejut dan melompat ke belakang.
Rafathar menyeringai, "Aku adalah iblis dengan 10.000 kemampuan!! Dulu sekali aku pernah melawan iblis yang memiliki kulit sangat keras hingga akupun kesulitan mengalahkannya..."
"Tetapi pada akhirnya iblis dengan kulit keras itu menjadi makananku dan akupun mendapatkan kemampuannya..." ucapnya yang kemudian seluruh tubuhnya menghitam berlapis sisik-sisik.
Arashi menjadi geram,."Sialan..."
__ADS_1
"Nah, sekarang kau akan mengerti jarak kekuatan antara kita begitu jauh..." ucap 'sang raja iblis pelahap' dengan senyuman penuh ejekan.
"Zink!!" Dalam sekejap saja Rafathar melakukan teleport dan mendadak muncul disamping kanan Arashi lalu tanpa ragu memukul dengan kepalan tangan hitam super kerasnya.