
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Masamune melawan empat iblis wanita sekaligus dan mereka adalah D'maria, Rena, Rikka dan Sakura.
Meski berhadapan dengan empat lawan tapi Masamune tak sedikitpun merasa takut, ia malah menatap dengan sorot mata tajam dan berkata, "Aku tak takut pada kalian semua jadi majulah sekaligus dan akan ku hadapi kalian semua...!!!"
D'maria menjadi kesal dan iapun melesat dengan sekali pijakan lalu langsung saja menebaskan sabitnya, "Cthing!!!!" Masamune menahan dengan tongkatnya yang merupakan pilar langit.
Rena mengambil senapan dari punggungnya lalu menembak lawan berulang kali, "DOORR... DOORR..."
Masamume segera melompat ke belakang dan langsung saja memutar-mutar tongkatnya, "Cthing!! Cthing!!" Peluru tembakan mampu ditangkis oleh Masamune.
Rikka dan Sakura melesat maju dan menyerang.
Sakura menusukan tombaknya akan tetapi Masamune berhasil menghindar dengan melompat ke samping.
Lalu Rikka menebas dengan celurit tapi Masamune menangkis dengan tongkatnya.
"Dia lincah sekali!!!" Pikir keempatnya.
Masamune sekali lagi melompat ke belakang dan mengejek mereka, "Apa hanya itu kemampuan kalian?"
"Sialan!!!!" Teriak keempatnya dengan emosi yang meluap-luap.
D'maria, Rikka dan Sakura menyerang dengan tebasan-tebasan cepat dari arah depan akan tetapi Masamune bertahan dengan memutar-mutar pilar langitnya, "Cih..." Masamune menjadi terpojokkan, "Aku tak bisa bertahan terus menerus..." pikirnya.
Rena berlari ke arah samping lalu menembak langsung pada kepala, "DOORR..." Masamune mampu mengelak dengan memiringkan kepala saja.
"Dengan 10 persen energi aku tak akan bisa bertahan lebih lama melawan mereka..." gumam Masamune dalam hati.
*
Dilain sisi Lina berhadapan dengan Rikie
Lina dengan dua pedangnya melesatkan tebasan-tebasan akan tetapi Rikie mengepalkan tangan dan menahan setiap tebasannya itu.
"Sebenarnya apa yang disembunyikanya dalam balutan perban dikedua tangannya itu?" Pikir Lina.
Rikie memfokuskan energi pada kepalan tangan kanannya dan memukul pedang Lina yang sedang ditebaskan, "Cthing!!!!!"
Si wanita iblis itupun terlempar ke belakang, "Pertahananmu terbuka!!!" Rikie segera berlari dan memukul perutnya, "Jbbuuak...!!!!"
Lina terhempas lalu jatuh ke tanah, "Ugh!!"
*
__ADS_1
Sementara itu Minaka melawan dua iblis wanita.
Kanna si iblis wanita dengan senjata cambuk dan Tifa dengan senjata palu mengarah pada Minaka.
Tifa mengangkat palunya dan secara mendadak palu itu pun membesar lalu ia menghantam, "DYYEESS..." Minaka mampu menghindar dengan melompat ke belakang akan tetapi tanah tempat palu menghantam jadi hancur.
"Mengapa kau menghindar padahal aku hanya ingin membuat dirimu gepeng?"
Minaka menjadi kesal dan lengan-lengan bayangan muncul dipunggungnya, "Hanya karena kau wanita bukan berarti aku akan menahan diri?"
"Oh, sayang sekali aku jadi takut..." ejek Tifa.
Kanna memanfaatkan kelengahan Minaka dengan melesatkan cambuk ke salah satu kaki Minaka.
"Apa!!" Minaka terkejut ketika melihat satu kakinya terliliti cambuk.
Kanna menarik cambuknya ke belakang dan secara spontan membuat Minaka terjatuh ke tanah, "Ugh!! Sial..." Minaka yang jatuh nampak kesakitan.
Minaka berusaha berdiri lagi akan tetapi Kanna menarik kembali cambuknya yang meliliti kaki lawan, "Sialan!!!" Minaka ikut tertarik.
Kanna menghempaskan Minaka hingga membentur sebuah bangunan, "Jbbuuak...!!"
"Uhuk!!" Minaka sampai memuntahkan darah.
"Kurasa dia bukanlah lawan yang sulit untuk dihadapi..." ucap Kanna.
"Ya, tapi kita tak boleh meremehkannya..." sahut Tifa dengan sikap waspada
"Tap... tap... tap..." Hinowa, Goto dan keempat anak kecil mendadak berdiri dihadapan Minaka, "Kami akan ikut membantu...!!!" Teriak mereka serentak.
Minaka merasa kesal dan menganggap mereka hanyalah pengganggu, "Pergilah dan jangan menjadi beban untukku...!!!!"
"Paman Minaka sedang terluka jadi biarkan kami saja yang mengurus mereka berdua..." ucap Yuuki.
"Eemm..." Yuuka dan Yuzuru mengangguk.
"Memang apa yang bisa kalian lakukan?"
"Tenang saja, kami ini kuat..." sahut Isla si gadis setengah siluman kelinci.
Keempat anak kecil itupun melangkahkan kaki maju.
Goto berkata, "Minaka-senpai, percayalah pada mereka meski mereka adalah anak-anak tapi mereka dididik oleh Arashi-senpai..."
"Benar, Arashi-senpai tak mungkin asal mengasuh anak kecil!! Mereka pasti sangat spesial..." sahut Hinowa.
Minaka terdiam akan tetapi ia sangat khawatir lalu dilain sisi Kanna dan Tifa terlihat sangat meremehkan empat anak kecil yang berdiri tegak tanpa takut.
"Hahahaha... ini bukan taman bermain dan ini adalah medan perang jadi untuk apa anak-anak datang ke tempat ini?" Ejek Tifa.
"Benar, seharusnya kalian tak ada ditempat ini..." sahut Kanna.
Yuuki si iblis kegelapan berubah menjadi wujud dewasa.
__ADS_1
Lalu Yuuka si siluman rubah putih menatap tajam,"Fusion..." iapun memancarkan energi cahaya putih yang sangat menyilaukan mata.
Ya, keempatnya bersatu padu berubah menjadi satu.
Ia memiliki sepasang tanduk mencuat dikening, telinga kelinci diatas kepala, ekor, duri-duri dipunggungnya lalu ia mengenakan pakaian minim dengan bulu-bulu putih halus diseluruh tubuh, "Inilah mode gabungan kami berempat..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
Kanna dan Tifa sekarang ini menjadi sangat serius dan sama sekali tak meremehkan lawannya.
"Dia memiliki tekanan energi yang luar biasa hebat!! Kita tak boleh lengah..." ucap Kanna.
"Benar, aku dapat merasakannya!! Mengerikan sekali!!" Sahut Tifa.
Kanna melesatkan cambukan akan tetapi sekejap mata saja wujud gabungan keempatnya mampu menghindar dan bahkan ia melesat dengan sangat cepat ke arah keduanya.
Tifa memperbesar palunya dan menghantam, "Jbbuuak!!!" Mode gabungan menahannya dengan mudah menggunakan sikunya
"Lemah sekali!!!" Wujud gabungan itupun menghempaskan palu Tifa dan iapun malah membalas dengan mencengkram wajah keduanya.
"Kalian berdua lemah...!!!!" Teriaknya yang dari arah depan menggunakan kedua tangan mencengkram wajah keduanya, "Jbbuuak!!!" Iapun menghantamkan wajah mereka berdua ke belakang.
"HIIAA...!!" Wujud gabungan itupun menyeret keduanya lalu menghantamkan pada dinding sebuah gedung, "DYYEESS...!!" sekali hantaman dan gedung itupun bahkan hancur.
Mode gabungan belum melepaskan cengkraman tangannya dan ia malahan mengangkat kepala keduanya ke atas.
Kedua kepala mereka mengeluarkan darah sampai mengalir ke tanah, "Kalian sang pelayan kematian tak mungkin bisa mati, 'kan?" Ucapnya dengan melemparkan Tifa ke arah samping kanan dan membentur dinding sebuah bangunan lalu melemparkan Kanna ke samping kiri dan jatuh ke tong sampah.
"Hahahaha...!!! Ayolah, bangkit aku dan lawan aku kembali!!!" Ucap Mode gabungan itu dengan tertawa lepas.
Baik Tifa maupun Kanna segera bangkit dan meregenerasi luka-luka mereka, "HIIAA...!!!" Keduanya mengarahkan jari telunjuk dan sama-sama menembakan laser dari dua arah yang berbeda.
"Khi..." mode gabungan menyeringai dan iapun cukup melentangkan kedua tangan lalu dengan kedua telapak tangannya mampu mengatasi laser itu dengan mudahnya.
"Apa!!!! Bagaimana mungkin laser kami dapat ditepisnya dengan mudah..." gumam dua pelayan sang kematian yang terkejut.
Sang mode gabungan dari empat anak kecil itupun tertawa lepas dan berteriak penuh ejekan "Hahahahaha..!! Menyedihkan sekali ternyata kalian lemah...!!!"
"Aku sangat kecewa pada kalian...!!! Berikan aku perlawanan terbaik kalian!!"
Ya, mode gabungan dari empat anak asuh Arashi muncul dan ia membuat dua pelayan sang kematian tak berdaya!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1080 : Melawan 7 Pelayan Kematian II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1