
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dilain tempat 3 bagian tubuh 'sang raja iblis kematian' telah berkumpul kembali dengan tujuh iblis wanita yang merupakan pelayannya.
Ketiga bagian tubuh 'sang raja iblis kematian' itu nampak babak belur bahkan bagian yang melawan Torano telah kehilangan kedua kaki dan kedua tangan lalu seluruh tubuhnya penuh dengan luka sayatan.
Ketujuh pelayannya nampak khawatir dan terkejut karena tak mengira tuan mereka yang terkenal sangat kuat bisa terluka sampai separah ini.
Lalu tiga bagian tubuh 'sang raja iblis kematian' secara perlahan menjadi satu lagi, "Sialan!!!!" Teriak Lindouw sangat geram.
"Tuan Lindouw, anda baik saja?" D'maria sangat khawatir.
"Suasana hatiku sedang buruk dan mari kita lakukan itu..."
"Aku tak akan pernah dikalahkan!!! Mereka harus mati!!"
"Baik..." jawab ketujuhnya serentak.
Mereka bertujuh berdiri mengelilingi 'sang raja iblis kematian'
Lindouw tanpa ragu merobek perutnya dengan cakar lalu satu persatu para pelayannya masuk ke dalam perutnya itu lewat luka robekan tersebut.
Secara perlahan luka robekan pulih dengan kemampuan regenerasi, "HIIAA...!!!!!" Tekanan energinya meningkat begitu mereka menjadi satu padu.
Langit yang semula siang dengan cahaya sang surya yang terang menyinari secara mendadak menjadi gelap gulita karena tertutup oleh awan hitam.
"Mode : Devil"
"DYYEESS..." Terjadi ledakan energi kegelapan yang sangat kuat menyebar ke segala tempat.
Ukuran tubuh 'sang raja iblis kematian' itu membesar dan terus membesar.
Sorot matanya berubah menjadi hitam dan iapun menggenggam sebuah sabit raksasa.
"Mari kita habisi bocah-bocah itu!!!" Ucapnya yang telah masuk ke dalam wujud iblisnya.
"Zink!!" Meski ukurannya terlampau besar tapi 'sang raja iblis kematian' itu mampu berpindah tempat dengan menggunakan kemampuan teleport.
*****
Mereka berkumpul.
Yui, Yami/Yemi, Rikie dan Minaka terdiam kerena mengetahui lawan tengah mempersiapkan sesuatu yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Zink!!" Seseorang muncul dengan kemampuan teleport dan orang itu adalah clon dari Torano.
"Kita ada dimedan perang jadi mengapa semuanya bisa berkumpul disini?" Ucap Torano.
"Itu terjadi karena lawan yang kami hadapi mendadak menghilang..." jawab Ashura.
"Hal yang sama juga terjadi pada pertarunganku!! Dia menghilang disaat aku hampir memenggal kepalanya..." jelas Torano agak kesal.
Ashura berkata dengan serius lagi, "Sepertinya ia merencanakan sesuatu dan meski takut tapi kita harus bersiap menghadapinya bila ia kembali nanti..."
"Ya..." jawab Torano tanpa ragu.
"Ugh!!" Secara mendadak mereka berenam merasakan energi kuat yang berasal dari kejauhan.
"Apa-apaan ini!! Tekanan energinya bahkan lebih mengerikan dari milik 'sang raja pedang'..." gumam Torano dalam hati dan iapun memperingatkan semuanya, "Semuanya, lari dan cepat tinggalkan tempat ini!!!!"
Semuanya masih terdiam karena terkejut dengan tekanan energi kuat yang mereka rasakan.
"Sial..." gumam Torano yang jadi agak kesal karena semua mengabaikan perintahnya.
"ZINK!!!!" Sesosok bayangan hitam yang ukurannya sangat besar berdiri tepat dibelakang mereka.
Ya, itu adalah Lindouw yang menggunakan wujud iblis sempurnanya.
Iapun mengangkat sabit besarnya lalu tanpa ragu melesatkan tebasan,"Sllash!!!"
Torano segera melompat tinggi ke udara dan menahan ujung mata sabit dengan 'raja pedang' yang ia genggam, "Cthing!!!!" Energi elemen kegelapan terpancar ke segala arah akibat benturan dua senjata mereka.
Tetapi karena kuatnya hantaman dari atas membuat Torano terhempas ke bawah dengan sangat keras, "Guah..!!" Iapun langsung memuntahkan darah.
"Zink!!" Yami segera berpindah tempat ke tempat Torano.
"Kau aset kami yang berharga jadi jangan menghilang dulu..." ucap Yami.
"Zink!!" Yami lalu berpindah tempat lagi membawa clon Torano yang terluka.
Mereka berenam berkumpul pada satu titik dan menatap ke arah raksasa hitam yang menggunakan sabit itu.
Ashura berkata, "Sekalipun kita berteleport tetap saja ia akan mengejar kita jadi pilihan kita hanya bertarung dan menang!!!!"
"Kami mengerti!!!" Jawab mereka serentak.
'Sang raja iblis kematian' menatap tajam dan berkata, "Ku akui keberanian kalian akan tetapi dihadapan kematian kalian tak mungkin menang..." iapun mengangkat sabit besarnya lalu mengayunkan sekuat tenaga.
"Sllash!!!!"
"Akan ku tahan!!!!" Teriak Rikie dengan menyilangkan kedua lengan.
"Cthing!!!!" Sabit raksasa yang dilapisi kematian itu tetap saja tak mampu melukai lengan Sang Naga Emas akan tetapi karena kuatnya serangan maka tempat berpijak Rikie menjadi hancur bahkan tercipta sebuah cekungan luas.
Rikie yang bertahan sampai harus menekuk lututnya, "Pergi!! Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi!!!"
__ADS_1
"Menyebar!!!!" Teriak Ashura dengan memberikan perintah.
Torano yang telah kehilangan lengan kirinya menggenggam 'raja pedang' dengan tangan kanan dan iapun berteleport ke udara, "Zink!!!!"
Iapun meningkatkan energi dan 'raja pedang' meluapkan kegelapan yang sangat kuat, "Sllash!!" Iapun menebas dan angin pemotong yang bercampur dengan kegelapan melesat.
"Cruat!!!" Dada 'sang raja iblis kematian' tertebas dan mengalir darah.
"Sialan!!!!" Lindouw mengayunkan sabitnya sekuat tenaga, "Cthing!!!!" Torano menahan dengan 'raja pedang' akan tetapi karena kuatnya serangan ia jadi terhempas jauh hingga menembus beberapa bangunan lalu berakhir dengan jatuh membentuk sebuah cekungan.
Ashura melesat ke udara dengan melayang ke udara, iapun menembaki 'sang raja iblis kematian' secara berulang-ulang, "DOORR...!!! DOORR...!!"
Tembakan-tembakan Ashura tak berpengaruh pada 'sang raja iblis kematian' karena ukurannya yang terlampaui besar.
"Sial!!!!!" Ashura kesal.
Lindouw melapisi telapak tangannya dengan sebuah kemampuan dan menghantam Ashura sekuat tenaga, "Jbbllast!!!!" Iapun terkena serangan telak dan jatuh dengan sangat keras.
"Padahal aku telah mengaktifkan kemampuan menembus tapi bagaimana mungkin serangannya mempan padaku?" Pikir Ashura.
'Sang raja iblis kematian' berniat menginjak Ashura akan tetapi dengan lengan-lengan bayangan Minaka berusaha menarik kakinya, "Kau mengganggu saja!!!!" Lindouw menggerakan kakinya dan Minakapun ikut terhempas.
Ya, merekapun kuwalahan melawan wujud iblis Lindouw.
*****
Lalu ditempat yang sangat jauh kelima anak kecil yang semula ikut dalam pertarungan telah diungsikan oleh Yami dengan kemampuan teleport.
Mereka adalah Yuuki, Yuuka, Yuzuru, Isla dan tentu saja Yugiri si pedang serba guna.
Kelima anak gadis kecil itu tersembunyi digang-gang sempit kota.
"Tap... tap... tap..." suara derap langkah kaki yang cepat mendekati mereka.
"Siapa disana?" Ucap Yugiri yang satu-satunya baik-baik saja.
Ya, seorang pria muncul dan ia adalah Masamune Ryuzaki, "Sialan, aku tersesat!!"
"Yah, wajar saja!! Aku tersesat karena kota ini banyak berubah..."
Sang pahlawan hitam telah menampakan diri dan akankah ia terlibat dalam pertarungan melawan 'sang raja iblis kematian'?
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1089 : Munculnya Sang Pahlawan Hitam II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****