
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Pertarungan terjadi dan sekarang tiga 'raja iblis' sedang melawan tiga anggota Red Eagle.
Dipertarungan pertama, Venom si iblis yang mampu memanipulasi otot dan tulang berhadapan dengan petarung Red Eagle yang mampu memperberat yaitu Kanzaki Shirou.
"Hey, iblis!! Asal kau tau saja aku tak akan berbelas kasih padamu..." ucap Kanzaki Shirou dengan mengambil pedang besar yang ada dipunggungnya, "10 ton!!"
"Hahahaha...!! Sombong sekali!!" Ucap Venom dengan memperbesar tangan kanannya menggunakan kemampuan memanipulasi otot, iapun mengepalkan tangan lalu tanpa ragu berlari maju dan memukul.
Kanzaki Shirou menatap tajam saat sebuah pukulan mengarah padanya, "Kaulah yang sombong..." iapun menggenggam erat pedang besarnya dengan satu tangan yaitu tangan kanan lalu menghantamkan sekuat tenaga, "Jbbuuak!!!"
Venom yang akan memukul malah terlempar, "Kuat sekali!! Bagaimana bisa?" Iapun terkejut.
Kanzaki Shirou berlari ke arah lawan dan langsung menghantam lagi, "Jbbuuak...!!" Venom menahan dengan menyilangkan kedua tangan tapi ia tetap terdorong ke belakang.
Venom mulai mengakui kekuatan lawan, "Dia kuat!!"
Kanzaki Shirou berlari mendekat dan berniat menghantam lagi tetapi Venom menatap tajam lalu menghentakan kaki kanan, "DYYEESS...!!!" Tulang-tulang bagaikan duri berukuran sekitar 2 meter mendadak muncul dari dalam pasir dan mengarah kepada Kanzaki Shirou.
"Apa itu!!!" Kanzaki Shirou hampir tertusuk akan tetapi ia dengan cepat menghindar dengan melompat ke samping.
Setelah menghindar Kanzaki Shirou berlari mendekat lagi dengan sorot mata tajam.
"Keras kepala sekali!!!" Venom menghentakan kaki kanannya lagi, "DYYEESS...!!" Tulang-tulang yang bagaikan duri berukuran besar muncul lagi dari bawah pasir.
Kali ini Kanzaki Shirou malah berhenti ditempat, ia menggenggam erat pedang besarnya dengan dua tangan lalu menghantamkan ke depan sekuat tenaga, "20 ton!!!!"
"DYYEESS...!!" Pedang tersebut menghantam dengan sangat kuat sehingga mampu menghancurkan tulang-tulang yang muncul dari bawah pasir.
"Sialan..." gumam Venom yang kesulitan melihat karena pasir yang berterbangan.
Kanzaki Shirou mengambil ujung tulang yang patah lalu melemparkannya ke arah lawan, "20 ton!!!"
"Wuuss...!!" Tulang tersebut melesat lalu menusuk dada Venon yang seketika membuatnya sempoyongan hingga sampai memundurkan langkah kaki lalu ia jatuh dengan tubuh mengadah ke atas.
"Sialan, dia memiliki kemampuan memperberat benda...!!!" Gumam Venom dalam hati, ia memusatkan semua kekuatannya untuk menarik tulang yang menusuknya, "HIIAA...!!!" Meski telah menggunakan seluruh tenaganya tapi Venom kesulitan untuk menarik tulang itu.
"Tap..." Kanzaki Shirou melompat ke atas tulang yang tertancap itu, "Omong kosong dengan 'raja iblis'..." iapun menggenggam erat pedang besarnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan...!!!!" Teriak Venom.
"Sllash...!!!!"
"Cruat...!!!!" Kanzaki Shirou mengayunkan pedangnya dan berhasil memenggal kepala 'sang raja iblis'
Kanzaki Shirou telah membunuh Venom sebelum sempat ia menunjukan kekuatan dan kemampuannya.
*****
Satu pertarungan telah berakhir akan tetapi dilain sisi ada pertarungan Karma 'sang raja iblis petir' melawan salah satu kapten Red Eagle yaitu Yoshimura Kiba.
Keduanya berdiri tegak saling berhadapan dengan sorot mata tajam.
Karma telah belajar dari kematian pertamanya dan ia kali ini sama sekali tak meremehkan kekuatan lawannya meski hanya bocah, "Mode : Devil"
Mendadak 'sang raja iblis petir' itupun meningkatkan energi dan dari pijakan kedua kakinya ia meledakan kilatan petir yang luar biasa hebat.
Ia menumbuhkan sepasang tanduk dikeningnya yang membuat tanduk tersebut semakin panjang, sepasang sayap muncul dipunggungnya, ekornya memanjang lalu sorot matanya berubah semakin tajam.
"Inilah kekuatanku yang sebenarnya..." ucap 'sang raja iblis petir' yang telah menggunakan wujud iblisnya.
Kiba sama sekali tak takut, ia menarik belati yang tersarung dilengan kanannya.
Belati yang digenggamnya ditangan kiri itupun berubah memanjang menjadi sebuah pedang dengan warna putih lalu sarung belatinya yang ada ditangan kanan berubah menjadi armour yang menutupi sampai ke bahu.
Dengan tangan kanannya yang telah berlapiskan armour, Kiba menarik satu pedang hitam yang tersarung dipinggangnya, "Ayo kita mulai!!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam dan terlihat sangat bersemangat.
'Sang raja iblis petir' itupun menyerang langsung dari arah depan, "Sllash!!!!"
"Cthing!!!!" Kiba menahan tebasan Karma dengan menyilangkan dua pedangnya.
Kilatan-kilatan petir menyebar ke segala arah akibat dua senjata mereka yang saling berbenturan.
"Khi..." dengan sorot mata penuh keseriusan Kiba malah menyeringai, "Kau sangat bersemangat jadi memangnya hal apa yang membuatmu seperti itu?"
"Berhenti bergurau!! Itu karena kalian sangat kuat jadi aku harus bersungguh-sungguh melawanmu atau aku akan mati jika sampai lengah..." ucap Karma dengan sorot mata tajam, ia dengan sekali lompatan memundurkan langkah kaki lalu dengan sekali lompatan juga melesat ke atas.
Karma mengangkat pedang petirnya ke atas lalu dengan sekali tebasan ia mampu menciptakan kilatan petir yang begitu hebat, "Sllash...!!!"
"DYYEERR...!!"
Kiba terkejut akan tetapi ia segera melompat ke belakang sejauh mungkin, pergerakannya yang lambat dibandingkan dengan kilatan petir membuatnya terkena sedikit serangan lawan, "Sialan, ini sakit sekali..."
Serangan Karma memang tak menimbulkan luka serius akan tetapi hal itu cukup untuk membuat tubuh Kiba gemetar karena terkena arus listrik masuk ke tubuhnya.
"Sial..." Kiba berusaha berdiri tegak dengan memegangi kedua pedangnya akan tetapi tetap saja tubuhnya bergemetaran dan juga genggaman tangannya tak bisa kuat.
__ADS_1
"Tamatlah riwayatmu...!!!" Teriak Karma yang melesat mendekat untuk menyerang tanpa menyia-nyakan kesempatan.
Kiba terlihat tak berdaya akan tetapi mendadak Kanzaki Shirou mencul tepat dihadapannya dan langsung saja menghantam Karma yang sedang mendekat, "Jbbuuak...!!"
'Sang raja iblis petir' yang lengah karena tak menyadari kemunculan Kanzaki Shirou itupun terlempar jauh.
Kanzaki Shirou menatap rekannya dan mengejek, "Kau butuh bantuan?"
"Cih, bagaimana dengan musuhmu sendiri?"
"Dia sudah ku habisi..."
"Apa!!!!" Kiba terkejut dengan pencapaian rekannya itu.
"Aku tak bohong!! Jadi mau ku bantu?" Ucap Kanzaki Shirou dengan tatapan mengejek.
"Tak perlu!! Aku juga bisa menghabisi sendiri..." ucap Kiba yang jengkel, ia mencoba mengumpulkan kekuatan dan secara perlahan dapat berdiri tegak tak gemetaran lagi karena efek listrik yang ada ditubuhnya mulai menghilang.
Karma 'sang raja iblis petir' perlahan bangkit lagi akan tetapi Kiba mengcungkan pedang ditangan kanannya dan menatap tajam, "Kau mangsaku jadi bersiaplah dihabisi...!!!!"
*****
Ditempat lain dua petarung yang memiliki dua elemen yang saling berlawanan saling berdiri tegak dengan sorot mata tajam.
"Bukankah kau telah ku habisi jadi bagaimana mungkin kau bisa hidup lagi?" Ucap Masamune dengan ekspresi kesal.
"Hahaha...!! Aku memang telah kalah dan mati saat itu akan tetapi aku dihidupkan kembali setelahnya..." ucap Kamui 'sang raja iblis cahaya'
Masamune meningkatkan energi dan kedua kaki muncul kilatan-kilatan, "Jika kau dapat kembali dari kematian sekalipun, aku akan terus mengalahkanmu dan mengalahkanmu...!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Dengan sekali pijakan Masamune melesat bagaikan kilat tetapi dilain sisi Kamui juga bergerak dengan kecepatan cahaya.
"Jbbuuak...!!!" Keduanya saling beradu tendangan cahaya dan petir.
"HIIAA...!!!!!" Keduanya saling mengerahkan seluruh energinya dan saling desak mendesak karena tak ada yang mau mengalah.
Pertarungan di Daratan Pedang memasuki babak baru dengan kekalahan Venom 'sang iblis tulang dan otot'.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1017 : Iblis Cahaya Vs Ksatria Kegelapan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****