Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1101 : Dia Yang Paling Brengsek!!


__ADS_3

Pertarungan dua lawan dua memanas.


Yuri berhadapan dengan Belial yang mampu mengendalikan sebuah benda hanya dengan pikirannya.


"Menyebalkan sekali!!" Yuri yang telah menggunakan wujud iblisnya, ia terlihat kesal.


Puing-puing reruntuhan secara perlahan terangkat ke udara karena ulah kemampuan telekinesis Belial, "Terimalah ini!!!" Secara mendadak bagaikan dilemparkan puing-puing reruntuhan itupun melesat ke arah Yuri.


Yuri menatap tajam lalu berlarian ke sana ke mari, "Dia bisa menyerang dari jarak jauh dan dekat..." ia mulai kerepotan menghindari setiap serangan yang datang.


Puing-puing yang datang berukuran besar dan Yuri menggenggam erat pedangnya dengan tangan kanan lalu mengayunkannya, "HIIAA...!!!!"


"Sllash!!"


"DYYEESS...!!" Sebuah bongkahan es yang sangat besar tercipta akan tetapi bongkahan es tersebut perlahan hancur karena dihantam oleh puing-puing reruntuhan dari berbagai sisi.


Belial berkata dengan entengnya, "Oh, jadi dia membekukan dirinya sendiri untuk bertahan dari serangan yang datang..."


"Ya, sungguh taktik yang cerdas akan tetapi hal itu tak bertahan lama..."


*


Sementara itu.


Dikejauhan Dante mulai serius didalam bertarung melawan Ritsu.


Ritsu meningkatkan energi dan pedang yang ia genggam mendadak terlapisi sebuah pusaran angin, "Berisik!! Kami akan mengalahkan kalian semua..." ucapnya dengan sorot mata tajam dan ia dengan sekali pijakan melesat cepat ke arah musuh.


"Sllash!!"


"Cthing!!" Ritsu menebas akan tetapi Dante menahan dengan kedua tangannya yang telah berubah menjadi kapak menahan serangan Ritsu tersebut.


"HIIAA...!!!" Ritsu terus mendorong dan memperkuat pusaran angin pencabik yang ada dipedangnya akan tetapi Dante juga memperkuat pijakan kedua kakinya untuk mempertahankan diri, "Hahahaha...!! Kau boleh juga, bocah!!"


Pada akhirnya Dante terlempar ke belakang akan tetapi ia tetap dalam posisi berdiri tegak, "Khi..." sang raja iblis itupun tersenyum menyeringai.


Ritsu merasa kesal dan iapun segera menusuk dengan pedang yang berbalutkan pusaran angin pencabik.

__ADS_1


Dante yang tersenyum menyeringai menggunakan tatto yang lainnya lagi dan didada bagian kiri muncul tatto dengan gambar perisai, "Hahahaha..." ia tertawa lepas dan secara spontan tangan kirinya berubah menjadi perisai.


"Cthing!!" Perisai tersebut digunakan untuk menahan tusukan pedang dari Ritsu.


"Apa!!!" Sontak salah satu Kapten Red Eagle itupun terkejut.


Dante memanfaatkan kelengahan Ritsu dengan menyerang menggunakan tangan kanannya yang masih berubah menjadi kapak, "Sllash!!"


"Cruat!!" Ritsu tertebas dan hal itupun membuatnya harus memundurkan langkah kaki untuk menjaga jarak, "Sialan..." iapun terlihat kesal karena dapat dilukai oleh musuh.


Ritsu memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi iblis dan Dante yang melihatnya bergumam dalam hati, "Topeng miliknya membuat dirinya memiliki kekuatan iblis juga..."


"Ya, akan ku bunuh dia dan ku ambil topeng tersebut..." Dante yang memiliki 10 tatto menggunakan tatto yang lainnya lagi dan mendadak lengan kiri sampai dengan telapak tangannya berubah menjadi bazoka.


"Apa!!" Ritsu terkejut.


Dante tanpa ragu menembak, "DOORR...!!!"


Ritsu menahan dengan pedangnya, "Cthing!!" Meskipun begitu ia malah terdorong sangat jauh ke belakang hingga menembus beberapa puing bangunan lagi.


Dante tersenyum menyeringai dan berkata dengan entengnya, "Serangan itu ku yakin belum membunuhnya akan tetapi ku yakin ia terluka parah karena serangan itu..." ia dengan pijakan kuat segera melesat mengejar Ritsu.


*


Ia terlihat sangat kelelahan akan tetapi dilain sisi Yuri masih harus berjuang mati-matian menghindari puing-puing reruntuhan yang jatuh dari segala arah.


"Hah... hah... hah..." terdengar dengan jelas suara nafas yang tak beraturan dari salah satu Kapten Red Eagle itu, ia lelah dan hal itu membuat mode iblis yang ia gunakan perlahan memudar.


Sejenak saja Belial menghentikan serangannya dan hal itu membuat semua puing bangunan melayang diudara, "Hahahaha...!!" Sang Raja Iblis tertawa lalu mengejek, "Wujud iblismu perlahan hilang yang artinya kau tengah melemah dan kemenanganku sudah jelas di pertarungan ini..."


"Yang benar saja..." meski babak belur tapi Yuri tak menyerah, ia menggenggam pedangnya ke depan dengan dua tangan lalu menatap tajam.


"Baik, akan segera ku akhiri saja..." Belial berniat menyerang lagi akan tetapi seseorang mendadak jatuh dari atas tepat didekat Yuri.


Ya, secara spontan Yuri menjadi sangat terkejut karena orang yang jatuh itu adalah rekannya sendiri yaitu Aogami Ritsu.


"Ritsu, bagaimana mungkin kau bisa jatuh dari angkasa?" Ucap Yuri yang terkejut.

__ADS_1


Ritsu perlahan berdiri kembali, "Krak!!" Topeng iblisnya retak lalu hancur menjadi dua bagian, ia terluka cukup parah dan terlihat sangat kesal, "Menyebalkan tapi sepertinya kita harus lari dari mereka..."


Yuri terdiam dan berfikir lalu ia menyimpulkan bahwa rekannya juga tengah terdesak, "Ya, kita harus lari..." ucapnya yang setuju.


"Tap..." Dante muncul dan berdiri tepat disamping raja iblis Belial.


"Kalian tak akan pergi kemanapun..." ucap Dante.


"Benar, kami tak akan membiarkan kalian pergi!!" Sahut Belial dengan sorot mata tajam.


Ritsu dan Yuri berdiri berdampingan, keduanya terlihat sangat waspada mengingat lawan mereka adalah dua raja iblis dan keadaan mereka tengah terluka.


Belial menggerakan semua puing-puing bangunan secara bersamaan untuk menyerang lalu Dante menciptakan sebuah cero diujung tanduknya dan ia tanpa pikir panjang menembakannya.


"Sial..." pikir keduanya yang tak tau bagaimana cara mengatasi dua serangan yang datang dari depan.


Ya, disaat keadaan genting dan terpojok itu sebuah keajaiban datang.


Seseorang dengan kobaran api dipunggungnya melesat dan jatuh tepat dihadapan keduanya, "Khehehehe..." iapun tertawa dan sontak kemunculan pria dengan rambut merah itu membuat kedua kapten Red Eagle itupun terkejut.


Cero pun melesat akan tetapi pria yang baru saja datang itu dengan mudah menangkapnya lalu melempar balik ke arah dua raja iblis itu, "WUUSS...!!!"


"...!!!" Kedua raja iblis itupun terkejut ketika melihat tembakan cero berbalik arah, "DHUUAARR...!!" Ledakan besar tercipta tepat dihadapan keduanya.


Belial yang telah kehilangan konsentrasi itu membuat puing-puing yang semula melesat mulai berjatuhan ke tanah.


"Khehehe..." pria itu tertawa puas dan membalikan badan ke arah Yuri dan Ritsu, "Aku menyelamatkan kalian berdua!! Kalian berhutang budi padaku!!"


Ya, orang itu tak lain adalah Kosuke Arashi 'si pengacau'


"Cih, aku tak menyuruhmu datang kemari..." Yuri agak kesal dengan ucapan Arashi.


Ritsu tersenyum lebar dan merasa sangat senang, "Aku tak suka berhutang budi dan juga mereka adalah mangsa kami jadi ku beri waktu 20 menit untukmu melawan mereka..."


"Setelah kami pulih maka kami akan mengambil alih pertarungan lagi..."


"Khi..." Arashi tersenyum menyeringai dan membalikan badan lagi, "Aku tak suka diperintah akan tetapi sudah jelas aku akan menghajar mereka..." ucapnya dengan berjalan ke arah kepulan asap tempat cero meledak.

__ADS_1


Sang tokoh utama telah muncul...!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1102 : Satu Lawan Dua


__ADS_2