
"Apa!!!" Para raja iblis dan anggota Red Eagle yang ada diatas tubuh Guts terkejut begitu sebuah serangan dengan daya ledak tinggi mengarah pada mereka.
"Brengsek, kau, Arashi!!!" Ucap Misaki yang berada diatas tubuh Guts.
"Gyahahaha...!!" Sementara itu Saburo hanya tertawa meski serangan dengan daya ledak tinggi mengarah pada, "Ini makin menarik saja..." ia malah tersenyum lebar.
Tembakan cero itu makin dekat.
"DHHUUAARR...!!!!!!!" Ledakan yang sangat hebat terjadi dan benar-benar menghancurkan tubuh raksasa tanah Guts.
"Khehehe..." Fusion Arashi yang berada diudara tertawa dan menikmati kejadian itu.
"Rasakan itu!! Yah, meski mereka tak mati tapi setidaknya serangan itu memberikan mereka rasa sakit dan pelajaran..."
Diatas pilar-pilar langit, para anggota Red Eagle terkesan pada kekuatan Fusion Arashi.
"Sialan, dia pamer lagi!!" Ucap Masamune agak iri, ia merasa kesal, "Ya, dia memang selalu begitu..."
"Dia selalu menghalangi ketenaranku..."
"Hehehe..." Yemi yang merupakan sisi baik dengan kemampuan telepati yang berdiri disamping Masamune hanya tertawa, "Kenapa kau terlihat kesal saat melihat Arashi dengan gagahnya menghancurkan para musuh?"
"Anu... itu karena..." Masamune kebingungan menjelaskan, "Yap, itu karena si bodoh Arashi itu tak memikirkan dampak serangannya pada daerah sekitar!! Coba lihat saja ledakan itu menghancurkan segalanya!!"
"Bukankah kota memang sudah hancur karena pertarungan? Dan juga bukankah kita bisa membangun ulang kota ini?"
"Ah.." Masamune tak bisa beralasan lagi, "Hey, mengapa kau terus menerus membela Arashi?"
"Hehehe... aku sama sekali tak membelanya..."
*
Setelah melesatkan serangan hebat itu, Fusion Arashi terbang mendekati pilar-pilar langit dan menemui Senju Rain.
"Kau terlihat sudah pulih?" Tanya 'si jenius'
"Yap, dan itu semua karena penyembuhan Yuza yang luar biasa..."
Salah satu clon Arashi menggendong Misaki dipungungnya dan keduanya juga mendekati 'si jenius'
"Si kunyuk, brengsek!! Aku hampir meledak karena seranganmu..." ucap Misaki dengan ekspresi wajah penuh emosi.
"Hehehe... maaf, aku tak melihatmu ada disana..." ucap Arashi dengan entengnya.
"Meskipun tak disengaja tapi kau nyaris membunuhku..."
Arashi yang sudah minta maaf jadi agak kesal, "Hey, Misaki!! Jangan terus-menerus menyalahkanku!! Aku tak sengaja dan lagi pula kau masih hidup jadi bersyukurlah..."
"Apa!!!!" Misaki bertambah kesal.
"Kalian berdua diamlah!!" Bentak Senju Rain dan hal itu membuat keduanya tenang, 'si jenius' itupun berjalan mendekat pada Arashi, "Arashi, kami mengandalkanmu!!"
__ADS_1
"Hah??" Arashi tak mengerti.
"Pihak musuh memiliki dua aset yang berpotensi membuat mereka memenangkan perang ini..."
"Pertama, mereka kuat dan abadi..."
"Lalu yang kedua 'si akhir' yang merupakan iblis terkuat sekaligus pemimpin pihak musuh belum menampakan diri..."
"Ya, serahkan saja para raja iblis yang ada disini pada kami!! Kami akan bertarung dengan mereka dan menghancurkan rahasia mereka sementara untuk dirimu yang merupakan terkuat diantara kami, pergilah ke Aera..."
"Aku mengerti!! Aku akan menghajar iblis itu!!" Jawab Arashi dengan semangat.
"Kami mengandalkanmu..." ucap Senju Rain.
"Zink!!" Mendadak Yami muncul dengan kemampuan teleport dan iapun berganti dengan Yemi.
Senju Rain memberikan perintah pada Yemi, "Yemi, dengan kemampuan telepatimu aku ingin kau menghubungkan pikiran semua anggota Red Eagle agar membukakan jalan untuk Arashi..."
"Siap, aku mengerti..." jawab Yemi sisi baik yang memiliki kemampuan telepati.
*
Dalam puing-puing kehancuran tubuh Guts.
Rafathar 'sang raja iblis pelahap' yang memiliki 10.000 kemampuan berhasil menyadap telepati para Red Eagle, "Tak akan ku biarkan 'si pengacau' pergi..." ucapnya dengan ekspresi geram.
Ia yang juga memiliki kemampuan telepati menghubungkan semua pikiran 'raja iblis'
"Kami mengerti!!!" Jawab para raja iblis lewat telepati yang tersebar ke berbagai sisi.
Fusion Arashi berniat pergi akan tetapi mendadak bumi bergetar lalu langit menjadi gelap gulita dengan kilatan-kilatan petir yang sangat gila disana.
"Apa yang tengah terjadi?" Gumam Misaki yang ada didekat Arashi.
"Sepertinya sudah dimulai..." ucap Arashi dengan ekspresi geram.
Misaki tak mengerti akan tetapi ia dapat membaca raut wajah rekannya bahwa sebuah masalah tengah datang, "Aku mengerti!! Aku akan bersiap!!"
Dengan kemampuan telepati milik Yemi, Senju Rain yang pikirannya telah terhubung dengan semua anggota Red Eagle memberikan perintah, "Sepertinya musuh melakukan sesuatu yang mengerikan!! Kalian harus bersiap!!"
"Dimengerti!!!" Jawab serentak anggota Red Eagle lewat telepati.
*
Sesuatu yang luar biasa sedang terjadi sepanjang sejarah yaitu 17 raja iblis berkumpul dalam satu tempat lalu bertarung bersama dan mengeluarkan kekuatan aslinya.
"HIIAA...!!!!!" Para raja iblis meningkatkan energi sehingga tekanan energi yang sangat kuat meluap dari berbagai tempat, "Mode : Devil"
Mereka semua yaitu 17 raja iblis masuk ke wujud iblisnya secara bersamaan.
Langit yang gelap gulita perlahan terbuka kemudian terlihat cahaya menyilaukan dan nampaklah sebuah pohon raksasa yang akarnya tumbuh pada awan, pohon tersebut merupakan perwujudan dari Va'al,
__ADS_1
Dilangit itu ada ular-ular naga yang berkumpul saling meliliti hingga membentuk sebuah bola raksasa, itulah perwujudan dari Rafathar.
Lalu Lindouw 'sang raja iblis kematian' berubah menjadi sesosok bayangan hitam besar dengan membawa sabit.
"Tak akan ku biarkan Kosuke Arashi atau siapapun lewat..." ucap ketiganya.
Senju Rain dan para anggota Red Eagle sama sekali tak takut meski menghadapi kekuatan asli 17 raja iblis, "Serang...!!!!!"
"HIIAA...!!!!" Para Red Eagle meningkatkan energi juga.
Dari awan turun akar-akaran yang bergerak menangkap para Red Eagle.
"Biasa saja!!!" Asuka mengeluarkan semua bazoka dan menembakan misil-misil.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan-ledakan tercipta dan membakar akar-akar tersebut.
Lalu ular-ular naga yang merupakan perwujudan dari Rafathar membuka mulutnya lalu menghujani Red Eagle dengan laser.
"Menghindar!!!" Teriak Senju Rain.
Ya, para Red Eagle turun melompat dari atas Pilar Langit lalu dengan segenap kemampuan mereka masing-masing berlarian menghindari serangan itu
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Ledakan-ledakan terjadi diseluruh tempat, laser-laser dari 'sang raja iblis pelahap' merubah semuanya menjadi lautan api.
Lalu dipermukaan tanah para raja iblis perlahan mengepakan sayap mereka terbang tinggi ke angkasa dan bertengger diatas pohon raksasa.
Red Eagle perlahan bangkit dan mereka berkumpul kembali pada satu titik dan menatap ke atas tempat musuh berada.
"Mereka benar-benar keterlaluan..." ucap Fusion Arashi dengan entengnya, "Sekarang jalan menuju Aera sudah benar-benar tertutup oleh mereka..."
"Apa benar aku bisa sampai ke atas?"
"Jangan khawatir!! Serahkan semuanya pada kami!!" Ucap Senju Rain dengan sorot mata serius, "Kau cukup terbang lurus saja..."
Si jenius berteriak dengan lantang pada rekan-rekannya, "Semuanya!!! Tunjukan kemampuan kalian dan mari beraksi!!!"
"Ya...!!!!!" Teriak para Red Eagle dengan semangat.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1131 : Langit Biru
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1