
Beberapa saat yang lalu...
Disuatu tempat Tsuruna dan Tatsumi Saburo sedang bertarung dengan para kriminal yang menguasai kota Kronoz.
"Gyahahaha...!!!" Saburo dengan tawa lepasnya bertarung secara membabi-buta melawan para kriminal yang berkeliaran dalam kota, "Ayolah, serang aku!! Apa hanya sebatas itu kemampuan kalian?" Ejeknya dengan merendahkan para musuh, ia yang tak dapat dilukai karena lapisan berlian diseluruh tubuhnya itu menjadi sangat sombong.
Dilain sisi, Tsuruna bertarung menggunakan kelincahan, insting dan gaya bertarung cepatnya melawan para musuh.
Gadis buta itupun berkata pada rekannya, "Saburo, berhenti main-main!! Kita harus segera mengalahkan mereka!!"
"Gyahahahaha...!!! Kau mengganggu kesenanganku saja..." ucap Saburo dengan mengayunkan pedangnya dan hal itu membuat beberapa orang terhempas.
Ya, tanpa bersusah payah keduanya dengan mudah mampu mengalahkan para kriminal itu.
'Si tinju penghancur' yaitu Tatsumi Saburo merasa kecewa saat melihat para musuh telah bergeletakan ditanah, "Yah, mereka semua telah kalah..."
"Kalau begitu kita tinggal cari musuh yang lain..." ucap Tsuruna yang secara perlahan menyarungkan sebilah pedangnya.
"...!!!!" Mendadak tekanan energi kuat terasa dan hal itu membuat Tsuruna dan Saburo terkejut.
"Disana ada dua petarung kuat..." ucap Tsuruna
"Dan hal itu menarik sekali..." sahut Saburo dengan tersenyum menyeringai.
Keduanya segera bergegas menuju tempat asal energi kuat itupun berada.
Saat sudah dekat lokasi, mereka pun naik ke atas puing bangunan untuk memastikan siapa musuh yang ada disana.
Ya, dua petarung dari Red Eagle berdiri diatas sebuah puing bangunan mengamati pertarungan keduanya.
"Disana terjadi pertarungan antara Senju Rain dan salah satu iblis kelas tertinggi..."
"Lalu tak pernah ku sangka Master Izumi disandera oleh musuh..." ucap Tsuruna yang dengan insting mampu merasakan pancaran energi mereka.
"Khehehe..." Tatsumi Saburo tersenyum menyeringai, "Mudah saja, mari bebaskan Master..."
"Baiklah, lempar aku sekarang..."
"Kau yakin, gadis kecil?"
"Tentu saja..." jawab Tsuruna singkat.
"Baiklah..." tanpa pikir panjang Saburo setuju.
__ADS_1
Tsuruna naik ke atas telapak tangan 'si tinju penghancur' dan iapun melemparkannya sekuat tenaga, "HIIAA...!!!!"
"WUUSS...!!!" Tsuruna melesat cepat bagaikan hembusan anging, iapun menggenggam erat pedangnya lalu begitu sampai didekat sasaran langsung melesatkan tebasan, "Sllash!!"
"Apa!!!!!" Va'al yang berada dikegembiraannya karena merasa unggul dan Senju Rain yang tengah terdesak menjadi terkejut.
Pohon yang dimana Master Izumi terperangkap itupun secara perlahan roboh lalu Tsuruna tak berhenti disitu, iapun melesatkan tebasan-tebasan cepat untuk memotong-motong batang pohon tersebut, "Sllash!! Sllash!!"
Ya, Master Izumi akhirnya bebas.
Senju Rain yang melihat hal itu menjadi sangat senang, "Tak ku sangka Tsuruna akan datang dan tak pernah ku duga ia berhasil menyelamatkan Master..."
Tsuruna segera membawa Master Izumi dengan menggendongnya dipunggung belakang akan tetapi Va'al menyadarinya dan jadi sangat geram.
"Gadis kecil, aku tak mengenalmu akan tetapi mengapa kau menggangguku..." iapun segera menangkap Tsuruna dengan telapak tangannya yang besar.
Senju Rain yang melihat itu bertindak cepat, ia meningkatkan energi lalu mengayunkan Tombak Poseidon sekuat tenaga, "Sllash!!" Angin pemotong melesat dan berhasil memutuskan lengan Va'al.
Va'al melirik ke arah Senju Rain dengan sorot mata tajam akan tetapi fokusnya tetap mendapatkan sanderanya kembali, iapun berusaha menangkap Tsuruna dengan tangannya yang satunya lagi.
"Gyahahahaha...!!!!" Dengan tertawa lepas Saburo berlari secepat mungkin menerjang segala yang menghalanginya lalu ia melompat tinggi dengan sekali lompatan hingga pijakannya membekas dipermukaan tanah, "DYYEESS...!!"
"Jbbuuak...!!!" Iapun menendang telapak tangan Va'al yang berusaha menangkap Tsuruna.
"Jbbllast!" Saburo terkena pukulan telak dan terjatuh dengan sangat keras.
Dilain sisi, Tsuruna sudah menginjakan kaki pada permukaan tanah dan Senju Rain segera berlari mendekatinya, "Kerja bagus karena telah berhasil menyelamatkan Master..."
"Ya, tapi aku tak bisa bertarung dengan membawanya..."
"Tenang saja..." Senju Rain mengarahkan telapak tangannya pada Master Izumi dan melilitinya dengan sulur-sulur yang kemudian sulur-sulur yang berisi Master Izumi itu kembali ke dalam tubuhnya lagi.
"Apa yang tengah kau lakukan?"
"Tenang saja, aku menyimpan Master Izumi didalam tubuhku dan sekarang dia sangat aman..." jelas Senju Rain.
"Oh..." Tsuruna merespon datar dan ia mengerti
Va'al menatap keduanya dengan sorot mata tajam dan ia jadi sangat geram, "Hanya karena berhasil menyelamatkan sandera bukan berarti kalian telah menang!!!!!!"
Senju Rain dan Tsuruna menjadi waspada akan tetapi mendadak saja Saburo bangkit lagi dan tertawa lepas, "Gyahahahahaha...!!!!" Iapun meningkatkan energi dan secara perlahan lapisan berlian menyelimuti seluruh tubuhnya.
Saburo lalu tanpa ragu melompat tinggi lalu menendang kepala Va'al dari belakang, "Jbbllast!!!!"
__ADS_1
'Sang raja iblis hutan' yang terkena serangan mendadak itupun jatuh tersungkur, "Brengsek!!!!" Teriaknya penuh emosi, ia langsung saja berbalik lalu mengarahkan telapak tangan kanannya yang kemudian menghasilkan sulur-sulur.
"Gyahahahaha...!!!" Diudara Saburo segera menarik dua pedang besar yang ada dipunggungnya dan iapun melesatkan tebasan cepat tanpa arah, "Sllash!! Sllash!!"
"Ayolah, apakah hanya itu kemampuanmu?" Ejek Saburo yang mendaratkan kaki dipermukaan tanah.
Va'al semakin marah dan iapun mengepalkan tangan lalu memukuli Saburo dengan kepalan tangan raksasanya, "Jbbllast!! Jbbllast!!" Permukaan tanah jadi hancur bahkan tercipta cekungan yang luas dan dalam.
"Hah... hah... hah..." 'sang raja iblis hutan' secara perlahan mengatur nafasnya.
Kepulan asap belum menghilang akan tetapi sudah terdengar suara tawa lepas Saburo, "Gyahahahaha...!!"
Va'al tak percaya lawan masih dapat bertahan dari pukulan bertubi-tubi, "Ku hancurkan kau jadi berkeping-keping..." ia menciptakan dua tanduk dikepalanya lalu mengumpul energi diujung kedua tanduknya dan terciptalah cero berukuran raksasa.
"DHUUAARR...!!!!" Va'al tanpa ragu menembakan cero itu dan terciptalah ledakan super besar.
Dikejauhan Senju Rain berkata, "Setelah menghancurkan Saburo target berikutnya pasti kita jadi bersiaplah..."
Tsuruna tersenyum menyeringai, "Serangan itu tak akan pernah bisa melukai Saburo karena dia itu lebih dari iblis itu sendiri..."
Ledakan dari jarak dekat yang kuat itu bahkan menghancurkan sebagian tubuh kayu 'sang raja iblis hutan'
Akan tetapi ia perlahan memulihkan diri lalu mendadak Va'al dikejutkan oleh Saburo yang melompat dari kepulan asap bekas tembakan cero, "Gyahahaha...!!" Saburo langsung saja memukul wajah Va'al, "Jbbuuak...!!"
Va'al terdorong sedikit ke belakang, "Sialan, bagaimana mungkin ia dapat bertahan..."
Va'al menyatukan dua kepalan tangan lalu menghantam musuhnya, "Jbbuuak...!!" Sekali lagi Saburo jatuh ke tanah dengan keras.
Meskipun begitu 'si tinju penghancur' dari Red Eagle tetap baik-baik saja, "Gyahahaha..." ia tertawa lepas bahkan secara perlahan berdiri kembali.
Va'al yang emosi hanya bisa menatap tajam ke arah Saburo yang berulang kali menerima serangan tapi tak tumbang.
"Tap... tap... tap..." Tsuruna dan Senju Rain mendekat dan berdiri didekat Saburo.
"Kau tak mungkin menang melawan kami bertiga sekaligus..." ucap Senju Rain.
Va'al menjadi sangat geram dan merasa terhina karena ucapan 'si jenius' itu, "Cih, kau benar, adikku..."
"Dan kurasa tak ada pilihan selain menggunakan rahasia kami yang itu..." ucap Va'al dengan menyatukan dua telapak tangan ke depan dan mulai meningkatkan energi.
"Sihir Hutan : Kebangkitan"
Kenyataan yang mengejutkan sebentar lagi akan ditunjukan oleh 'sang raja iblis hutan'
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1114 : Kebangkitan II