
Pertarungan di Aera sudah berakhir dengan kemenangan sang iblis terkuat dan 'sang raja monster'
Tetapi didunia bawah tepatnya didalam kota Kronoz perang yang lain sedang terjadi yaitu 17 Raja Iblis sedang menghadapi 21 anggota Red Eagle dengan tambahan beberapa orang lainnya.
Senju Rain sebagai komandan perang menatap ke langit gelap dimana ke-17 Raja Iblis berkumpul, "Sial, mereka semua menggunakan wujud iblisnya..." ucapnya yang berdiri tegak pada dahan sebuah pohon.
"Zink!!" Yami muncul dengan kemampuan teleport tepat didekat 'si jenius', "Rain, Arashi telah berhasil maju ke Aera..."
"Itu bagus..." ucap Senju Rain yang berfikir.
"Lalu apa langkah kita selanjutnya?"
"Entahlah, biarkan aku berfikir sejenak..." ucap Senju Rain dan iapun bergumam dalam hati, "Kami menyerahkan pembebas Aera pada Arashi akan tetapi sisanya kami harus bertarung dengan para raja iblis..."
Senju Rain menarik nafas dan memberikan perintah, "Yami bertukarlah dengan Yemi..."
"Baik..." Yami bertukar dengan Yemi si pemilik kemampuan telepati, "Apa yang kau inginkan dariku, Rain?"
"Sebarkan perintahku ini pada yang lainnya melalui telepati..." ucap Senju Rain dengan meletakan telapak tangan kanannya pada kening Yemi.
"Semuanya dengarkan aku!! Mereka itu abadi akan tetapi ada yang aneh dengan keabadian mereka itu jadi untuk sekarang kalian harus bertarung dan bertahan..."
"Tunggulah sebentar sampai aku menemukan rahasia keabadian mereka!! Kita tak boleh kalah!!"
"Siap!!!!" Jawab semuanya lewat telepati.
Senju Rain mengangkat telapak tangannya dari kening Yemi.
"Sudah cukup? Bila sudah maka aku akan bertukar tempat dengan kakak lagi karena kemampuannya lebih dibutuhkan dari pada kemampuanku..."
"Ya, bergantilah dengan Yami lagi..." ucap Senju Rain yang kemudian berfikir.
"Zink!!" Yami menghilang dengan kemampuan teleport.
*
Dalam peperangan itu Masamune Ryuzaki sedang bertarung melawan Kamui 'sang raja iblis cahaya'
Masamune yang telah menggunakan Jubah Raja Kegelapan dibuat kerepotan.
"Hahahahaha...!!" Kamui yang berada diatas memfokuskan energi pada kepalan tangannya sehingga kepalan tangan kanannya itu bersinar terang sekali, "Sllash!!" Dengan kecepatan cahaya iapun melesat dan berada tepat dihadapan Masamune.
Kamui memukul dengan tinju cahaya akan tetapi Masamune menahan dengan pedang yang berbalut kegelapan, "Jbbllast!!" Masamune terdorong ke belakang.
"Elemen kita memang berlawanan akan tetapi selama kau tak mampu mengimbangi kecepatanku maka aku lebih unggul darimu..."
Masamune emosi, "Berhenti mengoceh, sialan!!" Iapun meluapkan kegelapan pekat dari kedua pijakan kakinya, "Mari selesaikan ini dengan tindakan bukan dengan omong kosong..."
__ADS_1
"...!!" Mendadak Kamui terkejut ketika dirinya ditarik paksa ke arah Masamune, "Yang benar saja!! Dia menarik paksa diriku sampai aku tak bisa lari..."
"Tekniknya bagaikan black hole dengan ia jadi pusatnya..." pikir 'sang raja iblis cahaya'
Kamui semakin tertarik mendekat dan iapun tak bisa lari karena gaya tarikan yang begitu kuat.
Masamune menatap tajam dan mengarahkan ujung mata pedangnya yang tajam ke depan lalu memusatkan serangan pada satu titik.
"Tak akan ku biarkan semua berjalan sesuai rencanamu..." Kamui yang tak dapat lari dan terdesak malah memutuskan meluncur maju dengan kecepatan cahaya.
Masamune menusuk akan tetapi Kamui memukul dengan kecepatan cahaya, "DHUUAARR...!!" Ledakan akibat benturan elemen cahaya dan kegelapan terjadi.
Baik Masamune maupun Kamui sama-sama terlempar ke belakang.
Kamui mengalami kerugian karena sebagian tubuhnya hancur, "Sialan!!" Iapun segera memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.
Masamune bergerak cepat tanpa disadari oleh lawannya, ia berubah menjadi bayangan lalu bergerak dipermukaan tanah dan muncul kembali langsung menusuk dada Kamui, "Jbblleeb...!!"
"HIIAA...!!!" Masamune terus mendorong pedangnya meski lawan berusaha melepaskan diri.
"Brengsek!!!!!"
"Kau tak akan bisa lari dari kematian..." teriak Masamune dengan memfokuskan energi pada ujung pedangnya, "DHUUAARR...!!!" Tubuh 'sang raja iblis cahaya' hancur berkeping-keping.
"Aku berhasil menghabisinya..." ucap Masamune dengan rasa lega.
"Hahahahaha...!! Aku kembali lagi!!!" Ucap Kamui dengan tawa lepasnya.
Masamune menatap tajam, "Entah berapa kali kau kembali tak masalah buatku!! Aku akan melawanmu dan membunuhmu meski itu harus dilakukan berulang kali...!!"
*****
Ditempat lain.
Tatsumi Saburo melawan Juzo 'sang raja iblis lautan' dan Eden 'sang raja iblis duri'
"Kenapa kau bisa ada disini padahal sebelumnya sudah ku habisi?"
Juzo berkata, "Kami ini abadi dan entah berapa kali kalian menghabisi kami hal itu akan percuma..."
"Menyerah sajalah..." sahut Eden.
Tatsumi Saburo terdiam akan tetapi mendadak ia meledakan energi yang sangat kuat dari kedua pijakan kakinya, "Gyahahahaha...!! Bukankah ini menyenangkan!! Kita bisa bertarung selamanya!!!" Teriaknya dengan berlari tanpa ragu ke arah dua raja iblis itu.
Eden buru-buru meletakan kedua telapak tangannya ditanah dan hal itu membuat duri-duri tajam muncul dari dalam tanah.
"Gyahahaha...!!!" Saburo berlari menerjang duri-duri itu begitu saja meski gerakannya terhambat tapi semangatnya tak berkurang sedikitpun.
__ADS_1
"Sialan, duri-duri milikku tak mampu menembus berlian miliknya..." pikir 'sang raja iblis duri' yang geram pada lawannya.
Tatsumi Saburo mampu menerjang duri-duri tajam yang menghalangi jalannya dan kemudian ia melompat lalu menebas dengan dua pedangnya, "Sllash!!"
"Cthing!!!" Juzo menangkis tebasan Saburo dengan pedangnya.
Eden bergerak, ia membuka mulutnya dan menembakan cero pada Saburo, "WUUSS...!!!"
"DHHUUAARR...!!" Saburo terlempar dan kemudian meledak oleh cero.
Juzo berkata pada rekannya, "Hati-hati!! Serangan seperti itu tak akan membunuhnya!!"
"Aku tau!!" Sahut Eden yang waspada.
Dari balik ledakan sorot mata tajam terlihat dan energi kuat terasa, "Gyahahahaha...!! Ini menyenangkan sekali!!"
*****
Lalu disisi yang lain.
Akiru/Akaru berhadapan dengan Blast 'sang raja iblis api'
Akiru/Akaru meningkatkan energi sehingga disekitar kakinya muncul kilatan-kilatan petir hitam, "Mode : Devil Zero" mereka berdua menggunakan kekuatan dewa petir dan iblis es sekaligus.
Ia sekarang memiliki sorot mata tajam, sebuah tanduk dikeningnya, ekor dan cakar serta rambutnya berubah warna menjadi putih.
Blast 'sang raja iblis api' menatap tajam dan tak meremehkan lawannya, "Aneh? Entah mengapa aku merasakan energi iblis dan dewa darinya..."
"Aku mulai!!!" Teriak Akiru/Akaru yang melesat bagaikan kilat.
Blast mempertajamkan instingnya, "Sllash!!" Akiru/Akaru muncul dari samping dan melesatkan tendangan berbalutkan kilatan petir hitam, "Jbbuuak!!"
Blast menahan dengan telapak tangannya dan terkejut karena sebagian tubuhnya seketika membeku, "Apa!!!" Iapun buru-buru memusatkan energi pada tubuh yang membeku sehingga dengan elemen api ia mampu membebaskan diri.
Akiru/Akaru menjaga jarak akan tetapi kali ini Blast melesat ke arah mereka dengan api pendorong dikedua kakinya, "Kalian tak akan pernah bisa mengalahkanku!!!!" Teriak Blast dengan melesatkan pukulan api.
Pukulan tersebut percuma saja karena hanya menembus tubuh Akiru/Akaru, "Apa!!!!" Sontak hal itu membuat Blast terkejut.
"Kami memiliki kemampuan logia es..." ucap Akaru/Akaru dengan menjaga jarak, iapun membuka mulut lalu menciptakan sebuah cero dan tanpa ragu menembak.
"WUUSS...!!!"
"DHUUAARR...!!!" Blast 'sang raja iblis api' terkena serangan telak dan iapun terbakar dalam kobaran api.
Kobaran api yang semula membumbung tinggi perlahan menyusut dan nampaklah Blast yang berdiri tegak penuh kekesal, "Serangan tipe api tak akan pernah membunuhku karena aku adalah 'sang raja iblis api'..."
"Bersiaplah!! Aku datang dan akan ku bunuh kalian berdua...!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam dan energi yang meluap-luap.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1157 : Mereka Abadi II