
Dua kelompok akhirnya bertemu dalam satu titik dan saling baku hantam.
Ya, Tatsumi Saburo telah berada dibahu kanan raksasa tanah dan ia tengah berhadapan dengan Juzo dan Venom.
Venom meningkatkan energi sehingga otot-ototnya mengembang dan ukuran tubuhnya berubah menjadi 4X lipat dari pada sebelumnya, "Jika kau menantangku dalam hal kekuatan maka kau mendapatkannya!!"
Saburo berlari ke arahnya lalu Venom mengangkat tangannya kemudia menghantam dari atas sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Tubuh besar Saburo terjatuh ke tanah.
"Gyahahaha...!!" Meskipun begitu Saburo berusaha berdiri kembali.
"Hahahaha...!!" Venom tertawa dan terus menghantam punggung Saburo dari atas, "Akan ku pukuli kau hingga hancur lebur tak bersisa..."
"Jika kau melakukannya maka tubuh Guts ini akan hancur..." ucap Juzo yang berdiri didekat Venom.
Venom tak peduli dan iapun terus menghajar Saburo tanpa henti.
"Sial, ini menyebalkan..." ucap Saburo yang kesal karena untuk berdiri saja tak bisa. Ia menarik dua pedang dipunggungnya dan menebas, "Sllash!!"
"Cruat!!!" Dua lengan Venom yang sedang memukuli Saburo terpotong, "ARRGGHH...!!!"
"Venom!!!" Teriak Juzo yang panik ketika melihat rekannya kesakitan.
Venom terluka lalu Juzo lengah dan disaat itulah Saburo mengambil kesempatan dengan perlahan berdiri tegak, "Gyahahahaha...!!!" Pria dengan lapisan berlian itupun meluapkan energi kuat.
"...!!" Juzo terkejut setelah mengetahui Saburo sudah bangkit akan tetapi ia terlambat karena Saburo langsung melesat ke arahnya dan menendang dadanya.
"Jbbuuak!!" Juzo sempat menahan dengan menyilangkan kedua lengannya akan tetapi percuma saja, ia tetap terlempar ke belakang.
"Sial..." ucap Juzo yang kedua lengannya patah.
Saburo tak memberikan kesempatan pada lawannya, iapun berlari ke arah Juzo dan menusukan dua pedangnya, "Gyahahaha...!!!" Saburo tertawa lepas sambil terus mendorong lawannya.
"Ini menyedihkan!! Bagaimana mungkin seorang manusia lebih brutal dibandingkan kami para iblis?" Gumam Juzo dalam hati yang tak berdaya.
Pedang Saburo menembus jantung lawan dan kini ia mulai bosan, iapun kemudian menghantam wajah Juzo dengan sikunya hingga kepalanya hancur, "Khi... ku dengar dia abadi jadi kurasa ia akan sangat marah padaku bila bangkit lagi..." ucap Saburo dengan tersenyum menyeringai setelah menghabisi nyawa lawannya.
Venom yang telah memulihkan diri sangat marah begitu melihat rekannya dihabisi, "Sialan...!!!!"
"Jangan berteriak seperti itu!! Kau juga akan segera menyusulnya..." ucap Saburo dengan tersenyum lebar.
*
Kedua kubu saling serang menyerang dari jarak jauh.
Misaki berjalan mendekat pada 'si jenius', "Rain, perang akan berjalan lama bila seperti ini terus!!"
"Bila perang berjalan lebih lama maka kitalah yang dirugikan karena energi dan fisik kita terbatas sedangkan pihak musuh abadi..." ucap Senju Rain serius.
__ADS_1
"Lalu apa rencanamu?"
"Serang balik secara langsung..." jawab Senju Rain tanpa pikir panjang, "Dan aku mengandalkanmu..."
"Aku mengerti!!" Jawab Misaki yang langsung paham.
"Zink!!" Yami muncul dengan kemampuan teleportnya, ia lalu menepuk pundak Misaki dan membawanya pergi dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
"Semoga beruntung..." ucap 'si jenius' dengan suara pelan.
*
Dihadapan mereka para 'raja iblis' menyerang dikejauhan.
Tiga iblis kelas tertinggi yang merupakan pondasi kekuatan para 'raja iblis' sedang berdiskusi.
"Mereka memang hanya sekumpulan bocah akan tetapi mereka sangat tangguh..." ucap Va'al 'sang raja iblis hutan'
"Setelah dikalahkan oleh 'si pengacau' aku tak lagi meremehkan mereka!! Aku mengakui kehebatan mereka..." ucap 'sang raja iblis pelahap' dengan ekspresi serius.
"Aku juga tak meremehkan mereka karena sebagian kekuatanku telah dicuri oleh mereka dan aku sedang berusaha merebutnya..." sahut Lindouw 'sang raja iblis kematian
"Zink!!" Disaat ketiganya berdiskusi Yami muncul bersama dengan Misaki menggunakan teleport.
"...!!" Ketiga 'raja iblis' itupun waspada, "Kemampuan seperti apakah yang gadis ini miliki..." pikir ketiganya.
Misaki berhadapan dengan tiga iblis terkuat tanpa rasa takut, "Ya, aku memang tak bisa mengalahkan kalian akan tetapi tujuanku bukan untuk menang tapi membuat formasi kalian kacau..." ucapnya yang kemudian mengeluarkan grimoire sihir berwarna putih.
Misaki membuka grimoire tersebut lalu mulai melukis pada kertas kosong yang ada didalamnya, "Cobalah hadapi mereka..." ucap Misaki dengan merobek tiga lembar kertas lalu melemparkan ke udara.
"Boft!! Boft!!"
Ketiga 'raja iblis' itupun waspada dan menyadari bahwa Misaki mempunyai kemampuan spesial yang merepotkan.
"Tap... tap..." Ya, tiga clon Arashi muncul dari kertas yang dilemparkan Misaki.
"Bayangan?" Pikir ketiganya yang menurunkan kewaspadaannya, mereka menganggapnya hanya bunshin biasa.
Misaki tak peduli, ia memberikan perintah, "Clon yang ku ciptakan sangat boros energi jadi ku beri kalian waktu tiga menit untuk bertarung dan menghajar mereka..."
"Siap...!!!!" Jawab ketiga Arashi dengan tersenyum lebar.
"Zink!!" Tanpa pikir panjang Rafathar menggunakan kemampuan teleport dan muncul tepat dibelakang punggung Misaki, iapun tanpa ragu melesatkan tendangan pada gadis itu.
"Jbbuuak!!" Salah satu Arashi menahan dengan siku dan salah satunya memukul dengan teknik memusatkan energi pada satu titik dan melemparkan energi itu, "Jbbllast!!"
Rafathar yang meremehkan dadanya hancur berlubang oleh serangan Arashi, "Sial, padahal aku sudah menggunakan kemampuan memperkeras tubuh tapi mengapa ia masih dapat menembusnya?" Pikirnya dengan menjaga jarak.
__ADS_1
Salah satu Arashi menarik nafasnya lalu menghembuskan api, "Auman Naga Api!!!!"
"WUUSS...!!!"
"Apa...!!!" Rafathar terkejut saat melihat serangan Arashi begitu hebat, "Padahal cuma bunshin tapi mengapa hebat sekali!!" Iapun segera menghindar dengan berteleport, "Zink!!
"Misaki, kami disini untuk bertarung bukannya melindungimu..."
"Berisik!! Cepat hajar mereka karena kalian punya batas waktu tiga menit..."
"Cih!!" Ucap ketiganya yang nampak kesal pada sikap Misaki.
"Zink!!" Rafathar kembali ke samping Va'al dan Lindouw, "Meski bunshi tapi kekuatan mereka hampir sama dengan yang asli..."
"Kami juga telah melihatnya sendiri..." ucap Lindouw.
"Ada 3 si pengacau yang artinya pertarungan ini sangat merepotkan..." ucap Va'al.
Ketiganya waspada lalu ketiga clon Arashi tanpa ragu menyerang, "Ayo!!!" Mereka bertiga melesat cepat dengan sepasang sayap api dipunggungnya masing-masing.
"Mode : Devil"
"Mode : God"
"Mode : Six Elements"
Ketiganya menggunakan tiga kekuatan yang berbeda untuk bertarung melawan 3 iblis itu.
*
Sementara itu.
Arashi yang asli juga tengah melesat ke atas dengan menggendong 5 anak kecil dipunggungnya, "Yuuka!! Lakukan fusion untuk kita semua!!"
"Baik!! Aku mengerti!!" Jawab Yuuka 'si anak siluman rubah putih'
Iapun meningkatkan energi lalu menghasilkan cahaya terang yang sangat menyilaukan, "Fusion!!!"
Ya, mereka semua bergabung menjadi satu wujud dan tentu saja kekuatan, energi dan kemampuan mereka bergabung jadi satu.
"HIIAA...!!!!" Arashi mode fusion melesat cepat lalu tanpa ragu menabrak tubuh raksasa Guts tepat pada bagian perut hingga membuatnya berlubang.
Ia tak terhentikan dan melesat terbang tinggi ke angkasa, Fusion Arashi memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya dan menciptakan cero raksasa berwarna putih, "Hancurlah jadi kepingan kecil...!!!" Teriaknya dengan menembakan serangan itu.
"WUUSS...!!!"
"...!!!" Para raja iblis dan anggota Red Eagle yang ada diatas tubuh Guts terkejut begitu sebuah serangan dengan daya ledak tinggi mengarah pada mereka.
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1130 : Menuju Langit III