Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1155 : Turunnya Dua Penguasa


__ADS_3

'Si akhir' disegel dan beberapa hari setelahnya Utsugi Reina menghilang tanpa sepatah katapun.


Sebuah keputusan dibuat yaitu Tuan Kai muda menggantikan peran sang kakak sebagai pemimpin bangsa iblis yang baru.


Akan tetapi kepemimpinannya dianggap gagal lalu ditentang banyak kalangan bangsawan sehingga bangsa iblis dilanda kekacauan.


Meskipun begitu Tuan Kai muda masih mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin bangsa iblis walau tak memiliki kepercayaan penuh dari bangsa iblis itu sendiri.


Ya, semuanya tak berjalan sesuai harapan Tuan Kai muda selain menghilangnya Reina dan gagal memimpin bangsa iblis, ia kehilangan figur penting seorang kakak.


Kemudian beberapa puluh tahun berlalu.


Enam Pendiri telah tiada sehingga hal itu membuat kedamaian yang telah diperjuangkan perlahan hancur.


Sang Penguasa Hutan pergi ke tengah samudera dan ia menjadi pencipta Pulau Abad, keberadaan Naga Emas dan Penguasa Ilmu tak diketahui.


Perang besar antara Kekaisaran Dewa melawan bangsa iblis tak terelakan dan sebagai 'Dewa Agung' Dewa Kematian menutup mata atas segala kejahatan yang telah dilakukan oleh pihak dewa.


Bangsa iblis kalah perang sehingga hal itu membuat Tuan Kai muda berkelana seorang diri.


Saat ini ia tengah berada digurun pasir.


"Sialan!!!! Jika saja saat itu kebencian dihatiku mampu ku taklukan maka semua hal buruk ini tak akan pernah terjadi?" Pikir Tuan Kai muda.


Iapun teringat kenangan bersama sang kakak dan Reina yang sangat membahagiakan, "Ya, benar!! Penyesalanku sudah sangat terlambat dan semuanya tak akan bisa kembali seperti sedia kala..."


"Maafkan aku ayah..."


"Maafkan aku Reina..."


"Maafkan aku kakak..." pada akhirnya Tuan Kai muda meratapi semua kesalahannya dan iapun jatuh pada kesedihan tanpa dasar.


*****


Kembali ke masa sekarang dimana Tuan Kai dipertemukan dengan kakaknya lagi di medan perang.


"HIIAA...!!!!" Tuan Kai dalam wujud iblisnya melesat dan iapun menusuk, "Cthing!!!!" 'Si akhir' menggunakan pedangnya untuk bertahan.


"Hahahaha...!! Aku merasa senang sekali adikku!! Sangat senang karena bisa bertemu denganmu lagi!!" Ucap 'si akhir' dengan meluapkan energi kuat sehingga api hitam berkobar-kobar pada pijakan kedua kakinya.


"Andai saja aku bisa bertemu dengan wanita itu lagi..."


Tuan Kai melompat ke belakang untuk menjaga jarak, "Cih, Reina akan sangat sedih bila melihat keadaanmu yang sekarang, kak..."


"Sedih? Bukankah dia yang telah menyakitiku?" Ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, "Aku tak akan pernah memaafkan perbuatannya padaku...!!"


"Luka dihatiku tak akan pernah terobati...!!" Teriak 'si akhir' dengan melompat lalu melesatkan tebasan, "Cthing!!" Tuan Kai menahan dengan pedangnya.


'Si akhir' yang berada diposisi atas mendesak dan memaksa Tuan Kai menekuk lututnya ditanah, "Sialan!!!" Teriak Tuan Kai dengan meningkatkan energi.

__ADS_1


Ledakan kobaran api muncul dikedua kakinya dan iapun berusaha berdiri tegak untuk mendorong sang kakak.


'Si akhir' tersenyum menyeringai dan menekan lebih kuat, "Lemah sekali!! Meskipun kita kakak beradik akan tetapi perbandingan kekuatan kita sangat jauh..."


"Ya, bukankah itu sudah jelas!! Ras iblis akan bertambah semakin kuat bila hati mereka semakin gelap..."


"Kau sangat lemah karena tak tau betapa sakitnya dikhianati oleh dunia yang kau lindungi dan dicampakan oleh orang yang disayangi..."


"Berisik!!!" Teriak Tuan Kai dengan membuka mulut lalu menembakan cero dari jarak dekat.


"DHUUAARR...!!!" Baik ia dan 'si akhir' terkena serangan ledakan itu.


Keduanya terhempas keluar ledakan dan sama-sama terluka.


"Khi..." 'si akhir' tersenyum menyeringai.


"Cih..." dilain sisi Tuan Kai terlihat geram.


Mereka berdua memulihkan luka-luka yang diderita dengan regenerasi.


"Kau lumayan juga adikku..."


"Berisik!!" Teriak Tuan Kai dengan sekali pijakan melesat maju, iapun menendang dari arah depan.


"Jbbuuak!!!" 'Si akhir' menahan dengan menyilangkan kedua tangan dan terdorong ke belakang.


"Apa itu yang kau sebut serangan?"


"Shrriing!!!!" 'Si akhir' menahan dengan pedangnya lalu berkata, "Lemah sekali!! Serangan dan gaya bertarungmu tak lebih kuat dari iblis kelas atas..."


"Dan bahkan keterampilanmu sama sekali tak berkembang dan itu sangat menyedihkan..."


"Apa kau tak pernah mengasah kemampuanmu?


"Itu bukan urusanmu!!!!" Teriak Tuan Kai yang melesat dengan kobaran api pendorong dikedua kakinya, "HIIAA...!!!"


"Jbbllast!!" Ia memukul dengan tinju api akan tetapi ditahan dengan mudah oleh 'si akhir' menggunakan telapak tangan.


Ia melompat ke belakang menjaga jarak, "Perbedaan kekuatan kami terlalu jauh..." gumam Tuan Kai dalam hati.


"Khehehe..." 'si akhir' tersenyum menyeringai dan berkata, "Maaf adikku!! Pertarungan ini buang-buang waktu saja..."


"Aku harus segera mengakhirinya karena ada dunia yang harus dihancurkan dan ditata ulang lagi..."


"Dengan segala cara aku akan menghentikanmu meski itu mempertaruhkan nyawaku..." ucap Tuan Kai dengan sorot mata tajam.


"Maaf sekali, adikku!! Aku tak berniat mengampunimu..." ucap 'si akhir' dengan memusatkan seluruh energinya pada Pedang Pembelah Benua.


Pedang itupun berbalut api hitam dan mengeluarkan kilatan-kilatan petir hitam.

__ADS_1


"Selamat tinggal, adikku..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, iapun melesat cepat dengan bantuan api pendorong dikedua kakinya.


Tuan Kai memasang sikap waspada dan mencengkram erat sebilah pedangnya dengan dua tangan.


'Si akhir' menebas dari samping akan tetapi Tuan Kai mampu membaca gerakan lawan dan iapun menangkis, "Cthing!!" Pedang mereka berbenturan akan tetapi pedang Tuan Kai perlahan retak lalu patah.


"Sllash!!"


"Cruat!!" Dengan sekali tebasan Tuan Kai terpotong jadi dua bagian, iapun jatuh ke tanah.


"Sudah selesai..." ucap 'si akhir' dengan menyarungkan kembali pedangnya, iapun beranjak pergi akan tetapi Tuan Kai masih keras kepala.


Meski bagian tubuhnya tinggal atas saja, ia berusaha menghentikan 'si akhir' dengan merangkak dan memegangi satu kakinya.


"Tak akan ku biarkan kau pergi...!!"


'Si akhir' menoleh ke belakang dan menatap rendah adikknya, "Keras kepala sekali!! Kau masih mencoba beregenerasi dan berniat bertarung lagi rupanya..."


'Si akhir' mencengkram kepala Tuan Kai dan mengangkatnya ke atas.


Dalam ketidak berdayaannya Tuan Kai teringat kata-kata Induk Cakra.


"Dia akan kembali akan tetapi saat dia kembali maka perlahan perubahan besar akan terjadi..."


"Perang besar ada didepan mata dan hanya kalian berdua yang bisa menghentikannya..." ucap Induk Cakra kala itu.


Dalam cengkraman Tuan Kai meneteskan air mata, "Kenapa kau menangis?"


"Tidak ada apa-apa!! Yang dikatakan oleh Induk Cakra tidaklah salah akan tetapi akulah yang telah membuat keputusan salah..."


"Maafkan aku kakak!! Karena diriku kau menderita..."


"Berisik!!" Teriak 'si akhir' yang geram, iapun mencengkram kepala Tuan Kai erat-erat dan meledakannya dengan api, "DHUAARR...!!" Tubuh pemimpin ke-2 Pasukan Bayangan itupun hancur berkeping-keping.


"Sialan!!!" Ucap 'si akhir' yang tanpa penyesalan sedikitpun meski telah menghabisi nyawa adiknya.


"Tap... tap... tap..." dengan langkah kaki perlahan 'sang raja monster' berjalan mendekati 'si akhir'


Ia tersenyum lebar dan bertepuk tangan, "Sungguh pertarungan saudara yang luar biasa dan aku terkesan..."


"Apa kau mengejekku?" Ucap 'si akhir'


"Tentu saja tidak..." jawab Tatsumi Kidou, "Karena perang diatas sudah selesai bukankah sudah saatnya kita turun..."


"Ya, memang sudah saatnya kita mengakhiri perang ini..." ucap 'si akhir' dengan tatapan serius.


Tiga senjata terkuat, Arashi dan juga Tuan Kai tak mampu menghentikan 'si akhir' dan sekarang ia bersama 'sang raja monster' bergerak turun dari Aera.


Bagaimanakah cara Red Eagle menghadapi keduanya nanti?

__ADS_1


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1156 : Mereka Abadi


__ADS_2