
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Setelah pertarungan sengit antara 'si pengacau' melawan 'sang raja iblis pelahap' berakhir Arashi dan kedua rekannya bergerak menuju ke Lembah Penempa Pedang atas saran dari Ryusuke dan Yui yang pernah ke tempat itu.
Yui dan Ryusuke pernah ke Lembah Penempa Pedang untuk mendapatkan senjata mereka sebelum perang melawan bangsa siluman dan keduanya pergi ke tempat itu bersama dengan Daisuke dan Kiriya (chapter 404-408)
Kali ini mereka berdua kembali lagi untuk mendapatkan pedang kedua bagi Ryusuke dan membuat pedang baru untuk Arashi.
Perjalanan ke Lembah Penempa Pedang tidaklah mudah karena mereka harus melewati daerah perbukitan dengan bebatuan terjal, hutan belantara lalu rawa-rawa.
Dirawa-rawa terpaksa mereka bertiga harus melaluinya menggunakan rakit.
"Hey, tempat ini sangat gelap dan aku jadi merinding takut tersesat..." ucap Arashi dengan melihat ke sekeliling dimana hutan lebat menutupi cahaya matahari.
"Akupun juga takut kalau kita tersesat..." sahut Yui dan hal itu semakin membuat Arashi khawatir.
"Kalau begitu kita pulang saja yuk!!" Ajak Arashi.
Tetapi Ryusuke bersikeras, "Kita sudah berjalan sejauh ini jadi akan sangat percuma bila kita kembali lagi pula aku merasa di Lembah Penempa Pedang aku bisa mendapatkan senjata terbaik..."
"Baik, terserah padamu saja..." ucap Arashi dengan entengnya meski dalam hati ia tetap takut tersesat.
Lembah Penempa Pedang terletak diantara pegunungan-pengunungan yang menjulang tinggi dan untuk menuju ke sana harus melalu rawa-rawa dengan penuh pepohonan.
Tempat itu sangat tersembunyi sehingga selalu gelap gulita bagaikan malam sepanjang waktu.
Ryusuke dan Yui sebagai pemandu jalan dan setelah melalu susahnya perjalanan merekapun sampai ditempat tujuan.
"Kita sampai..." ucap keduanya dengan menghela nafas lega.
Arashi terheran-heran karena setelah melewati rawa-rawa ia melihat sebuah danau kecil dengan rumah-rumah penduduk terletak ditepian, "Menakjubkan sekali!! Bagaimana mungkin tempat seperti ini tercipta padahal disekitarnya ada banyak sekali gunung..."
"Hehehe... entahlah" jawab Yui dengan tersenyum.
"Tempat ini terisolasi dari dunia luar karena letaknya tersembunyi diantara pegunungan lalu kabut tebal sepanjang waktu membuat tempat ini seperti malam yang tak pernah berakhir..." jelas Ryusuke.
Merekapun menepi lalu ditepian kedatangan mereka sudah disambut oleh para penduduk yang memiliki sepasang sayap putih dipunggungnya. Mereka adalah sekumpulan Dewa Terbuang.
Salah satu penduduk yang merupakan pemimpin ditempat itu langsung menyambut kedatangan mereka, "Lama tak bertemu Tuan Ryusuke dan Nona Yui..." ucapnya pada keduanya dan iapun beralih menatap Arashi, "Dan siapa kau?"
__ADS_1
"Kosuke Arashi..."
"Dia teman kami..." sahut Ryusuke.
"Oh..." pemimpin tempat itu langsung paham.
"Tuan Kaizo, kami sedang buru-buru jadi tak bisa berlama-lama ditempat ini..." jelas Yui.
"Baiklah, jadi ada keperluan apa kalian kemari?" Tanya Tuan Kaizo si pemimpin tempat itu.
"Bukankah kau sudah tau alasanku kemari..." Ryusuke malah bertanya balik dan berkata dengan ekspresi serius, "Aku kehilangan pedangku dan aku kemari untuk mendapatkannya lagi..."
"Benar tuan, ijinkan kami menempa pedang lagi..." sahut Yui meski ia tak kehilangan senjatanya.
Tuan Kaizo menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, "Hah... baiklah, kami akan mengijinkan kalian menempa pedang ditempat ini akan tetapi setiap senjata yang diciptakan pasti nanti akan berlumuran darah jadi aku ingin tau alasan kalian memegang senjata itu?"
"Cih, tempat ini benar-benar terisolasi sampai kalian tak tau keadaan dunia luar..." ucap Arashi agak kesal.
"Apa maksudmu, tuan?" Tanya Tuan Kaizo.
Arashi semakin geram karena sang pemimpin Lembah Penempa Pedang sama sekali tak tau betapa gaduhnya dunia saat ini, "Semuanya dengarkan baik-baik apa yang akan ku katakan!!!!" Teriaknya dengan lantang dan hal itupun membuatnya jadi pusat perhatian.
"Saat ini Kekaisaran Dewa yang menguasai Aera telah tiada dan para iblis telah mengambil alih semuanya...!!!!!"
"Eeehh...!!!??" Semua penduduk terkejut pada apa yang dikatakan Arashi.
"Kau pasti bohong!!"
"Kekaisaran Dewa itu kuat!!"
"Bagaimana mungkin para iblis kembali!!" Ucap para penduduk yang tak percaya pada ucapan Arashi.
"Benarkah apa yang dikatakannya, tuan Ryusuke?" Tanya Tuan Kaizo yang tak percaya pada Arashi.
Yui tertunduk akan tetapi dengan tegas Ryusuke berkata, "Meskipun kenyataan itu pahit tapi apa yang dikatakannya semua benar..."
"Apa...!!!!!!" Sontak semua penduduk shock.
"Kalian mungkin membenci Kekaisaran Dewa karena mereka telah mengusir kalian dari Aera tapi percayalah kondisi dunia saat ini sangat buruk karena para iblis..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam.
"Alasan kami ingin menempa pedang ditempat ini adalah perang!! Ya, kami ingin berperang melawan para iblis..." jelas Ryusuke dengan sorot mata penuh keseriusan.
Penduduk Lembah Penempa Pedang itupun terdiam lalu Tuan Kaizo yang merupakan pemimpin tempat itu berkata, "Memang benar kami membenci Kekaisaran Dewa akan tetapi para iblis itu harus segera dihentikan!! Jika tidak maka teror mereka cepat atau lambat akan sampai ke tempat ini..."
"Maka oleh sebab itu kalian diperbolehkan menempa pedang ditempat ini..." ucap Tuan Kaizo dan hal itupun disetujui oleh para penduduk.
"WAA...!!!" Yui menjadi sangat senang begitu mendapatkan ijin.
__ADS_1
"Kami sedang buru-buru jadi kami ingin membuat pedang secepatnya..." ucap Ryusuke.
"Tak masalah..." jawab Tuan Kaizo.
Ya, setelah mendapatkan ijin untuk menempa pedang maka Tuan Kaizo dan beberap penduduk mengantar ketiganya ke tengah danau dengan menggunakan rakit.
Ditengah danau itu ada sebuah altar.
Ryusuke yang pernah menciptakan pedang ditempat itu maju duluan sementara Arashi diam dan mengamati.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Ryusuke menaiki anak tangga menuju ke atas altar.
Ia sampai di atas altar dan menghembuskan nafas panjang, "Hah..."
"Sudah lama semenjak terakhir aku kemari..." ucap Ryusuke dengan berkonsentrasi.
Arashi yang berada dibawah altar berbisik pada Yui, "Hey, dia mau ngapain?"
"Tentu saja menempa pedang..." jawab Yui.
"Menempa pedang?" Arashi menjadi tak mengerti.
"Kau lihat saja dan perhatikan dia baik-baik..." ucap Yui dengan tersenyum.
Arashi memang tak mengerti akan tetapi sesuai dengan apa yang dikatakan Yui, iapun diam dan mengamati.
*
Diatas alter Ryusuke mulai meningkatkan energi dan iapun bergumam dalam hati, "Tubuhku adalah manusia akan tetapi energiku milik iblis yang merupakan salah satu pendiri..."
"Ya, aku akan menempa sebuah pedang yang tercipta dari energiku dan energi sang pendiri..." iapun memfokuskan energi pada dua genggaman tangannya.
Ditangan kanannya ada bola energi pusaran angin pencabik sementara itu ditelapak tangan kirinya muncul kobaran api hitam, "HIIAA...!!!" Ia melemparkan dua energi itu ke udara dan keduanya berbenturan sehingga menciptakan ledakan, "DHHUUAARR...!!!" Ledakan tercipta akan tetapi secara perlahan ledakan tersebut menyusut lalu terselimuti oleh kegelapan pekat.
Ryusuke mengangkat tangan kanannya ke atas dan secara perlahan kegelapan pekat itu turun ke genggaman tangan Ryusuke, "Inilah pedang baruku!!!" Ucapnya dengan menggenggam sebuah pedang dari dua elemen.
Arashi yang melihat hal itu bergumam dalam hati, "WOOW...!! Keren sekali!!!!" Ucapnya dengan mata yang berbinar- binar.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1049 : Pedang Hidup
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****