
Arashi sempat unggul menghadapi 'si akhir' akan tetapi Tatsumi Kidou 'sang raja monster' yang telah mengalahkan Tatsumi Saburo muncul.
"Hahahahaha...!! Kau terlalu besar kepala, bocah!!" Ucap Tatsumi Kidou.
"Hati-hati dan jangan meremehkannya!! Entah apa yang terjadi tapi ada sesuatu yang berbeda darinya..." ucap 'si akhir' memperingatkan.
"Benarkah itu?" Tatsumi Kidou masih meragukan.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan tanpa ada rasa takut Arashi berjalan mendekati dua bos musuh itu, "Mengalahkan kalian berdua akan mengakhiri perang ini..." ucap Arashi dengan memancarkan aura kuat.
Kedua bos musuh itupun jadi sangat waspada, "Sial, aku tak takut padamu, bocah!!" Tatsumi Kidou menarik kedua pedangnya dari punggung dan tanpa ragu menebas, "Sllash!!"
"Apa!!!" Tatsumi Kidou terkejut karena mendadak Arashi bergerak cepat menghindar bagaikan menghilang.
Arashi muncul tepat dihadapan 'sang raja monster' ia mengepalkan tangan kanan mengumpulkan energi pada satu titik dan memukul wajah musuh dengan melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!!"
Tatsumi Kidou terkena serangan telak pada bagian wajah dan iapun terhempas ke belakang berulang kali.
"Sudah ku bilang jangan meremehkannya..." 'si akhir' melesat ke arah samping Arashi dan tanpa ragu memukul.
"Jbbuuak!!" Arashi menahan dengan menyilangkan kedua tangannya dan meski sedikit terlempar tapi ia baik-baik saja.
"HIIAA...!!!" 'Si akhir' meledakan kobaran api dari kedua pijakan kakinya dan melesat ke arah Arashi bagaikan roket, ia menyerang tanpa ragu dengan tusukan.
Arashi mempertajamkan insting, ia memfokuskan semua energi pada satu titik yaitu telapak kaki kanan dan tanpa ragu menahan tusukan musuh, "Cthing!!!!" Ujung pedang pembelah benua dapat ditahan dengan telapak kaki oleh Arashi.
"Apa yang terjadi pada bocah ini?" Pikir 'si akhir' yang geram, ia terus mendorong sekuat tenaga.
Arashi yang berdiri dengan satu kaki secara perlahan terdorong ke belakang, "Hanya itu saja kekuatanmu?" Ucap Arashi dengan melemparkan semua energi yang terkumpul pada telapak kakinya.
'Si akhir' malah terlempar ke belakang bagaikan terkena tembakan meriam, "DYYEESS...!!!" Tatsumi Kidou mendadak jatuh tepat dihadapan Arashi.
Ia memperkuat pijakan kedua kakinya lalu mengepalkan tangan kanan lalu memfokuskan seluruh energinya pada kepalan tangan dan kemudian memukul, "HIIAA...!!!!!"
__ADS_1
Dihadapan serangan terkuat yang mampu menghancurkan gunung, Arashi juga mengepalkan tangan dan memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
"Jbbllast!!!" Pukulan Arashi beradu kekuatan dengan serangan terkuat.
Ya, pada akhirnya pukulan Arashi kalah kuat dan iapun terhempas ke belakang dan meskipun begitu ia tetap berdiri tegak.
"Dia mengimbangi seranganku!!!" Ucap Tatsumi Kidou yang geram.
Arashi melesat dengan sekali pijakan ke arah 'sang raja monster' akan tetapi 'si akhir' mendadak menembak cero dari arah samping, "DHUUAARR...!!!!" Arashi terkena tembakan telak dan iapun meledak oleh cero.
'Si akhir' berkata pada rekannya, "Entah apa yang terjadi padanya tapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengannya..."
"Benar, aku juga merasa seperti itu..." ucap Tatsumi Kidou yang geram setelah pukulannya diimbangi.
"Ada sebuah mitos yaitu orang-orang yang telah mati lalu bangkit kembali akan mendapatkan kekuatan luar biasa yang tak dapat diukur..."
"Kau percaya mitos itu?" Tanya 'sang raja monster'
"Ya..." jawab sang iblis dengan ekspresi serius.
Arashi meningkatkan energi sehingga dari pijakan kedua kakinya meledakan kobaran api, "Baiklah, waktunya serius..."
Baik Tatsumi Kidou maupun 'si akhir' memasang sikap waspada akan tetapi sekejap saja Arashi sudah berada dihadapan 'sang raja monster' tanpa disadarinya, "Cepat sekali!!!"
Arashi mencengkram wajah Tatsumi Kidou dan membantingnya ke belakang hingga menancap ke tanah.
"Aku bahkan tak menyadari gerakannya..." pikir 'si akhir' dengan menjaga jarak.
"Kau tak bisa lari dariku..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, ia bergerak sangat cepat dan tau-tau sudah berada dibelakang punggung sang iblis.
'Si akhir' terkejut dan panik ketika mengetahui Arashi sudah berada dibelakang punggungnya, ia meningkatkan energi dan meledakan kobaran api.
"Sudah ku bilang api tak mempan padaku..." ucap Arashi yang menerjang begitu saja api disekitar lawan, ia mengepalkan tangan memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul punggung lawan sambil melemparkan semua energi yang terkumpul.
__ADS_1
"Jbbllast!!" Punggung 'si akhir' sampai bagian dada berlubang.
"Sialan!!" 'Si akhir' segera menjaga jarak dan memulihkan luka yang dideritanya dengan regenerasi.
"Bagaimana mungkin aku yang telah menghabisi 10.000 ksatria dimasa lalu dibuat tak berdaya oleh seorang bocah?" Pikir 'si akhir'
Tatsumi Kidou yang sebelumnya dihajar oleh Arashi bangkit lagi dan ia segera mendekat pada rekannya, "Harus ku akui tanpa lapisan berlian diseluruh tubuhku mungkin aku sudah mati sejak pertarungan dimulai..."
"Ya, aku juga sama!! Tanpa regenerasi dan tanpa dibenci oleh kematian aku pasti sudah dihabisinya..." ucap 'si akhir'
"Aku tak tau apa yang kalian rencanakan akan tetapi mari segera akhiri perang ini..." ucap Arashi yang kemudian ia bergerak sangat cepat.
Karena sangat cepat tanpa disadari Arashi sudah berada disamping 'si akhir"
"HIIAA...!!!!" Tatsumi Kidou yang mampu membaca pergerakan Arashi langsung saja melesatkan serangan siku.
Arashi yang memiliki insting tajam mampu membaca gerakan 'sang raja monster' dan iapun mampu menghindar, Arashi yang semula berniat menyerang 'si akhir' berubah pikiran.
Iapun melesat ke arah Tatsumi Kidou mengepalkan tangan, memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!!" Pukulan Arashi sangat kuat dan mematikan sehingga tanpa diduga mampu menembus lapisan berlian hitam milik 'sang raja monster'
Tatsumi Kidou terjatuh ke tanah dengan lubang diperutnya, "...!!!!" 'Si akhir' terkejut dan terbelalak melihat rekannya telah ditumbangkan.
Ia bergerak mendekati Tatsumi Kidou dan mendapati 'sang raja monster' itu tak bernafas lagi, "Sialan...!!!!!!" Teriak 'si akhir' sekeras-kerasnya.
Arashi berkata dengan enteng meski telah merenggut nyawa seseorang, "Sepertinya setelah berulang kali bertarung lapisan berlian hitam milik 'sang raja monster' melemah sehingga dapat ditembus oleh tinjuku..."
'Si akhir' terdiam sejenak akan tetapi secara perlahan ia berdiri tegak dengan luapan api hitam disekitar tubuhnya, iapun berbalik dan menatap tajam ke arah Arashi.
"Si pengacau!!! Aku tau kau mendapatkan kekuatan yang hebat setelah kembali dari kematian akan tetapi bukan hanya kau saja orang yang kembali dari kematian..."
"Ya, aku dulu juga pernah mati lalu hidup kembali..." iapun menggenggam erat pedangnya dengan tangan kanan dan mengacungkan ke depan.
"Kau menginginkan pertarungan dan kau telah mendapatkannya..."
__ADS_1
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1209 : Kekacauan Vs Si Akhir III