Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1140 : Api Milik Ayah


__ADS_3

Torano yang dikendalikan oleh Raja Pedang sudah terkapar ditanah tak sadarkan diri karena kobaran api putih.


Raja Pedang terlepas dari genggaman Torano dan perlahan memudar berubah menjadi kegelapan yang menyatu dengan udara.


"Sial, apa-apaan itu!! Bagaimana mungkin aku tak melakukan hal apapun tapi kau sudah kalah?" Ucap 'si akhir' yang belum bisa menerima hal itu.


Baginya kegilaan Raja Pedang adalah satu-satunya cara untuk menunjukan kemampuannya bahwa ia lebih kuat dari Ksatria Emas.


"Tap... tap... tap..." 'si akhir' yang emosi berjalan cepat ke arah Torano, "Woiy, bangun!! Kita harus bertarung lagi!!" Ucapnya dengan menggoyang-goyangkan tubuh Torano menggunakan kaki kanan.


Meskipun begitu Torano tak kunjung sadar juga dan hal itu membuat 'si akhir' makin emosi, "Ku bilang bangun!!!" Teriak 'si akhir' dengan mengangkat kakinya dan iapun tanpa ragu menginjak kepala Torano sekuat tenaga.


Disaat yang tepat Ryusuke muncul dan menahan kaki 'si akhir' dengan kakinya sendiri.


"Mau kau apakan, temanku?" Ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.


"Aku akan membuatnya lebih sekarat lagi sehingga Raja Pedang bisa mengamuk dan aku bisa bertarung melawannya..." ucap 'si akhir' dengan mengangkat kakinya dan menginjak sekuat tenaga.


Ryusuke juga mengangkat kakinya lalu menendang tubuh sang iblis, "Jbbuuak!!" Sejengkal saja kaki 'si akhir' hampir mengenai tubuh Torano akan tetapi Ryusuke lebih dahulu menendang perutnya.


'Si akhir' terdorong beberapa langkah ke belakang.


"Peran Torano sudah selesai dan sekarang giliranku menghadapimu..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.


"Sayang sekali!! Aku lebih suka bertarung dengan Raja Pedang dari pada denganmu..." 'si akhir' meningkatkan energi dan menarik kembali Pedang Excalibur yang ada dipunggungnya.


Ryusuke menatap tajam, ia menggenggam erat sebilah pedang miliknya dan berkata, "Majulah!!"


'Si akhir' meledakan kobaran api dari kedua pijakan kakinya, ia melesat ke arah lawannya dengan sangat cepat lalu menusukan pedangnya, "HIIIAAA...!!!!"


Ryusuke mengarahkan telapak tangan kirinya ke depan untuk menahan serangan sang iblis, "Cthing!!!" Telapak tangan Ryusuke yang merupakan pemegang Perisai Harapan berubah menjadi sekeras baja.


Ia dapat menahan serangan 'si akhir' meskipun begitu Ryusuke tetap terdorong ke belakang.


"Sekeras apapun usahamu kau tetap tak akan mungkin bisa melukaiku..." Ryusuke menebaskan pedang yang ada dicengkraman tangan kiri.


"Sllash!!"


"Cruuat!!" 'Si akhir' sempat berusaha menghindar akan tetapi ia tetap terluka oleh tebasan lawannya.


Ia segera menjaga jarak dengan melompat ke belakang dan memulihkan diri dengan regenerasi, "Meski kau tak dapat dilukai tapi kau punya kelemahan..."

__ADS_1


"Ya, kelemahanmu itu jelas!! Kau akan kalah bila kehabisan energi..." ucap 'si akhir' dengan kobaran api disekitar tubuhnya.


"Itu artinya aku hanya perlu mengalahkanmu sebelum aku kehabisan energi..." ucap Ryusuke dengan meningkatkan energi sehingga kobaran api muncul disekitarnya.


"HIIAA...!!" 'Si akhir' melesat dan menghantam lawan menggunakan pedangnya.


"Cthing!!!" Ryusuke menahan dengan pedangnya, ia terlempar akan tetapi dengan kobaran api dikedua kakinya Ryusuke segera membalikan tubuh lalu melesat ke arah lawan dengan api pendorong dikedua kakinya.


'Si akhir' terkejut dengan cara Ryusuke bergerak ke arahnya, iapun termenung sejenak dan bergumam dalam hati, "Benar sekali!! Bocah ini sangat kuat karena memiliki api ayahku..."


"Sllash!!"


"Cruuat...!!" Ryusuke melesatkan tebasan dan mampu melukai dada 'si akhir'


'Si akhir' yang melamun terluka akan tetapi ia secepat mungkin memulihkan diri dengan regenerasi, "Benar sekali!! Aku tak perlu ragu lagi!!"


"Ayahku meninggalkan luka dihatiku yang tak akan pernah sembuh jadi akan ku hancurkan segala warisannya..." mendadak 'si akhir' meledakan energi api yang sangat kuat berbeda dari yang sebelumnya.


Kobaran api yang semula berwarna merah berubah jadi biru lalu berganti lagi menjadi hitam, iapun berdiri tegak lalu secara perlahan api hitam miliknya mengalir pada pedang Pembelah Benua sehingga membuat pedang tersebut berwarna hitam pekat.


"Apa yang telah terjadi?" Ryusuke merasa sedikit ketakutan akan tetapi ia tetap berdiri tegak dan memberanikan diri untuk menantang.


"Bersiaplah!!"


Tiba-tiba 'si akhir' sudah berada dibelakang punggung Ryusuke.


Ryusuke yang merasakan tekanan energi kuat dibelakang punggungnya langsung berbalik, "Sllash!!" 'Si akhir' menebas dan mengenai bahu Ryusuke.


Meskipun begitu Ryusuke yang memiliki Perisai Harapan tak terluka sedikitpun.


"Dimana dia?" Ucap Ryusuke yang kehilangan lawannya.


Ya, secara mendadak 'si akhir' sudah berada langit yang tinggi dan tengah meluncur ke arah lawannya.


Ryusuke bersiap menghadapinya, "Entah mengapa sejak ia menggunakan api hitam itu pergerakanya jadi lebih cepat..."


"Cthing!!" Pedang keduanya beradu dan pijakan kaki Ryusuke yang menahan serangan itu hancur.


Bagaikan berteleport saja, 'si akhir' menghilang dari hadapan Ryusuke.


"Dia mulai membuatku kesal..." ucap Ryusuke yang sekarang menggunakan elemen angin, pedang dan dirinya terlapisi oleh pusaran angin.

__ADS_1


"WUUSS...!!!" Ryusuke bergerak sangat cepat juga dan mampu mengimbangi kekuatan lawannya.


Keduanya bergerak sangat cepat dan saling beradu tebasan diudara.


"Hebat juga bisa mengimbangi kecepatanku..." pikir 'si akhir' yang bergerak sangat cepat itu, iapun tersenyum menyeringai, "Ku yakin energinya hampir habis..."


"Dan saat habis maka akulah pemenangnya..."


Keduanya saling serang menyerang diudara dengan kecepatannya masing-masing lalu setelah beberapa saat berlalu keduanya berhenti saling serang menyerang.


Baik Ryusuke maupun 'si akhir' berdiri diatas sebuah gedung yang condong dan terlihat akan roboh.


"Hah... hah... hah..." nafas Ryusuke tak beraturan dan terlihat ia sangat kelelahan.


'Si akhir' juga mengalami hal yang sama akan tetapi ia malah tersenyum menyeringai, "Hahahaha...!!"


"Apanya yang lucu?" Ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.


"Aku menang dan kau telah kalah..."


"Ya, meski kau memiliki pertahanan sempurna yang membuat tubuhmu tak dapat dilukai tapi sekarang kau telah kehabisan energi jadi akulah pemenang pertarungan ini..."


"Kau pikir itu lucu?"


"Bukan lucu!! Hanya saja aku merasa sangat senang karena bisa bertarung dan mengalahkan 3 senjata terkuat!! Aku akhirnya setara dengan Ksatria Emas..."


"Khi..." Ryusuke membalas dengan tersenyum menyeringai.


"Apa-apaan raut wajahmu itu?"


Ryusuke berkata, "Maaf saja, tapi kaulah yang kalah..." iapun meningkatkan energi sehingga pusaran angin ditubuhnya berganti dengan kobaran api.


"Dulunya aku adalah manusia akan tetapi sekarang aku adalah sesosok iblis..."


"Saat manusia aku memiliki elemen angin akan tetapi setelah jadi iblis aku memiliki tambahan elemen baru yaitu api..."


Energinya terus saja meningkat sehingga kobaran api yang ada disekitarnya semakin besar, "Akan ku gunakan seluruh energiku untuk menggunakan kemampuan ini..." ucap Ryusuke.


'Si akhir' sepertinya paham betul tentang apa yang tengah dilakukan Ryusuke, iapun diam membisu lalu terbelalak.


Lalu Ryusuke yang berbalutkan bola api pekat berkata dengan ekspresi serius, "Mode : Devil!!"

__ADS_1


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1141 : Aku Akan Meladeni Kalian!!


__ADS_2