
Kaoru muncul dan langsung memperingatkan 'si akhir'
"Hentikan semua ini atau sesuatu yang buruk sebentar lagi akan terjadi...!!!!"
"Sudah ku bilang berhenti menakut-nakutiku..." ucap 'si akhir' dengan sorot mata tajam, "Aku tak peduli meski Aera jatuh ataupun dunia ini hancur...!!"
"Aku hanya ingin bersenang-senang...!!"
Kaoru terdiam dan harapannya pupus, ia tak tau lagi caranya menghentikan 'si akhir', "Bagaimana ini?" Gumamnya dalam hati yang khawatir.
*****
Sementara itu.
Ledakan-ledakan yang terjadi disegala tempat benar-benar menghancurkan bangunan-bangunan yang berdiri diatas pulau langit, semuanya luluh lantah tinggal menyisahkan puing-puing.
Ryusuke yang merupakan pemegang Perisai Harapan perlahan bangkit dari reruntuhan, ia nampak baik-baik saja meski terkena ledakan beruntun, "Sial, semuanya telah hancur!! Dan jika saja aku bukan pemegang Perisai Harapan maka ku yakin diriku akan terluka sangat parah..."
Mendadak Ryusuke berubah sikap menjadi waspada.
"DYYEESS...!!!" Ark berbentuk badak tricerator jatuh tepat dihadapannya dengan lengan berbalut lava pijar, "HIIAA...!!!" Iapun melesatkan pukulan.
"Jbbllast!!!" Ryusuke terkena pukulan lava pijar tepat pada bagian perut, ia terdorong beberapa meter akan tetapi kapten Red Eagle itu tetap berdiri tegak.
"Kau membuatku muak..." Ryusuke terlihat baik-baik saja meski terkena serangan mematikan. Iapun meningkatkan energi sehingga lengan kanannya berbalut kobaran api.
Ark badak tricerator memperkuat pijakan kakinya dan memukul sedangkan dilain sisi Ryusuke melompat ke udara lalu juga memukul, "Jbbllast!!!" Tinju lava pijar beradu dengan tinju iblis.
"HIIIAAA...!!!!" Ryusuke menambah kekuatan pukulannya sehingga membuat Ark tricerator terlempar jauh menembus puing-puing.
"Tap... tap..." Ryusuke mendaratkan kaki secara perlahan dan mulai mengatur nafasnya.
Ia bergumam dalam hati, "Aku memiliki pertahanan sempurna berkat Perisai Harapan yang membuatku tak dapat dilukai meski menggunakan segala cara..."
"Akan tetapi meski tak dapat terluka hal itu akan percuma bila aku kehabisan energi..."
"Ya, aku tak boleh membuang-buang energiku untuk hal yang percuma atau aku akan kalah..."
Ryusuke termenung sejenak akan tetapi dilain sisi Ark tricerator bangkit setelah terlempar dan ia siap bertarung lagi.
*****
Ditempat lain.
Daisuke sudah berdiri tegak lagi dan ia menatap ke langit yang disana Ark naga sedang terbang.
"Cih, sepertinya ia menantangku..." ucap Daisuke yang kemudian meningkatkan energi sehingga muncul kilatan-kilatan petir dikedua kakinya, "Sllash!!!" Dengan sekali lompatan iapun melesat bagaikan kilat ke langit.
__ADS_1
"Jbbllast!!!" Daisuke tanpa ragu menendang perut Ark naga.
"ARRGGHH...!!!" Ark naga meraung kesakitan akan tetapi makluk itu baik-baik saja.
Ark naga menatap pria yang sebelumnya menendangnya dengan sorot mata tajam.
Daisuke mengejek, "Kemarilah dan lawan aku..."
Lalu dengan gerakan cepat Ark naga itupun meliliti Daisuke, "Percuma..." ucap Daisuke yang kemudian meledakan energi petir dari seluruh tubuhnya.
"ARRGGHH...!!!" Ark naga yang sedang meliliti Daisuke berteriak kesakitan karena terkena serangan petir secara langsung dari jarak yang sangat dekat.
"Ukuranmu yang besar membuatmu dengan mudah dapat diserang..." ucap Daisuke yang memfokuskan energi pada ujung jarinya lalu menembakan petir, "Sllash!! Sllash!!"
Ark naga terkena rentetan hujan petir tanpa bisa menghindar dan hal itu membuatnya terjatuh ke bawah dengan sangat keras.
Daisuke menatap tajam dan tak memberikan kesempatan, "Aku tak ada urusan denganmu..." iapun mengangkat tangan dan menciptakan bola petir berukuran besar, "Aku harus segera mengalahkan 'si akhir'...!!!"
"DHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi akibat serangan dari Daisuke.
Mendadak Daisuke memegangi kepalanya dengan tangan kanan, "Ugh!!" Iapun meringis kesakitan dan bergumam dalam hati, "Sial, aku terlalu banyak menggunakan energi dari Cahaya Surga dan sekarang tubuhku hampir mencapai batasnya..."
"Aku harus secepatnya mengakhir pertarungan ini..." pikirnya.
Daisuke bergegas pergi ke tempat 'si akhir' akan tetapi mendadak Ark naga bangkit dan meraung, "WOOAARRGGH...!!!" Ark tersebut mengaktifkan kemampuan Dewa Langit sehingga mendadak gravitasi berubah menjadi sangat berat.
"Sial..." ucap Daisuke yang tak mampu mempertahankan berat tubuhnya karena gravitasi kuat dan ia pun jatuh ke bawah dengan cepat.
*****
Ditempat lain.
"Aku terlalu banyak menggunakan kekuatan Raja Pedang..." ucap Torano dengan menggerakan lengannya yang telah pulih.
"WUUSS...!!"
"DYYEESS...!!" Ark Ikarus jatuh tepat dihadapannya dan iapun segera menyerang dengan tendangan cakar.
Torano sangat sigap, ia menggenggam erat dua pedangnya dan menahan, "Jbbuuak...!!!!" Torano sedikit terdorong dari tempatnya berpijak semula.
"Menyebalkan!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Jubah putih ditubuhnya berkobar api putih yang dengan cepat merembet ke tangan kiri yang memegang pedang angin, "Sllash!!" Iapun menebaskan pedangnya itu dan hal itu menciptakan pusaran angin yang berpadukan dengan kobaran api putih.
Ark Ikarus mengepakan kedua sayapnya dan mampu menahan serangan Torano tersebut.
"Sial, selemah itukah diriku sampai tak mampu menghancurkannya?" Pikir Torano.
__ADS_1
Ark Ikarus menatap tajam lalu dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kepakan sayap melesat ke arah Torano dan menyerang menggunakan cakaran-cakaran kaki.
"Cthing!!! Cthing!!!" Torano bertahan dan menangkis setiap serangan yang datang dengan dua bilah pedang yang ia genggam.
"Entah mengapa aku merasa gerakanku jadi lambat dan juga aku merasa ingstingku jadi lebih tumpul, ada apa ini?" Pikir Torano dengan meningkatkan energi sehingga pedang hitamnya berkobar kegelapan.
"HIIAA...!!!!" Torano menebaskan pedangnya dan hal itu membuat Ark Ikarus terselimuti kegelapan pekat.
Torano memegangi kepalanya dan kesakitan, "Ugh, ada apa ini?"
"WUUSS... WUUSS..." dengan kepakan sayapnya, Ikarus berhasil dengan mudahnya mengatasi kegelapan yang mengurungnya.
"Sialan..." Torano mencoba berdiri tegak.
Ark Ikarus mengeluarkan tekniknya yang lain dan hal itu membuat sepasang sayapnya bersinar terang.
Torano tau betul bahwa lawan akan melakukan sesuatu yang berbahaya, "Ini buruk!!!" Iapun memperkuat kedua pijakan kakinya dan dalam posisi bertahan.
"WUUSS...!!!" Ark Ikarus mengepakan sayapnya dan menciptakan angin kuat lalu yang terburuk semuanya meledak ketika terkena angin kuat tersebut.
"DHUUAARR...!!!"
Ledakan terjadi akan tetapi Torano masih mampu berdiri tegak meski terluka lumayan parah, "Aku mengerti!! Semua ini terjadi begitu Ark yang memiliki kekuatan Dewa Surga itu muncul..."
"Ya, bisa disimpulkan kekuatan Raja Pedang yang ada didalam tubuhku merespon kekuatan Dewa Surga dan berusaha mengambil alih tubuhku..."
"Singkatnya Raja Pedang ingin bertarung dengan kekuatan Dewa Surga itu..." Torano yang menyadari hal itu terlambat.
Secara perlahan kesadaran Torano menghilang, ia tetap berdiri tegak akan tetapi malah meledakan energi kegelapan yang sangat pekat.
Kesadaran Torano telah diambil alih oleh Raja Pedang, iapun menyarungkan pedang angin dan pedang kegelapan.
Torano mengangkat tangan kanannya ke atas lalu kegelapan yang sangat pekat terkumpul dan memadat lalu terbentuklah Raja Pedang.
"HIIAA...!!!" Torano yang telah kehilangan kesadaran mengayunkan senjata terkutuk itu sehingga mayat-mayat hidup perlahan bangkit dari balik puing-puing bangunan.
SUATU MASA DEPAN YANG TELAH DILIHAT KAORU AKHIRNYA TERJADI JUGA
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1137 : Sampai Juga
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Terima kasih atas perhatiannya.
*****