Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1046 : Tantangan Perang


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Arashi mode cahaya kegelapan berkata dengan nada meremehkan, "Kau lebih lemah dari Rafathar dan juga kau tak mungkin menang melawan 5 orang..."


"Berisik!!! Hentikan omong kosongmu!! Setelah terkurung selama bertahun-tahun aku sangat ingin bertarung!!! Ini tubuhku dan aku tak akan membiarkan 10.000 iblis itu terus menerus memiliki tubuhku...!!!" Teriak Kara.


Arashi mode naga menjadi serius, "Sekarang aku mengerti!! Kalian dua sisi yang berbeda dan saling bermusuhan meski satu tubuh..."


"Kau tak sama sepertiku..."


"Hentikan ocehanmu!!!!" Teriak Kara.


"Pada dasarnya ia ingin melahap kita karena iri pada kemampuan kita yang bisa saling membantu meski 5 kekuatan yang berbeda..." sahu Arashi mode elemen.


Kara terdiam lalu ia mengakuinya, "Memang benar aku mengakui hal itu!! Aku membutuhkan kekuatanmu, Kosuke Arashi 'si pengacau'!! Kau harus mati..."


"Aku tidak mau mati..." jawab kelimanya dengan sorot mata tajam.


Merekapun bergerak, Arashi dengan mode elemen berlari secepat mungkin, ia memfokuskan energi elemen api, petir dan angin peruntuh pada telapak tangan kanannya sehingga terciptalah bola elemen gabungan.


Mode iblis mengalihkan perhatian dengan menembakan laser-laser, "Sllash!! Sllash!!" Kara memutar-mutar tombak besarnya.


Ia dapat bertahan akan tetapi Arashi mode cahaya kegelapan sudah berada dibelakang punggungnya dan mencengkram kepalanya dari belakang lalu menghantamkannya ke tanah, "DYYEESS...!!"


Kara segera berdiri tegak akan tetapi Arashi mode elemen melemparkan bola elemen gabungannya tepat pada bagian perut, "Sialan...!!!" Kara terseret lalu terkena ledakan, "DHUUAARR...!!"


Kara dapat bertahan dan dia segera  keluar dari kepulan asap akan tetapi Arashi mode iblis dan mode naga segera bergerak mengarah padanya.


Mereka berdua memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan lalu memukul dengan melemparkan semua energinya sekaligus, "Jbbllast...!!" Perut Kara berlubang.


Kara terlempar dan memuntahkan darah, "Uhuk!!" Tetapi sebelum ia sempat berdiri tegak terlebih dahulu Arashi mode dewa menghentakan kaki kanan ke depan sehingga permukaan tanah membeku.


"Sialan!!" 'Si Pelahap Iblis' itupun berusaha membebaskan diri.


Arashi mode cahaya kegelapan melesat dengan sangat cepat, "Sllash!!" Ia berada tepat dihadapan Kara dan menendang dagunya, "JBBLLAST...!!!" 'Si Pelahap Iblis' itupun terlempar ke udara.


Arashi mode iblis dan mode naga melempar Arashi mode elemen ke udara, ia berada tepat diatas Kara.

__ADS_1


"Huft..." Arashi menarik nafas panjang, iapun memanjangkan kedua lengannya ke belakang dengan elemen karet yang dimilikinya, ia mengepalkan kedua tangan yang dilapisi oleh besi membara dan angin peruntuh, "Jatuhlah!!!!"


"Jbbllast!!!!" Kara yang tak dapat menghindar terkena telak dua pukulan Arashi tepat pada bagian perut, ia jatuh dengan sangat keras, "DYYEESS...!!" Bahkan tempatnya jatuh menciptakan cekungan luas dan dalam.


Kelima Arashi berkumpul pada satu titik dan mereka semua nampak kelelahan, "Sial, aku jadi 5 kali lipat lebih lelah setelah membagi tubuhku menjadi 5 bagian..." gumamnya dalam hati dan iapun memutuskan mengembalikan 4 dirinya.


Ya, secara perlahan empat Arashi kembali ke bayangannya dan tinggal menyisahkan Arashi mode cahaya kegelapan.


"Hah... hah... hah..." Arashi yang kelelahan perlahan mencoba mengatur nafasnya, "Sial, apa aku berhasil mengalahkannya?" Gumamnya dalam hati dengan menatap kepulan ditengah-tengah cekungan tempat lawan jatuh.


Pertarungan mereka telah berlangsung cukup lama dan dari kedua belah pihak telah mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya.


Kepulan asap dari cekungan tempat musuh jatuh perlahan menghilang karena hembusan pelan dari angin lalu nampaklah musuh yang mencoba berdiri tegak.


"Siapa kau?" Ucap Arashi dengan sorot mata tajam, ia merasakan tekanan energi yang berbeda dari musuhnya.


"Hah... hah... hah..." ia mencoba mengatur nafas dan memulihkan luka-lukanya dengan kemampuan regenerasi, "Tentu saja, aku adalah 'sang raja iblis pelahap'..." ucapnya dengan sorot mata tajam.


"Jadi kau sudah kembali ke dirimu lagi, ya?"


Rafathar menatap tajam, "Jangan mengejekku!!! Mari segera selesaikan semua ini, Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


"Aku setuju!! Mari selesaikan pertarungan ini!!" Ucap Arashi yang membalas dengan sorot mata tajam, ia memasang kuda-kuda dan mengepalkan tangan yang seluruh energi kegelapan terfokus ditangan kiri sementara semua energi cahaya terfokus dikepalan tangan kanan.


"HIIAA...!!!!!" Keduanya melesat dengan kecepatannya masing-masing.


Arashi melesatkan tinju tangan kiri yang merupakan tinju kegelapan sementara Rafathar memukul dengan tinju gempa, "Jbbllast!!!!!" Kemampuan penghancur segalanya diserap oleh kegelapan.


Lalu Arashi memukul dengan tangan kanannya yang merupakan tinju secepat dan berkemampuan cahaya sementara lawan memukul dengan tinju gempa, "Jbbllast!!!"


"Krak!! Krak!!" Retakan-retakan tercipta diantara dua pukulan mereka.


Gelombang penghancur segalanya tercipta dan Arashi yang melemah terbawa serangan itu sementara sebagian tubuh Rafathar hancur karena pukulan lawan.


"Aku menang!!!" Teriak 'sang raja iblis pelahap' dengan mengangkat tangan kanannya ke atas.


"Sllash!!!!" Dengan kecepatan cahaya, Arashi telah berada dibelakang punggung Rafathar dan dengan segenap jiwanya ia memukul wajah lawan, "HIIAA...!!!!"


"Jbuuaak...!!!" Rafathar terpental jauh dan jatuh tersungkur.


Setelah melesatkan serangan dengan sisa-sisa energinya, Arashi mencoba mengatur nafasnya, "Akulah yang menang!!!!"


"Sialan!!!" Teriak 'sang raja iblis pelahap' yang tak mampu bangkit lagi.


Ryusuke sampai dan mendekat bersama dengan Yui yang digendong dipunggungnya, "Kau menang!!"

__ADS_1


"Khehehe... ya, aku menang!!" Jawab Arashi dengan tersenyum lebar.


Yui turun dari punggung, "Duh, perang saja belum dimulai dan kau sudah terluka parah..."


"Khehehe... kalau begitu aku minta bantuannya..." ucap Arashi dengan entengnya.


Yui dengan respon cepat segera melakukan pengobatan pada Arashi, ia meningkatkan energi dan mengembangkan sayap suci putih.


"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Ryusuke berjalan ke arah 'sang raja iblis pelahap' yang sekarang tengah dalam kondisi tak berdaya, "Aku akan menghabisimu!! Kau akan sangat berbahaya jika pulih dan bergabung dalam perang nanti!!"


"Sialan!!!!" Teriak Rafathar yang sekarang kehabisan energi dan untuk bergerak saja susah.


Ryusuke mengepalkan tangan berbalutkan dengan api hitam, "Matilah!!!" Ucapnya dengan memukul akan tetapi pukulannya itu ditahan oleh seseorang menggunakan kaki.


"Tak akan ku biarkan kau melakukan sesuatu pada rekanku..." ucapnya dengan meningkatkan energi.


Ryusuke merasakan bahaya dan langsung menjaga jarak dengan melompat mundur dilain sisi Arashi dan Yui sangat terkejut atas kemunculannya.


Ya, dia adalah salah satu iblis kelas tertinggi dan dia adalah 'sang raja iblis kematian' Lindouw.


Lindouw muncul dengan kemampuan teleport bersama para pelayannya dan disalah satu pelayannya ada Kurosaki Yami/Yemi.


Lindouw tersenyum menyeringai saat melihat rekannya tak berdaya, "Menyedihkan sekali!! Kau yang merupakan iblis kelas tertinggi ternyata dapat dikalahkan juga!!"


"Berhenti mengejekku!!! Jika kau bertarung maka ku yakin kau juga akan babak belur!!" Ucap Rafathar membela diri.


Lindouw yang kesal membekap mulut rekannya dengan kaki, "Aku tak akan kalah apa lagi dengan mereka para bocah!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


'Sang Raja Iblis Kematian' beralih menatap mereka bertiga dan hal itu membuat mereka bertiga sangat waspada, "Jangan khawatir!! Aku kemari bukan untuk bertarung!!"


"Ya, aku disini untuk memberikan sebuah undangan pada kalian yang dimana undangan tersebut berisikan tantangan perang...!!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1047 : Lembah Penempa Pedang


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2