
"Krak!! Krak!!" Bola tanah raksasa melayang diudara itu terlihat retak-retak lalu terasa energi kuat berasal dari dalamnya.
Rafathar 'sang raja iblis pelahap' tau betul bahwa Arashi sedang berusaha keluar, "Keras kepala..." ucapnya dengan nada kesal.
"Entah mengapa aku merasa bocah itu hampir mencapai level mereka..."
"Level tertinggi..." ucap Rafathar yang menyandingkan Arashi dengan level Dewa Kematian, Naga Emas Legendaris dan 'si akhir'
"DHHUUAARR...!!" Sedikit demi sedikit muncul ledakan-ledakan api dari celah-celah retakan.
Para raja iblis yang melihatnya menjadi sangat waspada, merekapun tau bahwa Arashi belum kalah dan sulit untuk ditaklukan.
"WOOAARRGH!!!" Terdengar raungan keras dari dalam retakan dan hal itupun membuat para lawan bersiap untuk bertarung lagi.
"Mode : Dragon" secara mendadak bagian samping kanan dan kiri bola raksasa itu hancur lalu sepasang sayap penuh kobaran api muncul.
"DHUUAARR...!!" Bola tanah raksasa itupun hancur dan naga merah keluar dari dalamnya.
"Naga!!!" Para raja iblis terkejut saat melihat kemampuan Arashi yang dapat dengan sempurna berubah menjadi naga yang ukurannya setinggi 10 meter.
Arashi menatap ke bawah dengan sorot mata tajam lalu terbang cepat menukik, "WUUSS...!!!"
Tesla 'sang iblis gravitasi' terkejut dan iapun segera mengeluarkan kemampuannya, "Gravitasi Zero!!" Iapun menghilangkan gravitasi yang ada disekitarnya sehingga puing-puing kembali melayang.
Ya, meski gravitasi telah dihilangkan tapi hal itu tak terlalu berpengaruh pada Arashi.
Arashi tetap terbang mendekat dengan sangat cepat, "Cakar Api!!!" Iapun melesatkan serangan langsung tepat pada Tesla dan membuatnya terlempar.
Dilangit, Silka kembali mengepakan ke delapan sayapnya sehing menghujani laser lagi, "Sllash!! Sllash!!"
Serangan tipe elemen cahaya itu bergerak sangat tepat dan mengenai sasaran.
"Berhasil!!" Ucap si iblis wanita delapan sayap itu dengan rasa senang.
Tembakan-tembakan laser itu menciptakan kepulan asap tebal akan tetapi begitu angin berhembus menyapu kepulan asap tersebut nampaklah Arashi dalam wujud naga berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun.
"Apa!!" Sontak hal itu membuat Silka shock berat.
Arashi membuka mulutnya lebar-lebar dan mulai mengumpulkan energi lalu api mulai terbentuk, "WUUSS...!!"
Silka mengatupkan ke delapan sayapnya untuk bertahan dan hal itu membuatnya terbakar, "Sial..." wanita iblis itu memulihkan luka-lukanya dengan regenerasi.
__ADS_1
"Sllash!!" Dengan kecepatan cahaya Kamui melesat lalu memukul wajah Arashi arah samping, "Jbbuuak!!"
Serangan itu tak terlalu berpengaruh dan bahkan Arashi membalas dengan cakaran, "Sllash!!" Kamui mundur secepat mungkin dengan kecepatan cahaya.
Arashi bergumam dalam hati, "Dengan mode naga sempurna ini kekuatan fisikku meningkat dan daya seranganku jadi bertambah kuat..."
"Tetapi kekurangannya aku jadi lebih lambat dan juga dengan fisik besar seperti ini membuatku jadi sasaran empuk serangan mereka..."
Dikejauhan Leonidas memasang kuda-kuda dengan memperkuat pijakan kedua kakinya, ia mengepalkan tangan dan memukul udara yang ada dihadapannya, "Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu tercipta retakan-retakan dan melesatlah gelombang penghancur segalanya.
Arashi yang melihat serangan penghancur segalanya tetap tenang, ia hanya memperkuat pijakan kedua kakinya, "DYYEESS...!!" Arashi terkena serangan itu dan hanya terdorong terus ke belakang tanpa merasakan efek yang lain.
Arashi termenung dan teringat pembicaraannya dengan Tsuruna beberapa waktu yang lalu sebelum perang melawan iblis.
Saat itu Arashi dan Tsuruna sedang tiduran dibawah sebuah pohon rindang yang terletak ditepi jalan.
"Hmm... cuacah hari ini cerah sekali!!" Ucap Arashi dengan malasnya.
"Hey, sayangku bukankah sesekali kau harus pergi latihan?"
"Hmm... apa maksudmu?"
"Yap, kau akan tertinggal dengan teman-teman bila terus bermalas-malasan..."
"Apa?"
"Bukankah kalian para pembunuh dari Pasukan Bayangan dilatih langsung oleh Naga Emas?"
"Ya..."
"Jadi apa yang diajarkannya bila harus melawan beberapa petarung? Maksudku pertarungan beruntun tanpa jeda?"
Tsuruna berkata, "Selain mempertajamkan insting dan teknik memfokuskan energi ada satu hal lagi yang diajarkan oleh Naga Emas Legendaris akan tetapi ilmu itu jarang kami gunakan..."
"Kenapa?"
"Ya, itu karena kami para pembunuh jarang bertarung melawan beberapa orang sekaligus!! Kami melakukan pekerjaan secara sembunyi-sembunyi jadi jarang menggunakan teknik itu..."
"Memang teknik yang diajarkannya itu seperti apa?" Tanya Arashi.
"Kau penasaran?"
__ADS_1
"Yah sedikit..." jawab Arashi dengan malas.
Tsuruna tersenyum tipis, "Teknik itu adalah menyebar sedikit energimu ke sekitar tubuhmu sehingga mampu merasakan pergerakan lawan yang mendekat..."
"Bukankah itu sama saja dengan mempertajamkan insting? Dan juga bukankah teknik itu prinsipnya berlawanan dengan teknik memfokuskan energi?"
"Tidak, itu berbeda dengan mempertajamkan insting dan juga kau hanya perlu menyebar sedikit energimu tak perlu banyak-banyak cukup 1 persen saja..."
"Ya, jika kau bisa menggunakan teknik itu maka setiap musuh yang mendekatimu akan terasa bergerak melambat dan tentu saja kau bisa melawan banyak orang sekaligus..." jelas Tsuruna.
*
Kembali ke waktu sekarang.
Arashi dalam wujud naga terus terdorong oleh gelombang penghancur segalanya, "HIIAA...!!!!" Iapun mendorong balik serangan itu sehingga teknik Leonidas itu hancur.
Ia secara perlahan menonaktifakan wujud naga dan hal itu membuat para lawannya terheran-heran.
"Dia kembali ke wujud manusia, sebenarnya apa yang tengah dipikirkannya? Apa dia menyerah?" Ucap Leonidas.
"Aku tak yakin bocah itu akan menyerah dengan mudah..." ucap Rafathar yang mendadak muncul disampingnya, "Aku berharap dia tak memiliki sebuah rencana yang lain..."
Arashi berdiri tegak dan terdiam, ia secara perlahan meningkatkan energi dan menyebar sedikit energinya pada daerah sekitar, "Hah..." ia menghela nafas dengan tenang, "Apa caraku sudah benar?"
"Aku telah menyebar energiku sejauh 5 meter dari tubuhku..." pikir Arashi yang sedikit khawatir.
Dikejauhan, "Aku tak mengerti yang kau pikirkan akan tetapi aku tak akan memberi ampun..." ucap Kamui dengan meningkatkan energi yang lalu ia melesat secepat kilauan cahaya, "Sllash!!" Kamui memfokuskan energi pada kepalan tangan kanannya berniat memukul.
Untuk sejenak saja Arashi merasa Kamui bergerak sangat lambat ketika masuk jarak 5 meter, ia bergumam, "Aku dapat melihat serangannya..."
"Ia terasa sangat lambat..." gumam Arashi dengan mengangkat kaki ke atas.
Pukulan cahaya itu terasa bergerak sangat lambat dan beberapa centi lagi mengenai sasaran akan tetapi Arashi terlebih dahulu menginjak wajah 'sang raja iblis cahaya'
"Jbbuuak!!" Kamui jatuh tersungkur ditanah.
"Apa!!!!" Para raja iblis yang lainnya terkejut, merekapun tak habis pikir dan terheran-heran bagaimana cara Arashi mengatasi serangan secepat cahaya itu.
Arashi tersenyum lebar dan berkata dengan suara pelan, "Khehehe... sepertinya aku berhasil...!!!"
Kamui secara perlahan bangkit kembali dan terlihat sangat kesal, "Kau hanya beruntug bisa memukulku...!!!"
__ADS_1
"Khehehe... aku memang selalu beruntung!!" Ejek Arashi dan hal itu semakin membuat Kamui kesal
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1121 : Rekan