
Setelah mampu menembus gerbang raksasa yang berlapiskan aura kematian tekanan energi kuat yang mampu meretakan tanah melesat ke arah empat iblis itu, "WUUSS...!!"
Leonidas langsung saja memasang kuda-kuda lalu menghantamkan tinju berlapiskan kemapuan gempa pada tekanan energi yang mengarah padanya, "Krak...!!!" Udara dihadapannya menjadi retak dan tercipa gelombang penghancur, iapun mampu mengalahkan tekanan energi kuat tersebut.
Rafathar memasang sorot mata tajam penuh dengan keseriusan, "Dia telah menyadari keberadaan kita..."
Heliel nampak panik bercampur dengan rasa terkejut, "Yang tadi itu apa?"
"Itu adalah sebuah peringatan dari 'si akhir' dan kemungkinan dia menganggap kita sebagai musuh..." jelas Rafathar 'sang raja iblis pelahap', "Heliel, jika kau takut maka kau boleh menunggu ditempat ini..."
"Tidak, aku baik-baik saja..."
"Kalau begitu ku puji keberanian..." ucap Rafathar dengan tersenyum ke arah Heliel, iapun berkata pada Lindouw, "Aku berubah pikiran setelah merasakan tekanan energi barusan!! Lindouw, aku tak akan menghentikan dirimu jika kau berniat bertarung melawan 'si akhir'..."
"Cih, ucapanmu terdengar bahwa kau khawatir padaku..." ucap Lindouw yang menjadi agak jengkel.
"WUUSS...!!!!" Sekali lagi tekanan energi kuat melesat ke arah mereka akan tetapi kali ini yang menghadang adalah Lindouw, iapun mengarahkan telapak tangan kanan ke depan lalu dengan mudah mampu menyerap tekanan energi kuat itu, "Jangan terlalu sombong!!" Teriaknya dengan lantang.
Iapun meningkatkan energi lalu dengan sekali pijakan kuat melesat maju ke arah sumber energi.
Lindouw memfokuskan energi pada kedua genggaman tangan lalu memadatkannya dan terciptalah sebuah sabit, "HIIAA...!!!" iapun menebaskannya dan sebuah angin pemotong yang berlapiskan energi kematian perenggut nyawa melesat.
Angin tersebut melesat langsung ke dalam kastil.
"Aku tau kau disana..." ucap Lindouw dengan sorot mata tajam dan iapun langsung melompat ke dalam kastil tersebut.
*
Dilain sisi, Heliel langsung menepuk punggung Leonidas dan Rafathar, "Kita harus segera menyusul, Tuan Lindouw..."
"Zink!!" Heliel menggunakan kemampuan teleportnya untuk membawa dua iblis kelas atas itu dan dengan kemampuan teleport mereka sekejap mata saja sampai ke dalam kastil.
"...!!!" Ketiganya langsung terkejut begitu sampai di dalam kastil.
Sesosok iblis merah yang berukuran 3 meter dengan bekas dua tanduk patah dikening sedang mencengkram leher Lindouw, "Sayang sekali!! Kalian terlambat dan salah satu teman kalian telah mati..." iapun meremukan leher Lindouw dan melemparkannya tepat ke hadapan ketiganya.
__ADS_1
Heliel benar-benar terkejut sampai tak mampu berkata-kata lagi, "Yang benar saja!!! Tuan Lindouw dapat dikalahkan dalam sekejap saja..."
Tubuh Lindouw yang terkapar dilantai dengan cepat membusuk lalu menghasilkan kegelapan, kegelapan itu menggumpal dan berwujud kembali berubah menjadi Lindouw lagi, "Sialan!!!!!"
Sang iblis merah yang melemparnya merespon dengan datar, "Oh, aku lupa!! Kau memiliki pecahan kekuatan Tuan Dewa Kematian jadi tak bisa mati akan tetapi meskipun tak bisa mati tapi kau tak akan bisa mengalahkanku..." iapun meningkatkan energi.
Untuk iblis muda tekanan tersebut cukup untuk menghempaskan Heliel sampai keluar kastil dan karena pancaran energi tersebut Leonidas, Lindouw dan Rafathar menjadi sangat waspada.
"Ku puji kalian karena dapat menemuiku akan tetapi kalian harus mati..." ucapnya yang tanpa ragu melompat jauh jatuh tepat dihadapan ketiganya.
Iapun jatuh dengan pijakan kaki kuat sampai membuat lantai retak, "Enyahlah!!!" Ucapnya dengan melesatkan kepalan tinju.
"JBBLLAST...!!!!" Tinju tersebut sangatlah kuat akan tetapi masing-masing dari ketiga raja iblis itu menahan dengan telapak tangan kanannya.
Merekapun menahannya sekuat tenaga sampai-sampai lantai tempat kaki mereka hancur.
"Kami tak ingin bertarung denganmu, 'si akhir'...!!!" Ucap Rafathar dengan sorot mata tajam.
"Lalu untuk apa kalian menemuiku?"
"Kami membawa kabar tentang perubahan dunia saat ini..." jawab Leonidas.
"Cih..." Lindouw yang sebelumnya telah dibunuh sekali menjadi terlihat sangat kesal apa lagi setelah mendengar suara tawa dari iblis yang telah mengalahkannya, "Mengapa kau sangat kuat sekali? Bukankah kau disegel?"
"Hahahahaha...!!!" Si Akhir tetap tertawa lepas lalu menjawab dengan entengnya, "Aku memang disegel 2.000 tahun yang lalu akan tetapi karena diriku terlalu kuat segel itupun hancur dengan sendirinya..."
"Ya, akupun lupa kapan segel itu hancur!!! Mungkin hancurnya sudah lama sekali...!!!!"
"Itu tidak mungkin...!!!!!" Teriak Lindouw yang semakin kesal, "Jikapun begitu kenapa kau tak meninggalkan tempat busuk ini!!! Selama beratus-ratus tahun ras iblis selalu ditindas dan seharusnya iblis tangguh sepertimu melakukan sesuatu pada dunia yang terkutuk ini...!!!!!"
Si Akhir terdiam.
Leonidas menanggapi dengan sikap lebih tenang, "Jika kau tidak tersegel maka seharusnya kau dapat dengan mudah pergi dari tempat ini, 'kan?"
"Benar..." jawab 'si akhir', "Akan tetapi aku punya sebuah alasan..."
__ADS_1
"Aku tetap berada ditempat ini karena aku dulu dikhianati oleh orang-orang yang telah ku lindungi..."
"Mereka beranggapan bahwa aku yang terlalu kuat dapat menghancurkan keseimbangan yang telah mereka buat..."
"Ya, keseimbangan yang mereka buat itu adalah Kekaisaran Dewa..."
"Di era lampau aku melindungi segala bahaya yang mengacam Kekaisaran Dewa akan tetapi aku malah berakhir dengan dikhianati oleh teman-temanku lalu disegel ditempat ini dengan alasan aku terlalu kuat dan mereka beranggapan aku dapat mengacam Kekaisaran Dewa..."
Ketiga raja iblis itu hanya terdiam saat mendengar kisah itu akan tetapi 'si akhir' bertanya, "Jadi kalian yang berasal dari dunia luar, kabar apa yang kalian bawa untukku?"
Rafathar dan Lindouw terdiam akan tetapi dengan sorot mata tajam Leonidas berkata, "Kekaisaran Dewa telah hancur karena perang melawan manusia dan saat ini tatanan dunia telah rusak..."
'Si Akhir' yang semula tenang kini menjadi lebih serius, "Katakan padaku detailnya!!"
"Dalam perang besar itu, Dewa Kematian dan Delapan Dewa Penguasa dikalahkan..."
"Raja Pedang dan sebagaian dari Cahaya Surga kini berada dipihak manusia lalu alasan kami menemuimu adalah agar dirimu mau memimpin pergerakan besar menata dunia..."
"Ya, pimpinlah kami 18 Raja Iblis...!!!!" Ucap Leonidas dengan sorot mata tajam.
Si Akhir terdiam berfikir akan tetapi secara mendadak ia tertawa lepas, "Hahahahahaha...!!!" Suara dari tawanya itu sangatlah keras sampai-sampai memenuhi ruangan kastil.
"Mereka teman-temanku memang bodoh!! Pada akhirnya Kekaisaran Dewa hancur juga dan mereka tak bisa melindunginya...!!!!" Iapun perlahan berdiri tegak lalu memfokuskan energi pada kedua kaki dan melompat, "DYYEESS...!!!" tempatnya berpijak hancur.
Ia menembus langit ruangan, terbang melesat bagaikan angin melintasi samudra yang luas lalu jatuh dengan pijakan kuat pada sebuah danau, "DYYEESS...!!!" air danau dalam sekejap saja hilang terhempas ke angkasa.
'Si Akhir' mengambil sebuah pedang dari danau yang telah kering itu lalu mencengkram erat dengan dua tangan dan mengangkatnya ke atas.
Pedang itu bercahaya terang sekali dan 'si akhir' itu tanpa ragu menebas, "Excalibur...!!!!!"
"SLLAASH...!!!" sebuah cahaya melesat membelah segala apa yang dilaluinya baik itu pepohonan, hutan, sungai, gunung ataupun samudra.
Bahkan Lindouw, Rafathar dan Leonidas yang berada ditengah samudra hanya bisa terdiam membisu saat melihat sebagaian pulau terpotong, "Inikah kekuatan iblis legendaris itu??" Pikir mereka.
"Hahahahaha...!!! Akan ku buktikan pada teman-temanku bahwa pemikiran mereka salah!!! Aku akan merubah dunia...!!!"
__ADS_1
MIMPI BURUK BAGI DUNIA DARI 2.000 TAHUN YANG LALU TELAH KEMBALI...!!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 932 : Kembali!!