
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Para iblis menggunakan wujud asli mereka untuk bertarung.
Dilain sisi, Ashura tau-tau sudah berada dibelakang punggung Irene si iblis wanita yang mampu menciptakan duri dari dalam tanah, iapun tanpa ragu membrondongnya dengan tembakan-tembakan, "DOORR...!! DOORR...!!"
Ya, si iblis wanita itupun terjatuh ke tanah bersimbah darah sebelum menunjukan kemampuannya.
Jantung dan kepalanya tertembak sehingga ia tak bergerak lagi.
Hal itupun mengejutkan para iblis yang lainnya akan tetapi Ashura merespon dengan santai, "Dua telah mati dan tersisa lima..."
"Aku ingin bermain-main dengan kalian akan tetapi permainan ini terasa tak menyenangkan karena kalian tak bisa memberikan perlawanan padaku..."
"Ya, akan ku katakan kemampuan ku yang sebenarnya pada kalian agar semua jadi lebih menarik..."
"Kemampuanku ada empat macam tanpa grimoire kematian dan keempatnya adalah menghilang, melayang, menembus dan juga telekinesis..." ucap Ashura yang secara blak-blakan mengungkapkan kemampuannya, iapun terkesan sangat meremehkan mereka, "Lalu kelemahan dari kemampuanku adalah keempatnya tak bisa digunakan secara bersamaan..."
"Sialan!!!" Teriak Kogara yang sudah sangat emosi dan iapun tak mempedulikan ucapan lawan setelah Ashura menghabisi kedua rekannya,
"Tunggu Kogara!!!!" Teriak rekan-rekannya yang memperingatkan Kogara untuk hati-hati dan tak terbawa emosi.
Tetapi si iblis bertubuh besar kekar itupun melompat ke atas lalu menghantam ke bawah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!" Tanah berterbangan ke udara hingga menyentuh langit-langit gua.
Akibat serangan itu ruang bawah tanah itupun bergetar hebat dan juga tercipta kepulan dedebuan tebal yang membuat pengelihatan mata terganggu.
Dalam kepulan debu itu Kogara berdiri tegak dengan penuh kesedihan akan tetapi Ashura berdiri tepat dihadapannya tanpa terluka sedikitpun.
"Aku terkesan padamu!! Kekuatanmu sungguh sangat luar biasa..." ucap Ashura dengan entengnya.
Kogara menjadi sangat kesal karena lawan masih bisa bertahan dan iapun langsung saja melesatkan sebuah tendangan meski tendangan itupun juga hanya menembus tubuh Ashura.
"Sialan!! Lawan aku dan jangan jadi pengecut!!" Teriaknya dengan lantang.
Ashura mengarahkan senapan pada kening lawan dan menembak, "DOORR...!!" Tembakannya tersebut tak mampu melukai Kogara karena kulitnya sangat keras.
__ADS_1
"Cih, serangan seperti itu tak akan bisa melukaiku..." ucap Kogara dan iapun melesatkan pukulan meski serangan itu hanya menembus saja.
"Seranganmu juga tak akan pernah bisa melukaiku..." ucap Ashura dan iapun menyeringai lalu berkata, "Baik, lapisan kulit kerasmu itu membuatku harus menggunakan cara lain untuk membunuhmu..."
Ashura sekali lagi mengarahkan senapan pada kening Kogara dan iapun menembak, "DOORR...!!" Peluru menembus kening Kogara dan berakhir dengan bersarang didalam kepalanya.
"Bagaimana bisa?" Ucap Kogara yang tak mengerti.
"DOOR...!! DOOR...!!" Ashura lalu membrondong tubuh Kogara begitu ia lengah.
Kepulan dedebuan dari atap gua yang jatuh perlahan menghilang dan secara samar keempat iblis yang tersisa melihat sesosok orang yang berdiri tegak diatas tumpukan batu.
"Siapa itu?" Ucap Yamaru si iblis yang dapat memanipulasi darah.
"Entahlah..." jawab Zen si iblis dengan elemen petir.
"Apa Kogara berhasil?" Ucap Tatsu si iblis dengan kemampuan mengendalikan pasir.
Gona si iblis yang mampu mengendalikan tanah berkata, "Entah siapa itu dan kita juga belum mengetahui Kogara berhasil atau tidak tapi yang jelas musuh memiliki empat kemampuan yang berbahaya jadi kita harus selalu waspada..."
"Kami tau!!" Sahut mereka.
Dedebuan menghilang dan keempat iblis kuat itupun menjadi sangat terbelakak ketika melihat rekan mereka jatuh ke tanah dengan tubuh penuh lubang tembakan dan Ashura berdiri diatas mayatnya.
Ashura terbang melayang ke arah keempat iblis itu dan berkata, "Dia telah ku habisi dan tersisa kalian berempat..."
Keempatnya menjadi sangat waspada, "Bagaimana mungkin kau bisa membunuh Kogara dengan hanya menggunakan senapan padahal kulitnya sangat keras?" Tanya Zen si iblis petir.
Ashura menyeringai dan berkata, "Kalian lemah jadi akan ku beritahu teknik yang ku gunakan untuk membunuhnya..."
Keempatnya menjadi geram karena diremehkan akan tetapi mereka tau bahwa Ashura bukanlah lawan yang bisa diatasi dengan emosi.
"Ya, ku akui kulitnya memang keras dan tembakan biasa tak mungkin bisa melukainya jadi akupun harus menggunakan sebuah trick..."
"Senapan yang ku gunakan ini bukan senjata biasa!! Profesor Jun merancangnya untukku sehingga senjata ini dapat dipadukan dengan kemampuanku..."
"Kulitnya memang keras akan tetapi aku menggunakan kemampuan menembus untuk mengatasinya..."
"Tembakan senapan ku padukan dengan kemampuan menembus lalu sebelum peluru keluar dari kepalanya aku menonaktifkan kemampuan menembusku itu sehingga peluru senapan bersarang dikepalanya..."
Keempat iblis itu sangat terkejut mendengar penjelasan cara Kogara mati.
"Sekarang kalianpun tau dengan cara apapun aku dapat menghabisi kalian..." ucap Ashura dengan santainya.
__ADS_1
"Jangan meremehkanku!!!" Ucap Tatsu dengan menghentakan kaki kanannya ke depan, "DYYEESS...!!" Gelombang pasir melesat ke arah Ashura akan tetapi ia diam saja karena serangan itu hanya menembusnya.
"Kau tak mendengarkan, ya?" Ucap Ashura yang mendadak membalikan badan lalu langsung menodongkan senapan dan menembak karena lawan sudah ada disana, "DOORR...!!" Tembakan tersebut menembus kening Tatsu.
"Serangan seperti itu tak mempan padaku..." ucap Tatsu dengan melesatkan tendangan.
"Jbbuuak!!!" Ashura yang terkejut terkena tendangan telak dan terlempar, iapun segera bangkit, "Sialan, dia memiliki kemampuan logia dan hal itu membuatku terkejut..." gumamnya dalam hati.
Gona si iblis pengendali tanah mengangkat bebatuan dan membuatnya melayang diudara, "Kami masih punya kesempatan untuk menang!! Baru saja Tatsu mampu melesatkan serangan padanya yang artinya kami punya kesepatan menang..."
"Aku hanya perlu membuatnya lengah..." bebatuan itu membuat pengelihatan Ashura terganggu.
"Apa yang tengah mereka rencanakan?" Pikir Ashura.
Zen melesat bagaikan kilat lalu ia jatuh tepat dihadapan lawan dengan pijakan kaki kuat, "DYYEESS...!!"
"Aku hanya perlu membuatnya lengah..." ucap si iblis petir itu yang berdiri tepat dihadapan lawan.
Ashura tenang saja karena ia merasa dapat mengatasi serangan Zen dengan kemampuan menembus akan tetapi Zen tak menyerang, "HIIAA...!!!" Ia hanya meningkatkan energi dan meledakan kilatan-kilatan petir dari kedua pijakan kakinya.
"...!!" Ashura terkejut karena kilatan-kilatan petir itu sangat hebat dan membuatnya silau.
Lalu dari arah samping Tatsu si iblis pasir memukul Ashura yang sedang silau, "Jbbuuak!!" Si pengguna kemampuan hantu itupun terkena pukulan telak pada bagian wajah karena lengah.
Ashura segera berdiri lagi dan terlihat sangat marah, "Sialan!!!! Kalian akan ku bunuh!!" Teriaknya dengan menodongkan senapan pada mereka.
"Jleeb...!!" Akan tetapi Ashura menjadi sangat lengah karena Yamaru muncul dari bawah tanah dan langsung menusuknya dari belakang menggunakan pedang yang ia ciptakan dari elemen darah.
"Kau terlalu meremehkan kami hingga akhir kau lengah dan hal itu memberikan kesempatan bagi kami!! Kami yang akan menang..." ucap Yamaru.
Ashura membalikan kepala dan menatap tajam lalu ia mengeluarkan aura yang mengerikan, "Kau pikir kalian akan menang?" Ucap si pemilik kekuatan hantu itu yang sekarang benar- benar marah.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1059 : Bergerak!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****