
Pertarungan melawan 'sang iblis terkuat' berlanjut.
Daisuke melemparkan pedang petir dan hal itu menciptakan ledakan petir kuat yang mengisi seluruh ruangan.
"Sialan, apa dia ingin membunuhku juga..." ucap Torano yang berhasil menghindar dengan menggunakan kemampuan teleport.
Sedangkan dilain sisi berkat Perisai Harapan, Ryusuke sama sekali tak terluka meski terkena ledakan petir, "Apa kami berhasil?" Pikirnya.
Dalam ruangan bertingkat tersebut ketiga kapten Red Eagle itu berada ditiga sisi berbeda.
Kilatan-kilatan petir perlahan menghilang dan serangan mematikan itu belum membuahkan hasil karena 'si akhir' nampak masih berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun, "Lumayan sakit..." ucap sang iblis itu dengan tersenyum menyeringai.
Ketiga kapten Red Eagle itu menjadi agak kesal akan tetapi ketiganya tetap tenang dan tak kehilangan fokus karena melawan iblis terkuat tak boleh asal-asalan.
"Ayolah, serang aku!! Ya, jika kalian tak mau mengerangku maka biarkan aku yang menyerang kalian..." ucap 'si akhir' dengan nada meremehkan.
"Zink!!" Mendadak Torano berteleport dan muncul lagi tepat dihadapan 'sang iblis terkuat'
Ia langsung saja menebaskan pedang angin dan pedang kegelapan miliknya, "Cthing!!!" 'Si akhir' yang memiliki respon cepat mengkis dengan pedangnya yaitu Excalibur.
"Berani sekali menyerangku dari arah depan, apa kau meremehkanku?" Ejek 'si akhir'
"HIIAA...!!!!" Torano meningkatkan energi sehingga dua pedang yang ia genggam menunjukan elemennya.
Ya, pedang yang ditahan sang iblis mendadak meledakan kegelapan dan pusaran angin pencabik.
'Si akhir' sedikit terdorong dari tempatnya berpijak dan iapun mengejek, "Padahal kau punya Raja Pedang akan tetapi mengapa malah bertarung menggunakan dua senjata yang seperti mainan itu?"
Torano tak peduli, ia menebaskan kedua pedangnya secara bersamaan, "Sllash!!!" Angin pencabik yang berpadukan dengan kegelapan melesat.
"Khi..." 'si akhir' tersenyum menyeringai dan iapun menepis serangan Torano menggunakan pedangnya.
"Kau lengah..." ucap Ryusuke yang telah berada dibelakang punggung 'sang iblis terkuat', ia langsung saja memukul wajah 'si akhir' dengan tinju berbalut api, "Jbbllast!!!!"
'Si akhir' terlempar jauh hingga menembus bangunan dan sekarang berada diluar.
Ya, dibawah langit kemampuan Daisuke meningkat berkali lipat, ia melayang diudara dan tengah mengumpul petir yang berada didalam awan.
"Terima ini!!"
"...!!!" 'Si akhir' terkejut begitu sebuah kilatan petir melesat dari langit, "DHUUAARR...!!!!" Ledakan petir itupun sangat besar sampai terlihat dari segala penjuru Aera.
__ADS_1
"Tap... tap..." Ryusuke dan Torano keluar bangunan tersebut, mereka menatap ke arah ledakan petir.
"Dengan serangan seperti itu ku yakin tubuhnya sudah hancur..." ucap Torano.
"Jangan berfikir begitu!! Dia merupakan pemimpin para 'raja iblis' dan ku yakin kemampuannya tak hanya sebatas itu..." ucap Ryusuke
Torano pun terdiam.
"Berhati-hatilah karena ku yakin kemampuannya yang sebenarnya sebentar lagi akan ditunjukan..." Ryusuke terlihat serius.
Keduanya bergegas pergi ke tempat Daisuke.
Daisuke menghentikan serangannya lalu nampaklah kepulan asap yang berasal dari bekas serangannya.
"Tunjukan dirimu..." ucap Daisuke
Secara mendadak angin kuat berhembus dan menyapu kepulan asap itu sehingga nampaklah 'si akhir' berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun, "Hahahahaha...!!!! Aku terkejut kalian bisa mendesakku!! Ya, ku akui kalian bocah-bocah yang sangat berbakat..."
"Aku tak butuh pujianmu..." ucap Daisuke dengan sorot mata tajam.
"Hahahahaha...!!! Sangat mengejutkan 3 senjata terkuat berkumpul dihadapanku dan aku tak menyangka akan melawan ketiganya secara bersamaan..." 'si akhir' terlihat senang.
"Apanya yang hebat dari 3 senjata terkuat?"
Daisuke menatap tajam, "Legenda kuno? Aku semakin tak mengerti apa yang sedang ku katakan?"
"Mungkin kalian mengetahui tentang legenda 6 pendiri dari 6 jalan akan tetapi kalian pasti sama sekali tak tau soal kisah Ksatria Emas Legendaris..."
Torano dan Ryusuke sampai.
"Jarak antara era 6 pendiri dan era Ksatria Emas Legendaris terpaut 4.000 tahun..."
"Ya, dan kisah Ksatria Emas Legendaris bagaikan dongeng saja hingga akupun mengaguminya..."
"Ia yang hidup sekitar 6.000 tahun dari sekarang memiliki pencapaian yang belum pernah diraih oleh siapapun..."
"Konon dikatakan ia merupakan orang pertama pemilik kekuatan jubah raja..."
Ryusuke terlihat serius, "Cih, aku masih tak mengerti, memangnya apa hebatnya Ksatria Emas itu?"
"Hahahaha...!! Bodoh, ia hidup diijaman awal penciptaan dan dijaman itulah kejayaan era purba dengan berbagai makluk mengerikan berkeliaran dipermukaan bumi..."
__ADS_1
"Kemampuan makluk saat itu sangat tak terbatas!! Melempar gunung, mengangkat lautan dan membelah benua adalah kemampuan yang wajar diera penciptaan..."
"Diera penciptaan sang Ksatria Emas memiliki satu musuh yang sangat kuat karena sang musuh hampir menaklukan semua ras diera itu..."
"Musuh Ksatria Emas sangatlah kuat dan ia dijuluki 'sang raja serakah'..."
"Keserakahannya melampaui batas karena hampir menaklukan seluruh penjuru dunia dengan kekuatannya, iapun tak pernah merasa puas..."
"Sangat serakah dan sangat serakah tapi sayangnya musuh seperti itu sudah dikalahkan oleh Ksatria Emas Legendaris..."
"Lalu apa hubungannya kisah mereka dengan 3 senjata terkuat?" Tanya Torano.
'Si akhir' tersenyum menyeringai, "Dalam kisah itu sejarah terkelam terbentuk!! Ialah pengguna 3 senjata terkuat sebelum kalian..."
"Dia menaklukan dunia dengan 3 senjata terkuat itu..."
"Apa...!!!" Sontak penjelasan 'si akhir' membuat ketiganya terkejut.
"Aku adalah salah satu pengagum Ksatria Emas Legendaris dan memiliki impian untuk melampauinya akan tetapi sangat disayangkan ia hidup diera lampau sehingga kami tak memiliki kesempatan bertarung..."
"Akan tetapi sekarang ini 3 senjata terkuat berkumpul tepat dihadapanku dan mungkin dengan mengalahkan ke-3 nya sekaligus pencapaianku akan sama dengan Ksatria Emas Legendaris..." ucap 'si akhir' yang tiba-tiba meningkatkan energi sehingga meledakan api dari kedua pijakan kakinya. Ia terlihat sangat bersemangat.
Ketiganya sampai terdorong ke belakang karena kuatnya energi yang dikeluarkan oleh 'si akhir'
"Pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai..." ucap Daisuke.
"Ya, aku tau..." jawab Torano dengan ekspresi geram.
"Mau tak mau kita harus mengerahkan semua yang kita miliki..." ucap Ryusuke.
'Si akhir' tersenyum menyeringai, "Bersiaplah, aku datang!!!" Iapun melesat sangat cepat ke arah Torano dan memukul dengan tinju api.
"Jbbllast!!" Torano sempat menahan dengan menyilangkan kedua pedangnya akan tetapi karena kuatnya hantaman iapun terhempas hingga menembus beberapa bangunan.
"Sialan..." Daisuke segera melesat ke angkasa dan menembakan kilatan-kilatan petir dari ujung jar-jarinya, "Sllash!! Sllash!!"
'Si akhir' berlarian zig-zag untuk menghindari rentetan hujan petir yang datang dari atas.
Dilain sisi Ryusuke mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu memfokuskan energi pada telapak tangan itu dan sebuah cero terbentuk, "WUUSS...!!"
"...!!" 'Si akhir' terkejut pada tembakan cero itu.
__ADS_1
"DHUUAARR...!!" Ledakan yang sangat besar terjadi dan menengenai tetap sasaran akan tetapi meskipun begitu baik Ryusuke maupun Daisuke tetap waspada.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1135 : 3 Ark Terkuat