
Empat petarung Red Eagle yang telah menyelesaikan pertarungannya muncul dan menghalau tembakan-tembakan laser dari Silka dengan pedang mereka.
Hal itu membuat Kitsune yang diambang keputusasaan sangat senang sampai-sampai meneteskan air mata, "Kalian datang diwaktu yang sangat tepat!!!!! Aku sangat berterima kasih...!!!"
Keempatnya merupakan kapten Red Eagle dan mereka adalah Yoshimura Kiba, Kanzaki Shirou, Aogami Ritsu dan Toushiro Yuri.
"Cih, bau menyengat apa ini?" Ucap Kiba.
"Itu kentutku..."
"Kenapa kau bisa kentut sebau ini?" Ucap Shirou.
"Yah, itu karena ketakutanku sedang dalam puncaknya dan hal itu membuat kentutku jadi sangat bau..." jelas Kitsune dengan wajah agak malu.
"Tak perlu takut lagi karena kami ada disini..." sahut Yuri.
Ritsu yang mengamati kedua musuh mereka berkata, "Mereka tak abadi lagi akan tetapi kita yang sudah kelelahan tak boleh meremehkan mereka berdua..."
"Ya..." jawab ketiga rekannya serentak.
Kitsune merasa sangat senang karena keberuntungan yang tak terduga datang padanya, iapun bergumam dalam hati, "Aku mengandalkan kalian..."
Dihadapan mereka, Tesla menatap tajam dan bergumam dalam hati, "Meski aku telah memperberat gravitasi tapi mereka masih dapat berdiri tegak yang artinya mereka berempat kuat..."
"Kami tak boleh meremehkan mereka..." si iblis gravitasi itupun jadi waspada dan ia berteriak pada iblis wanita yang berada diangkasa, "Silka, hati-hati!!!"
"Aku tau!!!" Jawab Silka dengan menatap ke bawah yang terlihat sangat geram.
Pertarungan dimulai.
Ritsu mengenakan topeng iblisnya dan hal itu memperkuat kekuatan fisik dan kecepatannya, ia memperkuat pijakan kaki lalu melesat ke angkasa dengan sekali lompatan, "Sllash!!!" Ia menebas akan tetapi dapat ditahan Silka dengan mengatupkan dua sayap ke depan.
"Sialan, dia memiliki topeng iblis..." gumam Silka dalam hati.
Dibawah, Kiba menarik senjata dewa yang merupakan belati yang tersarung pada sarung tangan kanannya, "Menarik!!" Ucapnya yang tersenyum menyeringai tanda bersemangat.
Belati tersebut memanjang dan berubah menjadi pedang dengan warna putuh sementara itu sarung tangan kanannya berubah menjadi armor melapisi sampai ke bahu.
Dengan tangan kanan berlapiskan armor, ia menarik sebuah pedang hitam dari pinggangnya, "HIIAA...!!!" Ia memperkuat pijakan kaki dan mulai meningkatkan energi.
__ADS_1
Pedang putih yang merupakan senjata dewa terlapisi elemen petir sementara itu pedang hitam terlapisi oleh pusaran angin pencabik, "Sllash!!!" Dari bawah ia menebas dan angin pemotong yang berpadukan dengan petir melesat.
"...!!!!" Baik Ritsu maupun Silka terkejut.
Ritsu segera menghindar akan tetapi Silka berusaha menahan serangan itu dengan mengatupkan kedua sayapnya, "Cruat!!!" Kedua sayap Silka terpotong dan ia jatuh ke bawah.
Ritsu agak kesal, "Sialan, si Kiba itu nyaris saja mengenaiku..." gumamnya dalam hati yang kemudian melesat menukik ke bawah mengejar Silka.
Sebelum jatuh sampai ke tanah terlebih dahulu kedua sayap Silka pulih dengan kemampuan regenerasi, ia kemudian menjaga keseimbangan dan tak sampai membentur tanah.
"Nyaris saja..." pikir Silka.
Silka merasa lega akan tetapi mendadak dari atas Ritsu menusukan pedangnya, "Jlleebb...!!!" Tusukan tersebut tepat saat Silka mendongak ke atas sehingga mata kiri si iblis wanita itu tertusuk hingga pedangnya menembus kepala.
"ARRGGHH..." Silka berteriak kesakitan dan mencoba mencoba melepaskan pedang yang menembus kepalanya akan tetapi Ritsu memegangi erat-erat.
Kiba tak menyia-nyiakan kesempatan dan iapun berlari mendekat.
"Silka!!" Teriak Tesla yang khawatir, iapun melemparkan gaya dorongan pada Kiba dan sukses membuatnya terlempar.
"Lawanmu ada disini..." ucap Yuri yang bersiap dengan tekniknya, ia mengangkat pedang ke atas dengan posisi ujung mata pedang dibawah dan menusukan ke tanah.
"KRAK!! KRAK!!" Permukaan tanah perlahan membeku dan gelombang es yang tinggi menjulang melesat.
"DHHUUAARR...!!" Gelombang es itu meledak dengan sekali tembakan akan tetapi Shirou dengan tindakan gilanya menerjang kobaran api dan kemudian melompat tinggi.
"Apa!!!" Tesla terkejut dan iapun mengarahkan kedua telapak tangan ke atas lalu mengaktifkan kemampuannya, "Gravitasi Zero" mendadak saja gravitasi menghilang dan hal itu membuat Shirou melayang diudara.
"Percuma saja..." ucap Shirou dengan menarik pedang besar dari punggungnya dan mengayunkannya sekuat tenaga, "10 Ton!!!!"
"DYYEESS...!!!" Meski gravitasi telah dihilangkan tapi tetap saja Tesla terkena pedang besar Shirou dan hal itu membuatnya jatuh terperosok ke dalam tanah.
Dilain sisi, Kiba yang sebelumnya dihempaskan oleh gaya dorongan kuat secara perlahan bangkit, "Sialan, yang tadi itu apa?" Ucapnya yang tak tau telah terkena kemampuan musuh, ia kemudian menatap ke arah Silka.
"Dia tak berdaya jadi kesempatanku untuk menghabisinya..." ucapnya yang kembali berlari mendekat.
Silka masih berusaha melepaskan pedang yang menusuk mata hingga menembus kepalanya itu, "Kurang ajar!!!!" Ia meronta-ronta akan tetapi Ritsu memegangi erat-erat.
"Brengsek!!!!" Ia kemudian meningkatkan energi lalu mengepakan kedelapan sayapnya sehingga menembakan laser-laser pada Ritsu yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Ritsu keras kepala dan ia sama sekali tak melepaskan genggaman pedangnya, "Cepatlah sialan!!!!"
"Cih, bersabarlah!!!" Teriak Kiba yang berlari dan langsung menebas menggunakan dua pedang yang berlapiskan petir dan angin pemotong, "Sllash!!!" Sayap berserta tubuh Silka terpotong.
Ritsu buru-buru menarik pedangnya akan tetapi ia dengan cepat mengayunkan pedangnya, "Sllash!!!" Pedang tersebut diarahkan ke leher dan sukses membuat kepala si iblis wanita terpisah dari tubuhnya.
Ya, si iblis wanita tak dapat beregenerasi lagi dan iapun mati.
"Hah... hah... hah..." baik Ritsu maupun Kiba mulai mengatur nafasnya.
"Kita menang..." ucap Kiba.
"Ya..." sahut Ritsu.
*
Silka 'si iblis wanita' telah dikalahkan dan tersisa Tesla yang jatuh terperosok dan tertimpa pedang milik Shirou.
"Sialan!!!" Ia secara perlahan mengangkat pedang milik Shirou dan kemudian berdiri tegak.
"Oh, lumayan..." Shirou mengangkat kembali pedangnya dan melompat ke belakang.
"Hah... hah... hah..." Tesla secara perlahan mengatur nafasnya lalu bertanya, "Mengapa pedangmu sangat berat?"
"Karena kemampuanku adalah memperberat benda..." jelas Shirou dengan entengnya.
"Tap... tap... tap..." Kiba dan Ritsu berjalan mendekat dan hal itu membuat Tesla terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Kiba melemparkan kepala si wanita iblis dan kepala itu jatuh tepat dihadapan Tesla.
"Tidak mungkin..." ucap Tesla yang shock dan seolah tak ingin mempercayai kematian rekannya.
"Terimalah kenyataan itu..." sahut Ritsu dengan entengnya.
Mendadak saja tekanan gravitasi menjadi sangat berat bahkan untuk bernafas saja susah.
Yuri yang berjalan mendekat pada rekan-rekannya berkata, "Lihat apa yang telah kalian lakukan? Dia marah dan sekarang dia akan mengamuk..."
"Tenang saja, kita berempat pasti dapat menghentikannya..." ucap Shirou dan keempatnya berdiri sejajar dihadapan sang iblis.
__ADS_1
"Kurang ajar!!! Kalian tak bisa diampuni!! Kalian lebih buruk dari pada iblis...!!!" Teriak Tesla penuh emosi.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1176 : Tersisa Empat