
DUARR...
Al ledakan sebuah confetti party ke kamar Tasya tepat jam 12 malam.
"HAPPY BIRTHDAY TASYA!"
Tasya kaget dan langsung terjaga dari tidurnya. Ternyata Tante, Abang, Zea dan teman-temannya menyiapkan kejutan malam ini. Tasya merasa terharu dibuatnya.
Happy Birthday Tasya
Happy Birthday Tasya
Happy Birthday Happy Birthday
Happy birthday Tasya
"YAYY HAPPY TWENTY BOCIL!!!" Teriak mereka bersama-sama.
Tasya menangis terharu, ternyata di usianya yang menginjak 20 tahun dia masih mendapatkan kejutan dari orang-orang terdekatnya.
"Aaaaaaaa sek-sek, gue terharu," ucap Tasya.
"Lah bisa bahasa Jawa dia sekarang guys," teriak Monik saat mendengar Tasya mulai mengikuti logat mereka.
"Haha hahahaha ya kebiasaan bareng kalian. Makasih ya kalian masih bikin kejutan buat gue kaya ginii. Hueee gue terharu," ucap Tasya sembari memeluk Amara.
"Ututu, sayangnya Tante. Oke-oke sekarang mending make a wish habis itu potong kuenya," kata Amara.
"Emmm oke."
Tasya pun memejamkan mata sambil menyebutkan apa saja yang dia harapkan di hari ini.
"Semoga di usia gue kali ini gue bisa semakin dewasa, gak cengeng, semoga gue bisa jauh lebih kuat dari sebelumnya dan selalu bahagia. Semoga juga bisa banggain papa, abang, sama tante Amara. Selebihnya engkau tau do'aku ya Allah. Terakhir deh, semoga Viko ada di sini, tapi gak mungkin sih, cuma minta dulu aja," batinnya.
"Lama amat do'a lu, Sya," protes Al.
__ADS_1
"Ihhh diem, gue lagi negoisasi sama Allah," jawab Tasya polos lalu dia meniup lilinnya.
Semua orang bertepuk tangan, mereka senang membuat Tasya bahagia di jam-jam awal pergantian usianya. Karena Tasya memang layak mendapatkannya.
"Ayok potong kuenya, kasihin ke orang yang paling lo sayang," ucap Belva.
Tasya tersenyum, kalau disuruh memilih tentu saja dia akan memilih Radit. Tapi Kue pertama itu katanya ketulusan karena di potongan pertama semua harapan dan doa juga ikut di dalamnya. Akhirnya Tasya mengambil garpu dan pisau dari tangan Al dan langsung menyuapkan kue pada mereka satu persatu.
"Gue sayang semuanya, karena potongan pertama itu sakral gue mutusin gak akan potong biar semua kebagian kasih sayang dari gue. Pertama buat Abang, makasih ya Abang selalu ada buat Tasya, makasih selalu berusaha jadi abang terbaik dan menghadapi gue yang banyak ngambeknya ini, i love you Abang," ucap Tasya sambil menyuapi Radit dan Radit pun menerimanya.
"I love you more than you know, My Princess," balas Radit sembari mencium puncak kepala adiknya itu.
"Tante, makasih udah sayang sama Tasya seperti anak sendiri. Tante itu lebih dari sekedar ibu buat Tasya, aku sayang tante," ucap Tasya yang menyuapkan kue pada Amara dan Amara dengan senang hati menerimanya.
"Oh Tante juga tentu sayang sama Tasya," Amara menciumi kedua pipi Tasya, dia benar-benar menyayangi Tasya.
"Al, makasih ya selalu jadi rumah dalam segala hal. Makasih udah selalu jadi malaikat pelindung buat gue. Gue emang jarang bilang kaya gini, tapi gue sayang banget sama lo." Tasya tersenyum dan menyuapkan kue kepada Al. Al malah mengambil potongan kue lainnya dan menyuapkan juga ke Tasya.
"Gua juga sayang sama lu," ucap Al sembari mengelus puncak kepala Tasya lembut.
"Ini buat Kak Zea. Makasih ya Kak selalu temenin gue juga. Gue gak punya Kakak perempuan, tapi gue bisa rasain dari lo. Gue sayang banget sama lo, makasih udah anggap gue kaya adik sendiri. Awuffuu," ucap Tasya sambil menyuapkan kue kepada Zea dan Zea pun menerimanya dengan senang hati
Setelah itu Tasya menyuapi semua sahabat-sahabatnya yang selalu ada untuknya saat ini, selalu mensuport mereka dalam keadaan apapun. Mungkin kalau Ada Sherli, Sarah dan Niken dia pun akan menyuapi mereka. Dan juga Viko, tapi mereka tidak ada di sini.
...~ β’ ~...
Setelah memberikan kejutan kepada Tasya mereka pun mengadakan acara barbeque-an, hari ini hari Sabtu dan tentu mereka libur, jadi tidak masalah kalau mereka begadang sampai pagi.
Tasya, Zea, Monik, dan Belva sibuk membantu Amara menyiapkan bumbu dan dagingnya. Al, Angkasa dan Yoda membantu Radit untuk menyiapkan peralatan.
Tasya membuka ponselnya, ternyata banyak sekali yang mengirimi ucapan tepat tengah malam. Namun tidak ada satu pun orang yang dia pikirkan mengucapkannya. Sherli, Sarah, Niken dan Viko apa benar-benar melupakannya?
Daripada sedih Tasya memilih memposting photo-photo malam ini dan memasangnya di story dengan caption : Twenty! πΌπ
Al melirik ke arah Tasya, dia ingat akan memberikan 1 hadiah lagi untuk gadis itu. "Bentar ya, gua mau ngomong sama Tasya dulu."
Radit dan kedua temannya pun mengangguk, membiarkan Al melakukan apa yang dia inginkan hari ini. Al pun menghampiri Tasya dan mengajaknya menjauh dari keramaian.
__ADS_1
"Mau apa, Al?" Tanya Tasya yang bingung tiba-tiba diajak ke sini.
Al mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna dongker dari saku celananya dan memberikannya pada Tasya. "Hadiah buat lu."
Tasya menerima kotak itu tapi masih menatap Al. "Bukannya tadi lo udah kasih hadiah juga buat gue?"
Al mengangguk, dia memang sengaja membelikan 2 kado untuk Tasya dan satu ini harus dia berikan langsung agar Tasya memakainya. "1 lagi, kan udah kepala dua jadi kadonya juga dua."
Tasya tersenyum senang, entah kenapa Al mengobati rasa kecewanya malam ini karena tidak mendapatkan ucapan dari Viko dan sahabat-sahabatnya di sana.
"Buka lah," pinta Al.
"Boleh dibuka sekarang emangnya?" Tanya Tasya memastikan.
Al mengangguk dan tersenyum. "Boleh, emang harusnya dibuka sekarang."
Mendengar penuturan Al, Tasya pun membuka kotak itu. Matanya berbinar saat melihat sepasang anting kupu-kupu yang cantik berwarna perak disertai berlian kecil yang simpel. Tasya menatap Al, kenapa dia selalu tau apa yang Tasya sukai?
"Suka?" Tanya Al.
"Bangett, gue suka banget Al ini baguss!!" Jawab Tasya.
"Sini gua pakein," ucap Al.
Tasya pun menyelipkan rambutnya di daun telinga. Dengan perlahan Al membuka anting Tasya yang lama dan memasangkan anting kupu-kupu yang dia belikan untuk Tasya.
"Gak ada yang punya, soalnya gua yang desain sendiri khusus buat lu," kata Al.
"Serius? Jangan bikin gue salting kenapa?" Kesal Tasya.
"Serius, gua gak pernah bohong sama lu kan kecuali beberapa hal yang emang harus gua tunda kasih taunya?"
Memang benar sih, Al tidak pernah berbohong padanya. Tasya melihat anting sebelah yang belum terpasang. Mendengar Al bicara seperti itu dia merasa sangat berharga karena Al memberikan effort yang besar untuk ulang tahunnya kali ini.
"Selesai, udah cantik." Al tersenyum dan menyimpan anting lama Tasya si kotak itu.
"Makasih ya, Al. Lo tau gak, gue malam ini sedikit kecewa karena gak dapet ucapan tengah malam dari beberapa orang. Tapi gue seneng lo gak pernah lupa dan selalu ngasih yang terbaik buat gue. Kita harus sahabatan selamanya!" Tasya memeluk Al dengan erat, dia benar-benar beruntung memiliki Al dalam hidupnya. Dia sangat beruntung.
__ADS_1
Al pun tersenyum, meskipun Tasya hanya menganggapnya sebagai sahabat, tapi Al senang karena Tasya bisa bahagia hari ini dan dia menjadi bagiannya. Entah sampai kapan perasaannya bertahan, dia akan benar-benar melupakan ketika Tasya sudah menemukan pelabuhan terakhirnya.
Radit melihat mereka dari kejauhan, entah apa yang terjadi pada hubungan Tasya dan Viko dia memang tidak mengetahuinya. Satu hal yang pasti adalah Al menepati janjinya agar membiarkan Tasya memilih pendampingnya sendiri dan membiarkan masalah perjodohan ini mengalir begitu saja. Entah pada akhirnya Tasya akan dengan siapa, tapi Radit berharap semoga Tasya mendapatkan yang terbaik dan membuat dia bahagia di masa depan.