Life As Ketua Osis

Life As Ketua Osis
Welcomeback Ibu Ketos!


__ADS_3


"Abang, harus banget ini matanya ditutup?" tanya Tasya yang sedari tadi gerah ingin membuka penutup matanya.


"Iya harus, soalnya ada kejutan buat lu," ucap Radit sambil terus melajukan mobilnya.


"Nanti pas buka pasti burem kalau kaya gini. Buka aja ya, gak betah," rajuk Tasya perlahan.


"Eeehh jangan, sekali aja. Sekali doang yaa, jangan dilepas dulu. Gua punya kejutan buat lu, yakali dibuka, gak asik," bujuk Radit sambil menahan tangan Tasya dengan tangan satunya.


"Hmm yaudah deh, cepet yaa." Tasya pun pasrah dengan semuanya. Sebenarnya dia tidak ingin pergi ke sekolah. Rasanya seperti hari pertama ospek, banyak yang dia pikiran dan banyak ketakutan yang dia rasakan.


Mereka sudah sampai di sekolah Tasya, Radit pun memarkirkan mobilnya di dekat halte. Setelahnya dia langsung membawa adiknya itu ke gerbang sekolah.


"Bentar, nahh udah sampe. Diem dulu sebentar." Radit memposisikan Tasya di tempat yang sudah ditentukan. Dia berdiri di belakang Tasya sambil melihat ke depan. Radit pun memberi instruksi kepada orang-orang dengan jarinya.


1


2


3


Radit membuka penutup mata Tasya dan ...


"WELCOMEBACK TASYA." semua berteriak sambil meniup beberapa terompet untuk memeriahkan penyambutan sang Ketua OSIS itu.


Tasya yang masih berusaha menetralkan pengelihatannya sedikit kaget saat melihat banyak orang yang menyambutnya. Dari mulai teman sekelasnya, adik kelas, kakak kelas, guru-guru dan rekan OSISnya. Tasya terharu melihat itu semua dan dia tersenyum. Entah bagaimana dia harus menjelaskan perasaanya.


"Abang thank u .... " Tasya memeluk Radit dengan erat, dia senang dengan semua ini. Hal ini membuat pikiran-pikiran yang sedari tadi mengganggunya berkurang.


Radit menangkup pipi Tasya sambil tersenyum, " Udah gua bilang banyak yang sayang lu di sini. Enjoy lah."


Tasya pun menghampiri mereka semua dan disambut hangat oleh mereka. Sherli, Sarah dan Niken langsung memeluk Tasya.


"Akhirnya lo balik juga ke sekolah, kita kangen banget," ucap Sarah.


"Benerr kita kangen banget, cabatkuuu," kata Niken.


"Aaaaa kita lengkap." Sherly senang melihat mereka bisa berkumpul lagi dan melihat Tasya memulai aktivitas normalnya.


"Selamat datang kembali di sekolah, Tasya. Ibu dan bapak guru  di sini hanya ingin mengungkapkan rasa senang karena murid teladan nya telah kembali ke sekolah," ucap bu Beti.


"Iya, oleh karena itu kamu yang semangat ya. Apapun masalah yang sedang kamu alami, jangan jadikan penghambat masa depanmu. Semua orang banyak yang sayang kamu loh, Nak." Pak Jaya tersenyum sambil menepuk bahu Tasya pelan.


Tasya pun mengangguk mendengar itu semua. Dia tidak membayangkan kalau satu sekolah bisa melakukan ini padanya, dia merasa beruntung meskipun sebenarnya dia pusing berada di tengah keramaian seperti ini, " Iya Pak, Bu. Tasya janji bakalan semangat buat sekolah lagi."


Semua orang bersorak, banyak kebahagiaan yang tercipta di sana. Terkhusus untuk Tasya. Viko yang melihat itu pun tersenyum, iya dia lah yang menyusun ini semua. Dia senang bisa membuat Tasya bahagia hari ini dan dia berjanji akan melakukan itu untuk seterusnya.


Sementara Chandra dia belum berani menunjukan dirinya di hadapan Tasya. Dia takut jika Tasya belum bisa menerimanya atau justru benci?


...~ • ~...

__ADS_1


Tasya sibuk mengerjakan soal-soal matematika yang ada di hadapannya. Sesekali dia meringis dan menepuk-nepuk kepalanya. Terkadang dia merasa sedikit kesulitan mengerjakan beberapa soal yang padahal menurutnya dulu dia bisa kerjakan dengan mudah. Dia mulai berpikir yang aneh-aneh dan merasa ada yang salah dengan dirinya.


Sherli melirik Tasya, dia paham apa yang terjadi. Dia sebenarnya sedih melihat Tasya seperti itu, tapi dia harus menjadi suport system untuk Tasya dan itu memerlukan ketegaran dan pikiran yang bijaksana.


"Udah-udah, istirahat dulu. Nanti gue bantu, jangan dipaksain," ucap Sherli sambil menutup buku catatan Tasya.


Tasya mengangguk pelan sambil mengatur napasnya yang sedikit tercekat. Viko menatap Sherli seolah bertanya 'Kenapa?"  dan Sherli pun mengisyaratkan kalau dia bisa menanganinya.


"Lo itu baru masuk sekolah, otak lo masih kaget buat nerima pelajaran. Nanti kita selesain bareng-bareng ya?" ujar Sherli.


"Ada yang aneh sama otak gue kayanya," kata Tasya.


"Engga, jangan overthink. Lo cuma kaget aja karena sebulanan gak sekolah. Nanti lama-lama juga terbiasa, lo kan pinter."


Kriiiiingggg ....


Bel istirahat pun berbunyi, semua murid berhamburan ke luar kelas untuk mengisi perut mereka.


"Nah udah istirahat, mending kita ke kantin," ajak Sherli.


"Ayokkkkkkk," sahut Niken dan Sarah yang ada di hadapan mereka.


"Gak deh, kayanya gue mau selesaiin catatan gue yang numpuk kemarin-kemarin," tolak Tasya perlahan.


"Apaan hidup dibawa santai boss, jangan serius-serius banget. Kantin yokk," seru Bagus yang tiba-tiba saja nimbrung.


"Iya ayok, lu juga perlu istirahat dan perlu makan," ajak Viko.


Merasa tidak ada jawaban dari Tasya Niken dan Sarah pun menarik tangan Tasya lalu menggandengnya. "Udah, nanti catatan lo kita yang bantuin."


Mereka duduk di salah satu meja kantin, meskipun Tasya belum seceria dan se-cerewet biasanya, mereka senang karena bisa duduk di sini bersama Tasya lagi. Tasya merindukan tempat ini, rasanya sudah lama sekali dia tidak ke sini.


"Sya lo mau apa? Biar gue sama Reza pesenin," tanya Niken.


"Samain aja," jawab Tasya.


"Gua biasa ya," kata Viko.


"Gue juga," kata Sherli.


Niken dan Reza sibuk mencatat pesanan, sementara Tasya mengecek notif pesan dari ponselnya.


Abang Jelek :


Pulang sekolah gua punya kejutan, semoga lu suka.


Tasya hanya mengiyakan itu, dia tidak tau apa yang akan Radit berikan kali ini. Viko menatap Tasya yang sibuk dengan ponselnya.


"Sya," panggil Viko.


"Hm?" Tasya langsung mengarahkan pandangannya pada Viko.

__ADS_1


"Pulang sekolah bareng gua ya?" tanya Viko.


"Boleh, tapi kayanya mau ke OSIS dulu. Gak enak sama mereka." jawab Tasya.


"Lu gapapa emang? Baru masuk udah kumpul OSIS aja."


"Gapapa, kan kewajiban."


"Yaudah gue tungguin," kata Viko nyengir.


"Gapapa?"


"Buat lu apa sih yang engga, mereka juga ikut nungguin kok yakan?" tanya Viko pada yang lainnya.


"Of course, sekali-sekali liatin anak OSIS gak buruk juga," kata Sherli sambil merangkul Tasya.


"Beneran gapapa?" tanya Tasya Ragu.


"Gapapa elah, santai aja," ucap Sarah.


"Yaudah, makasih ya kalian." Tasya pun tersenyum.


"Btw si Reza akur ye sama Niken, bisa kali jalanin rencana," celetuk Bagus.


"Rencana apa?" tanya Sarah.


"Jodohin mereka. Yang satu bolot, yang satu lagi lemot. Pas," kata Arka.


"Woyy benerr gue setuju ahahahah," sambung Sherli.


Tak selang berapa lama pun makanan datang, Tasya tersenyum melihat satu piring siomay di hadapannya. Rasanya dia sudah lama tidak merasakan siomay Pak Adung. Mereka pun menyantap makanan mereka dengan gelak tawa karena gurauan satu sama lain.


"Eh, Sya. Lu tau gak, waktu lu gak masuk si Sherli kena hukuman anjirr," kata Reza Heboh.


"Wah iya? Kenapa?" tanya Tasya sambil melirik ke arah Sherli.


"Soalnya dia sama Arka ketauan lagi mojok di rooftop ahahahahaha mana si Arka sama Sherli lagi nonton gratisan eh ada iklan porno, ketauan pak Jaya ahahahahaha," jelas Reza sambil terbahak.


"AHAHAHAHHA anjir bener gua ngakak banget, lagian anjir nonton gratisan hahaha," timpal Viko sambil tertawa.


"HEHH GILA, Itu kan gue pikir ya kita jamkos anjir


Mana gue gak tau kalau ada razia sampe ke rooftop," kesal Sherli.


"Ahahahahha sampe-sampe ya lo tau gak mereka berdua dipanggil apa sama pak Jaya?" Giliran Saran bersuara.


"Apa?" tanya Tasya yang sedikit mengeluarkan tawanya.


"Bocah porno! AHAHAHA, jadi kalau ketemu pak Jaya mereka berdua dipanggil bocah porno," lanjut Sarah yang dihadiahi gelak tawa yang lainnya.


"Gua kan gak mau nonton berbayar anjir, kalau ada jalan tikus mending gua gratisan lah anyink. Emang apes ae gua keciduk sama pak Jaya pas iklan porno bangsat," kesal Arka.

__ADS_1


Mereka pun tidak bisa menahan tawanya, termasuk Tasya. Suasananya mencair akibat cerita-cerita selama Tasya tidak sekolah. Banyak yang mereka ceritakan sehingga Tasya bisa tertawa lagi. Viko lagi-lagi senang karena bisa membuat Tasya tertawa.


Dasar Viko bucin.


__ADS_2