Life As Ketua Osis

Life As Ketua Osis
Perbedaan Waktu


__ADS_3


"Kangennnnn, kalian gimana kabarnya?" Tanya Tasya pada Sherli, Sarah dan Niken. Mereka memang sengaja meluangkan waktu untuk zoom dan melepas rindu.


"Aaaa kangen lo juga, Sya. Pasti seru udah punya temen baru," ucap Niken sambil memberenggut.


"Iyaa, waktu itu gue liat postingan lo. Sedih bangett, pasti anak sana lebih seru dari kita," timpal Sarah.


"Apalagi kan anak Surabaya tuh pada keren-keren pasti lo betah ya?" Kini giliran Sherli yang berbicara.


"Seru, tapi lebih seru kalian kok. Jangan cemburu, gue tuh mencoba bersosialisasi aja. Kalau deket ya jelas lebih deket sama kalian. Gemesnya cabat-cabatku cemburu," balas Tasya yang gemas melihat kecemburuan teman-temannya.


"Ya abiss gue takut tau kalau lo lupain kita. Mana ya gue sekarang cuma sama Niken doang kemana-mana. Sherli malah jadi deket sama Bagus," kata Sarah.


"Hahaha, iya kah? Itu kan karena dia sama Bagus satu fakultas kasian juga Sherli gak ada temen. Lo juga kemana-mana sama Niken karena ngerasa belum punya temen kan?" Tanya Tasya terkekeh.


"Bener, gue cuma kenal Bagus anjir. Kalau gak ada dia gue susah buat adaptasi, alhasil sekarang lumayan lah gue ada temen di sana biar nanti pas ospek ga kaya orang dongo," kata Sherli.


"Ya iya sih, Sher. Gue juga gitu sama Sarah. Kita bareng-bareng cari temen. Karena bingung kalau gak ada kalian," balas Niken dengan wajah sedihnya.


"Nah itu yang gue maksud. Kita juga harus bersosialisasi sama lingkungan baru kita masing-masing, tapi kan kalian gak lupa sama gue. Begitu juga sama gue, lo tau sendiri gue baru di sini, gak tau tempat, gak ada temen juga," jelas Tasya.


"Hhehe iya sihh, ya cemburu kan wajar Tasya. Takut lo lupa sama kita," ucap Sherli.


"Engga lah, gue tuh suka duka sama kalian. Dari gue seneng, sedih, bahkan di saat gue bener-bener ada di titik terendah tuh sama kalian. Gue keliatan deket sama mereka ya karena gue gak ada temen lagi di sini kecuali Al. Jangan mikir gitu, nanti gue sedih."


"Ihh gue terharu masa, maaf ya. Gue tuh kemarin udah mikir gimana-gimana soalnya gue kangen sama lo, yang biasanya kita sama-sama eh sekarang harus masing-masing," kata Sherli.


"Iyaa bener itu yang gue rasain sama Niken juga, jadi kita mikirnya lo lebih suka sama temen di sana karena suka post story sama mereka," jelas Sarah.


"Huumm, maaf yaaa," ucap Niken.

__ADS_1


"Gapapa, wajar kalau kalian mikir gitu. Tapi trust me, gue gak akan lupain kalian. Kalian gak tega juga kan kalau gue di sini kaya orang dongo? Gue janji deh kalau luang gue ke Bandung. Ketemu sama kalian," kata Tasya mencoba membuat teman-temannya tersenyum.


"Ya gak tega lahh, gapapa lo sama mereka. Yang penting gue udah tenang kalau lo udah bilang kaya gini. Aaaa kangen," ucap Sherli setengah berteriak.


"Gue juga kangen kalian guys, kalian harus baik-baik ya di sana. Jangan kenapa-kenapa, kalau ada apa-apa hubungi satu sama lain, kita zoom sambil curhat bareng. Pokoknya bicarain, jangan sampai overthinking lagi," peringat Tasya.


"Iya, Syaa kita janji," ucap mereka bersamaan. Tasya pun tersenyum tersenyum ke arah mereka.


Setelah selesai bersama sahabatnya, Tasya menarik selimutnya. Sudah jam 10 malam namun Viko masih belum membalasnya. Mungkin malam ini Viko tidak akan menghubunginya.


...~ • ~...


Viko mengerjapkan matanya beberapa kali, pagi ini dia harus mengurus beberapa berkas di kampusnya. Sekarang waktu menunjukan pukul 10 pagi.


Perlahan Viko mengambil ponselnya, siapa lagi yang harus dia hubungi kalau bukan kekasihnya. 2 kali Viko mencoba menghubungi Tasya namun tidak aktif.


Satu Minggu ini dia belum menghubungi Tasya, dia selalu pulang tengah malam karena bekerja. Apa Tasya marah padanya? Terlihat Tasya selalu mengiriminya pesan untuk mengucapkan selamat pagi, siang dan sore. Dia jadi merasa bersalah karena akhir-akhir ini terlalu fokus pada dunianya sendiri.


Tiba-tiba dia terdiam. "Argghtt gua lupa Indonesia sama di sini beda 12 jam. Tasya pasti lagi tidur."


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Viko langsung keluar dari kamarnya, sistem kampusnya sangat ketat, jadi dia harus tepat waktu dalam hal apapun.


"Eh, Vik," panggil seseorang.


"Eh, Bell. Mau ke kampus?" Tanya Viko.


Bella pun mengangguk. "Bareng? Ini hari pertama ke kampus. I'm so nervous."


"Boleh. Jangan grogi, lu harus bisa cepat beradaptasi, nanti gua bantu. Yuk cabut," ajak Viko.


Bella pun tersenyum dan mengikuti Viko untuk mengambil mobilnya di parkiran. Setelah mereka sampai tidak pakai lama langsung menuju ke lokasi kampus.

__ADS_1


"Btw lu di Indonesia bagian mananya?" Tanya Viko memecahkan keheningan di antara mereka.


"Gue asalnya di Surabaya. Tapi gue pindah ke Jakarta, terus gue lanjut kesini. Kalau lo di mana?" Tanya Bella balik.


"Bandung," jawab Viko singkat sambil mengeluarkan cengiran khasnya.


"Oh Bandung, gak heran sih," balas Bella sambil terkekeh.


"Gak heran kenapa?" Tanya Viko.


"Ngga, gapapa katanya orang Bandung itu dikenal sama keramah tamahannya terus orang sana juga katanya baik. Makanya gue bilang gak heran karena ternyata bener hehehe."


"Semua orang kaya gitu kali, gua emang gak biasa diem-dieman gitu. Selagi nyambung ya gua ajak bicara," jawab Viko santai.


"Bagus deh, jadinya gue juga gak canggung sama lo. Kebayang kalau gak ada lo kayanya gue susah buat adaptasi. Oh iya lo ngeri gak sih sama ospek kampus kita?" Tanya Bella.


"Ngeri kenapa? Emang lo dapet info apa?" Tanya Viko tak paham.


"Ya engga ada sih, cuma kan di Indonesia aja ospeknya ngeri. Apalagi di luar negeri, iya kan?"


"Menurut beberapa sumber sih sebaliknya, Bell. Gua dikasih tau justru kalau kita gak ikut ospek di sini malah rugi. Karena ospek di sini malah ngasih informasi dan bikin kita bakalan cinta sekaligus menghargai almamaternya. Dibanding test mental para juniornya, senior disini malah memupuk rasa idealisme ke diri kita. Kita bakalan diajak diskusi juga buat bahas issue dunia," jelas Viko sambil fokus menyetir.


"Eh iya? Lo dikasih info sama siapa?" Tanya Bella.


"Gua seminggu ini kerja di tempat kolega bokap, di sana gua ketemu orang-orang baru dan mereka berbagi ilmunya termasuk pengalaman ospek," jawab Viko.


"Wahh kerenn, gue seminggu ini kayanya gak ada kerjaan. Paling keluar cari makan atau belanja, pantesan gue jarang liat lo di apart," balas Bella sambil terkekeh.


"Iya gua emang lagi sedikit sibuk aja karena banyak hal yang harus dipelajari dan mengejar beberapa ketertinggalan. Lu tau sendiri sistem belajar di sini sama di Indonesia aja udah beda apalagi sistem kerjanya. Jadi gua harus susah di awal biar kesananya santai," kata Viko.


"Salut sih gue sama lo. Semangat!! Gue juga kayanya bakalan cari-cari kegiatan baru di sini biar ada kerjaan," ucap Bella tersenyum.

__ADS_1


"Bisa, ikut kegiatan kampus juga bisa. Lu juga semangat," balas Viko.


Bella senang bisa memiliki teman seperti Viko, selain cepat menyesuaikan diri Viko juga baik. Semoga saja mereka bisa menjadi teman baik.


__ADS_2