
Sion dan Shen melangkah perlahan mendekati sekelompok perempuan yang sedang berkumpul disalah satu meja dan sedang mengobrol asyik.
Sebelum benar benar mendekat, mereka menghentikan langkahnya sejenak dan mendiskusikan sesuatu.
"Shen, aku akan menemukan pasangan ku disana." Ucap Sion menunjuk kearah kelompok perempuan itu.
"Mimpi. Kau pikir mencari pasangan hidup semudah kau memotong jari tahanan nya Ray?" Ujar Shen menepis ucapan Sion.
"Kau lihat saja. Perempuan pertama yang menolak ku itulah jodoh ku." Ucap Sion. Ia sebenarnya sudah tertarik pada salah satu perempuan yang berpenampilan cukup terbuka namun tetap elegan.
"Haha, kau coba saja. Jika dia menolak mu, itu artinya pesona mu sudah hilang." Ucap Shen tertawa.
"Lalu bagaimana dengan kau?" Tanya Sion pada Shen, berusaha untuk menpengaruhi Shen.
"Aku akan menikahi perempuan yang berani mencium ku pertama kali." Ucap Shen tersenyum genit.
"Murahan." Sion memaki Shen.
Mereka pun berjalan mendekati para perempuan itu dengan gaya tampan dan gagah nya.
"Hei girl." Ucap Sion saat mendekati target nya.
Perempuan yang dia incar hanya mendelik tajam pada nya.
"Siapa nama mu?" Tanya Sion ingin membelai wajah perempuan itu namun ditepis kasar tangannya.
"Menjauh dari ku atau ku patahkan tangan mu." Ucap perempuan tersebut.
"Vio, jangan kasar seperti itu. Bukankah dia cukup tampan untuk menjadi kekasih mu?" Ucap salah satu teman dari perempuan bernama Vio itu untuk membujuk nya.
"Waw, jadi nama mu Vio ya. Imut sekali nama mu." Lagi lagi Sion mencoba membelai wajah Vio dan kali ini tangannya dipelintir dengan kuat oleh Vio, Shen tertawa terbahak bahak melihat sahabatnya di siksa.
"Jangan coba coba menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu." Ucap Vio kemudian menginjak kaki Sion dengan kuat dan langsung melenggang pergi tanpa peduli Sion sedang mengerang kesakitan.
"Aku pasti akan mendapatkan mu Vio. Jangan takut, aku akan menemukan mu nanti." Ucap Sion sambil berteriak.
"Sudah lah bung. Ayo kita pergi. Acara sudah selesai." Shen mengajak Sion untuk pergi.
Saat mereka hendak beranjak, dari arah berlawanan seorang perempuan berjalan kesusahan mendekati mereka. Tiba tiba perempuan itu tersandung heels nya yang memang sudah hampir patah.
__ADS_1
Tanpa sengaja ia terjatuh ke arah Shen dan bibir nya menyentuh bibir Shen. Shen mengedip tidak percaya, dan tangannya setia menahan tubuh ringan perempuan itu.
"Ma maaf Tuan. Maaf aku tidak sengaja." Ucap perempuan itu gelagapan sambil membungkuk beberapa kali, lalu berbalik meninggalkan mereka.
"Hei, tunggu." Shen memanggil nya dengan suara lantang, membuat langkahnya terhenti.
Perempuan itu tidak berani berbalik badan, takut Shen akan memarahi nya.
Shen memutuskan untuk melangkah hingga berdiri didepan nya.
"Sepatu mu sudah rusak, jangan dipakai lagi. Hanya akan menyakiti kaki mu." Ucap Shen lalu berjongkok melepaskan sepatu perempuan itu dan menggantinya dengan miliknya.
"Pakai saja punya ku." Ucap Shen tersenyum saat ia sudah berdiri.
"Tapi kau ... " Perempuan itu tidak melanjutkan perkataannya dan melihat kebawah pada kaki Shen yang tidak beralas.
"Haha tenang saja. Aku membawa sepatu cadangan di mobil ku. Tidak perlu khawatir." Ucap She. sambil menggaruk tengkuk leher nya.
"Siapa nama mu?" Tanya Shen mengulurkan tangan nya.
"A aku Ivy." Ucap Ivy gugup membalas uluran tangan Shen.
"Te terima kasih." Ucap Ivy lalu segera berlari kecil pergi dari tempat itu.
"Sion ayo kita pulang." Ucap Shen melambaikan tangannya kearah Sion. Sion pun segera berlari kecil kearah Shen lalu merangkul pundak Shen.
"Kau hebat juga bung." Ucap Sion meninju pelan dada Shen.
"Haha kita punya cara berbeda untuk mendapatkan apa yang kita mau. Dan selera kita juga jelas sekali berbeda." Ucap Shen sombong.
Mereka masuk kedalam mobil, Shen yang menyetir. Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi heboh.
"Sion, lihat itu." Ucap Shen menunjuk kearah hate bus menggunakan dagu nya.
Sion menoleh, terkejut namun seketika senyum mengembang dari bibir nya.
"Jadi dia seorang model." Batin Sion.
Foto foto cantik Vio yang tertempel di papan khusus promosi dekat halte nya yang menarik perhatian Shen hingga menyuruh Sion melihat nya.
__ADS_1
"Jadi, kau akan menggunakan cara apa untuk mendapatkan nya? Seperti nya dia bukan perempuan yang mudah untuk di taklukan." Shen bertanya penasaran.
"Tidak ada wanita yang tidak takluk pada ku. Aku pasti akan mendapatkan nya." Ucap Sion percaya diri dan menyeringai.
"Haha baiklah baiklah. Aku mendukung mu." Ucap Shen menepuk pundak Sion dengan satu tangannya yang bebas.
"Kau juga berjuang lah. Jika sudah berhasil kita menikah bersama. Kita buat si Jiro payah muntah darah." Ucap Sion tersenyum sinis.
Shen tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Sion.
"Kau tega sekali dengan adik ipar mu. Tapi aku yakin dia tidak akan peduli lagi pada kita." Ucap Shen.
"Aku juga tidak butuh dirinya. Jika bukan karena adik ku mencintai nya, sudah lama aku tenggelamkan dia ke laut." Ucap Sion.
Tapi sebenarnya mereka tidak benar benar marah atau tidak suka pada Jiro. Mereka hanya sedang menghibur diri dan menjadikan Jiro sebagai badut lelucon mereka.
"Kau tahu, terkadang aku masih bingung sendiri bagaimana kita bisa menjadi akrab seperti ini. Kita bertiga sangat berbeda. Jiro yang polos, kau dengan sisi gelap mu yang mendominan, dan aku? hah aku jujur aku yang paling tidak bisa mengontrol perkataan ku jika sudah berbicara." Ucap Shen mengingat setiap kedekatan mereka.
"Karena seperti hal nya hubungan kekasih atau suami istri, persahabatan juga butuh kata saling. Saling menerima kekurangan, saling mengerti, saling mengingatkan. Dan saling ada satu untuk yang lain." Sion berceloteh penuh makna.
"Haha kau benar. Tapi aku rasa diantara kita bertiga Jiro yang paling banyak mengerti kita. Dia yang selalu mengalah untuk kita, dia juga selalu menjadi bahan bully-an kita." Ucap Shen tidak enak hati.
"Apa kau berpikir dia menikahi adik ku karena dendam pada ku karena sudah sering mengerjai nya?" Tanya Sion cemas.
"Itu tidak akan mungkin. Jiro bukan tipe seperti itu. Dia orang yang pemaaf. Dan aku dapat melihat kedalam mata nya, dia teramat sangat mencintai adik mu." Ucap Shen membuang jauh pikiran negatif Sion.
Mereka terus bercerita apa saja sepanjang perjalanan mereka hingga akhirnya sampai di rumah Shen. Sion memilih menginap di rumah Shen karena sudah kelelahan untuk pulang.
******
Mampir di IF LOVE yook
**Tinggalkan jejak komentar, like, favorit nya yah.
Selalu jaga kesehatan kalian.
Selamat menyambut Bulan Suci Ramadan bagi para readers yang muslim.
__ADS_1
Semoga puasanya lancar terus ya**.