Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Baikan.


__ADS_3

Max mendekati Vanessa perlahan membuat Vanessa berjalan mundur. Seringai tipis terbit di bibir nya.


"Apa yang mau dilakukan si gila ini?" Batin Vanessa dalam hati.


Sigap, Max mengangkat tubuh Vanessa seperti sedang mengangkat karung dipundak nya. Kepala Vanessa berada di belakang badan nya dan kaki nya didepan. Segera Max membawa nya ke mobil.


"Lepaskan aku pria gila." Vanessa berteriak histeris sambil memukul punggung Max berulang kali. Tidak ada artinya bagi Max. Seperti digigit semut.


"Menurut saja Nyonya Jiang, maka aku tidak akan menyakiti mu." Ucap Max terus berjalan menuju ke mobilnya.


"Jangan pernah sebut aku dengan nama itu. Nama itu kutukan bagi ku." Ucap Vanessa masih terus memukul punggung Max tanpa peduli jika mereka sedang dilihat orang lain.


"Kutukan, memang kutukan mu. Karena pria bernama Jiang itu akan terus mengikat mu dan tidak akan pernah dia lepaskan." Ucap Max.


Ia kemudian melemparkan Vanessa kedalam mobil bagian belakang, membuat Vanessa mengerang kesakitan. Ia mengambil tali yang memang sudah ia siapkan di saku celana nya, lalu mengikat tangan dan kaki Vanessa.


"Sialan. Apa yang kau lakukan?" Vanessa memberontak menendang kakinya yang sudah terikat.


Setelah selesai, Max pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia memilih kembali kerumah Vanessa dibanding rumah nya. Mulut Vanessa sengaja tidak ia tutup agar Vanessa bisa memaki dirinya sepuas hati.


"Setan gila. Lepaskan aku. Aku tidak punya urusan lagi dengan mu." Ucap Vanessa tanpa takut. Untuk apa Vanessa takut hanya pada seorang Max. Max hanya tersenyum sinis mendengar setiap makian wanita nya.


"Aku tidak ada urusan dengan mu lagi. Lepaskan aku." Vanessa menendangkan kakinya yang terikat pada pintu mobil, tidak peduli mobil itu akan rusak.


"Kau mempunyai urusan yang sangat besar dengan ku Nyonya Jiang. Terutama sejak kau memutuskan untuk naik ke ranjang ku dan menyerahkan diri mu secara cuma cuma padaku." Ucap Max meremehkan wanita nya.


Mereka adalah dua manusia yang sama sama berwatak keras.


"Aku tidak pernah menyerahkan apapun pada mu. Tidak diri ku apalagi hati ku. Itu hanya kecelakaan." Ucap Vanessa menyangkal. Mana mau Vanessa kalah oleh Max. Dia yang harus memang dari Max. Itu prinsip nya.


"Oh ya. Baiklah jika begitu. Aku akan membayar mu kembali Nyonya. Bahkan berkali kali lipat akan ku bayarkan pada mu." Ucap Max berusaha menakuti Vanessa.


"Kau tidak akan mampu. Apalagi berkali lipat. Kau itu lemah dan kecil." Vanessa meremehkan Max.


Max tertawa kecil dan menggeleng kepalanya.


"Oh ya, lalu siapa yang malam kemarin mendesah akh akh Max, akh aku mencintai mu dibawah ku. Hah." Ucap Max menirukan desahan dan perkataan Vanessa saat mereka bercinta malam itu.


"Sialan." Batin Vanessa.


Vanessa tidak dapat menjawab lagi. Ia hanya meronta dan menendang kakinya menuntut lepas.


Kini mereka sampai dirumah Vanessa. Dengan segera Max turun dari mobil dan menggendong Vanessa dan membawanya ke kamar.

__ADS_1


Ia melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangan Vanessa.


"Brengsek." Ucap Vanessa hendak menampar Max namun berhasil ditahan oleh Max.


"Sialan." Ucap nya kini ia hendak menendang Max dengan satu kaki nya namun lagi lagi mampu ditahan oleh Max. Max meraih kedua tangan Vanessa agar merangkul leher nya. Ia membungkuk sedikit dan mengangkat kedua kaki Vanessa agar menjepit tubuhnya.


Kedua tangannya menahan pinggang Vanessa. Dengan posisi seperti itu, ia membawa Vanessa dan berbaring diranjang.


Ia mulai mencium bibir Vanessa dan satu tangannya berusaha membuka pakaian Vanessa.


"Aw." Max mengerang karena bibir nya digigit dengan sangat kuat oleh Vanessa dan punggung nya ditendang oleh kaki Vanessa yang menjepit nya.


"Jangan berharap gila. Kau tidak akan mendapatkan apapun lagi dari ku. Aku ini pembohong, jadi untuk apa kau menginginkan seorang pembohong. Pergi saja dan cari wanita diluar sana yang suci seperti dewa dan habiskan hidupmu dengannya." Ucap Vanessa geram.


Niat Max ingin minta maaf, tapi gengsi nya tinggi karena berkali kali kalah pada wanita yang sama. Vanessa hendak pergi, namun Max tidak mengijinkan nya. Akhirnya Max mencumbu paksa kekasihnya yang sedang marah itu. Dan sialnya Vanessa malah terpancing dengan sentuhan Max hingga akhirnya ia membalas Max.


Terjadi lagi pertarungan panas antara mereka walau sama sama sedang dalam keadaan marah.


"Max cukup. Aku lelah." Pinta Vanessa ditengah pertarungan mereka yang sudah entah keberapa kalinya. Max tidak pernah merasa cukup dengan kekasihnya.


"Sebentar lagi sayang. Sebentar lagi aku akan menyelesaikan nya. Kau nikmati saja." Ucap Max tidak berhenti bergerak.


Namun tidak hanya sekali, Max terus mengulangi nya hingga berkali kali sampai Vanessa benar benar tidak sanggup lagi dan ketiduran walaupun Max masih terus bergerak diatas nya. Melihat kekasihnya sudah tertidur mau tidak mau ia pun menyudahi permainan nya.


"Kau milikku Vanessa. Dan akan selalu begitu. Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidupku. Kau yang memutuskan masuk kedalam hidupku dan memberi ku cahaya, maka aku tidak akan membiarkan cahaya itu padam apalagi pergi meninggalkan ku." Ucap Max memeluk erat tubuh Vanessa yang sudah terlelap. Dikecup nya kening Vanessa penuh cinta.


"Indah." Batin nya.


"Jangan berpikir untuk pergi dari ku. Aku tidak akan mengijinkan nya." Ucap Max kembali memeluk erat Vanessa. Lama hingga akhirnya ia pun terlelap.


Sepanjang malam, mereka tidur bersama saling memeluk hingga pagi menjelang.


Vanessa bangun terlebih dulu.


"Ya ampun. Kenapa aku lemah jika sudah menghadapi sentuhan nya." Batin Vanessa merutuki dirinya sendiri mengingat pergulatan panas mereka semalam.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Max yang ternyata malah sudah bangun duluan.


"Jangan memanggil ku sayang. Aku ini pembohong. Jadi panggil saja aku pembohong." Ucap Vanessa ketus berusaha melepaskan pelukan Max.


Max tentu saja tidak membiarkan nya. Ia malah kini naik keatas Vanessa dan memandang wajah cantik Vanessa.


Ia mulai mencium bibir Vanessa dan tangannya mulai menjalar kemana mana.

__ADS_1


"Max, apa yang kau lakukan?" Vanessa berkata dengan susah payah.


"Tentu saja menghukum mu dan memberi mu kenikmatan karena pagi pagi sudah menolak ku." Ucap Max terus melanjutkan aksinya.


"Lepaskan Max. Aku sakit." Ucap Vanessa menolak Max. Vanessa memang merasakan sakit pada bagian miliknya akibat perbuatan Max yang menaikinya mungkin hingga belasan kali.


Max akhirnya menghentikan aksinya. Ia menatap wajah Vanessa dengan wajah bersalah.


"Maafkan aku sayang." Ucap Max tiba tiba.


"Untuk apa? Kau tidak salah. Aku yang salah karena menjadi pembohong." Ucap Vanessa seolah menyalahkan dirinya.


"Tidak sayang. Kau melakukan semua itu karena kau mencintai ku kan?" tanya Max.


"Tidak, aku tidak mencintai mu." Ucap Vanessa mengelak.


"Tidak. Kau mencintai ku. Maka dari itu kau menyerahkan dirimu pada ku. Bahkan disaat sedang marah pun kau tidak ingin menolak ku. Kau mencintai ku Vanessa." Ucap Max dan Vanessa tidak berkutik. Setiap kata yang diucapkan Max memang benar ada nya.


"Aku tidak mencintai mu. Tidak lagi sejak kau memutuskan aku adalah seorang pembohong." Ucap Vanessa. Mana mau Vanessa kalah begitu saja.


"Aku mohon Vanessa. Maafkan aku. Harusnya aku percaya pada mu. Maafkan aku." Ucap Max pilu.


"Menjauh dari ku. Aku susah bernafas." Ucap Vanessa berusaha mendorong tubuh Max. Max akhirnya menurut dan berpindah kesamping Vanessa dengan posisi tengkurap agar bisa memandang wajah Vanessa dengan jelas.


"Maafkan aku sayang." Ucap Max lagi.


"Baiklah. Aku memaafkan mu." Ucap Vanessa bangkit dari posisinya dan berdiri disamping ranjang nya.


"Aku menang lagi Tuan gila." Ucap Vanessa menjulurkan lidah nya dan segera berlari ke kamar mandi.


"Vanessa Jiang kembali kau." Ucap Max mencantumkan nama belakang nya dengan nama Vanessa.


Max menggeleng dan tersenyum bahagia melihat tingkah lucu kekasihnya. Ia benar benar beruntung memiliki Vanessa yang mencintai nya dengan tulus terlepas dari segala keburukan nya.




*******


Udah baikan yah. Jangan berantem lagi loh.


Yuk terus tinggalkan komentar kalian buat penyemangat ku. Like, vote, favorit dan share jangan lupa yah.

__ADS_1


Mampir juga di " IF LOVE "


Selalu jaga kesehatan kalian.


__ADS_2