
"Honey kapan kau ingin ditembak oleh ku?" tanya Raymond memasang tampang genit menatap Vivian. Mereka kini sedang berada di kamar dan Raymond tengah bersiap untuk berangkat ke perusahaan nya. Ia sebenarnya berat untuk kembali bekerja, karena selama cuti sakitnya ia dapat selalu berduaan dengan Vivian. Vivian sedang membantu Raymond menyiapkan segala yang perlu ia bawa. Mereka sekarang memang tidur sekamar, Raymond yang memintanya dengan sumpah.
"Apa maksudmu?" tanya Vivian polos. Ia tidak memperhatikan ekspresi Raymond.
"Bukankah kau ingin ditembak oleh ku waktu itu? (Si Raymond kenapa jadi begini? Kemarin kan Vivian mau nya belajar menembak.)" tanya Raymond dengan suara sensual dan memeluk kekasihnya dari belakang.
"Awas. Jangan mengganggu ku." Ucap Vivian ketus melepas pelukan Raymons saat ia baru menyadari maksud kekasihnya itu. Sedangkan Raymond hanya terkekeh.
"Ini. Semua keperluan mu sudah disini." Ucap Vivian menyerahkan tas tangan Raymond.
"Terima kasih Honey. Emuach." Ucap Raymond lalu mengecup bibir Vivian sekilas. Mereka lalu turun ke bawah untuk sarapan. Para pelayan dan pengawal menatap mereka seakan mereka adalah pengantin baru.
"Sayang makanlah dengan banyak agar kau cepat sehat kembali." Ucap Vivian menyendokkan makanan untuk Raymond.
"Terima kasih Honey. Kau memang istri yang baik." Ucap Raymond tersenyum lebar.
Drrtt drrtt
Ponsel Vivian bergetar tanda ada pesan masuk. Ia meraih ponselnya lalu membuka pesan itu. Matanya memicing heran dengan isi pesan yang ia dapat.
"Selamat pagi gadisku. Apa kau tidur dengan nyenyak semalam?"
Begitulah isi pesan yang didapat Vivian. Ia tidak menanggapi nya dan menyimpan ponselnya kembali ke saku nya.
"Honey mungkin beberapa hari kedepan aku akan sedikit sibuk karena ada pekerjaan besar yang belum bisa Jiro handle." Ucap Raymond. Vivian hanya mengangguk sambil menikmati sarapannya.
"Soal menembak nanti aku akan aturkan waktu untuk mengajari mu." Lanjut Raymond yang langsung membuat Vivian berbinar menatapnya.
"Kau serius?" tanya Vivian semangat. Raymond hanya mengangguk.
"Terima kasih Ray. Aku mencintaimu." Ucap Vivian lalu menutup mulutnya setelah mengucapkan kalimat terakhir. Raymond hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat bersama, Vivian kuliah dan Raymond bekerja. Ditengah perjalanan lagi-lagi Vivian mendapatkan pesan.
"Kau sangat cantik hari ini. Jangan sampai bertemu dengan ku."
Isi pesan itu. Nomor pengirim nya sama. Vivian mulai berpikir namun tidak ingin sampai berlebihan. Bisa saja orang yang pesan nya salah kirim, begitu pikirnya.
"Ada apa Honey?" tanya Raymond. Hari ini Jiro yang memyetir.
"Tidak. Hanya teman-teman kampus yang bertanya kabar." Ucap Vivian berbohong. Ia hanya tidak ingin membebani Raymond.
"Aku masuk dulu sayang." Ucap Vivian setelah mereka sampai di depan kampus. Raymond mengangguk dan mencium kening Vivian sekilas. Vivian pun berjalan menuju kelas nya. Namun lagi-lagi ia mendapat pesan. Kali ini isi pesan nya adalah saat dirinya baru turun dari mobil Raymond dan berjalan memasuki kampusnya.
Kali ini Vivian merasa ini bukan kebetulan lagi. Ia memutuskan untuk menelpon nomor itu namun sayang nya tidak dapat terhubung. Lagi-lagi sebuah pesan masuk di ponselnya.
"Tidak perlu menghubungi ku. Aku yang akan menghubungi mu nanti." Isi pesan itu.
Vivian hanya menatap jengah isi pesan tersebut lalu ia pun masuk kekelas nya. Dikelas ia merasa sedikit aneh. Seperti ada yang kurang. Dan ia baru sadar Joyce tidak ada.
Tak terasa hari sudah sore. Vivian sudah menyelesaikan kuliahnya untuk hari ini begitu pun Raymond. Ia sangat sibuk tapi ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
"Honey." Raymond memanggil Vivian. Ia sedang menunggu Vivian didepan kampusnya. Penampilan nya sedikit berantakan tapi tidak mengurangi sedikitpun ketampanan nya.
"Sayang." Vivian berlari kecil mendekati Raymond.
"Kau lihat mereka memandangi mu dengan tatapan lapar." Ucap Vivian melihat beberapa mahasiswi yang sedang menatap Raymond.
"Aku memang tampan. Tapi aku hanya milik mu." Ucap Raymond mengacak rambut Vivian membuat Vivian mendengus kesal. Mereka kemudian masuk ke mobil.
"Honey kau ingin memakan sesuatu?" tanya Raymond.
"Hem..aku ingin sekali makan seafood saat ini." Ucap Vivian berbinar menatap Raymond.
__ADS_1
"Wah wah, bagaimana pikiran kita bisa secocok ini?" tanya Raymond girang. Pasalnya ia pun sedang ingin memakan seafood.
"Kebetulan saja." Elak Vivian.
"Jiro kita ke restoran seafood terbaik di kota ini." Ucap Raymond memberi perintah pada Jiro.
"Baik Tuan." Ucap Jiro lalu sedikit menambah kecepatan mobilnya.
Kurang lebih empat puluh lima menit akhirnya mereka sampai di Restoran mewah yang khusus menyediakan hidangan seafood. Vivian bersemangat sekali. Ia langsung menggandeng tangan Raymond untuk masuk kedalam. Sekali lagi matanya berbinar menatap segala jenis hewan laut yang masih hidup didalam aquarium. Kemudian mereka memilih beberapa jenis yang ingin mereka santap lalu menyerahkan ke bagian dapur untuk diolah. Jiro juga ikut bergabung dengan mereka
Saat para koki sudah selesai memasak mereka pun langsung menghidangkan makanan-makanan itu kepada ketiga orang itu. Vivian benar-benar tidak tahan dengan aroma wangi dari masakan yang ada didepan meja nya itu. Tanpa menunggu aba-aba ia langsung mulai mencicipi setiap makanan yang terhidang di depan nya dengan penuh semangat. Raymond dan Jiro yang melihat kelakuan nya hanya bisa menggeleng dan tersenyum.
Mereka sangat bersemangat menyantap setiap hidangan yang ada di depan mereka. Saat sedang asyik makan tiba-tiba ponsel Vivian berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. Ia segera membukanya dan ternyata isi nya ada sebuah foto yang menampilkan dirinya tengah asyik makan bersama Raymond dan Jiro.
"Makanlah yang banyak dan selalu jaga kesehatan mu." Isi teks dibawah foto itu.
"Sial. Apa orang ini mencoba meneror ku?" batin Vivian kesal. Tapi ia tidak kembali menanggapi pesan itu ataupun memberitahu Raymond. Ia kembali fokus dengan makanannya.
Ditempat berbeda terlihat seorang pria setengah telanjang sedang berdiri menghadap lautan sambil tersenyum penuh arti. Entah apa yang membuatnya bahagia. Ia sekarang punya kegiatan baru yaitu menguntit gadis yang ia sukai.
"Entahlah, tapi bagiku kau sangat berarti dalam hidup ku." Ucap nya seraya memperhatikan foto cantik gadis yang ia sukai itu.
***********
***Terima kasih dan selalu terima kasih yang dapat aku ucapkan untuk para reader yang selalu setia dengan cerita ku.
Jangan bosan-bosan untuk terus berikan dukungan kalian yah. Tinggalkan komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya setiap kali kalian selesai membaca satu part.
Jangan lupa juga untuk favorit dan vote nya.
Follow IG ku @zml1104_
__ADS_1
^^^Salam Semangat***.^^^