Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 22 - Diculik


__ADS_3

[ Jangan lupa mampir di karya ku yang berjudul


"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan "IF LOVE "


Tinggalkan komentar dan like kalo udah mampir ya.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


"Sayang, aku merindukan mu. Apa sesi pemotretan mu masih lama?" Tanya Raiyan melalui sambungan telepon pada Axnes kekasihnya.


Axnes kini sedang berada di lokasi pemotretan bersama Ren, Jeff, dan Ken. Mereka akan menyelesaikan sesi pemotretan yang tersisa.


Tidak lupa Stev selalu ada menemani nya.


"Aku masih cukup lama sayang. Bersabarlah. Jika kau mau, nanti kau bisa menjemput ku." Pinta Axnes membujuk Raiyan.


"Maaf sayang, aku tidak bisa menjemput mu. Aku setelah ini masih ada rapat." Ucap Raiyan memelas.


"Kau lihat, kau saja sangat sibuk. Jika aku hanya menunggu mu dirumah, apa kau tidak kasihan pada ku karena bosan?" Axnes pura pura mengomel.


"Haha. Baiklah sayang. Aku salah." Ucap Raiyan tertawa kecil.


"Axnes, bisa kita mulai lagi?" Tanya Ren secara pelan, takut mengganggu obrolan Axnes.


Axnes mengangguk.


"Sayang, aku harus mulai pemotretan sesi terakhir sekarang." Ucap Axnes pamit pada Raiyan.


"Baiklah sayang. Berhati hatilah. Aku mencintaimu." Ucap Raiyan memberi ijin pada kekasihnya.


"Aku juga mencintaimu." Axnes membalas.


Panggilan pun berakhir.


Axnes segera menghampiri ketiga pria yang sudah bersiap itu.


"Baiklah, jika sudah siap. Kita mulai sekarang." Ucap Ren.


Ren kemudian mengarahkan Axnes dan kedua pria yang mengapit nya untuk berpose.


Ren mengatur pose yang sedikit lebih intim namun tidak berlebihan.


"Axnes, kau bisa melakukannya?" Tanya Ren pada Axnes, takut jika Axnes tidak nyaman.


"Aku masih bisa." Ucap Axnes yakin.


"Baiklah." Ren berjalan mundur dan mulai memotret ketiga model itu.


Semakin lama proses pemotretan berlangsung, Axnes semakin merasa tidak nyaman, bukan karena pose yang diarahkan oleh Ren.


Melainkan kelakuan bejat Jeff yang selalu mencuri kesempatan untuk menyentuh bagian tubuh Axnes.


"Jeff, aku minta turunkan tangan mu." Bisik Axnes geram saat tangan Jeff memegangi bokong nya.


"Oh ayolah sayang, ini tidak berarti apa apa. Aku bisa memberi mu lebih jika kau ingin." Jeff juga menjawab berbisik.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan brengsek itu." Batin Ren menyadari ada yang tidak beres antara Axnes dan Jeff.


Ren berusaha melihat apa yang sedang terjadi.


"Jeff, jauhkan tangan mu." Ucap Ren tegas.


Jeff kaget mendengar suara Ren dan langsung menjauhkan tangannya.


"Kita akhiri sampai di sini saja." Ucap Ren.


Mendengar itu, Axnes segera menjauh dari kedua pria itu terutama Jeff.


Axnes segera menghampiri Stev dan mengambil pakaian ganti nya.


Setelah itu ia masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.


"Pria sialan, dia pikir aku ini apa? Raiyan yang adalah kekasih ku saja tidak pernah menyentuh ku seperti itu." Gerutu Axnes sambil menghapus make up nya.


"Aku berbaik hati hari ini, jadi tidak akan ku adukan perbuatan mu pada Rai." Gerutu Axnes lagi.


"Adukan saja sayang." Terdengar suara seorang pria dari belakang Axnes, yang tak lain adalah Jeff.


"Untuk apa kau kemari? Aku tidak ada urusan dengan mu." Ucap Axnes ketus.


Jeff berseringai.


Ia melangkahkan kakinya semakin kedepan dan menghampiri Axnes.


Axnes ingin menghindar, namun pergerakan Jeff sangat cepat hingga dengan mudah ia bisa menarik pergelangan tangan Axnes dan memojokkan Axnes serta menghimpit nya di dinding.


"Tolo ... " Belum sempat Axnes berteriak, mulut nya sudah dibekap oleh Jeff.


"Ssttt..tidak perlu berteriak sayang. Aku tidak suka keramaian. Cukup kita berdua saja yang menikmati nya." Ucap Jeff.


Axnes menggeleng, tidak mampu bicara karena mulut nya dibekap.


"Aku akan melepaskan mu, jika kau menurut." Ucap Jeff memberi syarat.


"Gadis pintar." Ucap Jeff melepaskan bekapan nya lalu menuntun Axnes duduk di kursi.


"Apa mau mu?" Tanya Axnes kesal.


"Sstt. Tidak perlu berteriak." Ucap Jeff menutup kedua telinga nya.


Jeff mendekatkan wajahnya disamping wajah Axnes.


"Maaf jika tadi aku menyentuh mu tanpa ijin. Tapi aku tidak bermaksud buruk. Aku harap kau bisa meninggalkan kekasih mu itu sebelum kau ikut menderita atas apa yang sudah ia lakukan dulu." Bisik Jeff tenang.


"Kau gila. Untuk apa mendengarkan mu? Aku saja hanya mengenal mu karena pekerjaan ini." Ucap Axnes ketus.


Jeff mengangkat wajahnya dan kini tepat berhadapan dengan Axnes.


Mata tajam nya menatap lekat mata teduh Axnes.


"Kau terlalu cantik dan indah untuk disakiti Axnes. Sebaiknya kau menurut atau tidak kau akan berakhir sia sia atas apa yang sudah kekasih mu lakukan." Ucap Jeff kembali memberi peringatan.


Axnes menatapnya tak kalah tajam.


"Jika kau berniat menghabisi ku, maka lakukan saja sekarang. Aku juga tidak bisa melawan sekarang kan?" Axnes menantang.


Jeff tersenyum meremehkan.


"Aku tidak ada niat untuk menyakiti mu. Jangan selalu berfikir yang terlihat buruk dimata adalah yang jahat Axnes. Jika aku ingin, aku tentu saja bisa menikmati mu saat ini." Ucap Jeff menelusuri wajah Axnes dengan telunjuknya hingga ke dagu Axnes.


Ia mengangkat dagu Axnes menggunakan telunjuknya.


"Sayang nya kau terlalu indah di mata ku dan aku tidak ingin hanya menikmati sesaat. Sayangnya juga kau sudah memiliki kekasih jadi kau pasti tidak akan menerima ku untuk menjadi kekasih mu." Jeff melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Ia kemudian mencuri satu ciuman dari bibir Axnes.


"Itu sudah cukup bagiku. Ingatlah perkataan ku. Aku tidak ingin kau ikut menderita atas apa yang tidak kau ketahui." Ucap Jeff mengacak puncak kepala Axnes.


"Sekali lagi maaf sudah menyentuh mu tanpa ijin." Ucap Jeff lagi, kemudian ia pun pergi meninggalkan Axnes.


"Pria sialan. Mati terkutuk kau." Axnes merutuki perbuatan Jeff.


"Aku tidak akan pernah mendengar mu jika niat mu hanya untuk mengganggu hubungan ku dan Raiyan." Ucap Axnes sedikit berteriak.


Axnes segera menyelesaikan kegiatan nya yang tertunda tadi, setelah selesai menghapus make up nya, ia pun segera keluar dari ruang ganti tersebut.


"Kemana semua orang?" Tanya Axnes bingung melihat tempat itu sudah kosong bahkan lampu pun hanya tersisa beberapa yang menyala.


"Sebaiknya aku langsung pergi ke mobil saja. Pasti Stev sudah menunggu di sana." Ucap Axnes.


Ia kemudian berjalan kearah pintu keluar untuk menghampiri mobilnya.


"Emmm..." Belum sempat mencapai mobilnya, Axnes dibekap dari belakang oleh seseorang dengan menggunakan sapu tangan berbius hingga membuat nya perlahan hilang kesadaran nya.


Axnes dibawa keluar lewat pintu lain di tempat itu sehingga tidak ada yang melihat nya, bahkan Dev yang selalu siaga untuk memantau Axnes pun tidak mengetahui Axnes diculik.


Setelah Axnes dibawa pergi, Stev baru keluar dari toilet.


"Eh, apa Axnes sudah selesai?" Tanya Stev pada dirinya sendiri.


Ia kemudian menuju ke ruang ganti yang tadi digunakan Axnes.


"Oh, sudah. Pasti gadis pintar itu sudah dimobil." Ucap Stev semangat saat melihat Axnes sudah tidak berada di ruangan itu.


Segera ia pun melangkah menuju mobil nya.


"Stev, dimana Nona Axnes?" Tanya Dev curiga.


"Eh, aku kira dia sudah didalam mobil." Ucap Stev.


Hati nya mulai tidak tenang.


Ia akhirnya turun lagi dan mencari keberadaan Axnes, Dev juga ikut.


Mereka mencari diseluruh tempat yang mungkin untuk Axnes datangi.


Namun nyatanya Axnes tidak ditemukan.


"Sebaiknya kita ke ruang kontrol keamanan untuk memeriksa CCTV." Usul Dev.


Stev mengangguk dan mereka pun segera menuju ke ruang kontrol keamanan gedung itu.


Dev memerintah petugas keamanan untuk memeriksa rekaman CCTV barusan.


Tapi nihil.


"Sial, sepertinya orang itu sangat mengenal tempat ini sehingga ia juga dengan mudah menghindari CCTV." Ucap Dev geram.


"Bangsat. Mereka ingin menyakiti Axnes ku. Lihat saja, aku tidak akan mengampuni mereka." Ucap Stev dengan suara yang terdengar macho.


"Hubungi Tuan Raiyan sekarang."


...~ To Be Continue ~...


******


Maaf klo part ini isi nya gimana gitu?


Lagi kurang fit, jadi maksa ngetik seadanya saja buat kalian yang selalu support aku.


Kalian selalu jaga kesehatan ya.

__ADS_1


Like dan komentar jangan lupa yah.


Makasih.


__ADS_2