Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 14 - Kontrak


__ADS_3

[ Mampir juga yuk di karya ku yang judul nya "IF LOVE"


dan


" Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


Tinggalkan jejak kalo udah mampir ya. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


"Axnes, kau kapan akan kembali ke Jepang?" Raiyan bertanya gugup.


Entahlah tapi dari tadi rasanya ia sangat canggung berdekatan dengan Axnes.


"Seharusnya besok tapi karena masih ada sedikit urusan, jadi diundur dua hari lagi." Ucap Axnes menyeruput minuman nya.


"Um..ini." Raiyan meraih sebuah gulungan yang entah sejak kapan ia bawa pada Axnes.


Axnes meraih gulungan itu dan membuka perlahan.


"Kontrak kerja?" Tanya Axnes bingung.


"Aku ingin kau bergabung dengan agensi ku yang aku rintis bersama dengan sahabat ku." Pinta Raiyan.


"Tapi ini?" Axnes terperangah dengan segala penawaran yang tertulis di dalam kontrak tersebut yang sebenarnya sangat menguntungkan bagi Axnes.


"Aku tidak akan memaksa mu. Tapi aku berharap kau bisa menyetujui nya." Ucap Raiyan penuh harap.


"Apa bisa aku memikirkan nya? Sebenarnya aku juga mendapatkan tawaran dari agensi lain." Axnes berucap jujur.


"Tidak masalah. Aku akan menunggu mu. Maksud ku menunggu keputusan dari mu." Ucap Raiyan.


Raiyan benar benar tengah merasakan gugup yang luar biasa. Beberapa kali ia mengesah keringat di telapak tangannya pada celana nya. Tidak tampak seperti Raiyan yang dingin dan datar.


"Terima kasih Rai." Kini Axnes menyebut nama pendek Raiyan.


Raiyan langsung meneguk minuman nya tanpa menggunakan sedotan.


"Kau kenapa Rai?" Tanya Axnes cemas.


"Tidak. Aku sedikit kepanasan." Ucap Raiyan tersenyum kaku.


Ingin rasanya Raiyan terjun kelaut. Perasaannya bercampur aduk. Kagum saat melihat senyum Axnes, bahagia mendengar Axnes memanggil nama pendek nya, dan ah tentu saja dendam yang ingin dia balaskan masih terngiang di pikiran nya.


"Axnes, apa boleh aku bertanya sesuatu yang sedikit privasi?" Tanya Raiyan.


"Jika aku bisa menjawab nya." Jawab Axnes singkat.


"Apa kau sudah mempunyai kekasih dan apa hubungan mu dengan Vynshen?" Tanya Raiyan dalam satu tarikan nafas.


Axnes tertawa kecil melihat tingkah Raiyan.

__ADS_1


"Untuk kekasih, sampai sejauh ini aku belum memikirkan nya dan untuk Vynshen, kami hanya berteman saja." Axnes menjawab jujur kemudian menyeruput minuman nya kembali.


Kini Axnes juga merasa gugup.


"Syukurlah." Gumam Raiyan tapi Axnes masih bisa mendengar nya.


"Kamu lucu Rai." Batin Axnes.


Mereka pun melanjutkan menyantap makanan mereka tanpa pembicaraan. Masih terasa canggung.


Setelah selesai makan dan Raiyan membayar tagihan, mereka pun keluar dari restoran tersebut.


"Axnes, mau jalan jalan sebentar?" Tanya Raiyan sambil menunjuk taman tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


Axnes mengangguk.


Mereka pun mulai melangkahkan kaki menuju taman itu, tidak terlalu jauh jadi mereka hanya berjalan kaki.


"Axnes, kenapa kau bisa tertarik dengan dunia modelling?" Tanya Raiyan basa basi.


Tidak nyaman jika hanya berjalan dalam sunyi.


"Aku juga tidak tahu. Tapi dari kecil setiap kali ikut Papa dan Mama menonton televisi, aku selalu merengek ingin menonton tayangan yang banyak gadis cantik dan busana indah." Jawab Axnes terkekeh, merasa lucu dengan masa kecil nya.


Raiyan mengangguk paham.


"Kalau kau?" Tanya Axnes asal.


"Aku memang lebih tertarik untuk berbisnis. Dan juga aku harapan Papa ku untuk meneruskan usahanya. Adik ku tidak berminat dibidang bisnis, lebih tertarik pada dunia seni." Ucap Raiyan luwes.


Rasanya nyaman saat sedang seperti ini bersama Axnes.


Mereka kemudian duduk di salah satu bangku taman yang kosong. Mereka duduk sedikit berjauhan.


"Mereka sangat saling mencintai. Mereka melalui banyak hal hingga akhirnya bisa bersama. Terutama Papa. Papa dulunya pernah dengan sengaja menyakiti seorang wanita yang juga adalah anak angkat dari atasan nya. Papa tidak terima wanita itu memilih menikah dengan pria lain. Hingga pada akhirnya mama berhasil menyadarkan dan merubah Papa. Papa ku sampai hari ini pun masih merasa bersalah walaupun Papa dan keluarga wanita itu sudah berdamai. Papa takut suatu hari aku yang akan mendapatkan karma atas perbuatannya dulu. Rasanya aku ingin sekali bisa menemui wanita itu dan meminta maaf sekali lagi padanya dan keluarga nya." Ucap Axnes panjang, air matanya juga menetes.


Axnes menunduk sedih.


Max dan Vanessa memang memilih untuk menceritakan semua tentang masa lalu mereka pada Axnes.


Raiyan menjadi tidak tega saat melihat Axnes bersedih.


Ia duduk sedikit mendekat pada Axnes kemudian memeluk Axnes.


"Aku yakin keluarga wanita itu pasti sudah memaafkan Papa mu." Ucap Raiyan spontan.


Bahkan ia tidak tahu apakah dirinya sendiri sudah memaafkan Max atau tidak.


"Sudah, tidak perlu bersedih. Bukankah itu hanya masa lalu?" Raiyan melepaskan pelukan nya dan menangkup wajah Axnes dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi menghapus air mata Axnes.


Sekali lagi Raiyan tersindir oleh perkataan nya sendiri.


"Terima kasih Rai." Ucap Axnes tulus menatap dalam pada mata tajam Raiyan.


Jantung Raiyan berdegup kencang.


"Lalu bagaimana dengan keluarga mu?" Axnes bertanya penasaran mengingat Vynshen pernah bilang Raiyan hangat pada keluarganya dan orang terdekat nya.


"Hem, Papa dan Mama ku juga saling mencintai. Mereka juga tidak mudah untuk bisa sampai seperti sekarang. Banyak hal yang mereka lalui, terutama Mama. Tapi Mama wanita yang kuat, dan Papa selalu ada untuk nya." Ucap Raiyan seadanya.

__ADS_1


Rasanya belum siap untuk bercerita lebih banyak, apalagi untuk memberitahu Axnes tentang kisah orang tua mereka yang saling berkaitan.


"Aku yakin Mama mu pasti wanita yang lembut dan perhatian." Ucap Axnes berbinar.


"Memang Mama mu tidak?" Tanya Raiyan merasa heran.


"Mama ku hanya perhatian dan lembut pada ku. Tapi tidak pada Papa. Papa selalu tunduk pada Mama, kata Papa itu karena Papa sangat mencintai Mama." Axnes terkekeh.


"Kau cantik." Raiyan spontan memuji Axnes.


Wajah Axnes merona, jantung nya berdegup kencang.


"Axnes, apa kita bisa berteman? Maksud ku berteman lebih akrab." Pinta Raiyan.


Axnes tampak berpikir sebentar.


"Sebenarnya Papa melarang ku untuk dekat dengan sembarang pria. Tapi aku rasa kau adalah pria baik, jadi tentu saja kita bisa berteman." Ujar Axnes ceria.


"Benarkah?" Tanya Raiyan berbinar.


"Em. Aku juga berteman dengan Vynshen jadi tidak masalah juga dengan mu." Ucap Axnes asal.


"Bukan berteman seperti itu yang aku maksud Axnes." Raiyan membatin.


"Axnes, sepertinya kita terpaksa harus pulang. Hari sudah malam. Aku tidak ingin nanti nya kau malah menjadi topik utama di surat kabar karena keluar bersama ku." Ujar Raiyan menggoda Axnes.


"Haha aku tidak seterkenal itu." Ujar Axnes santai.


"Ayo." Raiyan berdiri dan mengulurkan tangannya pada Axnes.


Axnes sedikit terkejut, namun ia menyambut uluran tangan Raiyan dengan senyuman.


Mereka pun berlalu dari taman itu dengan Raiyan yang menggenggam tangan Axnes. Mereka sama sama merasa nyaman.


Setelah di mobil, Raiyan pun melajukan mobilnya kembali ke hotel tempat Axnes menginap.


"Axnes, aku harap kau bisa mempertimbangkan tawaran kontrak ku. Jika bisa aku sangat berharap kau setuju untuk menandatangani nya." Pinta Raiyan penuh harap.


"Aku pasti akan mempertimbangkan nya. Tawaran nya sangat menguntungkan bagi ku." Axnes bercanda kecil, padahal ia juga bukan wanita gila harta.


"Jangan lihat tawarannya Axnes, tapi lihat siapa yang menawarkan nya." Raiyan kembali menggoda Axnes.


"Kau ini." Axnes malah dengan berani mencubit gemas pipi Raiyan.


"Ya sudah, aku turun dulu. Sudah sampai dari tadi tapi malah asyik didalam mobil." Axnes pamit sambil menggerutu.


"Ya sudah. Hati hati." Ucap Raiyan saat Axnes hendak turun.


"Sampai ketemu lagi Rai." Ucap Axnes lalu melambaikan tangannya dan langsung berjalan masuk kedalam lobi hotel.


Raiyan tersenyum dan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.


"Apa aku benar benar harus melupakan tujuan awal ku mendekati nya?" Tanya Raiyan pada dirinya sendiri.


...~ To Be Continue ~...


*******


Kita slow dulu ya di part2 kedepan nya.

__ADS_1


Jangan bosan.


Like dan komentar jangan lupa. Makasih.


__ADS_2