Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 50 - Orang Tua Mandiri


__ADS_3

Setelah dua hari dipaksa bertahan dirumah sakit oleh Raiyan dan orang tua mereka, akhirnya hari ini Axnes diijinkan pulang oleh mereka.


Dokter sudah mengijinkan Axnes pulang dan menyatakan kondisi Axnes sudah sangat baik bahkan sehari setelah Axnes melahirkan, namun suami dan orang tua mereka yang ngotot agar Axnes dirawat satu hari lagi dengan alasan takut jika nanti kondisi Axnes down.


"Sayang, apa kau senang bisa pulang hari ini?" Tanya Raiyan yang tengah mengemasi barang milik istri dan anaknya.


"Em..aku senang. Disini sangat membosankan." Rengek Axnes sambil menyusui bayinya dengan susu formula karena ASInya belum keluar walau sudah terus diberikan bayinya untuk dihisap agar merangsang ASInya mengalir.


Axnes sempat khawatir, namun dokter mengatakan hal tersebut adalah wajar, apalagi dia adalah Ibu baru. Jadi dokter menyarankan untuk sementara memberikan susu formula dengan takaran yang tepat untuk bayinya agar tidak kelaparan.


"Apa ASI mu belum juga keluar?" Tanya Raiyan sedikit khawatir.


"Belum." Jawab Axnes pelan.


"Apa perlu aku yang membantu merangsang nya?" Tanya Raiyan serius namun Axnes menyalah artikan ucapan nya.


"Tidak perlu Rai, jika kau yang membantu maka akan lain cerita." Jawab Axnes.


Raiyan hanya mengangguk tanpa sadar jika istrinya sudah salah paham dengan pertanyaannya.


"Apa sudah selesai?" Tanya Raiyan duduk diujung ranjang dan memijat pelan kaki Axnes yang terlentang.


"Sudah." Ucap Axnes.


"Jadi, kita bisa pulang sekarang?" Tanya Raiyan meminta kepastian.


Axnes mengangguk.


Raiyan pun membantu Axnes yang sedang menggendong putra mereka untuk duduk di kursi roda, lalu Raiyan meminta seorang perawat untuk membantu mendorong kursi roda tersebut sedangkan ia harus membawa tas-tas mereka.


Raiyan sengaja tidak mengijinkan orang tua mereka datang dan menyuruh mereka untuk menunggu dan menyambut Axnes dirumah saja.


Setelah masuk kedalam mobil, Raiyan pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesekali ia akan mengintip pada bayinya yang tampan itu, wajah perpaduan dirinya dan Axnes.


"Sayang, aku boleh menanyakan sesuatu pada mu?" Tanya Raiyan.


"Kau sekarang juga sedang bertanya sayang." Ucap Axnes menggoda suaminya.


Raiyan tampak sejenak berpikir lalu mengangguk pelan dan tersenyum.


"Sayang, bagaimana kalau kita tinggal terpisah dengan Papa dan Mama? Kita bangun rumah lain disamping rumah mereka." Usul Raiyan.

__ADS_1


Axnes tampak berpikir.


"Aku tidak masalah. Tapi aku takut tidak bisa merawat Yanes dengan baik." Ucap Axnes ragu.


"Sementara menunggu rumah kita jadi, kita bisa belajar dari Mama. Lalu setelah kita tinggal dirumah baru nanti, aku akan membantu mu." Ucap Raiyan serius.


"Apa kita akan menggunakan pelayan?" Tanya Axnes.


"Kita usahakan jangan. Kita coba untuk menjadi orang tua mandiri dan suami istri yang mandiri." Ucap Raiyan.


Entah kenapa Axnes sedikit ragu dengan ajakan Raiyan yang satu ini, namun ia mencoba menerima dan menyetujui.


"Baiklah." Sambung Axnes.


Mereka pun tidak ada pembicaraan lagi sepanjang perjalanan hingga sampai ke rumah.


"Perlahan sayang." Ucap Raiyan membantu istrinya turun dari mobil.


Setelah berhasil, Raiyan menuntun istrinya masuk kedalam rumah sedangkan para pelayan mengambil barang mereka dari dalam bagasi mobil.


"Keponakan tampan mu." Ucap Ayvin langsung mengambil alih Yanes dari gendongan Axnes.


Ayvin langsung membawa Yanes dan duduk bersama Harley.


"Sayang." Keempat orang tua menyambut dan memeluk mereka secara bergantian.


"Axnes, bagaimana? Apa ASI mu sudah keluar?" Tanya Vivian.


"Belum Ma." Jawab Axnes menunduk.


"Hei, jangan merasa bersalah. Hal itu wajar saja karena kau adalah Ibu baru. Jangan sampai hal tersebut malah membuat mu stres dan malah menyebabkan ASI mu tidak bisa keluar sama sekali. Mulai sekarang hal terpenting adalah suasana hati harus selalu baik. Jangan sampai kau stres." Ucap Vivian menenangkan menantunya.


"Terima kasih Ma." Ucap Axnes terharu memeluk mertua nya.


Max dan Vanessa merasa bersyukur karena putri mereka mendapatkan mertua yang baik, bahkan sangat baik.


"Em, Papa, Mama ada yang ingin kami bicarakan." Ucap Raiyan.


Semuanya serentak menatap Raiyan.


"Begini, jika Papa mengijinkan, aku ingin membangun rumah disamping rumah kita yang sekarang. Aku ingin tinggal terpisah dari kalian." Ucap Raiyan gugup.


"Tapi Rai, apa tidak sebaiknya kalian tetap tinggal disini?" Tanya Vanessa khawatir.

__ADS_1


"Kami ingin menjadi orang tua yang mandiri Ma. Lagipula kami tidak benar benar jauh dari orang tua ku. Jika mereka sempat, mereka bisa berkunjung begitupun Papa dan Mama." Jawab Raiyan.


"Menjadi orang tua mandiri tidak semudah yang kau bayangkan Rai." Kini Max yang bersuara.


"Tapi tidak ada salahnya mencoba." Ucap Raiyan kekeh dengan keinginannya.


"Baiklah jika itu mau mu. Papa akan membantu membangun rumah untuk kalian. Tidak boleh menolak! Anggap saja ini hadiah kelahiran untuk cucu Papa." Ucap Raymond semangat.


Raiyan dan Axnes hanya mengangguk.


"Semoga saja pilihan kami tepat." Batin Axnes.


"Sayang, ayo sebaiknya kau istirahat dulu. Yanes biar nanti aku yang membawanya ke kamar." Ucap Raiyan menuntun istrinya berdiri dan berjalan ke kamar mereka.


"Sayang, terima kasih karena mau menerima ku dan menjadi istri ku. Terima kasih karena mau bertaruh nyawa untuk melahirkan seorang penerus untuk ku. Maaf jika aku belum bisa sebaik yang kau harapkan. Tapi aku berjanji aku akan berusaha menjadi suami dan Papa yang baik untukmu dan putra kita." Ucap Raiyan serius setelah ia mendudukkan Axnes diranjang.


"Tidak Rai, aku yang berterima kasih padamu karena sudah memilih ku untuk menjadi istri mu. Aku bukan wanita yang sempurna dan labil, tapi kau tetap tidak meninggalkan ku dan dengan sabar mendampingi ku." Ucap Axnes haru.


Raiyan langsung memeluk Axnes.


"Karena kita saling mencintai sayang. Kita saling membutuhkan, kita saling melengkapi satu sama lain. Kita terikat oleh cinta." Ucap Raiyan.


Axnes mengangguk.


"Sayang, berjanjilah kedepannya jika aku punya salah kau harus menegurku. Jika aku lalai atau lupa, kau harus mengingatkan ku. Jika aku sudah keluar dari janji suci pernikahan kita dan dari semua yang aku janjikan pada mu, maka kau harus menarik ku kembali." Ucap Raiyan serius.


"Em. Begitupun dengan mu. Kau juga harus berjanji untuk melakukan hal yang sama jika aku juga melakukan kesalahan yang sama." Ucap Axnes menyanggupi ucapan Raiyan.


"Berjanjilah mulai sekarang kita harus hidup lebih baik dan menjalani pernikahan kita dengan baik serta menjadi orang tua yang baik untuk Yanes dan adik adiknya nanti." Ucap Raiyan semangat.


"Em. Aku berjanji." Ucap Axnes.


Raiyan pun melepaskan pelukan nya dan membaringkan istrinya.


"Istirahatlah." Ucap Raiyan menyelimuti Axnes dan mengecup kening Axnes.


Raiyan pun perlahan keluar dari kamar mereka.


"Terima kasih Tuhan, terlepas dari apapun kenakalan ku dimasa lalu dan semua kesalahan ku, kau memberiku seorang wanita yang tulus menerima ku. Walau awalnya aku membenci Papanya dan ingin membalas dendam melalui dirinya, tapi siapa sangka mau sudah menghukum ku terlebih dulu dengan cara membuat ku mencintainya. Jangan pernah pisahkan kami, dan biarkan kami menjadi keluarga kecil yang bahagia seperti Papa dan Mama." Batin Raiyan.


...~ END ~...


#####

__ADS_1


Okay, Kisah Raiyan Axnes sampai disini ya...


Akan ada beberapa extra chapter sebelum aku benar-benar ending kan..


__ADS_2