
...Warning!!! Chapter ini mengandung unsur dewasa yang bisa bikin panas dingin serta mungkin menuai pro kontra. Jika tidak suka sebaiknya di skip....
Pagi ini tidak seperti biasanya. Gerimis turun membasahi bumi. Terlihat sepasang kekasih yang masih enggan beranjak dari tempat tidur mereka yang nyaman. Mereka adalah Vivian dan Raymond. Hanya tidur bersama tanpa melakukan hal yang diluar batas.
"Engh." Vivian melenguh saat ia mulai tersadar dari tidurnya. Ia membalikkan badan nya menjadi berhadapan dengan Raymond. Tangan Raymond dengan setia melingkar sempurna dipinggang nya. Ditatap nya wajah tampan kekasihnya. Ia mulai menjelajahi wajah kekasihnya itu dengan jari nya.
"Tampan sekali ternyata." Gumam nya berbisik. Raymond sebenarnya sudah terbangun duluan namun ia tidak beranjak karena ingin lebih lama memeluk Vivian. Raymond sengaja menggeliat membuat Vivian langsung menutup mata nya kembali.
Saat ia membuka mata ia tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya itu. Ia kemudian memperhatikan bibir mungil Vivian yang merona walau baru bangun tidur. Dan refleks ia pun langsung mencium bibir yang selalu membuat nya ketagihan itu dan menindih tubuh mungil Vivian. Vivian terbelalak kaget mendapatkan perlakuan mendadak dari Raymond. Namun entah dorongan dari mana membuat ia membalas ciuman Raymond bahkan ia mengalungkan tangannya di leher Raymond.
Raymond mulai memainkan lidahnya didalam mulut Vivian, dan ternyata Vivian pun membalas nya. Ciuman mereka mulai menjadi panas. Bibir Raymond mulai turun menjelajahi leher putih Vivian membuat Vivian merasa geli. Terdengar suara desahan kecil lolos dari bibir Vivian. Mendengar itu Raymond semakin terbawa suasana. Ia kemudian mulai membuka satu persatu kancing dress tidur Vivian hingga dua gundukan Vivian terekspos indah walau dihalangi oleh pakaian dalam nya.
Ia mulai mencium gundukan itu sesekali menjilat nya membuat desahan Vivian lagi-lagi lolos. Vivian seolah tidak ingin untuk menolak. Entah apa yang ada dipikiran nya sehingga ia membiarkan Raymond menjelajahi tubuh nya. Perlahan Raymond mulai turun kebawah dan membuka ****** ***** Vivian dan memainkan milik Vivian menggunakan mulut dan lidahnya.
"Ah..Ray jangan." Ucap Vivian setengah mendesah kenikmatan dengan apa yang Raymond berikan kepada nya. Raymond tidak mendengarkan nya, ia terus melanjutkan aksi nya. Vivian menggeliat hebat merasakan sensasi yang diberikan oleh Raymond. Raymond tidak ingin mengecewakan Vivian. Ia pun membuat Vivian merasakan pelepasan walau hanya dengan mulut dan lidahnya. Raymond masih sadar untuk tidak menyatukan dirinya pada Vivian.
Selesai dengan aksinya ia kembali membaringkan tubuhnya disamping Vivian. Ia menatap wajah Vivian yang merona malu. Wajar saja karena ini pertama kali nya bagi Vivian. Vivian kemudian menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Raymond. Raymond tersenyum melihat kelakuan kekasih nya itu.
"Bangunlah Honey dan segera bersihkan dirimu. Bukankah kau ingin belajar menembak dan melihat singa peliharaan ku?" tanya Raymond sambil mengusap lembut rambut indah Vivian.
"Em." Vivian menjawab lalu saat hendak bangun ia mencium bibir Raymond lalu beranjak berlari kekamar mandi. Raymond hanya tersenyum. Raymond memilih menggunakan kamar mandi dikamar yang lain untuk membersihkan diri agar tidak lama menunggu Vivian.
Setelah selesai ia pun kembali kekamar nya dan Vivian. Namun ia kaget melihat Vivian yang sedang mondar mandir dan hanya menutup dirinya dengan handuk.
"Honey, jangan menggoda ku seperti ini." Ucap Raymond yang kini sudah memeluk Vivian dari belakang.
__ADS_1
"Apa kau menginginkan lebih?" tanya Raymond dengan suara sensual ditelinga Vivian.
Vivian dengan cepat melepas tangan Raymond dari pinggangnya kemudian meraih pakaian nya dan berlari masuk kekamar mandi untuk mengenakan pakaian.
Raymond tertawa kecil. Sungguh menggoda kekasihnya itu sudah menjadi hobby baru nya sekarang.
"Sudah aku sudah selesai." Ucap Vivian ketika ia baru keluar dari kamar mandi. Ia bahkan merias dirinya dikamar mandi.
"Kau cantik sekali Honey." Ujar Raymond yang sedang duduk di tepi ranjang nya. Ia merentangkan tangan nya sambil berjalan mendekati Vivian dan meraih Vivian kedalam pelukan nya.
"Kita berangkat sekarang?" tanya nya pada Vivian. Vivian mengangguk dalam pelukan nya.
Pertama mereka ketempat latihan menembak. Tempat itu adalah milik Raymond sendiri. Raymond sebagai pelatih untuk kekasihnya itu.
"Waw, sangat bagus untuk seorang penembak pemula Honey." Raymond memuji Vivian disela-sela latihan nya.
"Darimana kau bisa menguasai teknik dasar dengan baik?" tanya Raymond penasaran.
"Kau lupa, aku kan sering menonton film action jadi dari film-film itu aku mempelajari nya." Ucap Vivian cengengesan. Raymond hanya mengangguk sambil memberi jempol pada Vivian lalu melangkah menjauh dan menyuruh Vivian untuk melanjutkan latihannya.
Setelah selesai, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah Restoran untuk makan siang. Saat sedang asyik makan ponsel Vivian kembali berbunyi, siapa lagi kalau bukan peneror itu.
"Waw sayang aura mu hari ini terlihat berbeda. Kau terlihat sangat cantik." Isi pesan yang didapatkan Vivian. Vivian tidak menanggapi dan melanjutkan kegiatan makan nya.
Setelah selesai, mereka pun langsung menuju ke sebuah hutan yang cukup luas. Hutan itu adalah Hutan buatan untuk singa-singa peliharaan Raymond. Raymond kemudian membawa Vivian menaiki kendaraan khusus agar aman dari kejaran para singa.
__ADS_1
"Wah, mereka sangat besar Ray." Ucap Vivian takjub melihat beberapa ekor singa peliharaan Raymond.
"Yang kau bilang besar itu masih anak singa Honey. Singa yang sebenarnya ada di ujung sana." Ucap Raymond sambil menunjuk kearah yang dimaksud. Vivian sangat antusias untuk melihat nya.
"Waw,,ini sangat jumbo." Ucap Vivian memperhatikan sepasang singa dewasa didepan mereka.
"Mereka sudah bersama ku selama delapan tahun." Ucap Raymond menjelaskan. Vivian berbinar mendengar penjelasan Raymond. Ia bahkan lebih bahagia lagi saat mendengar sepasang singa itu mengaum bersama. Mereka menyudahi kegiatan mereka dan kembali ke mansion.
Saat sudah di mansion Vivian segera membersihkan dirinya dan istirahat. Ia merasa sangat lelah setelah beraktivitas seharian. Tidak lama ia pun terlelap. Raymond lagi-lagi tersenyum melihat kelakuan kekasih nya. Raymond menjadi laki-laki murah senyum jika sudah bersama kekasih nya. Setelah Raymond selesai membersihkan dirinya, ia pun ikut terlelap di samping Vivian.
Ditempat lain seorang pria tampan sedang berdiri di tepi pantai sambil tersenyum menatap foto indah gadis yang ia sukai. Ia benar-benar tidak bosan dengan kegiatan yang sama setiap hari nya.
"Sayang senyum mu itu sangat indah. Jika kau sudah menjadi milik ku, aku akan membuat senyum itu tidak pernah hilang dari wajah nya." Ucap pria itu memandang foto Vivian yang sedang tersenyum walau tidak menatap kamera.
"Aku jadi tidak sabar." Lanjutnya lagi.
#Max/Louise Jiang (untuk bekas luka diwajah nya kalian bisa berkhayal sendiri yah karena untuk menemukan visual yang cocok sangat tidak mungkin)
*******
Terima kasih untuk para reader yang selalu setia dengan "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"
Terus berikan dukungan terbaik kalian dengan cara meninggalkan komentar berupa kritik atau saran dan masukan yang membangun serta like nya setiap kali kalian selesai membaca satu part yah.
__ADS_1
Jangan lupa untuk favorit dan vote serta berikan rate bintang 5, 4, 3 untuk cerita ku.
^^^Salam Semangat.^^^