Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 31 - Kau yang memaksa ku [21+++]


__ADS_3

NOTE : Yang masih puasa bacanya setelah buka aja, atau di skip aja. Tapi kalo ngeyel yah..aku juga tidak bisa berkata. Hehe


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


Titt


Pintu apartemen Axnes terbuka.


Sebelum masuk, ia menelisik kedalam apartemen nya, berjaga jaga jika ada Raiyan didalam.


Namun nihil.


Axnes menghela nafas lega. Ia memang butuh untuk sendiri dulu saat ini.


Perlahan ia melangkah masuk kedalam unit apartemen nya lalu melangkah ke kamar nya.


Setelah dikamar ia mengganti pakaiannya menjadi pakaian lebih santai.


Ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang, menatap langit langit kamar nya dengan tatapan kosong.


Pikiran nya kembali mengingat rahasia terbesar milik Raiyan yang tidak sengaja terungkap.


"Apa aku harus memaafkan nya?" Batin Axnes.


"Tapi dia sudah berbohong. Dan dia juga tidak mencintai ku."


"Ya sudah. Aku akan memaafkan nya dan meminta nya mengakhiri hubungan kami. Setelah itu aku akan kembali ke Jepang saja." Batin Axnes mengambil keputusan.


Lama berbaring hingga akhirnya ia terlelap, padahal hari masih sore.


Titt


Pintu apartemen Axnes kembali terbuka.


Raiyan datang untuk menemuinya saat ia mendapat kabar dari Stev kalau Axnes sudah kembali ke apartemen nya.


Stev mengingatkan nya agar menjelaskan dengan baik apa yang sebenarnya terjadi.


Perlahan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Axnes.


Dilihatnya kekasihnya sedang tertidur lelap dengan gaya dan arah tidur yang berantakan.


Perlahan ia mendekat dan naik keatas ranjang bergabung dengan Axnes.


Didekap nya erat tubuh gadis yang sangat ia cintai itu.


Ia tidak tidur, ia hanya setia memeluk Axnes dan terus memperhatikan wajah teduh Axnes.


Dalam tak sadar nya, Axnes membalas pelukan nya.


Raiyan tersenyum lebar.


"Kau membuat ku khawatir dan sekarang kau sangat menggemaskan." Ucap Raiyan berbisik.


"Em.." Axnes menggeliat hendak berbalik arah namun pergerakan nya tertahan oleh pelukan Raiyan.


Perlahan ia tersadar dari tidur nya.


Ia mendorong tubuh Raiyan dengan kuat hingga Raiyan melepas pelukan nya.


"Sayang, ada apa? Bukankah sudah biasa jika aku memeluk mu?" Tanya Raiyan bingung.


"Menjauh dari ku pria jahat." Axnes membentak Raiyan.


"Kau masih marah pada ku?" Tanya Raiyan masih bingung.


"Aku bukan saja marah pada mu. Aku juga sangat membenci mu." Ucap Axnes walau mata nya jelas berbohong.


"Sayang, aku bisa menjelaskan semuanya. Kau sudah salah paham." Raiyan mencoba mendekati nya namun ia menghindar.

__ADS_1


"Apa yang kau dengar itu memang benar ... "


"Aku tahu aku benar Rai. Kau penjahat. Kau pembohong." Ucap Axnes membentak sambil menunjuk wajah Raiyan.


Raiyan diam, dirinya mulai tersulut emosi namun ia berusaha menahan nya.


"Kau jahat Rai, kau buat aku mencintaimu sampai sedalam ini, tapi nyatanya semua itu hanya sandiwara mu saja." Ucap Axnes mulai terisak.


"Aku tidak mengira kau tega melakukan itu pada ku." Lanjut nya lagi.


"Sayang, kau sudah salah paham. Kau belum mendengar semua nya. Aku tidak berbohong sejauh itu." Raiyan berusaha tenang untuk membujuk kekasihnya.


"Sial." Batin Raiyan saat merasakan sesuatu miliknya menegang bersamaan dengan emosinya yang terpancing.


"Jangan seperti ini sayang. Aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan." Pinta Raiyan.


Ia benar benar menahan diri sekuat tenaga untuk tidak mendekati Axnes.


"Aku tidak ingin mendengar apapun dari mu. Dari awal kau memang pembohong. Kau mendekati ku, meminta ku untuk bekerja di agensi mu, menyatakan cinta pada ku dan bahkan kemarin melamar ku. Semua itu hanya untuk tujuan mu membalas dendam atas apa yang sudah Papa ku lakukan pada Mama mu." Ucap Axnes menggila.


Raiyan tidak mampu menahan amarah nya lagi.


Biarlah jika Axnes membencinya asalkan ia tetap memiliki Axnes.


"Ya, aku memang pembohong. Aku penipu. Aku penjahat yang terlalu mencintai mu karena kebaikan dan ketulusan mu. Lalu apa? Kau ingin minta berpisah sekarang?" Ucap Raiyan tak kalah gila dari Axnes.


Mereka bertengkar hebat.


"Ya. Aku ingin pisah dari mu. Aku ingin pisah dan setelah itu aku akan kembali ke Jepang, meninggalkan mu dan melupakan semua rasa sakit yang aku dapatkan dalam waktu satu hari." Ucap Axnes melepas cincin pemberian Raiyan lalu melempar nya kearah Raiyan.


Raiyan berhasil menyambut cincin tersebut dan menyimpan nya pelan diujung ranjang.


Raiyan menyeringai dan itu tampak sangat menakutkan.


Sigap ia menarik kaki Axnes hingga Axnes kini terkungkung dibawahnya.


Mata nya penuh amarah dan hasrat menggelora.


Ia langsung menyambar bibir Axnes dan menciumnya dengan brutal.


"Kau yang memaksa ku sayang." Ucap Raiyan setelah melepas tautan bibir mereka.


"Rai, jangan aku mohon." Pinta Axnes menangis.


Ia berusaha memberontak namun tidak kuat. Kekuatan Raiyan sepuluh kali lipat lebih besar dari nya.


Raiyan gelap mata. Jika tidak bisa menjelaskan dengan cara baik, maka terpaksa cara kasar yang bekerja.


"Maaf sayang, tapi kau terlalu nakal dan terus memancing ku. Maka kini nikmati saja akibatnya." Ucap Raiyan menyeringai.


Ia kembali membuka pakaian dalam Axnes hingga akhirnya Axnes benar benar polos, setelah itu ia membuka miliknya juga.


"Jangan Rai, aku mohon." Pinta Axnes menggeleng kepalanya kuat.


Namun percuma Raiyan telah gelap mata, kembali ia mencumbu tubuh polos itu yang sudah ia jaga dengan baik beberapa bulan ini.


Ia melakukan nya dengan pelan dan lembut.


Walaupun emosi, tapi ia tidak ingin membuat gadis yang sangat ia cintai itu kesakitan dan semakin membencinya.


"Kau hanya akan menjadi milik ku sendiri Axnes, Nyonya Muda pertama di keluarga Lu." Ucap Raiyan semakin memberi sentuhan pada setiap titik sensitif Axnes hingga membuat Axnes ikut terpancing.


"Kau siap sayang?" Tanya Raiyan tersenyum sinis melihat kekasihnya memejamkan matanya dan mencengkeram kuat alas kasur nya.


Axnes tidak mengangguk ataupun menggeleng.


Perlahan Raiyan mulai menyatukan miliknya pada kekasihnya itu.


"Rai, sakit.." Axnes mengerang kesakitan serta kini ia mencengkeram kuat lengan Raiyan.


"Hanya sebentar sayang." Ucap Raiyan tersenyum terutama saat ia melihat ada bercak darah yang menetes di kasur.


Perlahan ia mulai menggerakkan pinggul nya berirama.


Axnes pasrah.


Mahkota nya telah hilang.


Entah direnggut paksa atau sebenarnya ia manyerahkan secara suka rela, karena ia pun mulai menikmati setiap permainan Raiyan.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Axnes, dan itu tidak akan pernah berubah sekalipun kau membenci ku." Ucap Raiyan terus menggerakkan pinggul nya.


Axnes menutup rapat mulut nya agar tidak mengeluarkan suara nikmat nya, takut jika Raiyan akan semakin gila.


Raiyan tersenyum melihat tingkah Axnes yang berusaha menahan semuanya namun tubuh nya bereaksi lain.


"Keluarkan saja sayang." Titah Raiyan.


Axnes menggeleng kepalanya kuat.


"Apa masih sakit?" Tanya Raiyan khawatir.


Axnes tidak menjawab.


"Baiklah, aku akan segera menyelesaikan nya." Ucap Raiyan.


Ia kemudian memacu semakin cepat miliknya hingga akhirnya mereka mencapai pelepasan.


"Aku mencintaimu Axnes. Kau hanya milik ku. Tidak ada yang bisa memiliki mu selain diriku." Ucap Raiyan tumbang di atas kekasih nya.


Jujur saja, wajah Axnes tersipu malu.


Raiyan kemudian berpindah ke samping Axnes dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


Raiyan juga meraih cincin yang tadi Axnes lemparkan kepadanya.


"Besok kita kembali ke Jepang. Aku akan merundingkan tanggal pernikahan kita secara langsung dengan orang tua mu." Ucap Raiyan sambil memakaikan kembali cincin itu dijari manis Axnes.


"Aku tidak mau." Axnes menolak keras lalu berbalik memunggungi Raiyan.


"Kau tidak tidak masalah. Jadi ijinkan aku mengembalikan mahkota berharga mu ini." Ucap Raiyan sengaja mulai menyentuh tubuh Axnes.


"Berhenti. Aku terpaksa." Ucap Axnes kasar.


"Terserah saja yang penting kau mau. Aku tahu kau mencintai ku." Ucap Raiyan mengejek kekasihnya yang kini telah menjadi wanitanya.


"Aku membenci mu." Ucap Axnes kasar.


"Aku juga mencintaimu sayang." Raiyan malah membalas lain.


Kedua diam sejenak.


Raiyan kemudian memeluk Axnes dari belakang.


"Maafkan aku sayang. Maaf aku memaksa mu dengan cara seperti ini. Tapi sungguh, aku tidak bisa kehilangan mu. Aku mencintaimu Axnes." Raiyan berkata jujur.


"Kau hanya memanfaatkan ku." Axnes masih mengungkit.


"Itu dulu sayang. Aku akui awalnya aku memang ingin membalas dendam pada Papa mu melalui diri mu. Tapi malam itu saat di taman, kau menceritakan semua penyesalan Papa mu, aku jadi berpikir ulang. Dan setelah mengenal mu, aku jadi mencintaimu dan itu tulus Axnes. Jika aku tidak tulus, aku pasti tidak akan menjaga mu hingga hari ini." Ucap Raiyan penuh sesal.


"Tapi tetap saja kau sekarang juga sudah merenggut kesucian ku." Ucap Axnes kesal.


"Kau juga tidak menolak." Raiyan malah menyalahkan Axnes.


"Kau jahat." Ucap Axnes membentak halus.


"Karena aku mencintaimu. Jika tidak bisa dengan cara halus, maka tidak ada salahnya aku menjadi jahat untuk memperjuangkan cinta ku." Ucap Raiyan serius.


Perlahan Axnes berbalik, tiba tiba ia memeluk Raiyan dan menyembunyikan wajahnya pada dada Raiyan.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku sayang. Kau tahu aku seperti apa. Sejauh apapun kau pergi aku akan tetap mendapatkan mu." Ucap Raiyan yang entah mengancam atau mengungkapkan perasaan nya.


"Tidurlah. Besok siang kita kembali ke Jepang. Aku tidak sabar bertemu dengan Ayah mertua yang akan ku musuhi ity." Raiyan menggoda kekasihnya.


Axnes tidak menanggapi.


Ia mencoba menerima kenyataan bahwa kini Raiyan lah yang sudah memiliki dirinya seutuhnya.


Raiyan yang menjaga dirinya selama ini, dan Raiyan juga yang pada akhirnya merenggut apa yang sudah ia jaga dan lindungi selama ini.


"Aku mencintaimu sayang. Sangat mencintai mu dan tidak akan berkurang sedikit pun. Maaf sudah memakai cara ini untuk memaksa mu tetap bersama ku." Ucap Raiyan mengecup dalam kening Axnes setelah Axnes terlelap.


...**TO BE CONTINUE...


******


Tuhkan, Raiyan kecolongan.


Like dan komentar jangan lupa. Makasih**.

__ADS_1


__ADS_2