Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 18 - Terima Kasih.


__ADS_3

[ JANGAN LUPA MAMPIR di karya ku yang judul nya "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan "IF LOVE "


Klo udah, jangan lupa tinggalkan komentar dan like yah.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


"Jadilah kekasih ku?" Raiyan mengatakan kalimat itu dalam satu tarikan nafas, namun nada nya terdengar ambigu.


Pfftt


"Kau sedang menyatakan perasaan mu atau sedang bertanya Rai?" Tanya Axnes menahan tawa melihat Raiyan yang gugup.


Raiyan mengerutkan kening nya.


"Axnes..aku ingin kau menjadi kekasih ku. Apa kau mau?" Raiyan mengulangi perkataan nya dengan jelas dan menatap tepat pada mata Axnes.


Axnes menjadi gugup seketika.


Tidak tahu harus menjawab apa.


"Um..Rai, tapi aku rasa ini terlalu cepat." Ucap Axnes.


Axnes tidak menolak juga belum menerima, hanya saja merasa semua nya terlalu cepat.


"Tidak. Aku yakin dengan pilihan ku." Ucap Raiyan tegas masih tetap menatap Axnes membuat Axnes semakin salah tingkah.


"Aku harap kau tidak menolak ku Axnes, atau aku akan memaksa mu dengan cara ku." Batin Raiyan.


"Rai, aku ... " Axnes tidak melanjutkan perkataannya.


Ia bingung, rasanya terlalu cepat saja bagi nya.


"Axnes, aku serius pada mu. Aku ingin kau menjadi pendamping ku." Pinta Raiyan meraih tangan Axnes kedalam genggaman nya.


"Rai, aku menyukai mu, hanya saja em ... " Raiyan mengecup bibir Axnes sebelum Axnes sempat melanjutkan perkataannya.


Meja yang membatasi mereka tidak menjadi penghalang untuk Raiyan mengecup Axnes.


"Jadilah kekasih ku!" Kini Raiyan meminta dengan lantang.


Raiyan tidak bisa, jika Axnes harus menolaknya.


"Baiklah Rai. Aku terpaksa menerima mu." Ucap Axnes tersipu malu.


"Aku tidak ingin kau terpaksa Axnes, kecuali jika aku yang memaksa mu." Raiyan menyanggah jawaban yang diberikan Axnes.


"Mau bagaimana lagi, kau sudah mengambil paksa ciuman pertama ku. Itu sama saja kau memaksa ku." Ucap Axnes pura pura kesal.


Cup


Sekali lagi Raiyan mengecup bibir Axnes.

__ADS_1


"Sudah, aku mengembalikan pada mu." Ucap Raiyan tersenyum sinis.


"Itu sama saja. Kau bukan mengembalikan, tapi mencuri lagi." Ucap Axnes.


Raiyan bangkit dari duduk nya dan mendekati Axnes.


Raiyan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Axnes yang sedang duduk di kursi.


Sigap Raiyan meraih tengkuk leher Axnes dan kembali mengecup bibir Axnes lebih dalam dan lembut hingga membuat Axnes memejamkan matanya.


"Axnes aku mencintaimu. Jadilah kekasih ku, jadilah gadis ku." Pinta Raiyan serius saat sudah melepas tautan bibir mereka.


"Rai, aku juga mencintai mu." Ucap Axnes memeluk leher Raiyan.


"Terima kasih sayang. Terima kasih." Ucap Raiyan penuh cinta dan membalas pelukan Axnes.


"Aku janji sayang, aku akan menjaga mu dengan sepenuh hati ku. Aku akan melindungi mu dengan seluruh nyawa ku." Ucap Raiyan menangkup wajah Axnes, dan menyatukan kening mereka.


"Tidak perlu berjanji apapun pada ku Rai. Cukup kau jadi pria yang baik untuk ku, aku sudah sangat bersyukur." Ucap Axnes tulus.


"Terima kasih sayang. Terima kasih." Lagi dan lagi Raiyan mengucapkan terima kasih pada gadis yang kini adalah kekasihnya.


"Sama sama Rai. Aku mencintaimu." Ucap Axnes mengecup pipi Raiyan.


"Jangan menggoda ku sayang. Kita baru saja bersama." Ucap Raiyan menggoda kekasihnya.


"Coba saja jika kau berani." Ucap Axnes menantang.


"Haha. Jika dulu aku pasti sudah memaksa mu melakukan nya. Tapi tidak untuk sekarang, aku akan menjaga mu dan kehormatan mu hingga nanti kita menikah." Raiyan sangat serius.


"Terima kasih Rai. Aku percaya pada mu." Ucap Axnes bahagia.


Malam ini menjadi malam yang paling bahagia untuk mereka, karena perasaan yang terbalaskan.


"Aku tidak kurus. Berat ku sudah ideal." Axnes menyanggah perkataan Raiyan


"Aku bercanda sayang. Badan mu sudah bagus. Aku yakin nantinya dapat mengimbangi ku." Ucap Raiyan menggoda kekasihnya.


Axnes hanya tersenyum malu dan sedikit menunduk.


Mereka pun melanjutkan kegiatan makan malam mereka dengan bahagia.


Selesai makan, mereka pun beranjak meninggalkan restoran tersebut setelah Raiyan membayar tagihan.


"Sayang, kau mau kemana lagi?" Tanya Raiyan.


Mereka kini sedang berada di dalam mobil.


Raiyan melajukan mobilnya dengan sangat pelan.


"Tidak tahu. Tapi aku rasanya ingin segera beristirahat. Besok aku masih harus pemotretan." Ucap Axnes tersenyum pada kekasih tampan nya.


"Jadi kita pulang sekarang?" Tanya Raiyan memastikan.


Axnes mengangguk.


Raiyan pun melajukan mobilnya menuju apartemen Axnes.


Hampir sepanjang perjalanan, Raiyan selalu menggenggam tangan Axnes.


Axnes pasrah, ia juga selalu menatap pria yang kini berstatus sebagai kekasihnya itu dengan tatapan cinta.


"Sudah sampai." Ucap Raiyan.

__ADS_1


Ia lalu turun, mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Axnes.


"Silahkan kekasih cantik ku." Raiyan mengulurkan tangannya sambil membungkuk.


"Terima kasih pria tampan ku." Ucap Axnes menerima tangan Raiyan.


Raiyan pun menuntun Axnes menuju ke lobi apartemen nya, lalu melangkah ke dalam lift.


"Naiklah." Ucap Raiyan setelah mengantar Axnes masuk kedalam lift.


Axnes tersenyum.


Setelah pintu lift tertutup, Raiyan pun akhirnya pergi dari sana.


Ia melajukan mobilnya, tanpa tahu ada seseorang yang sedang memata matai Axnes tak jauh dari gedung apartemen itu.


"Hallo Tuan. Sepertinya anak cunguk itu punya mainan baru Tuan." Ucap pria pengintai melalui panggilan telepon.


"Awasi mereka, terutama gadis itu. Pastikan gadis itu adalah umpan empuk kita." Ucap pria lai dari balik telepon.


"Baik Tuan." Ucap si pria pengintai, lalu panggilan pun berakhir.


Setengah jam setelah Raiyan pergi.


Ting tong


Bel apartemen Axnes dipencet dari luar.


"Siapa malam malam begini?" Gumam Axnes yang kalah itu baru saja selesai mengeringkan rambut nya.


Ia mencepol rambutnya ke atas, lalu berjalan untuk membuka pintu apartemen nya.


Axnes terkejut saat melihat seorang pria memakai hoodie hitam celana hitam. Kepala pria itu menunduk dan ditutupi oleh topi hoodie nya, kedua tangan nya dia masukkan kedalam saku hoodie nya.


"Si siapa kau?" Tanya Axnes sedikit takut.


Pria itu tidak menjawab dan langsung melenggang masuk kedalam apartemen Axnes, bahkan langsung masuk ke kamar nya.


Axnes segera mengejar pria itu, yang kini duduk di tepi ranjang nya.


"Hei, katakan kau siapa?" Tanya Axnes sedikit membentak.


Pria yang sedang menunduk itu tersenyum sinis dan matanya memperhatikan kaki Axnes yang tepat berada di depan nya dan sedikit bergetar.


Glepp


Ia menarik tangan Axnes dan melempar nya keatas ranjang.


Axnes memejamkan matanya kuat.


Pria itu tersenyum melihat tingkah lucu dan takut dari Axnes.


Cup


Pria itu mengecup bibir nya singkat.


"Selamat malam."


...~ To Be Continue ~...


********


Like dan komentar jangan lupa yah.

__ADS_1


Makasih.


__ADS_2