
~~Curhat dikit.
Sebenarnya malas rasanya mau lanjutin cerita ini. Udah dua hari viewers nya turun lebih dari setengah, sesak rasanya.
Bahkan like dan komen nya pun nggak sampe 10% dari jumlah viewer, kecuali untuk bab2 diawal awal doang.
Entah apa yang salah atau kurang dari cerita ku, padahal kalo kalian mau menyampaikan dengan sopan aku terima dengan senang hati.
Atau mungkin ada yang gak suka sama jalan cerita atau karakter nya? Aku memang sengaja membuat karakter mereka berbeda sifat dari orang tua mereka, karena yang sifatnya jiplakan udah banyak dan udah lazim.
Gak tau sih mesti ngomong apa? Dengan menguatkan hati dan mental ku, aku lanjutkan walau sulit rasanya.
Buat yang masih setia makasih banyak, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian.~~
...Happy Reading...
#########
"Aaaa" Tanpa sengaja Emily menginjak kaleng kosong yang ada di dekat kakinya, seketika badan nya terbuang kebelakang melewati pagar pembatas yang hanya setinggi betis nya di rooftop tersebut.
"Rai, tolong aku." Emily memohon belas kasihan pada Raiyan, saat ia berhasil menahan diri nya agar tidak jatuh dengan memegang salah satu besi penyangga pagar pembatas itu.
Raiyan mendekati nya dan berjongkok di depan nya sambil tersenyum sinis.
"Aku akan menyelamatkan mu jika kau bersedia menerima hukuman dari ku." Raiyan menawarkan syarat.
Emily menggeleng kepalanya kuat.
"Aku mohon Rai, jangan seperti ini." Emily terus meminta ampun.
"Aku sudah mengingatkan mu untuk tidak menyentuh anggota keluarga ku, tapi kenapa kau masih melakukan nya?" Raiyan berkata dengan suara menggelegar.
Air mata Emily terus tumpah. Pria yang selama ini memanjakan dan menyayangi nya, kini lebih terlihat seperti seorang iblis.
"Aku bersalah Rai, aku mohon." Emily terus memohon.
"Perkataan ku tetap sama. Aku akan menyelamatkan mu jika kau bersedia menerima hukuman dari ku." Ucap Raiyan dengan suara datar.
Ia kemudian berdiri dan menyilangkan tangan nya didepan dada nya sambil menatap benci pada Emily.
"Rai, aku mohon. Aku tidak akan mengulangi nya lagi." Emily kembali memohon.
Raiyan gelap mata dan tidak peduli pada nya, yang ingin ia dengar adalah Emily siap menerima hukuman dari nya.
"Rai aaaa.." Satu tangan Emily terlepas dari besi penyangga itu hingga kini ia bertahan dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Rai tolong aku. Aku janji tidak akan mengganggu mu atau keluarga mu lagi." Emily terus dan terus memohon.
Tidak ada rasa iba pada Raiyan, kemarahannya lebih mandominan.
"Pendirian ku tetap sama." Ucap Raiyan datar.
"Hah, indah sekali malam ini." Ia malah berdiri dan duduk di atas pagar pembatas itu.
"Rai.." suara Emily semakin lemah.
Hingga akhirnya
BRUUKK
Emily jatuh dari rooftop apartemen tersebut dengan ketinggian yang tentu saja mematikan. Saat Raiyan melihat kebawah, tubuh Emily yang hanya berbalut pakaian dalam sudah tidak bergerak beralaskan darah yang mengalir mungkin dari kepalanya yang pecah.
"Selamat tinggal Emily." Ucap Raiyan tanpa rasa bersalah lalu pergi meninggalkan rooftop tersebut.
Ia meraih ponselnya dan menghubungi Vion.
"Hapus semua rekam jejak ku yang ada di setiap CCTV apartemen Emily baik CCTV luar maupun dalam." Ucap Raiyan dan langsung mematikan panggilannya.
Tanpa menunggu lama ia pun pergi dari apartemen itu dan kembali ke rumah nya, tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Sepeninggal Raiyan, tampak sebuah mobil hitam berada tak jauh dari apartemen itu sedang melakukan panggilan.
.....
"Sepertinya pria tersebut adalah kekasih nya. Aku sering melihat mereka bersama." Ucap pria itu lagi.
.....
"Baik Tuan. Aku akan mengatur semua nya untuk pemakaman Nona muda." Kemudian panggilan pun berakhir.
#####
Raiyan baru saja tiba di rumah nya. Rumah nya sudah sepi. Mungkin karena semuanya sudah tidur.
Ia bernafas lega karena tidak ada yang tahu ia baru pulang. Segera ia pun berjalan menuju kamar nya.
Ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang nya. Pikiran nya terus berputar mengingat kejadian tadi.
Bukan menyesal, ia justru merasa menyenangkan. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya hingga akhirnya ia terlelap.
........
__ADS_1
Malam dengan cepat telah berganti pagi. Tampak Raiyan telah terjaga dari tidur nyenyak nya. Ia bahkan tengah bersiap akan pergi ke kampus.
Setelah bersiap ia pun keluar dari kamar nya menuju ke ruang makan, tempat keluarga nya berkumpul di pagi hari.
"Pagi Mama. Pagi Pa. Pagi adik kecil. Pagi paman Jiro bibi Dream, dan Dero." Raiyan mengucapkan semua itu dalam satu tarikan nafas.
"Kau kenapa?" Dero bertanya curiga.
"Tidak." Raiyan menjawab singkat sambil mengunyah makanan nya setelah duduk di kursi milik nya.
Dero hanya mengangguk mengerti.
"Rai, ada apa antara kau dan Emily?" Raymond menutup koran yang ia baca dan menatap Raiyan serius.
"Tidak Pa." Raiyan menjawab singkat.
"Lalu apa ini?" Raymond menunjukkan halaman surat kabar yang menampilkan berita tentang kematian Emily bahkan beserta foto lengkap hanya bagian tubuhnya yang diburamkan.
"Seorang wanita muda bunuh diri setelah bertengkar hebat dengan kekasihnya." Dero membaca judul dari berita itu.
"Itu semua bohong Pa. Aku memang bertengkar dengan nya, tapi karena dia menduakan ku. Saat aku menemukan nya di apartemen nya, dia sudah hampir melakukan nya dengan pria lain. Saat melihat ku, dia langsung berlari ketakutan padahal aku tidak ingin marah pada nya. Aku tentu saja mengejarnya hanya untuk meminta kejelasan, tapi tidak sengaja ia malah tersandung dan jatuh kebawah begitu saja." Raiyan menjelaskan kebohongan dengan panjang lebar.
Untuk pertama kalinya Raiyan membohongi keluarga nya.
"Kakak yakin?" Ayvin bertanya menyelidik. Keluarganya sudah tau tentang kejadian yang menimpa Ayvin karena itu Raymond merasa curiga pada putranya.
"Aku awal nya hanya ingin meminta penjelasan tentang apa yang dia lakukan pada Ayvin." Raiyan menunduk pura pura bersedih.
"Mama harap kamu tidak akan berbohong Rai. Jangan mengecewakan kami." Kini Vivian bersuara.
"Tidak akan Ma." Ucap Raiyan.
Lalu segera ia pun bangkit dari duduknya dan memilih pergi untuk menghindari pertanyaan yang mengorek kebenaran.
******
Dah segini aja dulu. Benar2 gak semangat tapi dipaksain.
Maaf kalo part ini mungkin kurang jelas atau berantakan.
Ngetik nya gak niat.
Sekali lagi makasih buat kalian yang selalu tinggalkan like dan komentar setiap selesai baca, buat kalian yang belum dan gak ada niatan, semoga tergerak deh hati nya.
Cuma like dan komen aja, gak lebih.
__ADS_1
Selamat berbuka puasa buat yang akan berbuka sebentar lagi atau yang sudah berbuka di daerah kalian.