Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Kekasih ku. Calon Istri ku.


__ADS_3

"Honey kau hari ini tidak kuliah?" tanya Raymond saat Mereka sedang sarapan pagi ini. Kemaren setelah memakan begitu banyak seafood mereka langsung terlelap ketika sudah sampai di mansion karena kekenyangan.


"Tidak. Hari ini tidak ada kelas." Ucap Vivian sambil mengunyah makanan nya.


"Oh, kalau begitu ikut aku ke kantor saja." Usul Raymond, namun Vivian cepat-cepat menggeleng.


"Kenapa?" Raymond bertanya saat melihat kekasihnya menggelengkan kepalanya.


"Aku akan menyusul nanti ketika jam makan siang." Jawab Vivian.


"Em..baiklah." Ucap Raymond tersenyum. Ia sekarang jadi sangat mudah tersenyum.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan hening namun tiba-tiba ponsel Vivian berbunyi memecah keheningan. Ia meraih ponselnya dan membuka isi pesan yang ia dapat.


"Hai sayang. Kau tahu aku tadi malam memimpikan mu. Kau sangat cantik." Isi pesan yang ia dapat kan.


Vivian memutar malas kedua bola matanya. Ia menyimpan ponselnya dan kembali menikmati sarapannya. Raymond yang melihat kelakuan kekasih nya itu merasa sedikit aneh namun ia tidak ingin berprasangka buruk. Ia bukan tipe laki-laki yang mengekang walaupun ia cukup posesif. Ia tidak ingin karena sifat nya malah membuat kekasih nya pergi dari nya.


Setelah selesai sarapan Raymond pun berangkat. Vivian ikut mengantar nya sampai kedepan halaman mansion. Setelah itu ia kembali masuk, namun langkah terhenti karena lagi-lagi ia mendapat pesan yang sama. Foto dirinya saat mengantar Raymond barusan. Dan terdapat pesan teks dibawah nya.


"Ah, kau sangat menggoda sayang. Aku jadi sangat ingin memiliki mu." Begitu isi pesan nya.


"Jangan mencoba meneror ku. Itu tidak akan mempan." Ucap Vivian lalu beranjak masuk ke mansion. Ia kembali ke kamar nya untuk merapikan kamar nya yang sedikit berantakan karena akhir-akhir ini ia sangat sibuk dan tidak sempat merapikan nya.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam makan siang. Vivian yang tadi sudah selesai merapikan kamar nya pun kini sedang menyiapkan makanan yang akan ia bawa untuk makan siang kekasih nya. Saat dirasa sudah selesai ia pun naik ke kamar nya dan mengganti pakaiannya sedikit merias wajah nya. Setelah itu ia pun berangkat karena Jiro sudah menunggu di depan mansion.


Saat didalam mobil dan Jiro baru menjalankan nya lagi dan lagi Vivian menerima sebuah pesan. Isi nya sama foto dan pesan teks. Foto dirinya yang hendak masuk ke mobil tadi.


"Kau sangat indah sayang. Tunggu aku untuk datang ke sisi mu dan memiliki mu seutuhnya." Isi pesan itu. Tapi Vivian sama sekali tidak takut.


"Kirimkan. Kirimkan saja terus foto-foto indah ku. Aku sangat berterima kasih." Batin Vivian didalam hati. Karena memang foto-foto yang ia dapatkan terlihat begitu indah walau tanpa persiapan dari dirinya.

__ADS_1


"Jiro apa yang akan kau lakukan jika ada yang mencoba meneror mu?" tanya Vivian asal pada Jiro yang sedang sibuk menyetir.


"Aku akan membiarkan nya Nona sampai dia sendiri yang muncul di hadapan ku." Ucap Jiro masih fokus menyetir. Tidak ada kecurigaan dari dirinya pada pertanyaan Vivian. Vivian hanya mengangguk mendengar jawaban dari Jiro karena sama persis dengan yang ada dalam pikiran nya.


Mereka kini sudah sampai di depan perusahaan Raymond. Ini kali kedua Vivian menginjakkan kakinya ke perusahaan Raymond namun dengan status yang berbeda. Terlihat Raymond sudah menunggu di depan perusahaan nya. Ia menampilkan senyum lebar saat melihat kedatangan kekasihnya. Beberapa pegawai yang sempat melihat senyum nya itu dibuat takjub, pasalnya ini pertama kali nya mereka melihat Raymond tersenyum lebar seperti itu.


"Honey, apa kau merindukan ku?" tanya Raymond sambil merentangkan tangan nya dan langsung disambut oleh Vivian.


"Hem. Aku merindukan mu." Ucap Vivian memeluk erat Raymond membuat Raymond lagi-lagi tersenyum lebar. Ia lalu menggandeng kekasih nya masuk namun ditengah perjalanan ia menghentikan langkahnya.


Prok prok prok


Ia menepuk tiga kali tangan nya pertanda ingin pegawai nya segera berkumpul. Para pegawai yang mengerti akan hal itu segera berlari dan berdiri didepan Raymond dan Vivian. Mungkin jumlah nya ada puluhan hanya karyawan yang ada dilantai dasar, belum termasuk yang ada dilantai-lantai atas. Mereka penasaran apa yang akan Tuan mereka sampaikan.


"Aku ingin kalian lihat baik-baik wajah ini." Ucap Raymond sambil menopang dagu Vivian menggunakan telapak tangan nya. Vivian jadi tersipu malu.


"Dia adalah kekasih ku. Calon Istri ku." Ucap Raymond tersenyum.


"Dia kekasih ku. Calon Istri ku." Ucap Raymond mengulang perkataan nya. Para pegawainya terbelalak tidak percaya. Selama ini Tuan mereka dikenal sebagai sosok yang "Anti Wanita". Tapi sekarang lihatlah, ia bahkan tersenyum sangat lebar sewaktu memperkenalkan Vivian kepada mereka. Raymond langsung berlalu meninggalkan mereka sambil menggenggam erat tangan Vivian.


Vivian sedikit menunduk malu. Ia diperkenalkan tanpa persiapan apapun.


"Ray, kenapa kau tidak bilang kau ingin mengenalkan ku pada pegawai mu?" tanya Vivian saat didalam lift.


"Sebenarnya tidak kepikiran. Tapi aku tidak ingin mereka merepotkan mu jika tiba-tiba kau datang untuk memberi ku kejutan." Ucap Raymond tersenyum. Raymond jadi sangat murah senyum sekarang.


"Oo." Timpal Vivian singkat. Mereka kini sudah didepan ruangan Raymond. Lalu Raymond membukakan pintu untuk Vivian masuk. Saat sudah di dalam ruangan, Vivian terbelalak melihat Lin sekretaris Raymond itu sedang berbaring dengan pose dan pakaian yang sangat sexy. Bukan berprasangka buruk karena Raymond sudah pernah menceritakan tentang Lin padanya. Raymond yang baru masuk juga terbelalak tak percaya dengan kelakuan sekretaris nya.


Lin masih belum tahu kedatangan mereka. Lin memang sengaja melakukan itu agar niat nya bisa menggoda Raymond.


"Lin." Teriak Raymond padanya membuat nya terkejut apalagi saat melihat Raymond bersama Vivian. Vivian pun tak kalah kaget.

__ADS_1


"Tu..Tuan." Ucap Lin segera berdiri dan menunduk.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Raymond dengan nada tinggi.


"Tidak Tuan. Aku akan pergi." Ucap Lin sambil menunduk lalu segera meninggalkan Raymond dan Vivian. Ia tahu kalau Raymond sedang marah karena perbuatan nya.


"Sudah sudah. Bukankah itu cukup menggoda." Ejek Vivian saat mereka sudah berada di ruang khusus dalam ruangan Raymond. Vivian kini sedang menata makanan yang ia bawa dimeja. Mendengar perkataan Vivian, Raymond langsung melancarkan aksi jahilnya. Ia mendekati Vivian dari belakang dan memeluk nya.


Ia kemudian meniup telinga dan leher Vivian. Membuat Vivian menggeliat karena geli.


"Hentikan Ray atau aku akan mengajak Lin makan bersama kita." Ucap Vivian mengancam. Raymond seketika langsung menghentikan aksinya karena ngeri dengan ancaman kekasihnya. Ia kemudian duduk dan berbinar melihat makanan dihadapan nya.


"Mari makan." Ucap Raymond semangat dan langsung menyantap makanan nya. Vivian hanya tersenyum geli melihat kelakuan kekasih nya itu.


Ditempat lain terlihat pria tampan yang akhir-akhir ini selalu menguntit gadis yang ia sukai kini sedang melukis wajah cantik gadis nya itu.


"Milik orang lain memang selalu lebih menarik." Ucap nya dengan menampilkan seringai tipis.


#Vivian Xu



***************


Terima kasih selalu untuk para reader yang selalu setia dengan "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"


Dukungan kalian sangat berarti buat aku. Selalu tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya setiap kali kalian selesai membaca satu part. Jangan lupa juga untuk favorit dan vote buat cerita ku.


Rate bintang 5, 4, 3 jangan lupa yah.


^^^Salam Semangat.^^^

__ADS_1


__ADS_2