Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Kegiatan


__ADS_3

"Honey, apa kau yakin tidak ingin aku mengantar mu?" tanya Raymond yang sedang melihat kekasihnya mondar mandir menyiapkan barang barang nya.


"Tidak perlu sayang, lagipula ini adalah kegiatan kampus. Cukup Jiro mengantar ku sampai didepan lokasi acaranya saja" Vivian menjelaskan.


"Baiklah. Sini peluk dulu, aku akan merindukan mu untuk beberapa hari kedepan" pinta Raymond merentangkan tangan nya saat melihat Vivian sudah selesai mengemas barang barang nya.


"Aku hanya pergi tiga hari saja sayang" ucap Vivian yang lalu berjalan dan masuk kedalam pelukan Raymond. Raymond memeluk nya dengan sangat erat.


"Ingat segera hubungi aku jika sudah sampai, dan beritahu aku jika sudah akan pulang nanti. Aku akan menjemput mu" celoteh Raymond panjang.


"Iya iya, baiklah" jawab Vivian. Raymond kemudian melepas pelukan nya dan menuntun kekasih nya menuju pintu keluar. Tangan nya tidak pernah melepaskan tangan Vivian dari genggaman nya.


"Jaga diri mu Honey. Jangan dekat dekat dengan pria lain" pinta Raymond pada gadisnya itu.


"Tenanglah Ray, kau boleh menghukum ku jika aku melakukan nya" ucap Vivian tersenyum manis.


"Baiklah aku pergi sekarang sayang" pamit Vivian lalu mencium lembut pipi Raymond dan ia segera masuk ke mobil. Namun saat sudah di mobil, jendela mobil nya diketok oleh Raymond membuat Vivian langsung menurunkan kacanya menggunakan tombol yang terdapat di pintu mobil.


"Cup" Raymond mencium bibir Vivian lembut tak disangka Vivian membalasnya. Raymond segera melepas ciuman nya atau ia akan semakin hanyut nanti. Jiro kemudian melajukan mobilnya setelah Tuan dan calon Nyonya nya menyudahi adegan romantis yang membuatnya iri itu.


Tidak terasa sudah sebulan Vivian menjadi kekasih Raymond, mereka semakin romantis dari hari ke hari namun tidak melewati batas. Raymond selalu menjaga dirinya dan kekasihnya agar tidak melakukan hal yang belum pantas. Hari ini Vivian akan pergi mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Universitas. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari dan bertempat disebuah hutan ditepi kota.

__ADS_1


Kurang lebih satu setengah jam akhirnya Vivian sampai di lokasi tempat kegiatan kampusnya berlangsung. Terlihat sudah banyak mahasiswa mahasiswi dan beberapa dosen yang berkumpul di sana.


"Terima kasih" ucap Vivian saat Jiro sudah menurunkan barang barang nya dari bagasi mobil.


"Jaga diri mu nona" ucap Jiro sambil menepuk puncak kepala Vivian. Baginya Vivian sudah seperti adiknya.


"Baiklah. Aku masuk sekarang" Vivian kemudian pamit pada Jiro yang dibalas anggukan oleh Jiro.


Vivian berjalan memasuki gerbang besar sebagai pintu masuk hutan tempat kegiatan kampusnya akan diadakan. Hutan itu memang hutan yang dilestarikan dan dijaga oleh tim Khusus dan memang diperuntukkan bagi pihak pihak yang ingin mengadakan acara outdoor seperti ini.


"Biar aku bantu" ujar Louise yang muncul entah dari mana sambil merebut ringan koper kecil yang Vivian bawa. Vivian tidak bisa menolak walau sebenarnya ia tidak ingin melibatkan Louise dalam setiap kegiatannya. Setelah sampai disebuah tempat kosong dan meletakkan koper Vivian, Louise pergi berjalan menjauh lalu menghidupkan sebatang rokok dan menghisapnya dalam. Terlihat semua mahasiswa mahasiswi sibuk dengan kegiatan masing masing. Vivian kemudian membuka koper nya dan mengeluarkan tenda lipat yang sudah ia bawa tadi.


Ia kemudian menghampar tenda itu dan mulai memasang nya. Ia mengalami sedikit kesulitan, Louise yang melihat itu langsung menghampiri nya dan membantunya tanpa berkata. Vivian hanya keheranan melihatnya, Louise terlihat berbeda hari ini.


"Te" belum sempat Vivian mengucapkan kata terima kasih Louise sudah beranjak meninggalkan nya.


"Ada apa dengannya?" tanya Vivian dalam hati. Ia kemudian masuk kedalam tendanya dan menyimpan kopernya. Setelah itu ia pun keluar lagi dan mencoba berbaur dengan yang lainnya. Ia memang tidak dekat dengan teman teman lain karena selama ini ia tidak ingin terlalu membuka diri untuk bergaul.


"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Vivian pada satu kelompok mahasiswi yang kelihatan nya akan memasak.


"Ah vi, kau tolong hidupkan api unggun ini yah" ucap salah satu mahasiswi itu lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Vivian menoleh ke kiri dan ke kanan mencari apakah ada korek api yang bisa ia pakai. Namun hasilnya nihil, lalu ia teringat Louise yang tadi merokok. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari Louise agar bisa meminjam korek api nya. Saat berjalan cukup jauh ia mendapati Louise yang sedang mencium mesra seorang perempuan dengan posisi perempuan itu membelakangi Vivian. Vivian akhirnya memutuskan untuk kembali, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Louise.


"Ada apa?" tanya Louise berjalan mendekati Vivian dari belakang nya. Vivian kemudian berbalik dan mata nya langsung bertemu dengan mata tajam Louise.


"Maaf mengganggu mu, aku hanya ingin meminjam korek api mu" ucap Vivian sedikit menunduk untuk mengalihkan pandangan nya.


"Tatap mata ku saat kau sedang berbicara dengan ku" ucap Louise memegang dagu Vivian dan menengadah kan wajah nya hingga mata mereka kembali bertemu. Jantung Vivian berdetak cepat entah karena takut atau apa.


"Apa yang kau butuhkan?" tanya Louise masih memegang dagu Vivian dan menatapnya dalam.


"Aku ingin meminjam korek api mu" ucap Vivian berusaha tenang.


"Baiklah ikuti aku" Louise lalu menarik tangan Vivian dan kembali ketempat Vivian berada tadi. Ia kemudian dengan sigap membantu Vivian menghidupkan api unggun didepan mereka. Vivian tersenyum melihatnya dan ingatan nya langsung tertuju pada Max. Tak jauh dari mereka perempuan yang sedang bercumbu mesra dengan Louise tadi memperhatikan mereka dengan tatapan benci. Ia adalah Joyce.


"Tersenyum lah sepuas hati mi sekarang Vivian, sebentar lagi akan aku pastikan hidupmu hancur dan Louise akan jijik menatap mu" ucap Joyce menyeringai tipis.


"Sudah" ucap Louise lalu melangkah dan duduk di kursi lipat yang tak jauh dari nya. Vivian pun melanjutkan pekerjaannya bersama teman teman lainnya. Louise dengan setia memperhatikan setiap pergerakan Vivian dan sukses membuat senyum manis terbit diwajahnya.


"Tunggulah sebentar lagi. Sebentar saja lagi dan aku akan membawa mu pulang kembali di sisi ku" batin nya dalam hati. Ia ingin sekali mengungkapkan jati diri nya kepada Vivian namun ia ingin menyelesaikan apa yang menjadi tujuannya dari awal saat ia masuk ke Universitas tempat Vivian menimba ilmu sekarang. Tujuannya belum tercapai, dendam nya belum terbalas, dan musuh nya masih bisa tersenyum. Ia ingin menghancurkan musuh nya sampai sehancur hancurnya. Tidak akan ia beri ampun orang yang sudah merenggut kebahagiaan gadis nya itu. Ia akan membalasnya berkali kali lipat. Itulah tujuan utama nya sekarang.


*****

__ADS_1


Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan cerita ku. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya. Serta tekan favorit untuk mendapatkan pemberitahuan update episode selanjutnya.


^^^FOLLOW IG @zml1104_^^^


__ADS_2