Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 17 - Jadilah kekasih ku?


__ADS_3

[ Jangan lupa mampir di karya ku yang judulnya "Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan "IF LOVE " Tinggalkan jejak setelah hadir yah. Makasih. ]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


"Hei bung." Dero menepuk kuat bahu Raiyan, membuat lamunan nya buyar.


"Kau ini mengganggu saja." Raiyan menggerutu kesal.


Hari ini adalah weekend jadi mereka punya waktu untuk berkumpul bersama.


Mereka tentu saja akan berkumpul di markas tempat tongkrongan sejati mereka.


"Hei hei, kau pasti sedang memikirkan bidadari cantik bernama Axnes bermarga Jiang yang Papa nya adalah musuh mu itu kan?" Vion mulai terlibat untuk menggoda sahabat nya.


"Diam kau. Aku sudah berdamai dengan masa lalu Mama ku. Jadi tidak ada lagi yang perlu ku dendam kan." Ucap Raiyan penuh keyakinan.


"Itu terdengar lebih baik Rai." Vynshen menimpali sambil fokus bermain rubik ditangan nya.


"Vynshen, apa kau menyukai Axnes?" Tanya Raiyan menyelidik.


"Hem." Jawab Vynshen santai sambil megedikan bahu nya tanpa menatap Raiyan.


Begitulah sifat asli Vynshen. Santai dan cuek.


"Apa kau akan keberatan jika aku menjalin hubungan kekasih dengan nya?" Tanya Raiyan lagi.


Bagaimana pun mereka adalah empat sekawan yang sudah bersama sejak masih bayi.


Jadi walaupun masing masing punya sisi ego mereka, tapi mereka tetap berusaha untuk mempertimbangkan perasaan satu sama lain.


Vynshen menghentikan pergerakan tangannya lalu mengangkat kepalanya menatap mata Raiyan sehingga dia pasang mata tajam itu bertemu.


"Kau salah paham bung. Aku menyukai Axnes, tapi bukan mencintai nya. Lebih tepatnya hampir mencintai nya, tapi saat melihat nya lebih nyaman bersama mu, aku jadi mengurung niat ku." Ucap Vynshen jujur.


Raiyan tampak memikirkan perkataan Vynshen.


"Aku baru tahu jika perasaan suka pada seseorang bisa diurungkan?" Ucap Dero polos.


"Bodoh." Vion menepuk puncak kepala Dero.


Mereka berdua terkekeh bersamaan.


"Bagaimana jika aku menyatakan perasaan ku padanya dan meminta nya menjadi kekasih ku?" Tanya Raiyan meminta pendapat pada sahabat sahabatnya.


"Apa kau yakin?" Tanya Vynshen kembali memainkan rubik nya.


"Aku merasa nyaman saat bersama nya. Hati ku juga tenang dan damai. Aku menyukai semua hal yang ia lakukan untuk ku." Ucap Raiyan serius.


"Ada yang jatuh cinta." Dero bersorak menepuk tangannya diudara.


"Cinta tidak semudah itu bung." Vion menyangkal perkataan Dero.


Ketiganya serentak menatap Vion.


Vion menelan kasar ludah nya sebelum berbicara lagi.


"Cinta tidak semudah rasa nyaman. Kita bisa nyaman bersama siapapun. Seperti saat kau nyaman dengan keluarga mu. Cinta itu berbicara lebih dari sekedar kenyamanan." Ucap Vion.


Ketiganya masih menatap Vion menanti kelanjutan perkataan nya, jarang jarang Vion bisa berbicara dewasa seperti itu.

__ADS_1


"Aku lupa kelanjutan nya. Jika ingin tahu, kalian tanyakan saja pada Mama ku. Mama ku sering sekali berkata seperti itu pada ku." Ucap Vion tanpa rasa bersalah.


"Bangsat." Vynshen melempar rubik nya kesal pada Vion, sedang yang dilempari hanya terkekeh.


"Kau pikirkan saja baik baik Rai. Itu menyangkut masalah pribadi mu. Kami hanya bisa memberi masukan saja. Tapi aku sarankan jika kau memang tulus pada Axnes, ada baiknya kau memberi tahunya tentang keterkaitan masa lalu orang tua kalian." Ucap Vynshen serius.


Vynshen lah yang paling dewasa diantara mereka. Sepertinya sifat Vynshen lebih menurun dari Ibunya yang juga tidak terlalu banyak bicara.


Hah


Raiyan menghela nafas kasar memikirkan perkataan Vynshen barusan.


"Apa Axnes bisa menerima ku jika tahu yang sebenarnya?" Batin Raiyan.


Hening.


"Sebaiknya aku ungkapkan saja dulu perasaan ku. Baru setelah itu jika dia membalas perasaan ku, aku pelan pelan memberitahukan kebenaran tentang orang tua kami." Batin Raiyan lagi.


"Aku keluar sebentar." Ucap Raiyan bangkit dari duduk nya dan melenggang pergi keluar dari ruangan tersebut.


Ia kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi Axnes.


"Tidak dijawab." Gumam Raiyan.


Ia kemudian mencoba menghubungi Axnes kembali dan baru dijawab.


"Hallo, ada apa Rai?" Tanya Axnes dari balik telepon.


"Um, itu..apa kau punya waktu luang malam ini?" Tanya Raiyan gugup.


"Malam ini ya....ada Rai. Ada apa?" Tanya Axnes lagi.


"Apa mau makan malam bersama? Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan." Tanya Raiyan masih gugup.


"Hem..baiklah. Pukul berapa dan dimana?" Tanya Axnes lagi.


"Baiklah. Apa aku perlu berdandan cantik?" Tanya Axnes terkekeh menggoda Raiyan.


"Kau selalu cantik dimata ku." Ucap Raiyan serius.


"Haha terima kasih Tuan muda Lu." Ucap Axnes tertawa kecil.


"Sama sama Nyonya muda Lu." Ucap Raiyan dan panggilan pun dimatikan sepihak oleh nya.


Ia kemudian kembali ke dalam ruangan tadi.


"Hei orang orang baik, bantu aku bersiap untuk nanti malam." Pinta Raiyan tersenyum manis.


"Ada apa?" Tanya Dero singkat.


"Aku akan menyatakan perasaan ku padanya." Ucap Raiyan mode serius.


"Baiklah." Ucap Vion lalu menarik tangan Raiyan menuju ke ruang tempat penyimpanan segala pakaian dan pernak pernik mereka.


Dero dan Vynshen mengikuti dari belakang.


Mereka pun mulai memilihkan pakaian yang cocok untuk Raiyan.


Seperti biasa, Dero dan Vion pasti akan beradu mulut mempertahankan selera masing masing.


Raiyan pasrah hingga akhirnya Vynshen meleraikan kucing dan tikus itu, kemudian Vynshen yang memilihkan pakaian dan semua yang cocok untuk Raiyan kenakan.


"Terima kasih bung." Ucap Raiyan memeluk Vynshen.


"Semoga dia juga membalas rasa mu Rai." Ucap Vynshen tulus memberi semangat pada Raiyan.


Raiyan pun segera bersiap sambil menunggu jam berlalu.


Tidak terasa kini jam telah menunjukkan pukul enam sore.

__ADS_1


Raiyan segera keluar dari markas mereka dan melajukan mobilnya menuju apartemen Axnes.


Tidak lupa ia juga membeli satu buket bunga mawar merah kesukaan Axnes.


Satu jam, akhirnya ia sampai di apartemen Axnes. Segera ia pun naik menuju unit milik Axnes.


Ia tidak memencet bel, dan lebih memilih membuka sendiri pintu apartemen Axnes.


Saat ia masuk, tampak Axnes sudah cantik dan duduk di sofa menunggu kedatangan nya.


"Axnes." Sapa Raiyan yang membuat Axnes sedikit tersentak.


"Iya Rai, kita pergi sekarang?" Tanya Axnes sedikit gugup.


Raiyan mengangguk dan mengulurkan tangannya pada Axnes. Axnes menyambut dengan senang hati.


Mereka pun keluar dari apartemen Axnes dan segera menuju ke mobil Raiyan.


Setelah mereka masuk, Raiyan pun melajukan mobilnya menuju ke restoran yang sudah ia booking tadi.


"Ini untuk mu." Ucap Raiyan memberikan buket bunga yang tadi ia beli, yang ia simpan di bagian belakang tempat duduk mobilnya.


"Terima kasih." Ucap Axnes tersenyum.


Kurang lebih empat puluh menit akhirnya mereka sampai di restoran itu.


Raiyan turun terlebih dahulu, kemudian mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Axnes.


Ia mengulurkan tangannya pada Axnes untuk menuntun Axnes turun dari mobil nya.


"Bunganya simpan di mobil saja sayang." Ucap Raiyan lembut sambil mengambil bunga dari tangan Axnes dan menyimpannya pelan kembali ke mobil.


Mereka pun masuk ke dalam restoran dan berjalan masuk kedalam salah satu ruangan VIP yang sudah di booking oleh Raiyan dituntun oleh seorang pelayan.


Mereka tampak serasi.


Setelah duduk beberapa menit, dua orang pelayan pun datang membawa beberapa hidangan mewah dan juga minuman yang sudah Raiyan pesan juga tadi.


"Makanlah." Ucap Raiyan mempersilahkan Axnes makan terlebih dahulu setelah pelayan menata rapi makanan tersebut diatas meja.


Axnes mengangguk dan mulai menyantap makanan nya disusul Raiyan.


Hening, hanya bunyi dentingan sendok garpu yang beradu dengan piring.


Raiyan menghentikan kegiatan makan sebentar, kemudian menyeruput minuman nya.


Axnes juga sama.


Raiyan menatap Axnes yang juga dibalas hal yang sama.


Hah


Raiyan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.


Ia meraih satu tangan Axnes dan menggenggam nya erat.


"Axnes." Panggil Raiyan.


"Iya?" Axnes menjawab singkat. Jujur saja mereka sedang sama sama gugup.


"Jadilah kekasih ku?"


...~ **To Be Continue ~...


*****


Like dan komentar jangan lupa


Makasih**.

__ADS_1


__ADS_2