Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 2 - Memancing Amarah


__ADS_3

"Rai, kau akan pergi?" Vivian bertanya pada putranya saat ia tidak sengaja melewati kamar Raiyan.


"Eh, iya ma. Teman teman mengajak ku berkumpul." Raiyan menjawab sesuai kenyataan yang ada.


"Ya sudah. Kau harus berhati hati ya. Jangan minum terlalu banyak jika akan menyetir." Vivian memperingatkan putranya.


Baik dirinya ataupun Raymond tidak melarang siklus pertemanan anak anak mereka yang mungkin bagi sebagian orang tua itu sudah terlalu nakal.


Mereka tahu tidak mungkin melarang anak yang sudah dewasa untuk bergaul apalagi sampai harus mengekang dan anak anak mereka adalah laki laki.


"Baik Ma. Aku pergi dulu." Raiyan berpamitan pada Ibunya dengan mengecup sekilas pipi Ibunya.


"Dero, cepat sedikit." Raiyan berteriak memanggil Dero.


"Iya sebentar." Dero menggerutu.


Penampilan nya sangat menawan didukung dengan wajah nya yang tampan.


"Kenapa kau buru buru sekali? Sudah terlalu merindukan Emily ya?" Dero bertanya sambil menyenggol lengan sahabatnya.


"Diam kau. Kau saja yang menyetir." Raiyan malas berdebat dengan sahabat laknat nya itu.


"Baik baik. Hari ini Dero tampan ini akan menyetir untuk mu." Ucap Dero sambil menepuk dada nya.


Mereka pun segera masuk ke mobil, saat mobil hendak melaju, mereka berpapasan dengan Ayvin yang baru saja pulang.


"Vin, kau baru pulang? Darimana saja?" Raiyan bertanya cemas, takut adik nya diganggu atau di bully.


"Hah, aku baru pulang dari kelas melukis kak. Lelah sekali." Ayvin merengek pada kakaknya.


"Ya Sudah. Segera masuk dan istirahat sana. Tidak usah menunggu kakak." Raiyan memberi perintah pada adiknya.


Ayvin memang sering menunggu kakaknya ketika kakaknya keluar malam. Ia hanya khawatir kalau kakaknya tidak pulang, kecuali Raiyan menyuruh nya untuk tidak menunggu.


"Kakak mu akan bersenang senang malam ini. Kau sebaiknya tidur saja." Dero mengejek Ayvin dan langsung mendapat pukulan dikepala nya dari Raiyan.


"Baiklah kak. Jaga diri kakak." Ayvin berpesan pada kakaknya. Raiyan mengangguk dan Ayvin pun masuk kedalam rumah.


"Kau tidak usah suka berbicara sembarangan pada adik ku. Dia itu tidak seperti dirimu yang suka tembak sana sini." Raiyan mengomeli Dero.


"Kau juga suka tembak tembakan kan?" Dero balik mengejek Raiyan.


"Aku hanya menembak satu orang selama ini dan hanya Emily." Raiyan membela diri dan memang benar yang ia katakan.


"Hah, kau terlalu setia Rai. Kau belum tahu rasanya punya kekasih lebih dari satu. Indah rasanya." Dero berucap dengan ekspresi mengagumi sesuatu.

__ADS_1


"Terserah kau saja." Raiyan berucap singkat.


"Tapi Rai, kau dan Emily tidak saling cinta, tapi kenapa kau bisa sangat setia pada nya?" Dero bertanya penasaran.


"Karena dia kekasih ku." Raiyan menjawab singkat.


"Itu saja?" Dero bertanya lagi. Raiyan hanya mengangguk.


Emily sebenarnya adalah perempuan yang susah diatur, tak jarang Raiyan harus menggunakan kekerasan untuk membuatnya tenang. Namun sepertinya Emily lebih tertarik pada sisi keras Raiyan, sehingga tidak jarang ia selalu memancing amarah Raiyan.


Mereka tiba di Club tempat mereka biasa berkumpul. Raiyan dan Dero berjalan masuk dengan gagah nya, parah perempuan yang melihat mereka pasti akan terpesona.


Tempat duduk yang biasa mereka gunakan terlihat sudah ada Vynshen, Vion, dan Emily. Vion sedang beradu panas dengan seorang perempuan asing.


"Sayang." Emily berdiri dan menyambut Raiyan dengan menyambar bibir Raiyan, Raiyan tentu saja membalas nya.


Selama ini hanya Emily yang ia inginkan lebih dari apapun walau tidak mencintai nya.


"Hei bung, cepat sekali kau sudah mulai?" Dero bertanya pada Vion yang kegiatan nya terhenti karena kedatangan mereka.


"Haha lebih cepat lebih baik bung." Ujar Vion tak tahu malu.


"Kau dapat dari mana?" Dero kembali bertanya tentang asal usul perempuan yang bersama Vion


"Jangan lupa pakai pengaman." Vynshen membuka suara, ia kemudian melangkah keluar sejenak dari tempat itu.


Jengah dan merasa tidak nyaman, bagaimana pun dia tetap lelaki normal.


Ia memutuskan untuk duduk bersantai sejenak di luar Club sambil menghisap rokok nya. Masing masing dari mereka memang perokok, tapi bukan perokok berat.


Pandangan Vynshen jatuh pada seorang pria paruh baya yang sedang memaksa seorang perempuan untuk melayani nya. Pria tua itu tampak meremas paksa area terlarang perempuan yang ia dekap itu.


"Menjijikkan." Batin Vynshen.


Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke dalam Club, lebih baik menyaksikan sahabat sahabatnya dari pada pria tua yang seharusnya sudah membusuk didalam tanah.


"Aw, Rai pelan pelan." Emily menggeliat diatas pangkuan Raiyan saat Raiyan mencumbu nya dan meraba paha mulus nya.


"Kau sangat memabukkan sayang." Ucap Raiyan masih terus mencumbu Emily.


"Hai tampan." Seorang perempuan mendekati Dero dan duduk di atas pangkuan nya.


"Wow, jangan begini. Aku tidak ingin bermain dengan kalian." Dero menolak wanita itu karena menurutnya wanita itu lebih dewasa dari nya dan dia tidak suka.


"Sayang, aku ingin menari di bawah." Pinta Emily dan turun dari pangkuan Raiyan.

__ADS_1


"Baiklah, segeralah kembali." Raiyan mengijinkan dengan syarat.


Emily pun berjalan dengan sexy menuju ke lantai dansa. Ia awalnya menari sendiri saja. Lalu timbul ide nakal nya untuk memancing kemarahan Raiyan.


Ia akhirnya mendekati beberapa pria yang sedang menari dan masuk diantara mereka hingga posisinya Emily dikelilingi para pria itu.


Emily yang mulai mencari masalah duluan. Ia mendekati salah satu pria itu dan mengecup bibir nya. Pria tersebut tentu saja terpancing. Ia kemudian memojokkan Emily hingga menempel ke meja Bar, dan mencumbu Emily. Emily membiarkannya sejenak.


"Rai, tolong aku." Emily berteriak memanggil Raiyan seolah dirinya sedang dilecehkan.


Raiyan yang mendengar teriakan Emily seketika langsung berlari dan memisahkan kekasihnya dari pria itu.


"Sialan." Raiyan menghantam pria itu habis habisan.


Emily hanya berdiri dan tersenyum sini melihat pria tadi diserang kekasih nya.


"Aku biarkan kau hidup kali ini. Sebaiknya jangan pernah menampakkan diri mu dihadapan ku lagi." Raiyan menghentikan hantaman nya pada pria tadi.


Tidak ada yang berani melerai setelah melihat kegilaan Raiyan. Raiyan segera menyeret Emily keluar dari Club itu.


"Maafkan aku Rai." Emily berucap seolah merasa bersalah. Raiyan tidak menjawab dan hanya menatap nya dengan tatapan sulit diartikan.


Sigap Raiyan menyambar bibir mungil Emily dengan rakus, Emily tentu saja membalasnya. Raiyan memasukkan Emily ke dalam mobil lalu melepaskan ciuman mereka.


Segera Raiyan melajukan mobilnya menuju ke apartemen Emily. Emily tersenyum penuh kemenangan, entah kenapa ia sangat suka melihat sisi ganas dari Raiyan.


Setelah sampai di apartemen Emily, Raiyan segera menyeret Emily menuju ke unit nya. Setelah masuk, Raiyan kembali melahap bibir Emily dan merobek paksa pakaian Emily.


Ia terus mencumbu Emily sambil melepas pakaian miliknya. Segera ia membawa Emily kedalam kamar dan melempar kasar tubuh Emily ke atas ranjang. Ia naik keatas Emily dan tidak ingin berlama segera ia menyatukan miliknya pada Emily.


Tentu saja Emily menikmati setiap pergerakan Raiyan.


"Haha Rai akh ... " Emily tertawa kecil sambil mendesah.


"Jangan ijinkan pria lain menyentuh mu selain diri ku." Titah Raiyan semakin mempercepat gerakannya.


Pertarungan panas mereka terus terjadi hingga mereka merasa puas.


******


Maafkan atas kenakalan Raiyan.


Tinggalkan komentar dan like setiap kali kalian selesai membaca yok.


Mampir juga di " IF LOVE "

__ADS_1


__ADS_2