
"Kau tahu Tuan hal apa yang paling benci untuk ku lakukan?" tanya Sion pada Raymond yang masih setia terbaring di ranjang nya.
"Tentu saja kau tidak tahu. Apa kau ingin tahu Tuan?" ia lagi-lagi melemparkan pertanyaan walau tidak mendapat jawaban. Kali ini Sion yang berusaha membangunkan Tuan nya.
"Hal yang paling benci untuk ku lakukan adalah mengkhianati. Tapi apa kau tahu, sekarang ini aku ingin sekali mengkhianati mu. Kau sangat lemah sekarang dan tidak akan bisa menghukum ku kan?" ucap Sion menahan air matanya. Ia yang dikenal sangar selama ini malah terlihat seperti pria cengeng saat ini.
Krek
Bunyi pintu dibuka pertanda ada yang masuk ke ruangan itu. Saat Sion berbalik ternyata itu adalah Jiro. Jiro tersenyum dan tampak mencurigakan.
"Ada apa dengan senyum mu itu?" tanya Sion penasaran.
"Sttt" Jiro meletakkan jari telunjuk nya dibibir nya lalu melambai agar Sion mendekati nya. Sion pun menurut dan akhirnya mendekat ke arah nya.
"Jika kau ingin Tuan tercinta kita itu bereaksi kau ancam saja dia menggunakan Nona Vivian" bisik Jiro dengan bangga seakan ia adalah seorang profesor yang berhasil menemukan rumus baru.
"Apa kau yakin?" tanya Sion ragu.
"Coba saja" ucap Jiro sambil memainkan tangan nya seperti sedang mengusir seseorang pada Sion. Sion pun melangkah mendekati Raymond dengan ragu. Lalu ia mencoba melakukan apa yang diusulkan Jiro.
"Tuan aku baru saja mendapatkan cara untuk mengkhianati mu. Kau tahu setelah ini aku akan membawa Nona Vivian yang cantik itu untuk bermain bersama ku di Club malam" ucap Sion. Dan benar saja seperti apa yang dikatakan Jiro, Raymond bereaksi saat Sion menyebut nama Vivian. Hal itu terlihat dari monitor yang menampilkan detak jantung Raymond. Frekuensi detak nya menjadi sedikit lebih cepat saat Sion menyebut nama Vivian walau akhirnya kembali normal.
"Benar kan apa yang ku katakan?" tanya Jiro berbisik saat ia sudah disamping Sion. Mereka berjingkrak kesenangan seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen.
"Tenang saja Tuan, aku tidak akan memperlakukan Nona Vivian dengan kasar. Aku justru akan mengajari nya cara agar bisa melayani mu nanti nya" dan lagi-lagi Raymond menunjukkan reaksi.
__ADS_1
"Hei apa yang kalian lakukan?" tanya dokter Shen yang baru memasuki ruangan itu untuk memantau perkembangan Raymond.
"Sttt" ucap Jiro dan Sion serentak menempelkan telunjuk mereka di bibir mereka masing-masing. Shen langsung memeriksa keadaan Raymond. Setelah beberapa saat ia lalu menuliskan setiap perkembangan Raymond pada catatan yang ia bawa.
"Dimana Vivian?" tanya Shen pada mereka yang sukses membuat Raymond bereaksi lagi kali ini membuat Shen kaget sekaligus senang.
"Itulah yang sedang kami lakukan" ucap Jiro dan Sion serentak tapi pelan.
Shen menganggukan kepalanya seolah mengerti apa yang mereka katakan.
"Jadi dia akan bereaksi setiap kali mendengar nama Vivian" gumam Shen yang lalu melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan nya tadi. Saat didepan ruangan ia berpapasan dengan Max namun tanpa berbicara ia langsung melangkah pergi. Max kemudian melangkah mendekati Raymond juga Sion dan Jiro.
"Apa boleh aku berbicara sebentar pada nya?" tanya Max sambil menatap Raymond. Jiro dan Sion mengangguk lalu keluar meninggalkan Max sendiri bersama Raymond.
Max tersenyum sinis melihat keadaan rivalnya dalam mendapatkan hati Vivian.
"Kau memang payah. Sebaiknya kau tidak usah bangun lagi untuk selamanya agar aku bisa membangun kebahagiaan bersama kekasih mu itu" ucap Max, lalu ia beranjak meninggalkan Raymond dan keluar dari ruangan itu.
"Dimana Vivian?" tanya nya pada Jiro dan Sion.
"Tadi Tuan besar memaksa Nona Vivian untuk beristirahat di mansion karena Nona Vivian sangat lelah" ucap Sion menjelaskan.
"Baiklah" ucap Max singkat lalu berlalu meninggalkan mereka yang ada di sana.
Dimansion Raymond terlihat Vivian sedang terlelap di kamarnya. Namun dahi nya mengernyit seperti sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Hai Honey, apa kau merindukan ku?" ucap Raymond pada Vivian dengan mengenakan kemeja putih dan juga celana panjang putih. Ia tampak sangat tampan.
"Tentu saja aku merindukan mu. Aku sangat merindukan mu sayang" jawab Vivian lalu memeluk tubuh kekar nya.
"Tapi Honey sebentar lagi aku akan pergi jauh dari sini. Apa kau mau ikut?" tanya Raymond dengan nada sendu.
"Hem, aku akan ikut kemanapun kau pergi sayang" Vivian mempererat pelukan nya. Raymond kemudian melepaskan pelukan nya dengan tiba-tiba dan melangkah menjauhi Vivian. Vivian menitikkan air mata melihat kepergian nya.
"Ray..Ray" Vivian berteriak memanggil Raymond yang semakin jauh dari nya. Raymond tidak mendengar atau bahkan menoleh untuk melihat Vivian. Ia terus berjalan dan melangkah pergi. Vivian terus mengejarnya seperti tanpa ujung. Hingga akhirnya Raymond menghilang dari pandangan Vivian.
"Ray mengapa kau meninggalkan ku sendirian? Mengapa kau mengingkari janji mu?" ucap Vivian terduduk di tanah sambil memukul tanah tempat ia duduki. Sesak di dada membuatnya sangat sakit, Pria yang dicintainya pergi menghilang meninggalkan nya.
"Ray" teriak Vivian dan tiba-tiba terbangun dari tidur nya.
"Hah hah" Vivian bernafas terengah. Ternyata ia hanya bermimpi namun mimpinya terasa sangat nyata. Ia kemudian secepat kilat mencuci wajahnya lalu mengganti pakaian nya dan menelpon Sion untuk menjemput nya. Saat sudah didepan pintu utama mansion nya Raymond tiba-tiba Harley menghampiri nya.
"Ada apa Vi? kau terlihat sangat tergesa-gesa. Apa terjadi sesuatu pada Ray?" tanya Harley melihat kegelisahan calon menantu nya itu.
"Tidak paman. Tapi aku sangat khawatir jadi aku akan segera kerumah sakit saja untuk menengok nya" ucap Vivian pelan. Harley hanya mengangguk. Tak lama kemudian tampak Sion yang mengendarai mobilnya datang untuk menjemput Vivian. Vivian segera masuk ke mobil setelah berpamitan pada Harley dan mobil pun melaju pergi.
Sion memperhatikan wajah sembab Vivian melalui kaca spion diatas kepalanya. Ia merasa iba melihat kondisi Vivian namun tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya berharap agar Tuan nya bisa cepat sadar.
***********
***Always Thanks untuk para reader yang selalu setia dengan Mr. Mafia or Mr. Psychopath? walaupun masih berantakan dan tidak beraturan yah.
__ADS_1
Selalu berikan terus dukungan kalian dengan cara meninggalkan kritik atau saran dan masukan yang membangun yah dan juga selalu tinggalkan like setiap kalian selesai membaca satu part.
Follow IG aku @zml1104_ yah***.