Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Tunduk.


__ADS_3

"Bagaimana kondisi istri ku dokter?" tanya Raymond cemas.


"Nyonya Lu baik baik saja. Kejiwaan nya pun stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatir kan dari kejiwaan nya. Semua normal." Ucap Dokter Jio menjelaskan dengan tenang.


"Kau yakin dokter?" tanya Raymond ragu.


"Memang apa yang sudah menimpa istri mu hingga anda mengira dia mengalami gangguan kejiwaan?" tanya dokter Jio penasaran.


"Kita bicarakan saja diruangan ku." Ucap Raymond lalu menuntun dokter Jio untuk menuju ke ruang kerja nya.


Vivian yang masih duduk itu hanya mendengus kesal mendengar percakapan suaminya dan dokter Jio. Bisa bisanya suami nya menganggap dirinya sakit jiwa.


"Duduk lah." Ucap Raymond mempersilahkan dokter Jio untuk duduk.


"Terima kasih." Ucap dokter Jio mendudukan dirinya di kursi empuk depan meja kerja Raymond.


"Jadi apa yang sedang menimpa istri mu?" tanya Jio penasaran.


"Ehm, begini dok. Istri ku saat ini sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah menginjak usia empat bulan. Ada hal aneh yang mengganggu pikiran ku dari awal dia hamil sampai saat ini. Dia selalu ingin melakukan hal hal yang berbau kekerasan. Misalkan mencincang daging sampai benar benar halus, atau terkadang memaksa agar bisa menggores tubuh ku dengan ujung pisau yang runcing." Raymond menjelaskan dengan hampir detail.


Dokter Jio sedikit terperanjat mendengar penjelasan Raymond. Kaget, seekstrim itu ibu hamil yang satu ini. Namun dengan cepat ia menenangkan dirinya kembali.


"Begini Tuan Ray. Istri mu baik baik saja secara kejiwaan. Mungkin keanehan nya disebabkan oleh bawaan bayi, yang dengan kata lain adalah mengidam. Kita tidak bisa menyamakan wanita hamil yang satu dengan yang lain nya karena setiap orang berbeda. Ibu hamil biasanya cenderung memaksakan kehendak dan bahkan tak jarang dari mereka yang seperti tidak sadar dengan apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mudah sekali berubah ubah apalagi jika masih anak pertama. Sebaiknya pahami istri anda, beri dia ketenangan dan usahakan tidak membuat nya stres. Jika hal hal ekstrim yang ia lakukan bisa membuatnya bahagia, maka lebih baik anda menuruti nya walau menyakitkan. Hati yang bahagia bisa membawa dampak positif yang besar untuk ibu hamil dan juga janin nya. Entah itu semasa melewati masa kehamilan yang sulit atau pada saat ia persiapan melahirkan." Ucap Dokter Jio menjelaskan panjang lebar.


Raymond mematung mendengar setiap perkataan dokter Jio. Ingin berteriak tapi semua itu demi istri kesayangan dan calon buah hati nya.


"Baiklah dokter. Terima kasih." Ucap Raymond.


"Baiklah. Aku permisi kalau begitu." Ucap dokter Jio bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi, namun saat hampir mencapai pintu, dokter Jio berhenti dan berbalik.


"Tuan Ray, tidak jarang juga apa yang menjadi kesukaan ibu hamil menjadi penentu karakter dan sifat bayi nya nanti." Ucap Dokter Jio lagi, kemudian ia berbalik dan berjalan pergi.


Deg

__ADS_1


Jantung Raymond berdetak tidak karuan.


Tidak mungkin kan jika nanti anak nya akan menjadi psikopat atau pembunuh berdarah dingin?


Dengan cepat Raymond menepis semua pikiran buruk nya dan menggeleng kepalanya.


Ia memutuskan untuk kembali ke kamar nya. Dilihat nya ternyata istrinya sudah tertidur pulas. Ia mengecup dengan sayang kening istrinya lalu ikut bergabung dengan istrinya dan akhirnya ia pun terlelap sambil memeluk erat istrinya.


#####


"Max apa kau yakin dengan keputusan mu?" tanya Vanessa ragu.


"Aku yakin sayang. Jadi aku ingin kau menemani ku." Ucap Max


Mereka sedang mengemas pakaian kedalam koper. Max memutuskan untuk kembali ke Shanghai karena ingin menyelesaikan sesuatu.


"Baiklah baiklah. Aku akan menemani mu." Ucap Vanessa pasrah.


"Dan setelah itu kita menikah." Ucap Max lantang membuat jantung Vanessa seperti akan jatuh.


"Kenapa?" tanya Max.


"Kau tidak mencintai ku?"


"Bu bukan. Bukan itu. Hanya saja aku ... " Vanessa tidak dapat melanjutkan perkataannya karena memang dia sendiri pun bingung ingin berkata apa.


"Kau ingin aku meniduri mu terus menerus tanpa memperjelas status mu?" Max bertanya. Kilatan amarah tampak dimata nya. Ia juga sebenarnya merasa bersalah menyentuh wanita nya sebelum menikah bahkan sudah berulang kali melakukan nya.


"Bukan Max ... " Lagi lagi Vanessa tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Aku tidak mau tahu. Kita menikah atau aku akan mati didepan mu." Ucap Max mengancam.


"Kau tidak mungkin melakukan itu Max. Mana mungkin kau akan mati begitu saja setelah sering mendapatkan kenikmatan dari ku." Ucap Vanessa meremehkan kekasihnya.

__ADS_1


"Kau ... " Ucap Max menunjuk geram wajah kekasihnya. Lagi lagi Max kalah pada seorang Vanessa.


"Menikah dengan ku, atau aku akan membuat mu tidak bisa berjalan selamanya." Ucap Max lagi lagi mengancam.


"Kau juga tidak mungkin melakukan itu sayang. Kau sangat suka saat aku memimpin diatas. Jika aku tidak bisa berjalan selamanya itu artinya aku selamanya tidak akan bisa bergerak diatas mu lagi." Ucap Vanessa lagi lagi meremehkan kekasihnya.


"Vanessa ... " Ucap Max geram mengepalkan tangannya kuat. Ingin pukul tapi sayang. Akhirnya Max memutuskan untuk mengemas barang barang mereka dengan kasar kedalam koper.


"Hahaha kau tidak akan pernah menang dari ku Tuan gila." Ucap Vanessa tertawa sambil melenggang pergi dari kamar nya.


Max tidak berkutik. Dia benar benar tidak bisa lari lagi dari jerat cinta Vanessa. Wanita arogan yang selalu membuatnya bertekuk lutut. Bahkan tak jarang Max harus memohon memelas agar bisa bercinta dengan Vanessa dan juga agar Vanessa mau memimpin permainan. Ia benar benar dibuat mati kutu oleh pesona dan semua yang ada dalam diri Vanessa. Apapun akan ia lakukan agar Vanessa tidak pergi dari nya. Bahkan jika harus menjadi budak Vanessa sekalipun. Seperti sekarang.


"AKU LAPAR." Vanessa berteriak dengan kencang dari luar kamar.


Untung saja mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah Vanessa dan terpisah dari Rex. Jika tidak Rex pasti akan menginjak injak harga dirinya dan mengejek nya sepuas hati.


"Wanita ini ... " Ucap Max geram. Ia akhirnya keluar dari kamar berjalan dengan sedikit menghentakan kakinya menuju kedapur.


Wanita nya sedang tersenyum jahil dan duduk dengan pose yang sangat menggoda. Vanessa juga hanya mengenakan kemeja tipis oversize yang mencetak jelas bagian atas tubuhnya yang tanpa dalaman, sedangkan bawahan nya hanya mengenakan dalaman saja. Ia tidak ingin tertarik, saat ini ia harus menjaga gengsi nya setelah selalu kalah pada Vanessa, walaupun ia sangat ingin menerkam Vanessa saat ini juga.


Ia segera memotong beberapa jenis sayuran yang sudah ia siapkan untuk diolah. Vanessa pecinta sayuran, jadi tidak terlalu sulit memasak untuk nya.


"Terima kasih sayang." Ucap Vanessa memeluk erat tubuh kekar nya dari belakang. Max tidak menjawab. Menjaga gengsi tapi hati nya berjingkrak bahagia.


"Aku mencintai mu Tuan gila." Ucap Vanessa lagi dan dengan nakal nya tangannya meraba adik kecil Max.


"Aku juga mencintai mu sayang. Sangat." Max kalah lagi dalam menahan gengsi nya terhadap seorang Vanessa, ia tahu Vanessa hanya mengganggu konsentrasi nya agar mendapat balasan ungkapan cinta dari nya.


Segera ia pun memasak untuk wanita tercinta nya itu agar wanita nya bisa makan dan tidak kelaparan lagi. Vanessa setia menempel di punggung nya bak perangko.


**********


yuk mampir di " IF LOVE "

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak komentar, like, vote, dan favorit serta share keteman kalian yah.


Semangat, dan selalu jaga kesehatan kalian.


__ADS_2