
Tidak terasa hari demi hari telah berlalu. Hari merupakan hari kelulusan Vivian. Ia berhasil lulus dengan gelar cum laude dan berhasil menjadi seorang Arsitek. Hari ini juga merupakan hari wisuda nya. Raymond selaku kekasih yang baik tentu saja menghadiri acara wisuda nya. Jiro juga ikut didampingi oleh kekasih Dream. Yup mereka sudah jadian.
Tentu saja tidak lupa Sion dan Dokter Shen. Mereka kompak menghadiri acara wisuda calon Nyonya mereka. Rona bahagia terpancar dari wajah mereka.
Setelah selesai dengan acara nya Vivian berjalan mendekati mereka dengan sangat anggun.
"Selamat atas kelulusan nya Nyonya Lu." Ucap Shen.
"Selamat Nyonya Lu." Jiro dan Dream menyambung.
"Akhirnya Nyonya Lu lulus juga." Timpal Sion.
Mereka masing-masing menyerahkan buket bunga sebagai tanda ucapan selamat untuk Vivian.
"Dimana Ray?" tanya Vivian. Sedari tadi ia hanya melihat Raymond sekali ketika mereka semua baru datang.
Belum sempat mereka menjawab tiba-tiba terdengar seseorang menepuk beberapa kali mikrofon yang ada di atas panggung. Mereka serentak menoleh dan terlihat pelaku nya adalah Raymond. Vivian cukup kaget sedangkan yang lain hanya tersenyum seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Hai." Kata pertama yang Raymond ucapkan sambil melambaikan tangannya kearah Vivian.
Semua yang ada di situ menatap kagum pada Raymond. Lalu mereka mengalihkan pandangan kearah lambaian tangan Raymond. Mereka cukup kaget saat melihat ternyata yang dilambai Raymond adalah Vivian.
"Apa Vivian kekasih nya Raymond Lu?" bisik salah satu orang yang ada di situ.
"Beruntung sekali Vivian jika itu benar." Timpal yang lain.
"Ah kenapa orang cantik selalu beruntung." Seseorang yang lain berbisik lagi. Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang lainnya.
"Aku tidak akan memperkenalkan diri ku lagi karena aku yakin sebagian dari kalian pasti sudah mengenal ku." Ucap Raymond memulai pembicaraan nya.
"Aku akan memperkenalkan kekasih ku, perempuan satu-satunya dalam hati ku kepada kalian. Honey kemarilah." Ucap Raymond sambil memanggil Vivian untuk keatas panggung. Vivian melangkah sedikit malu setelah ia menyerahkan bunga-bunga yang ia dapat tadi pada Dream dan Jiro. Kembali beberapa bisikan terdengar lagi.
"Ya ampun manis sekali. Raymond Lu mau memanggil nama ku saja aku sudah sangat senang, apalagi jika dipanggil Honey seperti itu aku pasti akan gila." Ucap salah satu perempuan disana.
"Honey sangat manis apalagi itu keluar dari bibir seorang Raymond Lu." Sambung yang lainnya.
Vivian kini sudah ada diatas panggung bersama Raymond. Ia menunduk malu. Raymond lalu menggenggam tangan nya dan membawanya ketengah panggung.
__ADS_1
"Aku ingin bercerita sedikit tentang pertemuan ku dengan kekasih ku. Ia adalah gadis yang sangat baik. Ia mempunyai hati yang tulus kepada semua orang. Ia tidak akan mendendam walau disakiti berkali-kali. Ia juga selalu hangat dan sopan pada siapapun." Ucap Raymond lalu menghentikan perkataan nya sejenak dan memandangi Vivian.
"Dia adalah gadis satu-satunya yang mampu membuat ku merasakan emosi. Merasakan bahagia, sedih, terluka. Hanya dia yang mampu membuat ku merasakan itu. Aku jatuh cinta pada nya dan itu setiap hari lagi dan lagi. Aku bahkan tidak peduli apa pandangan orang terhadap ku dan hubungan ku dengan nya. Karena yang aku tahu kami bahagia." Ucap Raymond tersenyum sambil memandangi Vivian. Vivian juga memandangi penuh haru.
"Ah ya ampun, sejak kapan Tuan jadi seromantis itu?" tanya Dream yang sedang menggandeng erat lengan Jiro disela-sela pembicaraan Raymond.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Jiro pada Dream.
"Bodoh. Sejak Nona Vivian hadir dalam hidupnya." Ucap Sion memukul sekali kepala belakang Jiro membuat Jiro mengelus kepala nya yang kena pukulan. Sion memang suka menyiksa Jiro ya. Sedangkan Shen hanya mengangguk sambil memberi jempol kepada perkataan Sion.
"Aku tidak tahu kapan pastinya aku benar-benar jatuh cinta pada nya. Tapi yang aku tahu aku sangat-sangat mencintai nya. Bahkan Ayahku pernah bilang kepadaku "Ray, kau benar-benar berbeda setelah mengenal cinta". Ayah ku adalah yang paling mengenal ku." Ucap Raymond sambil menirukan perkataan Ayahnya padanya.
"Hari ini adalah hari yang special baginya. Ia sudah berhasil menggapai impian nya yang juga adalah impian kedua orang tua dan Ayah nya. Dan hari ini aku juga ingin memberikan nya satu kebahagiaan lagi." Raymond menghentikan perkataan nya dan menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya. Kemudian ia berjongkok dengan satu lutut menyentuh lantai panggung dan meraih satu kotak kecil berwarna putih dari saku nya. Sebelum nya ia meminta seseorang yang ada didekat panggung untuk membantunya memegangi mikrofon nya.
"Vivian Xu maukah kau menikah dengan ku?" ucap Raymond sambil membuka kotak kecil itu dihadapan Vivian. Vivian menutup mulutnya tak percaya.
"Ray kau serius?" tanya Vivian sedikit berbisik. Ia sangat terharu bahkan air mata haru nya mulai menetes. Raymond mengangguk dan tersenyum manis.
"Vivian Xu apa kau mau menikah dengan ku?" tanya Raymond kembali.
Semua yang menyaksikan adegan itu bersorak gembira termasuk Jiro, Dream, Sion, dan Shen. Namun tidak dengan seorang pria dalam mobil yang menyaksikan adegan mereka dari luar lapangan tempat mereka berada. Ia mencengkeram erat setir mobil nya bahkan urat-urat biru dilengan nya tampak jelas. Ia menggertakkan giginya menahan amarah.
"Kau tidak akan pernah bahagia bersama laki-laki itu. Aku yang akan menentukan kebahagiaan mu gadis ku. Lihat saja aku dan hanya aku yang bisa membuat mu bahagia." Ucap pria itu lalu menampilkan seringai tipis yang menakutkan.
Vivian dan Raymond sangat bahagia. Begitu juga dengan keempat orang dekat mereka. Mereka kini sedang makan malam bersama disebuah Restoran mewah yang sudah dibooking oleh Jiro atas perintah Raymond tentunya.
"Kalian tahu aku baru kali ini melihat si laki-laki dingin ini bisa begitu romantis." Ucap Shen sambil merangkul bahu Raymond. Shen sudah sedikit mabuk begitupun yang lain. Kecuali Vivian, Raymond, dan Dream.
"Kau benar Shen. Aku tidak menyangka dia bisa begitu. Tapi menurutku itu menjijikkan hahaha." Timpal Sion sambil tertawa diikuti oleh Jiro dan Shen. Raymond yang mendengar itu terbelalak tak percaya akan perkataan Sion. Ia melempar segenggam kulit kacang ke wajah Sion yang sudah memerah.
Mereka berbincang dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Kebahagiaan mereka double, Vivian lulus kuliah dan Raymond melamar Vivian. Ditengah heboh nya suasana makan malam mereka, ponsel Vivian bergetar tanda ada pesan masuk. Siapa lagi kalau bukan si peneror. Asal kalian tahu peneror itu tidak pernah absen mengirimkan pesan kepada Vivian.
"Kau hanya milik ku sayang. Pernikahan mu hanya akan terjadi bersama ku." Begitu isi pesan nya. Namun Vivian tak pernah menanggapi nya. Ia sama sekali tidak peduli ataupun takut dengan semua pesan yang ia dapat. Ia juga tidak pernah menceritakannya pada Raymond atau siapapun karena baginya sangat tidak penting.
Setelah selesai makan malam mereka pun pulang. Raymond terpaksa meminta beberapa pengawal nya datang untuk menjemput mereka yang sudah mabuk. Sedangkan Raymond menyetir sendiri dengan Vivian. Sepanjang perjalanan Vivian selalu mengelus cincin indahnya dan tersenyum. Raymond yang melihat itu pun ikut tersenyum.
"Apa kau bahagia Honey?" tanya Raymond lalu meraih tangan Vivian kedalam genggaman nya dan mengecup punggung tangan nya.
__ADS_1
"Hem, aku sangat bahagia sayang. Terima kasih sudah memilih ku." Jawab Vivian.
"Tidak. Harusnya aku yang berterima kasih kepada mu." Ucap Raymond lalu mengelus puncak kepala Vivian. Sepanjang perjalanan mereka berbincang tanpa henti bahkan gelak tawa selalu ada disela-sela perbincangan mereka.
Disebuah kamar terlihat seorang pria sedang melakukan aksi panas dengan seorang wanita. Ia melakukan dengan penuh emosi. Pikirannya hanya dipenuhi oleh Vivian dan Raymond.
"Kau harus jadi milik ku." Ucap pria itu dengan nada menyeramkan sambil terus menghentak kuat miliknya pada wanita itu.
#Raymond dan Vivian
#Jiro Yang sang Asisten kepercayaan Raymond
#Sion pengawal sekaligus tangan kanan Raymond dalam dunia hitam nya
#Dokter Shen yang paling iseng diantara mereka
#Cincin lamaran
**********
**Terima kasih untuk setiap dukungan yang terus reader berikan untuk ku.
Maaf kalau aku masih banyak kekurangan dalam cerita ini. Jika berkenan kalian bisa sampaikan kekurangan ku dengan tinggalkan komentar. Jangan lupa like nya juga yah.
Serta favorit, vote, dan berikan rate bintang 5, 4,3.
^^^Salam Semangat**.^^^
__ADS_1