
"Wah Nona Vivian, kau cantik sekali." Ucap Dream memuji penampilan Vivian dalam balutan gaun pengantin.
Sesuai janji Raymond, seminggu kemudian tepatnya hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.
"Tentu saja dia cantik. Selain karena dia memang cantik, ini juga karena desain ku yang elegan." Timpal Angela yang baru bergabung dengan mereka.
"Nona Angela kau benar." Ucap Dream menyetujui perkataan Angela. Ketiga nya tertawa bersama.
"Wah wah sepertinya ada yang bersenang senang tanpa diriku." Ujar Jiro yang sedang bersandar dipintu.
Mereka kini sedang berada di hotel bintang lima, tempat Vivian pernah memergoki Raymond "selingkuh" dengan Angela.
"Kau saja yang terlambat." Jawab Dream ketus.
"Sayang apa kau sekarang mulai memperlakukan ku dengan kasar?" tanya Jiro memeluk posesif Dream dari belakang.
Angela dan Vivian hanya memutar malas kedua bola mata indah mereka.
"Nona Vivian, nanti malam jangan berteriak terlalu keras." Ucap Dream tersenyum jahil. Giliran Angela dam Jiro mengangguk menyetujui perkataan Dream.
"Kalian ini, jangan membuat ku malu." Ucap Vivian tertunduk malu. Bisa bisanya perempuan yang belum menikah seperti Dream mengatakan hal begitu tanpa sensor, pikir nya.
"Tenang saja, Tuan Ray pasti akan memulai nya dengan lembut." Kini Jiro yang bersuara sambil mengecup leher putih Dream.
"Awws ... " Dream menginjak kaki Jiro dengan sangat kuat.
"Sakit sayang, apa yang kau lakukan?" Tanya Jiro sedikit kesal.
"Jaga tingkah laku dan ucapan mu. Kau tidak boleh berkata seperti itu pada Nona Vivian karena kau adalah laki laki." Ucap Dream mengomeli kekasihnya.
"Aku kan hanya menyambung perkataan mu." Jawab Jiro memelas.
"Tidak sopan. Kecuali kau membicarakan ini dengan Tuan Ray itu akan lain cerita." Dream masih mengomeli Jiro.
"Iya maaf maaf." Ucap Jiro menunduk merasa bersalah.
"Haha sudahlah kalian ini. Harusnya hari ini kita bahagia kan?" Vivian berusaha melerai dua sejoli itu. Lalu mereka tertawa bersama.
"Ekhem ... " Terdengar suara pria seolah sedang batuk dari pintu. Mereka serentak menoleh.
"Ayah ... " Panggil Vivian. Ternyata itu adalah Harley Lu.
__ADS_1
"Bagaimana putri ku? Kau sudah siap untuk menyerahkan hidup mu kepada anak nakal ku itu?" Tanya Harley sedikit terharu. Ia tidak menyangka masih bisa melihat putra kesayangan nya menikah.
"Aku siap Ayah." Ucap Vivian mengangguk.
"Ayo, para tamu sudah menunggu. Tidak baik terlambat." Ucap Harley mengulurkan lengan nya.
Vivian pun mengalungkan lengan nya juga bertautan dengan Harley.
Harley menuntun Vivian menuju Altar pernikahan seolah sedang menuntun putri nya sendiri. Dibelakang mereka diiringi oleh Dream dan Angela. Sesekali mereka akan melemparkan lembaran kelopak bunga kearah Vivian.
Terlihat Raymond yang sudah berdiri di altar pernikahan sangat gagah. Ia juga tampak terharu dan sesekali menghapus air mata kebahagiaan nya. Ia didampingi Sion. Awalnya Ia meminta Jiro dan Sion bersamaan.
Tapi Jiro menolak keras dengan alasan dia sudah punya pasangan. Jadi biar Sion yang mendampingi Raymond, siapa tahu setelah acara selesai Sion bisa dapat jodoh. Begitu katanya.
Setelah sampai di depan altar, Harley menyerahkan Vivian kepada Raymond. Harley bahkan meneteskan air mata haru, seolah ia sedang melepas putri nya sendiri.
"Kau cantik Sekali." Ucap Raymond saat sudah menerima uluran tangan Vivian dari Ayah nya.
Vivian hanya tersenyum tersipu malu. Mereka mulai mengucapkan janji suci pernikahan.
"Vivian Xu, aku Raymond Lu menerima engkau sebagai istri ku. Dalam keadaan suka atau pun duka, sehat atau pun sakit, miskin atau pun kaya. Aku berjanji untuk mencintai mu hingga hembusan nafas terakhir ku." Raymond selesai mengucapkan janji suci nya. Kini giliran Vivian.
"Raymond Lu, aku Vivian Xu menerima engkau sebagai suami ku. Dalam keadaan suka atau pun duka, sehat atau pun sakit, miskin atau pun kaya. Aku berjanji untuk mencintai mu hingga hembusan nafas terakhir ku." Vivian pun kini sudah selesai mengucapkan janji suci nya.
Raymond dan Vivian sepakat untuk tidak mengadakan resepsi yang merepotkan. Setelah acara ikrar janji pernikahan mereka akan langsung berbulan madu. Mereka hanya mengadakan makan malam bersama Ayah Raymond, dengan para pengawal dan pelayan nya.
"Wooh, Tuan selamat untuk pernikahan mu." Ucap Jiro. Mereka kini sedang menikmati makan malam bersama.
Raymond menyewa sebuah restoran mewah secara pribadi untuk acara makan malam mereka. Mereka makan sambil sesekali bercanda ria.
"Benar. Selamat Ray. Aku tidak menyangka akhirnya kau menikah juga. Padahal aku sempat mengira kau menyukai sejenis." Ucap Shen. Shen tadi pagi tidak hadir diacara ikrar janji mereka karena ada pekerjaan mendadak.
"Sial." Ucap Raymond melemparkan kulit kacang kepada Shen.
Mereka kemudian tertawa bersama.
"Benar Ray. Ayah juga bahagia untuk mu. Akhirnya kau akan menjadi seorang pria." Ucap Harley tertawa.
"Terima kasih pak tua." Ucap Raymond tersenyum bangga pada Ayahnya.
Vivian dari tadi diam dan hanya ikut tertawa. Sebenarnya ia sangat gugup sekarang. Mengingat mungkin saja malam ini akan menjadi malam pertama nya.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka, terlihat seseorang sedang menyaksikan kebahagiaan mereka dari dalam sebuah mobil hitam. Tentu saja orang itu adalah Max. Ia mencengkeram setir mobilnya dengan sangat kuat.
"Tertawa lah sepuas hati kalian sekarang. Dan nantikan dimana hari hari kalian akan dipenuhi derai air mata. Dan untuk kau Vivian, jika kau tidak ingin memilih ku sebagai sumber kebahagiaan mu maka aku akan menjadi sumber penderitaan mu. Akan ku pastikan kau tidak punya pilihan lain selain memohon kepada ku." Ucap nya menyeringai. Aura hitam terpancar dari nya, sangat menyeramkan.
Lalu ia pun pergi meninggalkan tempat itu. Raymond dan keluarga nya sudah selesai makan malam. Mereka pun masing masing pergi meninggalkan restoran itu. Raymond kini sedang bersama Vivian didalam mobil. Raymond yang menyetir.
Ia sengaja melajukan mobilnya dengan sangat pelan. Menikmati pemandangan malam bersama kekasihnya, lebih tepat istrinya. Sedangkan Vivian hanya terus menatap keluar jendela dan memainkan jari nya yang bertautan. Sungguh ia sangat gugup.
"Bagaimana memulai nya nanti?" tanya Vivian pada dirinya sendiri.
Raymond sekilas mendengar perkataan nya hanya tersenyum. Dibiarkan nya istrinya berkutat dengan pikiran nya, sedangkan ia sudah punya rencana yang lebih menarik untuk istrinya.
Sesampainya di mansion, Vivian segera turun dari mobil dan berjalan dengan sangat cepat menuju kamar nya. Raymond yang melihat itu sengaja membiarkan nya. Ia memilih duduk sebentar diruang utama mansion nya. Ia tahu apa yang akan dilakukan istrinya.
Sesampainya di kamar, Vivian segera menuju kamar mandi. Dengan segera ia membersihkan tubuh nya yang sudah lengket dengan keringat. Setelah nya, ia keluar dari kamar mandi dan meraih pakaian untuk dikenakan. Ia malah memakai pakaian yang sangat tertutup. Dan dengan segera ia baring dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
Raymond yang baru memasuki kamar nya, sedikit terkejut melihat keadaan "mengenaskan" istrinya. Perlahan ia mendekati ranjang nya dan mencoba membuka selimut yang menutupi tubuh Vivian. Matanya terbelalak tak percaya melihat penampilan istrinya. Dengan sekuat tenaga ia menahan tawa nya.
Ia pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga. Setelah semua selesai ia pun berbaring disamping Vivian. Ia tahu istrinya hanya pura pura tertidur.
Dibalik nya tubuh Vivian menjadi terlentang. Ia kemudian naik keatas tubuh Vivian dan mencium lembut bibir Vivian. Vivian sontak membuka matanya terkejut dengan pergerakan Raymond. Ia mematung tidak tahu harus berbuat apa.
"Ray aku ... " Ucapan terhenti karena saat ia berusaha untuk bicara Raymond malah berhasil menerobos kedalam mulutnya yang ia tutup sedari tadi.
"Bolehkah aku melakukan nya?" tanya Raymond disela sela ciuman nya. Vivian tidak menjawab atau menolak. Ia memejamkan matanya kuat saat merasa tangan Raymond mulai bergerak aktif ditubuh nya.
"Tidur lah. Besok kita akan pergi berbulan madu." Bisik Raymond ditelinga istrinya. Ia pun kembali membaringkan tubuhnya disamping Vivian. Memeluk Vivian dengan erat hingga akhirnya terlelap.
Angela
***********
Kira kira readers ada gak yang mau jadi kekasihnya Max?
Hehehe
Terima kasih selalu ku ucapkan untuk kalian semua yang dengan setia menunggu update dari "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"
Tanpa dukungan kalian semua nya terasa hampa.
__ADS_1
Tinggalkan jejak komentar selalu yah, baik itu kritik ataupun saran. Juga like nya jangan lupa.
Salam sayang buat readers semua nya.