Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Angela


__ADS_3

"Tuan semua persiapan sudah aku siapkan." Ucap seorang pria yang merupakan tangan kanan dari pria si peneror Vivian.


"Baik. Sisanya biar aku yang selesaikan." Jawab pria peneror itu lalu menggerakkan tangannya kode agar tangan kanannya itu pergi dari ruangan nya. Pria itu kimi sedang berada didalam sebuah ruangan yang juga minim cahaya.


"Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mu sayang. Kau pasti merasakan yang sama kan sayang." Ucap nya menyeringai tipis. Tidak ada kesan ramah dari wajah nya.


"Tapi aku akan menunggu sedikit lebih lama agar waktunya tepat untuk meraih mu dalam pelukan ku hahaha." Lanjutnya sambil tertawa. Mungkin jika ada yang melihatnya kini akan menganggap nya sudah gila.


Ditempat lain disebuah pusat perbelanjaan terlihat Raymond dan Vivian sedang berkeliling mencari pernak pernik yang mereka inginkan untuk persiapan pernikahan mereka. Mereka kini sedang berada di sebuah toko pakaian dipusat perbelanjaan. Mata Vivian kemudian tertuju pada sehelai lingerie yang cukup terbuka yang sedang dikenakan oleh patung manekin. Raymond yang melihat itu pun mendekati Vivian.


"Kau akan memakainya di malam pertama kita Honey." Ucap Raymond memeluk Vivian dari belakang dengan nada memberi perintah. Vivian tertunduk malu.


"Kau ini." Ucap Vivian mencubit lengan Raymond yang melingkar sempurna diperut nya. Raymond hanya terkekeh karena memang cubitan Vivian tidak membuatnya sakit.


"Sudah aku tidak akan membeli yang seperti itu." Ucap Vivian melepas tangan Raymond lalu berjalan melihat pakaian yang lainnya. Sedangkan Raymond memberi kode pada pelayan toko itu untuk membungkus lingerie yang tadi dilihat Vivian.


"Ray, apa aku boleh membeli itu?" tanya Vivian menunjuk sehelai rok mini kotak-kotak yang sangat imut.


"Belilah." Ucap Raymond mengangguk. Raymond tidak terlalu mempermasalahkan pakaian yang ingin Vivian kenakan karena menurutnya itu masih wajar.


Vivian lalu meminta pelayan toko untuk membungkus rok mini yang ia inginkan tadi. Setelah selesai mereka pun beranjak dari toko itu.


"Sayang aku lapar." Rengek Vivian menggandeng mesra lengan Raymond.


"Kita makan dilantai atas saja. Disana ada food court yang menyediakan banyak makanan lezat." Ucap Raymond sambil menunjuk kearah atas lalu mengelus kepala Vivian. Baginya keinginan Vivian adalah mutlak harus dipenuhi. Bahkan jika Vivian menginginkan nyawanya sekalipun.


Mereka lalu menaiki lift menuju lantai atas. Saat sudah keluar dari lift dan berjalan beberapa langkah, mereka mendengar nama Raymond dipanggil oleh seorang perempuan. Mereka berbalik dan menoleh kearah asal suara itu. Seketika senyum Raymond mengembang melihat ternyata yang memanggilnya adalah perempuan yang kemarin ia temui di Kantor WO Mr. Zhang.


"Hei, kenapa kau bisa disini?" tanya Raymond memulai pembicaraan sambil memeluk sebentar perempuan itu.

__ADS_1


"Aku sedang makan bersama beberapa rekan ku tadi dan baru selesai." Jawab perempuan itu ketika Raymond sudah melepas pelukan nya.


Vivian memanyunkan bibirnya melihat perlakuan manis Raymond pada perempuan lain. Raymond menoleh kearah kekasihnya dan tersenyum melihat kekasihnya sedang kesal.


"Honey ini adalah Angela orang yang spesial untuk ku. Angela ini calon istri ku Vivian." Ucap Raymond memperkenalkan kedua perempuan itu secara bergantian.


Mereka saling bersalaman dan menyapa singkat.


"Tuan Lu, seperti nya calon istri mu tidak terlalu suka aku ada di dekat mu." Ucap Angela memperhatikan ekspresi kesal Vivian.


"Tidak. Calon istri ku ini baik hati. Ia juga tidak mungkin sembarangan tidak suka pada orang. Apalagi orang yang baru ia kenal. Iya kan Honey?" Raymond menjelaskan kepada Angela lalu menanyai Vivian. Vivian hanya memutar bola malas, ia benar-benar sedang kesal.


"Bagaimana dengan proyek yang aku minta kau kerjakan?" tanya Raymond pada Angela.


"Hem, sekarang aku sudah mengerjakan nya sebanyak tiga puluh persen. Mungkin bisa selesai sebelum waktu jatuh tempo." Ucap Angela menjelaskan.


"Cepat juga. Baiklah aku dan Vivian akan pergi makan dulu. Jika proyek nya sudah selesai segera hubungi aku." Ucap Raymond lalu memeluk Angela sekilas dan berlalu pergi dengan menggenggam tangan Vivian.


Setelah selesai memilih makanan Raymond pun membawa Vivian untuk duduk di pojok ruangan itu. Raymond mulai memakan makanan nya, Vivian juga tapi bedanya adalah Vivian memakan nya dengan kesal.


"Hei honey, apa kau sedang marah padaku?" tanya Raymond sengaja. Padahal ia tahu sekali kalau kekasihnya sedang marah.


"Tidak." Vivian menjawab dengan judes. Sementara Raymond hanya tersenyum dan mengangguk.


"Laki-laki ini. Apa dia pikir karena sebentar lagi kami akan menikah jadi dia bisa seenaknya dengan perempuan lain." Batin Vivian. Pikiran nya dipenuhi berbagai macam prasangka buruk. Walau ia berusaha menepisnya tapi tetap saja pikiran itu tetap datang.


Raymond hanya asyik makan seolah tidak peduli padanya yang sedang kesal. Sesekali Vivian menusuk kasar makanan dipiringnya. Ia benar-benar kesal, padahal ia berharap Raymond akan menjelaskan sesuatu kepada nya setelah mereka duduk dan makan. Namun nyatanya nihil.


"Dia bahkan begitu membenci Ibunya saat Ibunya memilih pergi dengan pria lain. Tapi dia sekarang belum menikah saja sudah berani bermesraan dengan wanita lai didepan ku. Bagaimana jika sudah menikah nanti? Apa dia akan tidur bersama wanita lain didepan ku?" gerutu Vivian dalam hati. Ia sudah tidak tahan lagi lama-lama disana akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa mempedulikan Raymond.

__ADS_1


Raymond hanya terkekeh lalu memutuskan untuk mengejarnya setelah membayar harga makanan mereka dikasir. Raymond benar-benar tidak menyangka kalau calon istrinya akan cemburu seperti itu.


"Honey, tunggu aku. Aku lelah mengejar mu." Ucap Raymond dengan nafas sedikit tersengal. Wajar saja Raymond kelelahan, Vivian berjalan dengan sangat cepat dan tanpa jeda sedangkan Raymond harus mengejarnya sambil menenteng seluruh kantong belanjaan mereka tadi. Walau langkah Raymond cukup besar tapi tetap saja itu melelahkan.


Sesampainya di parkiran Raymond membuka kunci mobil dengan remote control, dan tanpa aba-aba Vivian langsung masuk dan duduk didalam. Setelah Raymond selesai menata semua kantong belanjaan di bagasi mobil, ia pun masuk dan duduk di bagian kemudi. Ia melihat Vivian sudah menyumbat telinganya dengan ear set pertanda bahwa ia tidak ingin mendengar suara Raymond. Raymond hanya menggeleng dan melajukan mobilnya kembali ke mansion.


Sesampainya di mansion, lagi-lagi Vivian langsung berjalan dengan cepat memasuki mansion dan menuju kamar nya. Beberapa pelayan yang melihat itu merasa heran termasuk Jiro yang saat itu sedang berada disana.


"Tuan ada apa dengan istri mu? Apa dia sedang dapat?" tanya Jiro saat ia menghampiri Raymond dan membantu Raymond membawa kantong belanjaan nya.


"Tidak. Dia melihat ku bermesraan dengan wanita lain didepan matanya." Ucap Raymond santai. Jiro terbelalak tak percaya saat mendengar perkataan Tuan nya.


"Bagaimana bisa Tuan melakukan ity menjelang hari pernikahan nya? bahkan secara terang-terangan didepan nona Vivian." Batin Jiro dalam hati.


"Mau bagaimana lagi, aku membutuhkan Angela saat ini." Ucap Raymond seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Jiro. Mendengar nama Angela, Jiro langsung mengelus dada dan menghembuskan nafas lega.


Saat Vivian dikamar ia berusaha untuk tidur tapi sangat sulit. Lalu ia mendapat pesan dari si peneror.


"Bagaimana persiapan pernikahan mu sayang. Haha aku tahu itu pasti tidak akan lancar karena laki-laki itu bahkan mulai berani bermain api didepan mu." Isi pesan yang pertama. Dan ada lagi pesan yang lain dibawah nya.


"Jangan sedih sayang. Kau tidak akan sendiri bersabarlah sebentar dan aku akan menjemput mu memasuki surga kita, kebahagiaan kita yang sebenarnya." Isi pesan kedua. Vivian memutar malas kedua mata indahnya. Ia mematikan ponselnya lalu berusaha untuk memejamkan matanya. Dan akhirnya ia pun terlelap. Walau hari masih sore namun ia tidak peduli.


**********


Jangan bosan-bosan untuk memberikan dukungan kalian yah.


Tinggalkan terus komentar kalian baik itu kritik atau saran yang membangun. Juga terus berikan like kalian setiap kali kalian selesai membaca satu part.


Vote "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" , favorit dan juga berikan rate bintang 5, 4, 3 nya yah.

__ADS_1


Terima kasih.


^^^Salam Semangat.^^^


__ADS_2