
"Kalian siapa?" tanya Raymond menatap mereka secara bergantian.
Vivian, Jiro, dan Shen hanya bisa saling memandang. Kemudian Jiro membisikkan sesuatu kepada Shen.
"Shen kau yakin yang terluka itu dada nya dan bukan otak nya?" bisik Jiro pada Shen sambil menunjuk dada dan kepalanya secara bergantian.
"Kau anggap aku bodoh tidak bisa membedakan yang mana otak dan yang mana dada?" gerutu Shen sambil memukul pelan kepala belakang Jiro.
"Hei hei jawab aku, apa kalian semua tuli?" tanya Raymond dengan nada meninggi. Sedang Vivian menunduk sedih memikirkan kekasihnya saat ini sudah melupakannya.
"Aa aku punya cara untuk membuktikan apakah Tuan Ray benar-benar amnesia atau tidak." Batin Jiro sambil menjentikan jari nya.
"Nona Vivian, bukankah kita akan pergi bersenang-senang dengan Sion?" tanya Jiro sambil memberi kode pada Vivian. Vivian yang mengerti itu pun langsung mengangguk.
"Ia kau benar. Sebaik nya kita pergi sekarang atau kita akan terlambat." Ucap Vivian semangat. Jiro dan Vivian pun mulai melangkah menuju pintu. Namun langkah mereka terhenti saat Raymond memanggil.
"Jiro." panggil Raymond dengan nada kesal. Jiro tersenyum menang tanpa membalikkan badan nya. Sedangkan Vivian langsung berbalik dan berlari untuk memeluk Raymond.
"Jangan membuat ku takut sayang. Aku tidak bisa tenang beberapa hari ini memikirkan keadaan mu." Ucap Vivian memeluk erat Raymond. Raymond segera membalas pelukan kekasihnya itu sambil tersenyum.
"Maaf Honey aku hanya menguji kalian saja." Ucap Raymond tertawa kecil. Jiro dan Shen menatap jengah dua sejoli yang sedang melepas rindu itu. Mereka memutuskan untuk keluar karena tidak ingin menjadi nyamuk yang mengganggu.
"Jangan lakukan itu lagi Ray. Aku takut." Ucap Vivian masih memeluk Raymond.
"Maafkan aku Honey." Raymond lalu melepaskan pelukan nya begitupun Vivian. Ia memandangi wajah Vivian dalam, wajah dan senyum yang tidak ia lihat beberapa hari ini. Tiba-tiba Raymond langsung mencium bibir mungil Vivian dan tak disangka Vivian juga membalas nya. Mereka bercumbu mesra membuat Jiro yang mengintip dari balik kaca pintu merasa iri.
Raymond kemudian melepas tautan bibir mereka dan kembali membawa Vivian kedalam pelukan nya. Sangat nyaman itulah yang dirasakan mereka.
"Terima kasih Honey. Terima kasih karena kau tidak meninggalkan ku disaat keadaan ku sedang buruk." Ucap Raymond mengecup beberapa kali puncak kepala Vivian. Vivian hanya mengangguk dan berdehem.
Hari ini benar-benar hari yang bahagia untuk Vivian. Kekasihnya sudah sadar dan sekarang memeluk nya erat.
__ADS_1
"Ayah, aku akan pergi dari kota ini untuk menjalankan bisnis ku dikota lain." Ucap Max pada Harley. Saat ini mereka sedang berada di apartment milik Max.
"Tapi mengapa tiba-tiba seperti ini Louise?" tanya Harley.
"Tidak tiba-tiba Ayah. Aku sudah memikirkan ini beberapa hari ini. Dan itu keputusan ku." Ucap Max tegas.
"Apa karena Vivian dan Ray?" tanya Harley memastikan. Pasalnya ia dapat merasakan kalau Max mempunyai perasaan lebih pada Vivian. Max hanya diam dan menunduk mendengar pertanyaan dari Harley.
"Aku tidak akan banyak ikut campur urusan kalian Louise. Tapi ingatlah pesan ku, ambillah keputusan yang tidak akan kau sesali nantinya." Ucap Harley menasehati Max.
"Aku tahu Ayah. Dan semoga aku tidak akan menyesali nya." Ucap Louise sendu. Ia juga ragi pada dirinya. Ia tidak tahu apa keputusan nya sudah tepat atau tidak.
"Hallo." Ucap Harley saat menjawab panggilan di ponselnya.
......
"Baiklah. Aku akan segera kesana." Ucap Harley mematikan panggilan nya lalu hendak pergi. Namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan dari Max.
"Ray. Dia sudah siuman." Ucap Harley memberi tahu Max.
"O, baiklah. Hati-hati Ayah." Ucap Max lalu berjalan masuk ke kamarnya sedangkan Harley hanya menggeleng melihat tingkah putra angkatnya itu. Harley pun beranjak dari apartment Max dan segera menuju ke rumah sakit.
"Hei anak nakal kai bisa bangun juga rupanya." Ucap Harley sinis pada putra kesayangan nya.
"Hei Pak tua apa kau sedang menyumpahi ku?" tanya Raymond tak kalah sinis. Lalu kedua nya tertawa bersama. Vivian yang melihat interaksi Ayah dan anak itu hanya bisa menggeleng dan tersenyum kecil.
"Ini makanlah dulu." Ucap Vivian memberikan semangkuk bubur pada Raymond.
"Honey aaaa." Raymond tidak langsung menerima bubur itu dan malah meminta Vivian menyuapi nya. Vivian hanya menunduk malu.
"Bagaimana dia bisa semanja itu didepan Ayahnya?" batin Vivian. Lalu mulai menyendok bubur yang ia pegang tadi lalu mulai menyuapi Raymond. Raymond makan dengan girang seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan makanan kesukaannya.
__ADS_1
"Tidak tahu malu." Ucap Harley melihat tingkah manja putranya pada Vivian. Ia kemudian melangkah keluar meninggalkan dua sejoli itu.
"Honey, Louise dimana?" tanya Raymond disela-sela makan nya.
"Entahlah. Tadi dia bilang padaku kalau dia akan pergi dari kota ini. Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba melakukan itu." Ucap Vivian menjelaskan.
"Apa karena adik nya itu?" tanya Raymond.
"Aku rasa tidak. Mungkin dia punya alasan tersendiri." Ucap Vivian.
"Padahal aku ingin bertemu dengan nya dan mengucapkan terima kasih." ujar Raymond sedikit sedih.
"Terima kasih untuk apa Ray?" tanya Vivian penasaran. Pasalnya baru kali ini ia mendengar kekasihnya ingin berterima kasih pada seseorang selain pada diri nya dan Ayah nya.
"Entahlah. Aku hanya merasa ingin berterima kasih saja." Ucap Raymond yang juga bingung dengan dirinya sendiri.
"Hem, jika kau sangat ingin bertemu dengan nya kau bisa meminta pada Ayah mu. Beliau adalah Ayah angkat nya Louise." Ucap Vivian menjelaskan. Raymond hanya sedikit terbelalak tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ayah nya bukan hanya mendanai Louise tapi juga sudah mengangkat nya sebagai putra nya. Namun ia tidak ingin ambil pusing akan hal itu selama tidak menyakiti Ayahnya maka ia tidak akan keberatan.
"Louise kau mau kemana?" tanya Joyce memeluk Max dari belakang saat ia melihat Max sedang sibuk mengemasi barang-barang nya.
"Aku akan pergi. Kau juga siapkan barang-barang mu. Kau akan ikut dengan ku." Ucap Max dingin. Joyce menuruti keinginan Max lalu ia pun meraih koper nya dan berkemas.
*********
***Terima kasih selalu untuk para reader yang selalu setia dengan Mr. Mafia or Mr. Psychopath?.
Selalu tinggalkan komentar, like, dan juga vote nya yah. Jangan lupa tekan favorit dan juga rate bintang 5,4,3 buat ku.
Jika berkenan tinggalkan sedikit tip untuk author.
Follow IG ku @zml1104***_
__ADS_1