Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Menyelamatkan mu.


__ADS_3

"Ini makanlah" ucap pria yang menahan Vivian itu saat ia memberikan nampan berisi makanan kepada nya.


"Terima kasih" jawab Vivian menerima nampan itu.


"Hei bagaimana aku bisa memanggil mu?" tanya Vivian tiba-tiba saat pria itu hendak melangkah pergi.


"Rex. Panggil saja aku Rex" ucap pria itu tersenyum tanpa membalikkan badan nya dan langsung melangkah pergi.


"Sebenarnya apa tujuan dia menahan ku? Sedangkan dia setiap hari merawat ku dengan baik" gumam Vivian melihat kepergian Rex.


"Ray kapan kau akan datang?" ucap nya lagi dan air mata nya mulai menetes namun ia cepat-cepat menghapusnya menggunakan telapak tangannya.


"Kau harus kuat Vi, kau harus kuat. Kekasih mu yang tampan itu pasti akan datang menyelamatkan mu" ucap Vivian menyemangati diri nya. Ia pun memakan makanan yang diberikan Rex tadi.


Di markas Raymond terlihat Raymond sangat frustasi, penampilan nya berantakan namun tidak mengurangi ketampanan nya. Padahal ini baru hari kedua Vivian menghilang tapi ia sudah benar-benar seperti orang yang kehilangan arah. Bahkan tak jarang beberapa anak buah nya menjadi tempat pelampiasan nya untuk menyalurkan amarah nya. Louise berusaha menjadi pihak yang tenang, agar setidaknya mereka tidak sama-sama menjadi api.


"Bagaimana James? Apa kau sudah menemukan jejak Vivian?" tanya Louise pada James yang dari kemarin selalu berusaha menemukan jejak Vivian. James akhirnya turun tangan membantu saat Sion kemarin tiba-tiba harus mewakili Raymond mengurus pekerjaan penting dikalangan Mafia. Dan tugas pelacakan Sion pun dilanjutkan oleh Jiro.


"Belum Tuan. Sepertinya ini adalah penculikan yang direncanakan" jawab James. Memang sangat sulit untuk menemukan Vivian kali ini, padahal ia lihai dalam meretas jaringan komputer dan semacamnya. Bahkan video rahasia Joyce saja bisa di dapatkan dengan sangat mudah. Tapi kali ini hanya untuk melacak keberadaan ponsel Vivian saja ia kesulitan.


"Jangan sampai aku menemukan kalian para bajingan. Kalian sudah salah bermain-main dengan ku" ucap Raymond mengepalkan tangannya kuat. Matanya memancarkan amarah yang tak tebendung. Bahkan Jiro yang sudah biasa bersama nya saja bergidik ngeri saat melihat dirinya yang sekarang. Louise menghela nafas kasar. Ia tahu sekarang bahwa Raymond sangat mencintai Vivian gadis yang juga ia cintai. Apakah ia harus mengorbankan perasaannya?


"Hahaha aduh kau lucu sekali Rex" ucap Vivian sambil memegang perutnya yang pegal karena tertawa. Ya saat ini Rex sedang berada didalam kamarnya dan menceritakan banyak cerita lucu padanya. Rex hanya ingin agar Hiv tidak terlalu takut padanya karena bagaimanapun ia tahu Vivian tidak bersalah dan hanya ia jadikan umpan.


"Jadi apa tujuan mu menahan ku disini?" tanya Vivian dengan mode serius. Rex tidak langsung menjawab dan hanya memperhatikan wajah cantik Vivian. Entah apa yang ada dalam pikiran nya, tiba tiba ia langsung menindih Vivian dan melahap bibir mungil nya dengan Rakus. Vivian yang ketakutan pun berusaha meronta sekuat tenaga untuk lepas dari kungkungan Rex, namun sangat sulit. Ia mencoba menjambak rambut Rex, namun bukan nya lepas Rex justru semakin bergairah. Ciuman kini turun ke leher mulus Vivian namun Vivian tidak tinggal diam.

__ADS_1


Ia berusaha sekuat tenaga menendang adik kecil Rex dan itu sukses membuat Rex menghentikan aksinya dan mengerang kesakitan. Rex menatap wajah Vivian yang sudah ketakutan.


"Apa kau belum pernah melakukan nya?" tanya Rex tersenyum sinis. Vivian tidak menjawab, ia hanya menunduk ketakutan.


"Hahaha aku akan mengajari mu nanti, agar kau bisa menikmatinya dan meminta lebih dari ku" ucap Rex menyeringai tipis sambil tertawa lalu ia pun beranjak meninggalkan Vivian.


"Bodoh" ucap Rex saat ia sudah di luar kamar.


"Kau hampir saja menyakitinya yang tidak bersalah" lanjutnya lagi merutuki dirinya.


Vivian terisak dan duduk meringkuk ditepi ranjang. Ia merasa sangat takut, padahal baru tadi pria itu membuat nya tertawa tapi sekarang pria itu berusaha menyakitinya.


"Ray aku mohon cepatlah datang, aku janji setelah ini aku tidak akan kemana-mana tanpa mu" ucap Vivian terisak mengingat sewaktu ia akan pergi beberapa hari yang lalu Raymond berusaha merayu nya agar bisa ikut dengan nya. Apakah ia boleh menyesal sekarang?.


"Tuan Raymond, aku sudah berhasil menemukan lokasi nona Vivian" ucap Jiro semangat sambil terus mengutak atik laptop nya.


"Disebuah hutan terpencil Tuan. Tidak terlalu jauh dari lokasi tempat kegiatan kampus nona Vivian diadakan" ucap Jiro menjelaskan tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop nya. James mendengus kesal, karena ia gagal menemukan lokasi Vivian duluan. Ia sedang merasa gagal menjadi mata-mata.


"Sion siapkan semuanya" Raymond memerintahkan kepada Sion untuk menyiapkan segalanya mulai dari senjata hingga pasukan yang akan mereka bawa. Sion mengangguk dan segera melaksanakan perintah Tuan nya itu.


"Bertahanlah Honey, aku akan segera datang menjemput mu" ujar Raymond dengan mata menahan sedih dan takut. Ia takut jika Vivian disakiti oleh penculik itu. Ia tidak ingin kehilangan Vivian seperti saat ia kehilangan ibu nya yang pergi meninggalkan nya.


"Apa aku harus menyerah disaat aku sudah hampir menggapai nya Tuhan?" batin Louise menahan sakit nya, ia sakit melihat ada laki-laki lain yang begitu mencintai gadis nya. Ia sakit saat mengetahui bahwa gadis nya sudah menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Ia sekarang ragu untuk terus melangkah atau berhenti dan pergi, agar gadis nya bisa bahagia bersama laki-laki yang mencintai nya.


"Aku harus bagaimana Vi?" tanya Louise dalam hati seolah sedang berbicara pada Vivian. Ia menitikkan air mata namun dengan cepat ia menghapusnya lagi dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Tuan semua sudah siap" ucap Sion dengan suara berat nya.


"Baiklah kita berangkat sekarang" ujar Raymond sambil menyelipkan sebuah pistol dipinggang nya.


"Jiro kau juga bawa senjata mu untuk berjaga-jaga" perintah Raymond pada Jiro saat ia melihat Jiro melangkah hanya dengan membawa laptop nya.


"Baiklah Tuan. Senjata ku ada dimobil" ucap Jiro mengangguk. Louise dan James juga ikut serta dengan membawa sekelompok orang nya juga. Bagaimanapun Louise tahu kalau Vivian diculik gara-gara dirinya. Entah apa yang akan dilakukan Raymond jika mengetahui hal itu nanti. Namun yang terpenting sekarang adalah keselamatan Vivian.


Saat sudah sampai di sebuah rumah yang diarahkan Jiro dengan lokasi dilaptop nya, mereka langsung masuk kedalam tanpa bersusah payah. Karena memang tidak ada yang berjaga dirumah itu, bahkan sekedar binatang peliharaan pun tidak ada.


"Honey keluar lah. Aku menjemput mu" teriak Raymond dengan suara menggelegar. Vivian yang mendengar itu langsung tersenyum dan berlari keluar karena memang pintu kamar nya tidak dikunci. Ia berlari dengan semangat untuk menghampiri kekasih nya yang sangat ia rindukan. Namun saat akan menuruni tangga tiba-tiba Rex keluar dan


Doorrr Doorrr


Ia menembak dengan kasar tanpa melihat siapa yang sedang berjalan masuk.


"Ray" teriak Vivian saat melihat Raymond jatuh terkapar dengan darah mulai mengalir dari luka tembakannya. Air mata langsung membasahi pipi mulusnya. Ia berlari secepat kilat untuk menggapai tubuh kekar Raymond. Ia lalu membawa kepala Raymond ke atas pangkuan nya. Raymond tersenyum getir memandangi wajah cantik kekasih nya yang sangat ia rindukan.


"Syukurlah kau baik-baik saja honey" ucap Raymond getir menahan sakit di tubuhnya.


"Ray bertahanlah aku mohon. Jangan tinggalkan aku" ucap Vivian terisak sambil mengusap kepala Raymond dan sesekali menutupi bekas luka tembak di tubuh Raymond dengan telapak tangannya seolah mencoba menghentikan darah mengalir.


"Kau" ucap Louise saat melihat siapa yang sedang berhadapan dengannya. Sedangkan Vivian dituntun oleh Jiro dan Sion menuju ambulance yang akan membawa Raymond kerumah sakit. Didalam ambulance Vivian terus menggenggam erat tangan Raymond seakan sedang menyalurkan kekuatan untuk nya.


**********

__ADS_1


Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" ya. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya setiap kali kalian selesai membaca satu part. Serta tekan tombol favorit untuk mendapatkan pemberitahuan update nya.


^^^Follow IG @zml1104_ untuk mendapatkan spoiler chapter selanjutnya.^^^


__ADS_2