Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 28 - Menikah lah dengan ku!


__ADS_3

Tiga Bulan Kemudian.


"Raiyan? Kau kapan pulang?" Tanya Vivian pada putra sulung nya saat melihat Raiyan turun dari kamar nya.


"Tadi malam Ma. Ketika aku pulang kalian semua sudah tidur." Jawab Raiyan lembut sambil membenarkan dasinya dan berjalan menghampiri keluarga nya yang sedang sarapan.


Ia mengecup pipi Ibunya lalu beranjak duduk di samping adik nya.


"Kau ini selama ini dimana? Tidak pernah pulang. Memberi kabar hanya melalui telpon, bahkan kadang hanya mengirim pesan." Ucap Raymond mengomeli putranya itu.


"Aku tinggal di apartemen kekasih ku Ma." Ucap Raiyan santai.


Uhuk..uhuk


Ayvin tersedak minuman nya saat mendengar Raiyan mengatakan kekasih dan kedua orang tua mereka melotot pada Raiyan.


"Siapa lagi korban mu kali ini Raiyan?" Tanya Raymond kesal sedikit membentak.


Uhuk..uhuk


Giliran Raiyan yang tersedak minuman nya.


"Apa maksud Papa dengan korban?" Tanya Raiyan bingung.


"Kenapa kau tidak bisa bersikap sebagai seorang pria sejati. Bermain perempuan dan berhubungan sebelum menikah itu bukanlah hal yang bisa dibanggakan Rai." Ucap Raymond menasehati putranya.


"Astaga. Kali ini Papa salah paham. Aku tidak pernah menyentuh kekasih ku melewati batas. Aku akui kami memang tinggal dan tidur bersama. Tapi aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan nya." Ujar Raiyan menjelaskan pada keluarganya.


Ketiga orang tersayang nya itu menatapnya tak percaya.


"Pa, Ma kali ini aku tidak main main. Aku serius mencintai nya. Jadi tidak mungkin aku menyakiti nya." Ucap Raiyan berusaha meyakinkan orang tua nya.


"Siapa gadis itu?" Tanya Vivian penasaran.


"Yang jelas aku yakin kalian pasti menyukai nya. Dia gadis yang baik, pintar, dan jujur." Ucap Raiyan tersenyum malu malu.


"Sepertinya kakak benar benar sedang jatuh cinta kali ini." Ucap Ayvin meledek kakak nya.


"Jika kau serius tidak apa. Asal jangan kau sakiti dia. Ingat Rai, Mama juga perempuan. Jika kau menyakiti perempuan, itu sama saja kau menyakiti Mama juga." Ucap Vivian menasehati putranya.


Raiyan hanya mengangguk, sedikit merasa bersalah mengingat perlakuan nya pada Emily.


"Pa, Ma, apa kalian setuju jika aku menikah muda?" Tanya Raiyan dengan segala keberanian nya.


Kembali ketiga orang itu menatapnya tak percaya.


"Kakak serius?" Kini Ayvin yang bertanya.


Raiyan mengangguk.


"Aku berpikir untuk melamar nya. Aku tidak ingin menjalin hubungan yang tidak pasti. Dan aku juga takut jika menunggu lebih lama, aku tidak bisa mengendalikan diri ku." Ucap Raiyan menatap serius ketiga orang itu bergantian.


"Papa terserah kau saja. Asalkan kau serius, Papa tidak keberatan. Menikah itu hal yang baik." Ucap Raymond memberi dukungan pada putranya.


"Mama juga tidak masalah. Tapi ingat Rai, sebagai seorang pria, kau harus siap dari segala hal terutama mental mu untuk menjadi seorang suami. Itu tidak mudah untuk dilakukan. Jika kau ada waktu, kau bisa duduk dan sharing dengan Papa mu." Ucap Vivian memberi masukan kepada putranya.


Raiyan mengangguk.

__ADS_1


"Aku ingin melamar nya malam ini. Jika dia menerima ku, maka aku akan segera membawa nya bertemu dengan kalian." Ucap Raiyan semangat.


"Wah, calon kakak ipar ku akan seperti apa yah? Apa juga cantik seperti Mama." Ucap Ayvin girang.


"Dia secantik Mama." Ucap Raiyan semangat.


"Jika dia sudah menerima lamaran mu, maka sagera bawa dia untuk bertemu dengan kami. Dan juga segera hubungi keluarga nya entah nanti kita yang kesana atau mereka yang kesini." Titah Raymond tegas.


"Baik Pa." Ucap Raiyan tersenyum lebar.


"Ya sudah, aku harus berangkat sekarang. Ada rapat penting lagi hari ini." Ucap Raiyan.


"Oh iya Pa, laporan perusahaan nanti aku kirimkan via email saja untuk Papa periksa." Timpal nya.


Raymond mengangguk.


"Vin, mau berangkat kuliah bersama kakak?" Tanya Raiyan.


"Tentu saja aku mau." Ucap Ayvin girang.


Mereka berdua pun bangkit dari duduk nya lalu masing masing mengecup pipi Ibunya dan berlalu pergi.


Sekali lagi, mereka sudah dewasa jadi tidak mungkin mengecup pipi Ayah mereka.


Setelah mereka masuk kedalam mobil, Raiyan pun segera melajukan mobilnya untuk mengantar Ayvin ke kampus nya.


"Belajar yang rajin." Ucap Raiyan pada adik nya setelah Ayvin turun dari mobil.


Ayvin mengangguk lalu melambaikan tangannya pada kakak nya dan berjalan masuk kedalam kampus nya.


Segera ia menyelesaikan pekerjaan penting nya. Dan mengikuti rapat dengan serius.


Ia hanya ingin cepat bisa menemui kekasihnya dan melamar kekasihnya malam ini juga.


Sepanjang mengikuti rapat pun, senyum nya tak pernah hilang Beberapa karyawan perempuan pun menatapnya dengan tatapan memuja.


"Sekian dan terima kasih." Ucap karyawan nya setelah menyelesaikan presentasi nya.


Hening, semua menatap kearah Raiyan.


"Apa?" Tanya Raiyan asal.


"Apakah Tuan ada pertanyaan?" Tanya karyawan nya yang presentasi di depan tadi.


"Tidak. Semua sudah bagus. Lanjutkan kerja kalian. Rapat bubar." Ucap Raiyan lalu melangkah keluar dari ruangan rapat nya.


Setelah keluar dari ruangan rapat, ia langsung melangkah masuk kedalam ruangan kerjanya.


Dengan segera ia menyelesaikan sisa pekerjaan nya.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh saat ia menyelesaikan pekerjaan nya.


Dengan segera ia bersiap dari kantor nya.


Mandi, berganti pakaian, semua ia lakukan di kantor.


Setelah dirasa selesai, ia pun segera keluar dari perusahaan nya dan melajukan mobilnya untuk menjemput Axnes.

__ADS_1


Bukan untuk makan malam, melainkan kejutan lamaran.


Saat sampai di apartemen Axnes, ia segera berlari kecil menggapai lift dan naik ke unit milik Axnes.


Pintu lift terbuka, ia segera menghampiri unit milik Axnes.


Ditekan nya password pintu Axnes.


Pintu terbuka, tampak Axnes sudah anggun dengan pakaian nya dan ia sedang mencocokkan sepatu nya dengan pakaian nya.


"Sayang, sudah siap?" Tanya Raiyan saat Axnes sudah menemukan sepatu yang cocok dengan pakaian nya.


"Sudah." Jawab Axnes tersenyum manis.


Raiyan pun mengulurkan tangan nya dan disambut bahagia oleh Axnes.


Mereka pun keluar dari apartemen itu dan segera menuju ke mobil Raiyan.


Setelah mereka masuk kedalam mobil, Raiyan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ia membawa Axnes kesebuah taman yang sudah dihias dengan sangat indah.


Mereka sudah sampai, Raiyan segera turun dari mobil dan berlari kecil kearah Axnes untuk membukakan Axnes pintu.


"Terima kasih." Ucap Axnes tersenyum manis.


Raiyan menggenggam tangan Axnes dan menuntun Axnes berjalan.


Mereka menyusuri sebuah jembatan kayu sebelum akhirnya sampai di sebuah taman yang sudah dihias dengan sangat indah.


Axnes menutup mulutnya saat melihat keindahan taman itu.


"Kau suka?" Tanya Raiyan.


"Suka sayang. Terima kasih." Ucap Axnes mengelus pipi kekasih nya.


Raiyan mengangguk dan tersenyum.


Ia kemudian memeluk Axnes dari belakang.


Satu tangannya berusaha meraih kotak kecil berisi cincin dari saku celana nya.


"Axnes." Panggil Raiyan tepat di telinga Axnes.


Axnes mengangguk.


"Menikah lah dengan ku!" Pinta Raiyan sambil menyodorkan cincin ke depan nya.


...~ **To Be Continue ~...


*******


Maaf kalo agak ngawur atau nggak nyambung.


Ngetiknya sambil nguap.


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih**.

__ADS_1


__ADS_2