Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 27 - Bertemu Kembali dan Berpisah.


__ADS_3

"Sayang, apa kau yakin hari ini akan kembali bekerja?" Tanya Raiyan memastikan.


Baru saja kemarin bebas dari penculikan, hari ini Axnes sudah ingin bekerja kembali.


"Aku yakin sayang." Ucap Axnes gemas pada kekasihnya.


Mereka kini sedang menikmati sarapan.


"Apa tidak sebaiknya kau istirahat saja dulu?" Tanya Raiyan khawatir.


"Tidak sayang. Aku tidak boleh bermalas malasan di usia muda ku." Ucap Axnes semangat.


"Hah, kau ini memang keras kepala." Ucap Raiyan sedikit kesal.


Axnes hanya tersenyum manis.


"Berangkat bersama ku atau dijemput Stev?" Tanya Raiyan berharap.


"Bersama mu saja. Kau kan kekasih terbaik ku." Ucap Axnes menaik turunkan alis nya menggoda Raiyan.


"Tidak perlu seperti itu. Bisa bisa aku menerkam mu nanti." Ucap Raiyan mengancam.


"Jika kau berani, aku akan pergi sejauh mungkin. Tidak akan kembali lagi." Axnes juga tak kalah mengancam.


Raiyan mengalah.


"Baiklah baik." Ucap Raiyan pasrah.


Mereka pun segera menyelesaikan ritual sarapan mereka.


Setelah itu mereka segera keluar dari unit apartemen Axnes menuju ke parkiran.


"Pria itu?" Batin Axnes saat ia melihat keberadaan pria yang sempat bertabrakan dengan nya diparkiran juga hari ini dan yang memperingatkan nya untuk menjauhi Raiyan.


"Sayang, ada apa?" Tanya Raiyan lembut saat ia melihat kekasihnya mematung di samping pintu mobilnya.


Axnes sedikit tersentak.


"Ah, um tidak." Segera Axnes pun masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman nya.


"Hei, ada apa?" Tanya Raiyan lagi memastikan, setelah ia juga masuk kedalam mobil.


"Tidak. Nanti dijalan aku ceritakan." Ucap Axnes sambil melirik kaca spion disebelah nya.


Raiyan mengangguk.


Raiyan pun segera melajukan mobilnya.


"Jadi ada apa?" Tanya Raiyan lagi.


"Sayang, aku rasa ada yang mengikuti ku." Ucap Axnes pelan. Ia takut kekasihnya tersulut emosi.


"Maksud mu?" Tanya Raiyan meminta penjelasan.


"Kau masih ingat hari itu saat pertama kau menginap di apartemen ku dan aku turun untuk mengambil pakaian mu?" Tanya Axnes.


Raiyan mengangguk.


"Aku sempat berpapasan dengan seorang pria menyeramkan. Dia memperingatkan ku agar menjauhi mu." Ucap Axnes menceritakan yang ia alami.


Raiyan mulai takut, khawatir, dan menahan marah.


Marah pada orang yang ia anggap berniat menyakiti kekasihnya.


"Lalu?" Tanya Raiyan dengan suara datar.


"Tadi aku melihatnya lagi tak jauh dari mobil mu." Ucap Axnes.


Raiyan jadi takut. Ketakutan nya mendominasi.


"Sayang, berjanjilah apapun yang kau alami dan siapapun yang kau temui? Kau harus segera menceritakan kepada ku, apalagi jika orang orang itu sampai mendekati dan mengancam mu." Titah Raiyan pada kekasihnya.

__ADS_1


"Tapi Rai, aku tidak ingin kau terlalu gegabah dan selalu menggunakan emosi dalam menyelesaikan masalah." Ucap Axnes tulus.


"Aku janji tidak akan. Tapi kau harus berjanji kau harus selalu memberitahu ku." Pinta Raiyan.


"Baiklah." Ucap Axnes mengangguk.


Tak lama mereka pun sampai di parkiran RV2 Agency.


"Maaf sayang, hanya bisa mengantar mu sampai di sini." Ucap Raiyan sesal sambil melepaskan seat belt Axnes.


"Iya, tidak masalah." Ucap Axnes mengacak rambut Raiyan gemas yang kala itu kepala Raiyan berada di depan nya karena sedang melepas seat belt nya.


Setelah selesai, Raiyan mengangkat kepalanya hingga wajahnya sangat dekat dengan Axnes.


Sigap ia meraih tengkuk leher Axnes dan mengecup dalam bibir Axnes. Tak disangka Axnes membalasnya.


Hingga beberapa saat mereka beradu ciuman panas di dalam mobil.


Raiyan yang mulai terbawa suasana pun segera melepas tautan bibir mereka sebelum semua nya semakin jauh, apalagi dia merasa tidak ada penolakan sedikit pun dari Axnes.


Raiyan tersenyum begitu dekat pada Axnes, sedangkan Axnes merona malu sedikit menunduk.


"Kau suka sayang?" Tanya Raiyan tersenyum mesum.


Axnes malah dengan polos nya mengangguk dan tersipu malu.


"Mau lebih?" Tanya Raiyan lagi.


Lagi lagi dengan polos nya Axnes mengangguk.


"Menikah lah dengan ku. Maka kita bisa berbuat lebih dari ini." Pinta Raiyan menggenggam tangan Axnes.


Axnes semakin tersipu.


Cup


Raiyan mengecup singkat kening Axnes.


Ia membetulkan posisi nya hingga tegak.


Sebelum turun, Axnes mengecup singkat pipi Raiyan membuat Raiyan bahagia.


"Aku mencintaimu Axnes." Ucap Raiyan berteriak saat ia menurunkan kaca mobilnya setelah Axnes turun dari mobil.


Axnes tidak menjawab dan malah berlari, karena malu.


"Axnes ku." Batin Raiyan menggeleng gemas.


Ia pun keluar dari parkiran dan segera menuju ke perusahaan nya.


Axnes yang baru saja keluar dari lift, sedikit terkejut melihat bayangan Ren melalui nya.


Ia mencoba mengikuti langkah lebar pria itu hingga sampai ke satu lorong sepi di perusahaan itu.


BUKK


Axnes menabrak punggung pria itu hingga hampir terjungkal saat pria didepan nya berhenti secara tiba tiba.


Pria tersebut sigap berbalik dan meraih pinggang Axnes dan menahan nya.


"Kau tidak apa apa?" Tanya pria itu khawatir.


"Ren?" Ucap Axnes dengan nada tanya.


Axnes segera bangkit dari posisinya dan berdiri tegak.


"Hai, kita bertemu lagi." Ucap Ren tersenyum manis.


Ren tampak sedikit berbeda karena ia kini mengenakan kaca mata dan tindikan disalah satu telinga nya.


"Ada apa kau kesini?" Tanya Axnes was was.

__ADS_1


Ren malah gemas dengan ekspresi yang ditunjukkan Axnes dan mengacak rambut nya.


"Hentikan." Pinta Axnes sedikit membentak kasar.


Ren tersenyum.


"Aku kemari hanya untuk menandatangani surat pembatalan kontrak kita." Ucap Ren tersenyum manis.


Axnes bingung.


"Apa perusahaan itu sebenarnya milik mu?" Tanya Axnes bingung.


"Tidak, tapi bisa di bilang begitu." Ucap Ren singkat.


Axnes hanya mengangguk.


"Ya sudah." Ucap Axnes singkat lalu berbalik hendak pergi, namun tangan nya ditarik oleh Ren hingga ia berada dalam pelukan hangat Ren.


Axnes berusaha meronta.


"Sebentar saja. Aku mohon." Pinta Ren dengan suara lemah.


Axnes akhirnya mengijinkan.


"Axnes, maafkan aku sudah hampir menyakiti mu kemarin. Maafkan aku sudah menampar pipi mu. Maafkan aku sudah mencengkeram dagu mu. Maafkan untuk semua yang aku lakukan pada mu kemarin." Pinta Ren semakin mempererat pelukan nya.


Spontan, Axnes membalasnya.


"Aku sudah memaafkan mu Ren. Semua terlanjur terjadi. Menyesal pun tidak bisa mengembalikan keadaan atau mengulang waktu. Kau cukup berjanji untuk hidup dengan lebih baik setelah ini." Ucap Axnes tulus sambil mengusap punggung Ren.


"Terima kasih Axnes." Ucap Ren lalu melepaskan pelukan nya.


Ren melangkah sedikit mundur dari Axnes.


Ditatap nya dalam dan penuh kasih wajah cantik itu.


"Aku akan kembali ke Hongkong untuk mengurus pekerjaan ku disana. Dan mungkin tidak akan kembali dalam beberapa bulan kedepan." Ucap Ren yang niatnya adalah pamit pada Axnes.


"Berhati hati lah. Jaga kesehatan mu." Ucap Axnes tulus.


Axnes bukanlah tipe perempuan pendendam.


"Axnes, apa bisa kita berteman? Aku janji tidak lebih. Aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan nya selama kau bahagia dengan nya." Pinta Ren.


Axnes diam tampak menimang permintaan Ren.


"Baiklah. Kita berteman." Ucap Axnes tersenyum sedikit mengangguk.


"Aku mungkin tidak disini, tapi bawahan ku akan ada disekitar mu untuk menjaga mu. Aku janji tidak akan mengganggu mu lebih dari seorang teman. Tapi aku tetap dengan pendirian ku. Jika dia sampai menyakiti mu, aku pasti akan merebut mu secara paksa darinya." Ucap Ren terdengar mengancam.


"Baiklah baik." Ucap Axnes pasrah, tidak tahu harus menjawab apa lagi.


"Ya sudah, aku pergi." Ucap Ren.


Ia mendekat pada Axnes lalu mengecup dalan kening Axnes.


Setelah itu ia pun melangkah pergi meninggalkan Axnes yang masih mematung membelakangi nya.


"Berbahagialah Axnes. Jika tidak aku yang akan memaksa mu bahagia bersama ku." Batin Ren sambil melangkah meninggalkan gedung itu.


...~ **To Be Continue ~...


*******


Ya ampun, eike malah jatuh centong ama si Ren sih.


Parah bet.....


Like dan komentar jangan lupa yah. Makasih.


Selamat berpuasa hari ini bagi yang muslim. Sudah mendekati hari kemenangan, tetap semangat ya**.

__ADS_1


__ADS_2