Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
ROL 19 - Hari pertama sebagai kekasih


__ADS_3

[ Mampir juga di karya ku yang judul nya


"Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat) "


dan juga "IF LOVE " Tinggalkan jejak kalo udah mampir ya.]


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


"Engh." Axnes melenguh pelan saat merasakan benda berat menimpa perutnya.


Perlahan ia menoleh ke arah perutnya, tampak tangan seseorang melingkar sempurna diatas perutnya.


"Aaa." Axnes berteriak histeris lalu menepis kasar tangan itu dan segera bangkit dari posisinya menjadi duduk meringkuk sambil memejamkan matanya.


"Em.." Suara berat seorang pria terdengar di samping nya.


"Hei, kau tidak apa apa?" Tanya pria itu.


Perlahan Axnes mengangkat kepalanya dan membuka matanya.


"Raiyan?" Tanya Axnes pelan.


"Ya ini aku? Bukankah semalam kau sudah tahu?" Tanya Raiyan bingung.


"Aku ... "


Flashback On


"Selamat malam."


Perlahan Axnes membuka matanya lalu tangannya membuka penutup kepala hoodie pria itu.


"Rai?" Tanya Axnes terkejut.


Raiyan hanya tersenyum manis dan terus menahan Axnes di bawah nya.


"Kenapa kau kembali lagi?" Tanya Axnes kesal karena Raiyan sudah mengerjai nya.


"Aku akan menginap di sini." Ucap Raiyan santai.


"Tidak bisa." Protes Axnes dan berusaha mendorong tubuh Raiyan diatas nya.


"Aku tidak peduli sayang. Aku hanya akan menginap di sini. Tidak lebih." Ucap Raiyan menatap dalam mata Axnes.


"Tapi Rai ... "


Raiyan mengecup bibir Axnes.


"Rai kau tidak bisa ... "


Raiyan kembali melakukan hal yang sama.


"Ya ampun Raiyan tolonglah ... "


Lagi lagi Raiyan kembali mengecup bibir Axnes.


"Hah, terserah kau saja." Axnes kesal dan pasrah lalu dengan kekuatan penuh ia mendorong Raiyan dari atas nya dan membenarkan posisinya lalu menutupi tubuh nya dengan selimut.


Raiyan tersenyum penuh kemenangan. Ia kemudian merangkak ke samping Axnes dan ikut masuk kedalam selimut Axnes.


"Selamat malam." Ucap Raiyan lalu mengecup kepala belakang Axnes.


Flashback Off

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa hal sepenting ini?" Gumam Axnes.


"Kau ternyata sangat cantik saat bangun tidur." Ucap Raiyan menggoda Axnes lalu merangkak dan mengungkung Axnes dalam dekapan nya.


"Rai, apa yang kau lakukan?" Axnes meronta lepas tapi jantung nya menari bebas di tempat.


"Aku menginginkan mu." Ucap Raiyan menggoda kekasihnya.


"Tidak. Tidak akan pernah." Axnes menolak keras permintaan Raiyan.


"Ooo..tidak mudah rupanya." Ucap Raiyan kembali dengan seringai tipis diwajah nya.


Raiyan semakin mendekatkan wajah nya pada Axnes, sedangkan Axnes memejamkan matanya kuat takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Raiyan semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya..


"Ini hari pertama mu sebagai kekasih ku." Bisik Raiyan sensual tepat di telinga Axnes.


Kemudian Raiyan pun bangkit dari posisinya dan berjalan ke kamar mandi.


Fuh


Axnes menghela nafas lega.


Akhirnya ia memilih untuk keluar dari kamar nya dan membersihkan dirinya di kamar mandi lain.


Setelah selesai dengan hanya mengenakan handuk ia kembali ke kamar nya.


"Astaga Rai.." Axnes berteriak saat mendapati kekasih nya juga bertelanjang dada dan bawahannya hanya berbalut handuk.


"Maaf sayang. Tapi pakaian ku masih di dalam mobil. Tadi malam aku lupa membawanya kemari." Ucap Raiyan memelas.


Ia tidak tergoda dengan penampilan kekasihnya atau lebih tepatnya mencoba biasa saja dan menahan diri nya.


"Ya sudah ambil sekarang." Titah Axnes kesal.


"Bagaimana aku mengambil nya? Aku sedang begini." Ucap Raiyan pasrah.


Wajah memelas Raiyan berubah menjadi tatapan jahil yang menelisik penampilan kekasihnya dari atas sampai bawah.


"Apa tidak boleh aku disini saja. Aku janji tidak akan macam macam. Hanya melihat saja." Pinta Raiyan menggoda Axnes.


"Dalam mimpi mu. Sudah sana keluar." Axnes menarik tangan Raiyan agar keluar dari kamar nya.


Raiyan menurut dengan langkah yang sangat pelan.


"Hanya melihat saja sayang." Pinta Raiyan lagi.


"Baiklah. Kau boleh melihat. Tapi setelah itu kita akhiri hubungan kita dan aku akan bunuh diri di depan mu." Axnes mengancam Raiyan.


"Baiklah baik. Aku kalah." Ucap Raiyan pasrah akhirnya keluar dari kamar itu dan duduk di sofa.


Lumayan lama menunggu hingga Axnes selesai.


"Mana kunci mobil mu?" Tanya Axnes kasar setelah ia keluar dari kamar nya.


"Ini." Raiyan meraih kuncinya dari atas meja.


Axnes memperhatikan nya kesal, lalu berjalan untuk mengambil kunci itu dari tangan Raiyan.


Belum sempat Axnes meraih kunci itu tangannya sudah ditarik oleh Raiyan hingga ia menindih tubuh Raiyan.


"Cepatlah kembali." Ucap Raiyan lalu mengecup kening kekasihnya.


Plak


Raiyan mendapatkan tamparan ringan dipipi nya.


"Pria mesum. Aku menyesal telah jatuh cinta pada mu." Gerutu Axnes bangkit dari posisinya dan merebut kasar kunci mobil Raiyan.


Raiyan tidak marah sedikitpun, baginya sikap Axnes yang seperti itu sangat menggemaskan.

__ADS_1


Axnes pun turun ke lantai parkir bawah tanah gedung apartemen nya. Perlahan ia mencari keberadaan mobil Raiyan dengan remot kontrol yang ada di kunci itu.


"Dapat." Ucap Axnes semangat saat sudah menemukan mobil Raiyan.


Axnes membuka perlahan pintu bagasi mobil itu. Axnes terkagum melihat isi bagasi Raiyan yang begitu banyak namun tertata rapi.


"Apa mobil nya ini adalah rumah berjalan nya?" Batin Axnes.


Segera Axnes pun mengambil sebuah kantong pakaian yang diyakininya memang sudah Raiyan siapkan.


Setelah itu ia menutup kembali pintu mobil itu dengan benar dan mengunci nya dengan remot kontrol.


Axnes berjalan sambil memeriksa kembali apakah benar kantong yang ia bawa ini adalah yang Raiyan siapkan agar tidak salah.


Bukk


Axnes menabrak seseorang.


"Maaf Tuan maaf. Aku tidak sengaja. Kau tidak apa apa?" Axnes bertanya panik pada pria yang ia tabrak.


"Tidak. Aku tidak apa apa." Ucap pria itu dingin sambil membetulkan pakaian nya.


"Syukurlah." Axnes pun berlalu dari tempat itu namun perkataan pria itu membuat langkahnya terhenti.


"Aku sarankan kau akhiri hubungan mu dengan pria itu sebelum kau mati konyol seperti mantan kekasih nya." Ucap pria misterius itu lalu pergi meninggalkan Axnes duluan.


Axnes mematung sejenak.


"Tidak tidak. Aku harus percaya pada Rai. Dia pasti tidak seperti itu. Pria itu pasti salah." Ucap Axnes menggeleng kepalanya mengusir pikiran buruk tentang Raiyan.


Axnes pun melanjutkan langkahnya kembali ke unit apartemen nya.


"Rai ini pakaian mu." Ucap Axnes saat pertama ia masuk ke apartemen nya.


Namun ia tidak mendapati keberadaan Raiyan.


"Rai.." Axnes mencari keberadaan Raiyan perlahan hingga akhirnya hidung nya mengendus bau masakan.


Ia pun berjalan ke dapur dan benar saja, Raiyan sedang memasak dengan bertelanjang dada dan berbalut handuk dibawahnya.


"Sexy sekali." Axnes membatin memperhatikan penampilan panas kekasihnya.


"Jangan berdiri di sana saja. Aku sudah hampir mati kedinginan menunggu mu." Ucap Raiyan yang sadar akan kedatangan Axnes.


"Em..um ini pakaian mu." Ucap Axnes salah tingkah dan gugup.


Raiyan mematikan api kompor nya karena memang ia juga sudah selesai memasak.


Ia berjalan mendekati Axnes hingga sangat dekat di depan Axnes.


Ia menunduk sedikit dan wajahnya sangat dekat dengan Axnes membuat Axnes lagi lagi memejamkan matanya.


"Apa aku semenarik itu untuk dipandang?" Tanya Raiyan sensual tepat di telinga Axnes.


Axnes tidak menjawab.


"Aku sudah memasak sarapan untuk kita. Setelah aku siap kita makan bersama." Ucap Raiyan lalu mengambil bungkusan dari tangan Axnes dan berjalan ke kamar.


"Aku ada jadwal pemotretan setelah ini." Axnes berteriak pada Raiyan.


"Aku akan menemani mu." Raiyan berteriak dari kamar.


Axnes pun akhirnya duduk di kursi meja makan sambil menunggu Raiyan.


...~ **To Be Continue ~...


********


Like dan komentar jangan lupa.


Makasih**.

__ADS_1


__ADS_2