Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Obsesi


__ADS_3

...Note : Chapter ini mengandung unsur yang akan membuat kalian yang membenci Max semakin membenci nya....


...Selamat membaca....


"Eung." Vivian melenguh kecil saat ia baru sadar dari pingsan nya. Ia sedikit menggeliat merasakan ada sentuhan pada tubuh bagian bawahnya. Ia berusaha mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya ruangan itu.


Seketika ia terkejut melihat seorang pria sedang mencumbu tubuh bagian bawahnya bahkan kini mulai menelusuri area pribadi nya. Ia ingin meronta namun tidak bisa. Tangan nya diikat dan kaki nya ditahan oleh pria itu.


Pria itu benar benar menelusuri milik Vivian dengan mulut nya membuat Vivian menggeliat namun ketakutan nya lebih besar. Tubuhnya bergetar bukan karena kenikmatan namun karena ketakutan dan ia mulai terisak.


"Bagaimana sayang? Kau suka?" tanya pria itu yang tak lain adalah Max. Ia menghentikan kegiatan nya dan naik hingga menindih tubuh polos Vivian.


Jika tadi ia membiarkan Vivian mengenakan pakaian dalam nya, maka tidak dengan sekarang. Pakaian dalam Vivian pun sudah ia rusak dengan pisau kecil nya.


"Max kau?" tanya Zevina membelalakan matanya tak percaya. Lagi lagi semua itu perbuatan dan rencana busuk Max. Ia berusaha untuk meronta namun tidak bisa.


"Puaskan aku sayang." Ucap Max menyeringai dan tanpa aba aba ia langsung menyatukan miliknya pada Vivian. Vivian benar menangis tanpa suara.


"Mendesah lah sayang. Aku sedang memberi mu kenikmatan yang tidak bisa suami mu berikan." Ucap Max sambil menodongkan pisau kecil nya dileher Vivian dan terus menghentak kan miliknya pada Vivian.


"Mendesahlah dan katakan kau mencintai ku." Ucap Max geram lalu menjambak rambut Vivian, membuat Vivian meringis kesakitan. Vivian tidak punya pilihan selain menuruti.


"Akh.. aku mencintai mu." Ucap Vivian mendesah terpaksa.


"Sebut nama ku sayang." Ucap Max mempercepat hentakan nya.


"Max akh..aku mencintai mu." Ucap Vivian.


Max menyeringai dan terus menghentak miliknya cepat hingga akhirnya ia meraih pelepasan. Setelah nya ia kembali mencumbu tubuh polos Vivian tanpa celah. Ia kemudian beranjak dari ranjang menuju tempat dimana ia meletakkan kamera tersembunyi.


Setelah itu ia memproses video panas yang ia rekam tadi di laptop nya, dan mengirim nya pada Raymond. Kemudian ia juga meraih ponsel Vivian dan mengirim pesan kepada Raymond menggunakan ponsel Vivian.

__ADS_1


Max benar benar merencanakan semuanya dengan baik. Setelah selesai ia pun beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ia tertawa penuh kemenangan didalam kamar mandi. Sedangkan Vivian hanya mampu menangis karena perbuatan Max pada nya.


Ia tidak menyangka keputusannya kali ini akan membuat hidup nya hancur. Bukan hanya hidup nya, tapi juga rumah tangga yang baru saja dibina oleh nya. Ia menyesal sudah mengambil keputusan yang salah karena berpikir untuk tidak menambah beban pikiran Raymond. Tapi malah sebaliknya, sekarang ia telah menghancurkan suami nya sehancur hancurnya.


"Maaf Ray. Maafkan aku." Ucap Vivian terisak.


Bahkan ia sekarang mulai merasakan kedinginan karena tubuhnya dibiarkan terbuka oleh Max tanpa memberinya pakaian ataupun selimut. Ia meringkuk kedinginan hingga akhirnya terlelap.


Max yang baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi tersenyum sinis melihat keadaan Vivian. Ia benar benar ingin menghancurkan kebahagiaan Vivian sehancur hancurnya, karena penolakan yang tidak akan pernah ia terima.


"Ini akibat yang harus kau terima karena sudah menolak ku sayang." Ucap Max menyeringai sambil memakai pakaian nya.


Setelah itu, ia meraih sehelai selimut tebal dari lemari nya dan menutupi tubuh Vivian dengan selimut itu. Ia pun beranjak pergi meninggalkan Vivian sendirian di apartemen itu.


####


Raymond yang sedari tadi pusing memikirkan keberadaan Ayah nya, tiba tiba merasakan ponselnya bergetar. Ia memutuskan untuk memeriksa nya.


"Aku akan bersenang senang sebentar sayang. Mungkin tidak akan pulang beberapa hari kedepan. Jangan menunggu ku." Isi pesan dari Istrinya. Ia sedikit heran, kemudian ia memutuskan untuk membuka pesan kedua dari nomor asing.


Ia terkejut melihat isi pesan tersebut adalah video istrinya yang sedang berhubungan dengan seorang pria. Ia tambah marah saat mendengar desahan Vivian dan menyebut nama pria itu yang tak lain adalah Max.


"Jalang sialan." Raymond tersulut emosi. Ia bahkan tidak peduli entah isi Video itu asli atau tidak. Entah Vivian melakukan dengan suka rela atau terpaksa.


Baginya sekarang kebenaran adalah apa yang ia lihat, apa yang ada didepan matanya adalah kebenaran baginya.


"Sial sial sial." Ucap Raymond melempar ponselnya lalu berlari dan meninju dinding ruang kerjanya.


"Aku tidak akan mengampuni kalian. Pengkhianat sialan." Ucap Raymond penuh amarah.


Tidak ada lagi Raymond yang lembut. Kini Raymond yang penuh kebencian telah kembali. Raymond yang kejam, Raymond yang tidak akan memberi ampun pada pengkhianat telah kembali.

__ADS_1


"Aku pasti akan menghabisi kalian." Ucap nya lagi. Ia menghempaskan semua barang yang ada di dekat nya. Jiro dan Sion yang sedari tadi duduk di pojok ruangan hanya bisa diam melihat kemarahan Tuan nya.


"Tu Tuan apa tidak sebaik nya kita periksa dulu keaslian video itu?" tanya Jiro memberanikan diri.


"Tidak perlu." Jawab Raymond menatap Jiro dengan tatapan membunuh.


"B baik Tuan." Ucap Jiro kemudian menunduk.


"Kalian menggunakan Ayah ku untuk mempermainkan ku. Aku tidak akan pernah mengampuni kalian terlebih kau Vivian. Dasar jalang murahan." Ujar Raymond. Tidak cukup dengan semua barang yang dihempas nya, ia kembali meninju dinding dengan tangannya. Seolah tidak merasakan sakit walau tangannya sudah terluka.


Tidak ada yang berani mendekati nya. Sebaik jangan mendekati nya atau mereka hanya akan berakhir sia sia. Segera ia meninggalkan ruangan itu dan melajukan mobilnya menuju ke sebuah Bar.


Ia membuat dirinya mabuk dengan menenggak banyak botol minuman keras. Ia kecewa, ia tidak percaya wanita nya yang sangat ia cintai bisa mengkhianati nya. Dengan susah payah ia menjaga wanita nya hingga menjadi miliknya, dan kini wanita nya itu malah bermain api dengan pria yang paling dibenci nya.


Tidak Raymond tidak akan mengampuni mereka. Raymond pasti akan membuat mereka membayar apa yang sudah mereka perbuat. Tapi sekarang fokus utama nya adalah menemukan Ayahnya terlebih dulu.


Raymond tidak tahu. Ia tidak akan pernah tahu dibalik amarah nya yang memuncak, istrinya sedang menangis terluka dan ketakutan. Vivian disetubuhi secara paksa oleh Max. Max gila, benar benar gila bahkan terhadap wanita yang pernah ia cintai dan ia jaga dulu.


Tidak ada lagi cinta untuk Vivian, setelah dirinya tertolak. Yang ada hanya nafsu dan benci serta obsesi untuk memiliki yang sangat besar. Tujuannya adalah tidak akan membiarkan Vivian hidup bahagia jika bukan bersama nya.


Max tetaplah Max yang kejam. Bahkan terhadap orang yang pernah ia cintai. Lalu bagaimana dengan Vanessa? Bagaimana dengan perempuan yang mampu membuat nya tersenyum walau perempuan itu menolaknya? Vanessa berulang kali menyatakan cinta pada nya walau ia meragukan ketulusan Vanessa. Obsesi nya pada Vivian mengalahkan cinta Vanessa untuknya.


Mungkinkah jika Vanessa mampu menyadarkan Max? atau semua yang ia lakukan akan sia sia?


*****


Selalu tinggalkan komentar, like, vote, dan favorit cerita nya ya.


Mampir juga di karya ku yang judul nya "IF LOVE" yuk.


Makasih untuk semua dukungan yang kalian berikan tanpa henti.

__ADS_1


Semua sangat berarti dan aku sayang kalian.


__ADS_2