Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Permintaan maaf


__ADS_3

"Ray kau harus bertahan kau pasti bisa" ucap Vivian berlinang air mata saat ia sedang menunggu didepan ruang operasi. Sudah hampir dua jam para dokter berada didalam sana untuk menangani Raymond.


"Maafkan aku Ray, aku sudah membuat mu celaka" ujar Vivian kembali sambil melihat kedalam ruang operasi. Ia ditemani oleh Jiro dan Sion, namun tetap saja mereka tidak berani mendekati calon Nyonya mereka. Jika Tuan nya sadar dan memgetahui nya bisa-bisa masa depan mereka dipertaruhkan. Mereka sebenarnya tak tega melihat Vivian seperti itu namun apa daya tangan tak sampai.


Dirumah Rex tadi masih terlihat Louise menatap Rec dengan penuh kemarahan. Rex sudah menculik gadis yang ia cintai dan kini membuat nya bersedih.


"Apa mau mu Rex?" tanya Louise geram sambil mengacungkan pistol ke wajah Rex. Dibelakang Louise ada James yang setia mendampingi dan melindungi Tuan nya.


"Aku ingin nyawa mu Louise. Ah atau lebih tepatnya Max" ucap Rex tersenyum sinis. Ia sepertinya tidak takut pada Louise sama sekali.


"Apa belum cukup yang aku katakan pada mu Rex?" tanya Louise mengehela nafas kasar.


"Yang aku habisi itu bukan Ibu mu. Tapi dia adalah wanita yang sudah merenggut kebahagiaan Ibu kita sehingga Ibu kita memutuskan untuk mengakhiri hidupnya" ucap Louise menjelaskan.


"Kau bohong. Kau pembohong Max. Jangan coba-coba untuk memperdayai ku" teriak Rex tidak terima dengan penjelasan Max. Ya Louise adalah Max, dan Rex adalah adik kandung Max.


"Aku tidak peduli kau mau percaya atau tidak. Tapi kebenaran tetaplah kebenaran. Otak mu sudah dicuci oleh wanita ular itu hingga kau tidak bisa membedakan yang mana kebenaran dan yang mana kebohongan" ujar Max dengan suara mengintimidasi.


"Kau adik ku Rex, selama ini aku berusaha menjaga dan melindungi mu tapi kau selalu saja tidak percaya padaku" ucap Max lagi dengan nada sedikit sendu.

__ADS_1


"Jika dia adalah Ibumu, maka dia juga Ibu ku. Lalu apa mungkin aku bisa menghabisi Ibu ku?" tanya Max mencoba memberikan kebenaran pada Rex. Selama ini Rex selalu menganggap bahwa Max telah membunuh ibunya, wanita yang sudah mengasuhnya bertahun-tahun. Tapi apa yang dipikirkan Rex itu tidak benar dan yang benar adalah seperti yang dikatakan oleh Max.


"Jangan coba-coba untuk memperdayai ku Max" ucap Rex mengulang kalimat terakhirnya tadi sambil mengacungkan pistol ke arah Max.


"Untuk apa aku memperdayai mu. Hahaha aku tidak seperti wanita ular itu saat ia tidak bisa mendapatkan ayah walaupun sudah membunuh Ibu kita, dia malah mendekati dan meracuni otak mu. Membuat diri nya terlihat baik didepan mu seolah dia adalah Ibu bagimu" ucap Max yang mulai diselimuti amarah saat mengingat masalalu nya. Rex tidak bergeming walau ia masih mengacungkan pistol ke arah Max. Max menurunkan pistol nya dan mulai melangkah pelan mendekati Rex.


"Kau tahu Rex Ibu dan Ayah kita adalah dua orang yang saling mencintai. Tapi wanita busuk itu merusak semua kebahagiaan kita. Dia menjebak Ayah seolah Ayah sudah tidur dengan nya dan menunjukkan hasil karyanya pada Ibu. Awalnya Ibu memang tidak percaya tapi ia tidak pernah menyerah. Ia menggunakan segala cara untuk menghancurkan hubungan Ibu dan Ayah, sampai satu hari i


Ibu merasa lelah dengan semua ini dan memilih mengakhiri hidupnya" ucap Max yang masih melangkah mendekati Rex.


Dor


Satu tembakan dilepaskan oleh Rex namun berhasil dielak oleh Max. Max masih setia melanjutkan langkahnya dengan pelan tapi pasti.


"Rex tembak aku jika kau benar-benar merasa aku bersalah. Tembak aku jika kau tidak bisa melihat kebenaran yang sudah terjadi didepan mu. Kau boleh menghabisi aku dengan tangan mu jika kau masih merasa wanita licik itu adalah ibu mu. Tapi kebenaran tidak akan pernah bisa diubah Rex" ucap Max sendu. Ia benar-benar sudah menyerah untuk menjelaskan pada Rex, karena selama ini Rex selalu tidak percaya padanya.


Rex kemudian menjatuhkan senjatanya, dan badan nya luruh jatuh terduduk ke lantai. Ia menangis mengingat kedua orang tua mereka, mengingat kebahagiaan yang pernah tercipta sebelum semuanya rusak oleh kehadiran wanita licik itu.


"Maafkan aku Ayah Ibu. Aku bodoh" ucap Rex memukul kepalanya sendiri.

__ADS_1


Max langsung membawa adik nya kedalam pelukan nya dan mengusap punggungnya mencoba menenangkan. Ia tahu betul adiknya itu seperti apa, tidak jarang adiknya akan melukai dirinya sendiri saat ia merasa stres.


"Sudah Rex. Jangan menyakiti diri mu. Kau tidak bersalah, kau hanya belum mengerti saat itu. Kembalilah kembalilah dan ikut dengan ku. Aku akan menjaga mu" ucap Max panjang lebar. Ia sangat ingin adik nya kembali seperti dulu. Ia tidak ingin adiknya menjadi gila sepertinya, haus akan darah dan selalu ingin menghabisi orang-orang yang menyakitinya.


"Maafkan aku Max maafkan aku" ucap Rex membalas pelukan Max dengan sangat erat. Kakak dan adik itu sudah berbaikan. Namun Vivian masih menunggu di rumah sakit tanpa kepastian. Bahkan matanya sudah sangat sembab akibat menangis. Jiro yang tidak tahan lagi melihat kesedihan Vivian akhirnya memutuskan untuk mendekati nya dan membawanya ke dalam pelukan.


"Tenanglah Nona. Yakinlah kalau Tuan Ray tidak akan kenapa-kenapa. Ia pasti akan kembali kepada kita" ucap Jiro dengan hati tak tenang, bukan karena menyukai Vivian tapi karena takut jika nanti Tuan nya sadar dan mengetahui perbuatan nya maka ia pasti akan mendapatkan hukuman. Paling ringan ia tidak mendapatkan bonus tahunan.


"Keluarga Tuan Raymond Lu" panggil seorang dokter yang keluar dari ruang operasi.


"Kami" jawab Vivian, Jiro, dan Sion serentak.


"Tuan Lu kehilangan banyak darah dan stok darah dirumah sakit terbatas. Apa diantara kalian ada yang bergolongan darah O?" tanya dokter itu khawatir pasalnya golongan darah Raymond termasuk yang susah dicari. Vivian, Jiro dan Sion menggeleng sedangkan dokter tadi hanya menghela nafas kasar.


"Ambil darah ku saja" terdengar suara pria yang sedang berjalan mendekati mereka.


***********


***Terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan Mr. Mafia or Mr. Psychopath? Jangan pernah bosan tungguin update nya yah.

__ADS_1


Tinggalkan jejak di kolom komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya setiap kali kalian selesai membaca satu part. Serta tekan favorit untuk mendapatkan pemberitahuan update nya.


Follow IG @zml1104_ untuk mendapatkan spoiler chapter selanjutnya***.


__ADS_2