Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?

Mr. Mafia Or Mr. Psychopath ?
Gaun Pengantin


__ADS_3

"Kalian ... " Kata pertama yang Vivian ucapkan saat memasuki kamar itu sambil menunjuk kearah Raymond dan Angela.


Mereka yang berdiri membelakangi Vivian pun akhirnya berbalik saat mendengar suara nya. Raymond yang sedikit terkejut lalu berjalan menghampiri Vivian.


"Sayang kenapa kau bisa disini?" tanya Raymond memeluk Vivian.


"Lepaskan aku. Laki-laki pembohong." Vivian meronta mendorong tubuh Raymond menjauh dari nya.


"Kita baru akan menikah, tapi kau sudah berani membawa wanita lain ke hotel. Bagaimana setelah menikah? Apa kau akan menbawa nya tidur bersama di depan ku?" tanya Vivian dengan suara sedikit tinggi.


"Woo..ini tidak seperti yang kau pikirkan Honey." Ujar Raymond mencoba mendekati Vivian namun Vivian menahan nya dengan telapak tangan nya.


"Tidak seperti yang aku pikirkan? Lalu seperti yang aku dengar, begitu. Kau tidak peduli sexy atau tidak tapi lebih peduli siapa yang memakai nya begitu?" Vivian tersulut emosi.


Raymond hanya tersenyum melihat kekasihnya sedang cemburu buta. Angela yang berdiri jauh dibelakang Raymond hanya menggeleng tidak percaya.


"Kau bilang aku adalah perempuan satu-satu nya dalam hidupmu, tapi nyatanya kau tidak lebih dari seorang pembohong." Ucap Vivian ketus. Air mata nya mulai menetes, sedang Raymond hanya berdiri santai dan melipat tangannya di dada sambil menunggu kekasih nya selesai mengomeli dirinya.


"Kau, kau jahat Ray. Aku sudah percaya pada mu dan menyerahkan hati ku untuk mu tapi kau ... " Vivian tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Ia menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terisak. Raymond tidak ingin langsung menjelaskan.


"Maafkan aku Honey. Aku memang mencintaimu, tapi aku membutuhkan Angela saat ini. Dia sangat berarti untuk ku saat ini. Cobalah untuk mengerti. Hanya dia yang bisa memuaskan ku saat ini." Ucap Raymond menahan senyumnya.


"Dasar laki-laki aneh. Bukan nya menjelaskan dia malah semakin memperkeruh keadaan." Batin Angela didalam hati. Ia ingin sekali rasanya mengutuk Raymond.


"Kau jahat Ray, kau jahat." Ucap Vivian lalu ia berbalik dan hendak pergi. Namun dengan cepat Raymond mencekal pergelangan tangan nya.


Vivian tidak menoleh. Raymond lalu menarik nya dengan lembut sehingga mau tidak mau ia harus berbalik.


"Kemarilah dan lihat bagaimana Angela bisa memuaskan ku." Ucap Raymond. Angela membelalakan matanya tidak percaya dengan perkataan Raymond.


"Laki-laki ini benar-benar sudah gila." Batin Angela.


Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya Raymond berhenti diikuti Vivian. Ia kemudian duduk di tepi ranjang dan menarik Vivian untuk ikut duduk. Vivian hanya ikut pergerakan Raymond sambil menunduk. Ia masih terisak.

__ADS_1


"Angkat kepala mu dan lihat kedepan sayang. Kau akan tahu bagaimana cara Angela membuat ku puas." Kali ini Raymond berbicara dengan nada serius.


Vivian mencoba mengangkat kepalanya walau ragu-ragu. Seketika ia dibuat kaget dengan apa yang ada di depan mata nya.


"Ray, itu ... " Ucap Vivian namun seolah tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


"Hem, apa kau suka?" tanya Raymond merangkul Vivian.


"Indah sekali Ray. Tapi ini untuk siapa?" tanya Vivian ragu.


"Tentu saja untuk mu sayang. Aku bukan laki-laki hidung belang seperti yang kau tuduhkan tadi." Ucap Raymond tersenyum jahil.


Vivian dibuat malu mengingat perkataannya saat memarahi Raymond tadi. Sebenarnya Angela adalah seorang Fashion Designer, dan Raymond meminta nya untuk merancang gaun pengantin khusus yang akan dikenakan Vivian saat pernikahan mereka nanti. Vivian tadi memang tidak bisa langsung melihat keberadaan gaun pengantin itu karena terhalang pintu.


"Apa kau mau mencoba nya sayang?" tanya Raymond melepas rangkulan nya dan menghapus sisa air mata disudut mata Vivian.


"Apa boleh?" tanya Vivian ragu.


"Tentu saja Nona Vivian. Ini adalah untuk mu jadi sebaiknya juga mau mencoba nya agar tidak terjadi kesalahan." Ucap Angela memotong pembicaraan mereka.


"Kau ini, kenapa tidak langsung menjelaskan yang sebenarnya tadi." Ujar Angela menyikut perut Raymond saat Vivian sedang mencoba gaun nya di ruang ganti yang ada dalam kamar itu.


"Maaf kakak, kau tidak tahu saja sangat seru mengerjai calon istri ku." Ucap Raymond terkekeh. Angela juga sebenarnya merupakan sepupu jauh dari Raymond.


"Bagaimana?" tanya Vivian yang baru keluar dari ruang ganti memotong pembicaraan mereka.


Raymond dibuat terpesona saat melihat penampilan Vivian yang sangat cantik dengan gaun itu.


"Apa ku bilang? Hanya Angela yang bisa memuaskan ku kan." Ucap Raymond bangga memuji hasil kerja Angela.


"Apa kau tidak merasa itu kurang sexy?" tanya Angela sengaja mengerjai Vivian.


"Tidak tidak. Aku tidak peduli sexy nya, yang terpenting adalah siapa yang memakai nya." Ucap Raymond tersenyum jahil kearah Vivian.

__ADS_1


Vivian hanya menunduk malu karena dia sudah salah paham pada calon suami nya dan Angela.


"Aku akan ganti ini sekarang." Ucap Vivian. Lalu ia pun bergegas menuju ruang ganti untuk mengganti kembali pakaiannya karena memang gaun itu belum selesai seratus persen.


"Maafkan aku sayang. Aku sudah berpikir yang tidak-tidak tentang mu." Ucap Vivian memeluk Raymond saat ia sudah keluar dari ruang ganti.


"Haha tidak apa sayang. Lain kali jangan curiga seperti ini lagi pada ku. Ingatlah satu hal aku tidak akan pernah berbohong pada mu dan jika aku seperti menutupi sesuatu dari mu itu berarti aku sedang menyiapkan sesuatu untuk mu." Ucap Raymond menjelaskan sambil tertawa kecil.


"Ray, sebaiknya kau traktir aku makan sekarang. Aku sudah bekerja sangat keras dan memuaskan mu bukan?" Ujar Angela iseng.


"Baik baik. Aku akan mentraktir mu makan enak kakak. Ayo." Ujar Vivian menggenggam tangan Vivian lalu melangkah pergi diikuti oleh Angela. Vivian bingung kenapa Raymond memanggil Angela kakak. Ia memutuskan untuk menanyakan nya nanti.


Mereka kini sedang berada di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu. Mereka sedang serius menikmati hidangan yang ada di depan mereka.


"Kau tahu Vi, kau itu sangat manis. Pantas saja Ray begitu tergila-gila pada mu." Ucap Angela memecah keheningan. Vivian hanya tersenyum malu mengernyitkan dahi nya.


"Angela ini masih masih sepupu jauh dengan ku." Raymond menimpali seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Vivian dari tadi. Sedangkan Vivian yang mendengar nya hanya membulatkan bibir nya sambil mengangguk.


"Semua itu tadi rencana nya Ray. Dia ingin memberi mu kejutan tapi malah membuat mu menangis. Memang payah." Ujar Angela menjelaskan kejadian beberapa hari ini dan tadi.


"Aku juga tidak mungkin menyukai laki-laki yang adalah adik ku. Apalagi ketika aku sudah menikah." Lanjut Angela.


"O, jadi kau sudah menikah." Ucap Vivian yang baru mengetahui kebenaran tentang mereka.


"Kau ini ... " Vivian lalu mencubit kedua pipi Raymond dengan sangat kuat hingga menimbulkan bekas kemerahan. Ketiga nya kompak tertawa bersama.


******


Terima kasih untuk reader yang masih setia menunggu kelanjutan kisah dari "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam penggunaan kata atau alur cerita nya.


Jangan bosan untuk selalu berikan dukungan kalian dengan tinggalkan komentar berupa kritik atau saran yang membangun dan juga like nya yah.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2